NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Ratu,Dari Buruk Rupa Menjadi Penguasa

Reinkarnasi Sang Ratu,Dari Buruk Rupa Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Reinkarnasi / Time Travel
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Fitrika Shanty

​Di kehidupan sebelumnya, Li Hua adalah wanita yang dihina, dikucilkan, dan dianggap "buruk rupa" oleh dunia. Ia mati dalam kesunyian tanpa pernah merasakan cinta. Namun, takdir berkata lain. Ia terbangun di tubuh seorang Ratu agung yang terkenal kejam namun memiliki kecantikan luar biasa, mengenakan jubah merah darah yang melambangkan kekuasaan mutlak.
​Kini, dengan jiwa wanita yang pernah merasakan pahitnya dunia, ia harus menavigasi intrik istana yang mematikan. Ia bukan lagi wanita lemah yang bisa diinjak. Di balik kecantikan barunya, tersimpan kecerdasan dan tekad baja untuk membalas mereka yang pernah merendahkannya. Apakah merah jubahnya akan menjadi lambang kemuliaan, ataukah lambang pertumpahan darah di istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitrika Shanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aroma Teh dan Belati Tersembunyi

​Li Hua—yang kini dikenal sebagai Permaisuri Xuan—duduk tegak di depan meja rias kayu cendana yang harum. Pelayan pribadinya, Mei Lin, dengan tangan gemetar menyisir rambut hitam panjang Li Hua. Di cermin, Li Hua melihat pantulan seorang dewi, namun di dalam kepalanya, ia masih mendengar teriakan anak-anak yang melempari dirinya dengan batu di pasar.

​"Katakan padaku, Mei Lin," suara Li Hua tenang namun memiliki tekanan yang tidak biasa. "Siapa orang terakhir yang berada di kamar ini sebelum aku pingsan semalam?"

​Mei Lin menghentikan sisirnya. Wajahnya pucat pasi. "Itu... itu adalah Selir Yue, Yang Mulia. Beliau membawakan teh bunga krisan sebagai tanda perdamaian."

​Li Hua tersenyum tipis. Teh bunga krisan. Di kehidupan lamanya, ia tahu tanaman obat dan racun karena sering mencari makan di hutan. Ia tahu krisan tidak membunuh, tapi jika dicampur dengan bubuk akar Jian, itu akan menghentikan jantung dalam hitungan jam tanpa meninggalkan jejak.

​"Selir Yue," gumam Li Hua. Ia mengingat ingatan asli Permaisuri Xuan. Selir Yue adalah kesayangan baru Kaisar, wanita dengan wajah polos namun hati setajam silet.

​"Siapkan gaun merah terbaikku," perintah Li Hua. "Kita akan mengunjungi paviliun Selir Yue. Aku ingin berterima kasih atas 'teh' yang sangat berkesan itu."

​Paviliun Teratai Biru

​Selir Yue sedang tertawa kecil bersama pelayan-pelayannya saat pintu paviliunnya ditendang terbuka. Langkah kaki Li Hua yang mantap menggema di lantai marmer. Gaun merahnya berkibar seperti api yang siap melahap apa saja.

​"Yang Mulia Permaisuri!" Selir Yue bangkit dengan terkejut, wajahnya berubah dari ceria menjadi penuh ketakutan yang disembunyikan. "Anda... Anda sudah pulih? Saya pikir Anda butuh istirahat panjang."

​Li Hua mendekat, langkahnya tidak lagi ragu seperti Li Hua si buruk rupa. Ia berdiri tepat di depan Selir Yue, aroma melati dari tubuhnya mengintimidasi ruangan itu.

​"Istirahat panjang adalah tujuanmu, bukan, Yue?" Li Hua mengangkat dagu Selir Yue dengan ujung jarinya yang lentik. "Sayangnya, neraka belum siap menerimaku. Mereka bilang aku punya urusan yang belum selesai dengan rubah kecil sepertimu."

​"Apa maksud Anda, Yang Mulia? Saya tidak mengerti

​"Cukup!" bentak Li Hua. Suaranya menggelegar, membuat semua pelayan di ruangan itu bersujud ke lantai. "Aku bukan lagi wanita bodoh yang bisa kau tipu dengan senyum manismu. Aku tahu apa yang kau campurkan ke dalam teh itu."

​Li Hua mengambil cangkir teh di meja Selir Yue dan menuangkannya perlahan ke lantai. "Mulai hari ini, aturan di istana ini berubah. Aku tidak peduli seberapa cantik wajahmu atau seberapa sering Kaisar mengunjungi ranjangmu. Di hadapanku, kau hanyalah debu."

​Tepat saat itu, sebuah suara berat terdengar dari pintu masuk.

​"Apa yang sedang terjadi di sini?"

​Li Hua menoleh. Berdiri di sana adalah Kaisar Tian Long. Tubuhnya tinggi tegap dengan jubah hitam bersulam naga perak. Matanya yang dingin menatap tajam ke arah Li Hua.

​Selir Yue segera menjatuhkan diri ke lantai, terisak dramatis. "Kaisar! Tolong hamba! Permaisuri tiba-tiba datang dan mengancam akan membunuh hamba!"

​Kaisar Tian Long berjalan mendekat, matanya tidak lepas dari Li Hua. Ia mengharapkan Permaisuri Xuan yang biasanya akan berteriak marah atau merajuk manja. Namun, ia justru menemukan wanita yang berdiri dengan tenang, matanya dingin dan penuh rahasia, tidak ada ketakutan sedikit pun.

​Li Hua membungkuk hormat dengan sangat anggun, lalu menatap langsung ke mata Kaisar.

​"Kaisar," ucap Li Hua tegas. "Saya hanya sedang mendisiplinkan seorang pelayan yang lupa posisinya. Bukankah stabilitas istana adalah tanggung jawab saya sebagai Ratu?"

​Tian Long terpaku. Tatapan wanita di depannya ini sangat berbeda. Ada kedewasaan dan kepahitan yang belum pernah ia lihat pada Xuan yang asli.

​"Ikut ke paviliun utamaku, Xuan," ujar Kaisar. "Kita perlu bicara."

​Li Hua berjalan melewati Selir Yue yang masih terisak, namun sebelum pergi, ia membisikkan sesuatu yang hanya bisa didengar oleh selir itu:

​"Wajah cantikmu tidak akan bisa menyelamatkanmu jika lehermu sudah berada di bawah kakiku."

1
EF Shahna
kaya nya bakal seru cerita selanjutnya
Dedeh Dian
Hem sangat sangat bagus sekali ceritanya... apalagi bagi AQ yg cepat tersentuh... makasih author
Rika Ashanty: sama-sama ka🙏👍terus jadi pembaca setia ya,maksih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!