Blurb:
Ketika seorang ibu pengganti meninggal tragis saat melahirkan putranya, Jasper Jones, sang CEO miliuner itu mencari ibu susu untuk putranya.
Di tengah seleksi, muncul Chloe Miller—yang ternyata merupakan sahabat dari sang ibu pengganti.
Chloe adalah seniman muralis dari Brooklyn, berjiwa bebas dan penuh warna, dan dengan sadar ingin menyusui putra sang sahabat meskipun dia belum pernah punya anak.
Dia menawarkan untuk menyusui anak yang bukan darah dagingnya, melalui induced lactation, untuk menyelamatkan bayi sang sahabat yang lahir prematur.
Kontrak itu akhirnya disepakati. Chloe hanya ingin membantu, Jasper hanya ingin yang terbaik untuk putranya.
Namun, setiap cairan susu yang diberikan Chloe bukan hanya berisi nutrisi, tapi juga kelembutan yang tak pernah dikenal bayi itu.
Dan setiap aturan ketat Jasper perlahan luluh oleh tawa Chloe, oleh caranya mengajarinya mengganti popok sambil menari, oleh cara dia melihat putranya bukan sebagai penerus bisnis, tetapi sebagai sinar kecil yang perlu dicintai.
Perasaan mulai terjalin, lebih kuat dari kontrak yang telah disepakati. Tetes demi tetes, Chloe tak hanya memberi kehidupan pada bayi itu, tapi juga mencairkan es di hati Jasper.
Namun, bisakah hubungan yang dibangun dari formula duka dan susu yang diinduksi, bertahan di dunia nyata yang penuh dengan perbedaan kelas dan masa lalu yang kelam?
THE MILK CONTRACT: Sebuah kisah tentang pengorbanan yang tak terduga, ikatan yang kuat, dan cinta yang tumbuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perkenalan
Anya berdiri perlahan, kakinya terasa berat. Dia mengikuti Jasper dan Bryan keluar melalui pintu kaca geser yang terbuka ke beranda.
Udara terasa lebih segar di luar sana, beraroma bunga dan tanah yang baru disiram.
Mereka berjalan bersama. Dan semakin mereka mendekat, semakin jelas sosok Chloe dan bayi di gendongannya.
Chloe sedang menyanyikan sesuatu dengan suara pelan, merdu, dan lembut. Lagu yang tidak dikenal Anya, mungkin lagu pengantar tidur yang dibuat-buat.
Chloe tidak segera menyadari kehadiran mereka.
Wanita itu mendongak, dan untuk pertama kalinya, Anya melihat wajahnya secara jelas.
Chloe lebih cantik dari yang dibayangkan Anya. Bukan cantik glamor seperti model atau selebritas, tapi cantik alami yang membuat orang ingin terus memandang.
Kulitnya cerah bahkan tak ada bintik-bintik sama sekali di pipinya, rambutnya cokelat gelap ikal dan panjang. Porsi wajahnya sempurna.
Matanya hijau kebiruan, dan senyumnya, saat dia melihat Jasper terlihat kasih sayang yang besar. Di mata Anya, dia terlihat begitu muda dan ranum. ‘Dia lebih suka wanita muda sekarang. Tentu saja, sifat dasar pria,’ batin Anya.
“Hai,” sapanya pada Jasper, suaranya merdu seperti dering bel kecil. Lalu matanya beralih ke Bryan dan Anya, sedikit terkejut karena dia pikir mereka sudah pulang. “Halo,” sapanya pada Bryan dan Chloe.
“Chloe, ini Bryan, teman kuliahku. Dan ini Anya,” perkenalan Jasper terdengar datar. “Anya juga teman lama.”
Anya memperhatikan bagaimana tangan Jasper dengan alami berpindah ke punggung Chloe, sentuhan singkat yang penuh arti.
Jasper melihat kancing kemeja Chloe belum dikancingkan. Dengan cepat dia membantu mengancingkan kemeja itu hingga membuat Chloe sedikit terkejut.
Jasper sedikit memutar tubuh wanita itu agar tak terlihat oleh Bryan. Mata Chloe membelalak, tapi berusaha tenang meskipun harus menahan napas karena tangan Jasper yang menyentuhnya.
“Maaf,” bisik Chloe. “Aku lupa.”
“Tak apa,” sahut Jasper yang juga berbisik. “Bajumu … basah, kurasa Jonas ingin menyusu.” Jasper masih memandang ke arah itu.
Chloe memandang ke bawah dan mengangguk. “Aku ke dalam sebentar.”
Bryan dan Anya tampak seperti penonton dalam pertunjukan yang cukup intim itu.
Chloe menoleh pada Bryn dan Anya. “Maaf, aku harus masuk dulu. Senang bertemu kalian,” kata Chloe, senyumnya sedikit canggung.
“Aku akan mengantar Chloe dulu,” kata Jasper.
“Tak perlu, kau temani saja mereka,” kata Chloe dengan suara halus.
“Tidak, aku akan menemanimu. Bagaimana jika kau—“
“Aku baik-baik saja. Jangan khawatir. Jarak ke kamar cukup dekat. Kau di sini saja,” potong Chloe sambil tersenyum, menenangkan Jasper.
“Oke.” Lalu Jasper melambaikan tangan pada pelayan dan Ners maya yang menunggu dekat beranda, agar menemani Chloe.
Anya melihat perhatian yang begitu besar dari Jasper pada Chloe. ‘Aku … cemburu. Ini sangat … menyakitkan.’
Anya menggenggam erat tangannya sendiri. Jasper masih melihat Chloe sampai wanita itu masuk ke dalam rumah dengan selamat.
Setelah itu, Jasper kembali melihat Bryan dan Anya. “Maaf, sepertinya kalian harus menunggu untuk melihat putraku.”
Bryan tertawa lirih. “Untuk kali ini, aku benar-benar iri padamu, Jasper. Aku tak menyangka kau akan mengambil langkah cepat ini. Aku tertinggal banyak.”
Jasper hanya tersenyum dan Anya tampak diam saja.
“Di mana kau menemukannya? Mungkin … aku bisa belajar darimu,” goda Bryan.
“Dia yang mendatangiku. Sebuah keberuntungan, bukan?” jawab Jasper, dan kemudian dua pria itu tertawa bersama.
Anya masih diam, dia memaksakan dirinya tersenyum di balik rasa sakitnya.
*
*
Dulu aja gengsi mengakui perasaan cintanya pada Chloe😄
Dan skrg Jasper Chloe sudah punya 3 Anak lelaki😊
Tinggal menunggu kisah Jonas versi dewasa kak Zarin 🙏