NovelToon NovelToon
Dari Musuh Jadi Candu

Dari Musuh Jadi Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Martha ayunda

Clara Adelin, seorang gadis bar bar yang tidak bisa tunduk begitu saja terhadap siapapun kecuali kedua orangtuanya, harus menerima pinangan dari rekan kerja papanya.
Bastian putra Wijaya nama anak dari rekan sang papa, yang tak lain adalah musuh bebuyutannya sewaktu sama sama masih kuliah dulu.
akankah Clara dan Bastian bisa bersatu dalam satu atap? yuk simak alur ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martha ayunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tak tik Bima

"Cla, kamu ada acara nggak? Nongkrong yuk!." ajak Mira seraya beberes barang barang meja kerjanya.

"nggak ada mir, kita nongkrong dimana?." Clara balik bertanya.

"terserah kamu saja aku ngikut."

"kok ngikut? Kan kamu yang ngajak?."

"Cla, ke bar yuk!." Mira berkata sembari melirik Edo yang masih sibuk dengan layar komputer di hadapannya.

"ha? Ngapain?." Clara yang tengah memasukkan make up ke dalam tas langsung menatap Mira dengan dahi mengernyit.

"cari suasana baru saja, bosan ke cafe melulu."

"enggak ah takut aku, kita kan cewek cewek, bagaimana nanti kalau di godain om om hidung belang?." ujar Clara bergidik ngeri.

"ck! Kita ini kan udah dewasa, ya mau ya?." paksa Mira.

"eh iya deh." Clara agak ragu juga untuk mengiyakan permintaan sahabatnya.

"nah gitu dong!." Mira langsung tersenyum senang.

Keduanya pun lekas beranjak untuk bersiap pergi, Mira pamit terlebih dahulu ke Edo yang sepertinya akan lembur malam ini.

"aku tunggu di mobil!." tiba tiba Bastian berjalan mendahului Clara sambil berkata seperti itu.

"eh?." Clara langsung berjalan cepat keluar ruang divisi utama di susul oleh Mira.

"aku mau pergi sama Mira." ucap Clara setelah jaraknya tak terlalu jauh dengan Bastian.

Bastian menoleh, matanya menatap Clara yang tengah berdiri sambil memainkan tali tasnya.

"kemana?." Bastian menatap kedua gadis di depannya itu bergantian.

"ke bar." jawab Clara dengan polosnya.

"eh!." Mira langsung mencolek lengan sahabatnya itu karena menjawab apa adanya.

"apa?." Bastian menyipitkan matanya, kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celana.

"eh anu... I-itu...

"mau apa kamu ke tempat seperti itu Clara?!." tanya Bastian penuh selidik.

"nggak mau apa apa!." jawab Clara asal.

"yuk mir." gadis itu menggaet tangan sahabatnya lalu masuk ke dalam lift.

(astaga anak ini! Dia pikir ke bar itu nggak bahaya apa?.) geram Bastian yang langsung ikut masuk ke dalam lift.

"Mira, kamu langsung pulang saja! Saya ada perlu sama Clara." ucap Bastian tegas, wajahnya pun terlihat datar, sangat kontras dengan saat berada di luar kantor.

"cla." bisik Mira.

"ehem! nggak bisa, aku dan Mira akan tetap pergi." Clara menyahut dengan percaya diri.

"aku tanya sekali lagi, mau apa kalian berdua ke tempat seperti itu?. Apa kalian memang sudah terbiasa kesana?!." mata Bastian menatap tajam.

Mira yang berdiri di samping Clara kelihatan takut dengan sikap Bastian yang tegas dan dingin.

"pernah, sama kamu waktu itu! Ngapain kamu nglarang aku buat kesana, sedangkan Hellen berkeliaran di tempat seperti itu kamu biarkan saja!."

"Ting!."

Belum sempat Bastian menjawab ucapan Clara, pintu lift sudah terbuka, Clara dan Mira buru buru keluar sambil bergandengan tangan, Bastian yang masih geram membuntuti dari belakang.

Tanpa ba bi bu, dirasa cukup aman karena masih sedikit karyawan yang keluar sore itu Bastian langsung mengambilnya tindakan di luar dugaan, dengan sekali sergap dia mengangkat tubuh Clara bak karung goni.

"kamu langsung pulang! Awas kalau macam macam, saya tidak segan segan untuk memecat mu!." ancam Bastian ke Mira yang masih dalam mode terkejut.

"ih lepasin aku! Kamu apa apaan sih Tian!." teriak Clara sambil memukuli punggung pria tampan itu.

"i-iya!." Mira langsung ngeloyor pergi ke parkiran untuk menghindari Bastian.

"duh si Clara sih asal jawab saja tadi!." gerutu Mira.

"turunkan aku Tian! Perut ku sakit tau!." Clara mencari alasan namun Bastian tak mau ambil pusing dengan teriakan Clara.

Bastian membawa Clara ke mobilnya lalu menurunkan di kursi depan tepat di sebelah kemudi, keduanya saling pandang saat Clara sudah duduk manis di kursi mobil.

