Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.
Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.
Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.
Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.
Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32 PERCAYA PADA EMRE ?
Sofia dan bayi yang dikandungnya masih dalam perlindungan polisi dan Rashid serta Nenek Mira. Mereka semua tahu bahwa Jabez Ezaz tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Oleh karena itu, mereka harus tetap waspada dan siap menghadapi apa pun yang akan terjadi.
Raja Alhambra memerintahkan pasukannya untuk melakukan segala cara untuk membebaskan Jabez Ezaz. Ia tidak akan membiarkan putranya dipenjara begitu saja. Pasukan Raja Alhambra mulai melakukan tekanan pada pemerintah setempat untuk membebaskan Jabez Ezaz.
Sofia dan Rashid tahu bahwa mereka harus berhati-hati. Mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan Raja Alhambra untuk membebaskan putranya. Oleh karena itu, mereka harus tetap waspada dan siap menghadapi apa pun yang akan terjadi.
Suatu hari, ketika Sofia dan Rashid sedang berjalan di luar, mereka melihat beberapa orang yang mencurigakan. Mereka tampaknya sedang mengawasi Sofia dan Rashid. Rashid langsung waspada dan meminta Sofia untuk mengikuti dia.
"Sofia, aku rasa kita harus berhati-hati," kata Rashid. "Aku tidak suka orang-orang itu."
Sofia mengangguk dan mengikuti Rashid. Mereka berdua berjalan dengan cepat, berusaha untuk tidak menarik perhatian.
Tapi, orang-orang itu tampaknya telah mengetahui rencana mereka. Mereka mulai mengejar Sofia dan Rashid. Rashid meminta Sofia untuk berlari, sementara dia sendiri berusaha untuk menghadapi orang-orang itu.
"Sofia, lari!" teriak Rashid. "Aku akan menangani mereka!"
Sofia berlari secepat mungkin, sementara Rashid berusaha untuk menghadapi orang-orang itu. Tapi, orang-orang itu terlalu kuat dan terlalu banyak. Rashid terjatuh ke tanah, dan Sofia berteriak...
Sofia berteriak ketakutan ketika melihat Rashid terjatuh ke tanah. Ia berusaha untuk kembali ke arah Rashid, tapi orang-orang itu sudah mengepungnya. Mereka menarik Sofia ke arah mereka, dan Sofia berusaha untuk melawan.
Tiba-tiba, sebuah mobil berhenti di depan mereka, dan seorang pria keluar dari mobil itu. Pria itu memiliki wajah yang tampan dan mata yang tajam. Ia langsung menyerang orang-orang yang mengepung Sofia.
"Biarkan dia pergi!" teriak pria itu.
Orang-orang itu terkejut dan mundur ke belakang. Pria itu kemudian mendekati Sofia dan membantunya berdiri.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya pria itu.
Sofia mengangguk, masih terkejut. "Siapa kamu?" tanya Sofia.
"Aku adalah Emre..." kata pria itu. "Aku telah mencarimu, Sofia. Aku tahu apa yang terjadi padamu."
Sofia terkejut. "Apa yang kamu tahu?" tanya Sofia.
Emre tersenyum. "Aku tahu bahwa kamu sedang dalam bahaya. Dan aku juga tahu bahwa kamu memiliki sesuatu yang sangat berharga."
Sofia tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Emre. Tapi, ia merasa bahwa Emre dapat dipercaya.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Sofia lagi.
Emre tersenyum. "Aku akan menjelaskannya nanti. Sekarang, kita harus pergi dari sini. Mereka tidak akan berhenti sampai mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan."
Sofia mengangguk, dan Emre membawanya pergi dari tempat itu. Mereka berdua berjalan dengan cepat, berusaha untuk tidak menarik perhatian.
Tapi, Sofia tidak tahu bahwa Emre memiliki motif tersembunyi. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh Emre...
Sofia dan Emre terus berjalan dengan cepat, berusaha untuk tidak menarik perhatian. Mereka berdua tidak berbicara banyak, hanya sesekali bertukar pandang.
Sofia masih terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Ia tidak tahu siapa Emre dan apa motifnya. Tapi, ia merasa bahwa Emre dapat dipercaya.
Setelah beberapa menit berjalan, Emre akhirnya berhenti di depan sebuah bangunan yang terlihat seperti apartemen. Ia membuka pintu dan meminta Sofia untuk masuk.
