Malika adalah murid cerdas cantik selalu juara di sekolahnya dan tiba tiba saja dirinya harus di jodohkan dengan seseorang yang Malika tak suka, karena selalu buat keributan di sekolah
pria itu bernama Sumedh Alexander yang merupakan putra seorang pengusaha ayah nya teman ayah Malika yang telah tiada ,sifat Sumedh adalah jail sedikit arogan dan juga bermusuhan dengan Malika setiap sekolah karena Malika murid yang cukup berani dengannya..
apakah mereka akan setuju menikah atau justru menolak karena mereka bermusuhan di sekolah?
_____________________________________
"nak ,mau kamu penuhi keinginan terakhir ayahmu?"tanya Ambika membuat Malika mengerutkan keningnya.
"memangnya,apa keinginan ayah?"tanya Malika balik membuat Ambika menghela nafas.
"JODOHKAN mu dengan anak teman ayah!"jawab Ambika membuat Malika terkejut.
"Mahh.. aku masih sekolah,lagi pula aku udah punya kekasih,"ucap Malika membuat Ambika tersenyum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Canada Hadiri acara pernikahan
Kini Sumedh dan Malika sudah berada di Canada karena harus datang ke acara pernikahan teman Sumedh sekaligus ingin ajak Malika jalan agar tak bosan di rumah terus, Mereka tinggal di sebuah Villa pribadi Sumedh..
"Villa nya bagus,"celetuk Malika membuat Sumedh tersenyum.
"ini udah lama, mungkin akan berdebu Malika,"ucap Sumedh membuat Malika ngangguk.
"aku akan bereskan!"ucap Malika membuat Sumedh menatap.
"kita sama sama, bereskan oke,"ucap Sumedh membuat Malika ngangguk.
mereka pun membereskan Villa karena tak ada asisten rumah tangga jadi Mereka pun turun tangan bereskan Villa nya,Sumedh menahan bersin karena banyak debu di Villa nya hingga berulang usap hidung nya terasa gatal..
Hacih!
Sumedh akhirnya bersih tak bisa di tahan bersin nya membuat Malika terkejut lalu menghela nafas,merasa kaget dengan suara Sumedh bersin lalu Malika pun membantu Sumedh bereskan kamarnya yang penuh debu..
"Akhirnya beres juga,"celetuk Malika membuat Sumedh menghela nafas.
"hemm.. ini terasa sepi,"ucap Sumedh membuat Malika ngangguk.
"kamu jadi bersin terus hihi!"celetuk Malika membuat Sumedh mendengus.
Malika pun hendak keluar kamar tapi tiba tiba di tarik Sumedh membuat Malika terkejut lalu menoleh,Sumedh menariknya ke pangkuan nya lalu kecup kening Malika usap keringat di kening Malika..
"istirahat Malika,"pinta Sumedh membuat Malika menatap.
"aku ngga ngantuk,"ucap Malika membuat Sumedh menghela nafas.
"Yaudah.. kita mending lakuin sesuatu gitu,"ucap Sumedh membuat Malika mengerutkan keningnya.
Malika menatap Sumedh tangan membuka kancing kemeja Sumedh dengan perlahan, membuat Sumedh tersenyum lalu belai rambut Malika yang panjang membiarkan Malika membuka kemejanya..
"astaga.. tubuh suamiku ini,begitu sempurna!"gumam Malika merasa terpesona.
"ngapain natap tubuh ku hm?"tanya Sumedh membuat Malika gugup.
"Ehmm.. ngga Sumedh!"jawab Malika membuat Sumedh menghela nafas.
Sumedh pun baring karena lelah berada di pesawat ngga bisa tidur karena menjaga Malika agar tak jatuh saat ketiduran,Malika pun paham Sumedh merasa lelah saat di pesawat itu kenapa pijat lengannya..
"Sayang pijatan mu,enak sekali,"puji Sumedh membuat Malika tersenyum.
"Ini pijatan khusus sebelum nya,belum pernah pijat!"ucap Malika membuat Sumedh terkejut.
"Hemm.. ngga heran,di genggam tangan mu juga enak,"celetuk Sumedh membuat Malika mengerutkan keningnya.
"Genggam gimana?"tanya Malika membuat Sumedh terkekeh.
"Haha.. si junior sayang!"jawab Sumedh membuat Malika bingung.
"Anak kita belum lahir!"ucap Malika membuat Sumedh menghela nafas.
"Nanti juga paham!"ucap Sumedh membuat Malika ngangguk saja.
________________________________________
MALAM HARI KEMUDIAN..
Malam ini Sumedh bersama Malika sedang di acara pernikahan sahabat Sumedh yang berada di negara Canada, mereka berpakaian serasi berdua tanpa mereka sadari ada Mamah Malika yang berada di acara ini bersama keluarga baru nya..