"jangan suka membantah!." ucap Bastian tegas.

"aku cuma mau menghilangkan stres! Kamu kok makin hari makin posesif banget, aku jadi nggak bebas kemana mana!." protes Clara sembari memasang wajah kesal.

"kerena aku sangat mencintai kamu Cla, jadi aku sangat peduli dengan keselamatan kamu, Bar bukan tempat untuk wanita baik seperti kamu dan Mira, soal Hellen, itu bukan urusan ku lagi."

"ck!." decak Clara makin kesal.

"jangan memancingku Clara, berhenti memanyunkan bibir seperti itu!."

Bastian mendekatkan wajahnya ke wajah Clara, sontak saja wajah Clara langsung menegang, mata bulat indah itu melotot kearah Bastian yang makin mendekatkan wajahnya.

"ka-kamu ja-jangan macam macam, ini di kantor!."

"oke! kamu juga diam, jangan banyak protes kalau Tidak mau ku hukum."

Bastian tersenyum lalu menjauhkan wajahnya, pria tampan itu lekas menutup pintu mobil lalu berlari kecil menuju pintu samping.

"huufff!?"

dengus Clara seraya mengelus dadanya, dia paling grogi kalau Bastian sudah dalam mode ingin menyerang seperti barusan.

Sementara di tempat lain, Bima tersenyum penuh kepuasan, pria itu pelan pelan namun pasti muali memainkan tak tiknya, Bima cukup menyaksikan sebuah adegan dari layar ponselnya sambil duduk manis.

di sebuah hotel yang sama dengan Alisa yang sedang satu kamar dengan dua orang pria, ternyata Bagas juga sedang sibuk bersama wanita lain.

"sayang... kapan kamu datang ke rumah? Katanya setelah kamu dapat kerjaan yang mapan mau segera melamar ku." ucap seorang wanita yang kini tengah berbaring di dada Bagas.

"Sabar sayang, aku masih belum bisa menabung, mamaku di kampung sedang sakit dan butuh biaya untuk berobat." kilah Bagas sambil membelai rambut wanitanya.

"loh bukannya kamu pernah bilang kalau kamu itu sebatang kara ya?." wanita itu mendongak menatap Bagas yang terlihat gelagapan.

"eh i-itu... A-anu sa-sayang... setelah aku telusuri ke kampung halaman ku, ternyata aku masih punya ibu! I-iya ibu. Dulu aku di titipkan di panti, begitu." jawab Bagas tergagap gagap.

"oh begitu? Jadi kamu masih punya orangtua lengkap dong sayang?." tanya wanita itu sambil kembali memeluk Bagas.

"ti-tidak, hanya mamaku saja, maka dari itu aku harus bertanggung jawab atas kesembuhan dan kebutuhan mamaku setiap harinya, sayang."

"ini saja aku harus segera mengirimkan sejumlah uang untuk mama periksa ke dokter, tapi aku belum gajian, aku bingung harus bagaimana lagi." imbuh Bagas seraya memasang wajah sedih.

"memangnya kamu butuh berapa?." tanya kekasih Bagas yang merasa iba melihat kekasihnya itu.

"sekitar lima jutaan, sayang... Itu pun cuma cukup buat mama ke dokter, karena mama sakitnya lumayan berat."

"oke, nanti aku bantu ya, 7 juta cukup kan?."

"eh jangan! Aku nggak mau ngrepoti kamu terus menerus sayang, masak setiap kali jalan kamu yang ngeluarin uang, ini malah mau ngasih ke mamaku." tolak Bagas yang sebenarnya hanya berpura pura.

"nggak apa apa, toh nanti beliau akan jadi mama aku juga." ujar wanita itu sambil tersenyum manis.

(yess! Udah dapat enaknya, di tambah lagi dapat uang. Bagas Bagas, kamu memang hebat!.) batin Bagas.

"yaudah kita pulang yuk, entar mama sama papaku nyariin aku." ajak wanita itu langsung menyibak selimutnya.

"oke sayangku." jawab Bagas yang langsung ikut turun dari ranjang hotel.

Sementara itu Alisa yang merasa sangat puas dengan kedua pria yang ia boking juga bersiap untuk pergi dari hotel tersebut.

"sudah aku transfer ke masing masing rekening kalian berdua, kalau aku butuh kalian harus siap lagi ya!." ucapnya sambil tersenyum penuh kepuasan.

"siap dong sayang." jawab kedua pria itu kompak.

"bagus! Ya sudah aku mau pergi." ujar Alisa seraya mengambil tas miliknya.

"eh barengan dong sayang, kita cari makan dulu diluar!." pinta salah satu dari pria itu.

"boleh, ayo." ajak Alisa.

Bersamaan dengan Alisa yang baru saja keluar dari kamar hotel bersama kedua pria itu, Bagas juga sedang membuka pintu kamar sambil merangkul pinggang wanita simpanannya.

tanpa sengaja Alisa dan Bagas beradu tatap, wajah mereka sama sama tegang karena terkejut.