"Kita akan aman di sini," kata Emre. "Kamu bisa beristirahat sejenak."
Sofia mengangguk dan masuk ke dalam apartemen. Ia masih merasa sedikit gugup, tapi ia percaya bahwa Emre akan melindunginya.
Emre kemudian menutup pintu dan menguncinya. Ia memandang Sofia dengan serius.
"Sofia, aku tahu kamu memiliki banyak pertanyaan," kata Emre. "Aku akan menjawabnya semua, tapi pertama-tama, kita harus memastikan bahwa kamu aman."
Sofia mengangguk, masih menunggu jawaban atas pertanyaannya. Apa yang sebenarnya diinginkan oleh Emre? Dan apa yang membuat Sofia begitu berharga?
Emre kemudian meminta Sofia untuk duduk dan beristirahat sejenak. Ia kemudian pergi ke dapur untuk membuatkan Sofia secangkir teh hangat.
Sofia duduk di sofa dan memandang sekeliling apartemen. Ia melihat bahwa apartemen itu terlihat rapi dan nyaman, dengan beberapa foto keluarga di dinding.
Emre kembali dengan secangkir teh hangat dan memberikannya kepada Sofia. "Minum ini, kamu pasti kedinginan," kata Emre.
Sofia mengangguk dan menerima teh hangat itu. Ia meminumnya perlahan-lahan, merasa sedikit lebih hangat dan nyaman.
Emre kemudian duduk di sebelah Sofia dan memandanginya dengan serius. "Sofia, aku tahu kamu memiliki banyak pertanyaan," kata Emre. "Aku akan menjawabnya semua, tapi pertama-tama, aku ingin tahu, apa yang kamu ingat tentang kejadian sebelumnya?"
Sofia berpikir sejenak, lalu menggelengkan kepala. "Aku tidak ingat banyak," kata Sofia. "Aku hanya ingat bahwa aku dikejar oleh beberapa orang, lalu kamu datang dan menyelamatkan aku."
Emre mengangguk. "Baiklah, aku akan menjelaskannya," kata Emre. "Kamu sedang dalam bahaya, Sofia. Ada orang-orang yang ingin menculik kamu dan menggunakan kamu untuk tujuan mereka sendiri."
Sofia terkejut. "Apa yang mereka inginkan dari aku?" tanya Sofia.
Emre memandang Sofia dengan serius. "Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang," kata Emre. "Tapi aku berjanji akan melindungimu dan membuatmu aman."
Sofia memandang Emre, merasa sedikit takut tapi juga percaya pada Emre. Apa yang sebenarnya terjadi? Dan apa yang diinginkan oleh Emre?
Sofia memandang Emre dengan mata yang penuh pertanyaan. "Apa yang kamu maksud dengan 'mereka'?" tanya Sofia.
Emre memandang Sofia dengan serius. "Mereka adalah orang-orang yang bekerja untuk sebuah organisasi yang ingin menggunakan kamu untuk tujuan mereka sendiri," kata Emre. "Aku tidak bisa memberitahu kamu lebih banyak tentang organisasi itu sekarang, tapi aku berjanji akan melindungimu dan membuatmu aman."
Sofia merasa sedikit takut, tapi ia juga merasa percaya pada Emre. Ia tahu bahwa Emre telah menyelamatkannya dari orang-orang yang mengejarnya.
"Tapi, kenapa kamu membantu aku?" tanya Sofia.
Emre memandang Sofia dengan mata yang hangat. "Aku membantu kamu karena aku tahu kamu tidak bersalah," kata Emre. "Dan aku juga ingin tahu lebih banyak tentang kamu."
Sofia merasa sedikit terkejut dengan jawaban Emre. Ia tidak tahu apa yang harus dikatakan.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Sofia lagi.
Emre tersenyum. "Aku adalah seseorang yang ingin membantu kamu," kata Emre. "Aku tidak bisa memberitahu kamu lebih banyak tentang diriku sekarang, tapi aku berjanji akan melindungimu dan membuatmu aman."
Sofia memandang Emre, merasa sedikit lebih percaya pada dirinya. Ia tahu bahwa ia harus berhati-hati, tapi ia juga merasa bahwa Emre dapat dipercaya.
"Baiklah," kata Sofia. "Aku percaya padamu."
Emre tersenyum. "Aku akan membuatmu aman, Sofia," kata Emre. "Aku berjanji."