"Sangat mewah,"celetuk Malika membuat Sumedh ngangguk.
"Kita sempat mewah, hanya saja saat kita publikasi kan pernikahan kita,"ucap Sumedh membuat Malika ngangguk.
Malika merasa kaget ternyata yang nikah sahabat nya yaitu Monica lalu Malika hampiri membuat Sumedh tersenyum, dirinya ingin beri kejutan kalo yang nikah adalah sahabat sekolah Sumedh yang satu kelas dengan Malika lalu Sumedh pun ikut hampiri..
"Wahh.. akhirnya,kamu datang Malika!"ucap Monica membuat Malika ngangguk.
"Aku ngga percaya,kamu menikah hihi!"celetuk Malika membuat Monica terkekeh.
"Semoga aku,bisa nyusul hamil!"ucap Monica membuat Malika tersenyum.
Malika pun melihat Monica yang akan segera sah menjadi suami istri dengan seseorang yaitu sahabat Sumedh juga,lalu Sumedh pun memeluk Malika dari belakang membuat Malika terkejut merasa malu di peluk disaat seperti ini..
"Ehmm.. Sumedh,malu ih!"bisik Malika membuat Sumedh tersenyum.
"Tak usah malu,kita suami istri,"ucap Sumedh membuat Malika menghela nafas.
Sementara itu Ambika melihat Malika di acara ini bersama Sumedh dirinya takut Alana lihat bisa bisa cari ribut, berharap Alana tak melihat karena Sumedh terlihat romantis bersama Malika pasti jika Alana lihat bisa buat kacau acara pernikahan Monica..
"Acara dansa nya di mulai sayang,"ucap Sumedh membuat Malika ngangguk.
"Aku tak jago!"ucap Malika merasa malu membuat Sumedh menghela nafas.
"Ikuti saja, arahan ku Malika,"ucap Sumedh membuat Malika ngangguk.
Sumedh genggam tangan Malika mereka berhadapan lalu tangan Malika di pinggang Sumedh mereka begitu dekat tak ada jarak,mata mereka bertemu jantung keduanya berdegup kencang lalu Sumedh pun menghela nafas..
"Bum bum jantung nya sayang haha!"celetuk Sumedh membuat Malika terkekeh.
"Yahh.. seperti nya gitu,"ucap Malika membuat Sumedh tersenyum.
"Ayo sentuh rasakan jantungku sayang,"pinta Sumedh membuat Malika merona.
Malika pun perlahan menyentuh dada Sumedh seketika merona merasakan detak jantung Sumedh berdegup kencang, sebenarnya dirinya sama karena sama sama memiliki perasaan yang sama lalu Sumedh menatap Malika mengecup kening..
"I love you Malika,"ucap Sumedh membuat Malika tersenyum.
"Love you too!"sahut Malika dengan mata terpejam.
"Sumedh, sepertinya disini ada mamah,"ucap Malika membuat Sumedh mengerutkan keningnya.
"Kamu mau bertemu?"tanya Sumedh membuat Malika menghela nafas.
"Ngga Mau, karena mamah pun lihat aku tapi ngga temui aku,"jawab Malika membuat Sumedh menghela nafas.
"Baiklah.. udah jangan sedih sayang,"ucap Sumedh dengan lembut.
Sumedh memeluk Malika dengan elus punggung Malika mencoba tenangkan sebenarnya Sumedh pun sedih kenapa mamah mertua nya tak berniat ketemu anak nya, padahal Malika sangat butuh mamahnya walaupun Mamah Sumedh sayang Malika tapi tetap Malika ingin orang tuanya..
"Tenang Sumedh,aku akan coba seolah tak lihat,"ucap Malika membuat Sumedh ngangguk.
"Lagian ada aku,kamu ngga sendirian sayang,"ucap Sumedh membuat Malika tersenyum.
"Iyahh.. ada suamiku yang Ku cinta,"bisik Malika membuat Sumedh terkejut.
"Huft, sayang kamu kenapa buat jantung ku terus berdebar astaga!"celetuk Sumedh membuat Malika terkekeh.
Alana tak sengaja lihat keberadaan Malika dan Sumedh di acara ini seketika kepal tangan nya merasa kesal melihat mereka sangat mesra,lalu pergi membuat Ambika menghela nafas yang dirinya takutkan terjadi pasti anak tirinya melihat Sumedh bersama Malika..
"Wahh.. ada yang menawarkan minum, kebetulan aku haus,"ucap Malika membuat Sumedh ngangguk.
"Untung ini bukan minuman ker4s,"ucap Sumedh membuat Alana tersenyum miring.