Ba-bagas!."

"a-alisa!."

"ka-kamu! siapa wanita itu!." Mata Alisa melotot tajam.

"aku yang seharusnya bertanya! Siapa kedua pria di belakangmu itu!.." bentak Bagas seraya menunjuk kearah Alisa.

"sayang... dia siapa?." tanya wanita simpanan Bagas, sementara kedua pria yang sedang bersama Alisa hanya diam dan cuek saja, karena mereka hanya bekerja untuk mendapatkan uang.

"di-dia... Dia itu.....

"aku istrinya! Kamu siapa ha?." bentak Alisa seraya berjalan mendekat ke Bagas dan wanitanya.

"apa? Kamu membohongi aku selama ini?." wanita itu terkejut mendengar pengakuan Alisa.

"yuk kita pergi saja, toh itu bukan urusan kita." ujar salah satu pria itu sambil merangkul pundak temannya.

"oke bro!." jawab temannya seraya berlalu tanpa memperdulikan keributan yang terjadi di lorong hotel tersebut.

"kamu berani main gila di belakangku Bagas! Jadi uang dariku yang katamu untuk bersenang senang dengan teman temanmu itu kamu gunakan untuk main gila dengan jalang ini!." bentak Alisa murka.

"tunggu tunggu! kamu sendiri ngapain di hotel bersama dua pria tadi ha? kamu cari kepuasan juga kan? kamu pikir aku nggak tau kalau kamu itu nggak puas kalau hanya dengan aku saja ha?. kau yang jalang, Alisa!." balas Bagas.

"kita selesaikan ini di rumah! Aku tunggu secepatnya atau kau ku tendang dari rumah ku!." ujar Alisa penuh amarah.

"tendang saja kalau berani, aku bisa membeberkan kebusukan mu di depan mama tiri dan saudaramu yang bodoh itu!." sahut Bagas sambil tersenyum licik.

Bima yang menyaksikan hal itu lewat ponselnya langsung tersenyum puas, ini salah satu permainan yang Bima atur bersama orang orang suruhannya, dia akan menguliti kebobrokan keluarga baru mamanya satu persatu.

1
Nur Halida
cinta pertama yg buat marina merana dan bisa membunuh orang mencintainya.. makan tu cinta pertama😄😄😄
Martha ayunda: cinta yang menyesatkan ya kak 🤭
total 1 replies
Nur Halida
setelah sekian lama baru sadar kau marina..
Martha ayunda
masa harus sama Eria sih kak, bisa bisa perang tiap hari 😄
Nur Halida
buatlah marina sadar thor dan si sofyan dan keluarganya minggat dari kehidupan bima . biar bima bisa bahagia dg eria juga gak apa🤭
Nur Halida
bener eria
Nur Halida
mampus kau marina .. awas aja kamu kalo masih percaya dan belain si sofyan..
Martha ayunda: 😄 kebangetan kan
total 1 replies
Nur Halida
kan bener kan marina gak percaya sama bima... kasian banget bima
Martha ayunda: 🤭 kk paling bisa deh
total 1 replies
Nur Halida
pasti si sfyan bisa ngeles dan marina makin benci bima...
Nur Halida
next thor..
Martha ayunda: siap kk
total 1 replies
Martha ayunda
iyankak iya 😄
Nur Halida
jangan salah ya bas .. bimaku itu ceo tauuuuu mungkin fia lebih kaya dari kamu
Nur Halida
bima emang keren eria... aku fansnya bima 😄
Nur Halida
udah gak apa2 clara sama bastian .. bima sama eria aja yg imut2😄😄
Martha ayunda: kak nur ame siape dong? 🤭
total 1 replies
Nur Halida
udah ada calon pelakor rupanya. ...
Martha ayunda: apakah benar begitu? 🤭
total 1 replies
Nur Halida
ehhh siapa nih yg sensi??
Martha ayunda: siapa ya? 🤔🤭
total 1 replies
Nur Halida
yaaaahh akhirnya clara sama bastian juga nikahnya ... semoga bima dapet jodoh yg lebih baik dan lebih s3galanya dari clara ...
Nur Halida
aku selalu mendukungmu bima..😍
Martha ayunda: kirain dukung authornya 😄
total 1 replies
Nur Halida
pokoknya aku tetap dukung bima dan clara ... gak suka banget sama bastian
Martha ayunda: 😭 kak
total 1 replies
Nur Halida
kok bisa sih ada ibu kayak gitu .. jahat banget.. apa di dunia nyata juga ada ya ibu kayak gitu?
Martha ayunda: ada kak di daerah othor, anaknya jadi gila.
total 1 replies
Nur Halida
bagus bima .. kamu harus bertindak tapi maennya yg cantik ntar nenek sihirnya gak percaya sama kamu ... buat mama kamu menyesal bim karena udah nyakitin kamu dari dulu
Martha ayunda: siap kk 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!