NovelToon NovelToon
Layangan Yang Tak Pernah Lupa

Layangan Yang Tak Pernah Lupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Kisah cinta masa kecil / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:421
Nilai: 5
Nama Author: Ratna_dee

"janji ya kita harus bareng-bareng sampai besar nanti.. sampai aku bisa ajak kamu jalan-jalan keliling dunia!" seru Sena pada Arunika, gadis dengan rambut kepang duanya itu. "hm! Sena gak boleh ingkar janji ya, Aru bakalan nunggu janji Sena!" angguk gadis itu semangat sambil menyambut jari kelingkin Sena

namun sebuah kesalahpahaman menghantam keduanya, mengukir benci tanpa akhir. perpisahan tak dapat terelakkan hingga takdir mengikat keduanya kembali Cinta dan Benci, Rindu dan Dendam mempermainkan mereka dalam kisah masa-masa SMA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna_dee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

nyolong jambu

bel istirahat berbunyi, Lusi dengan senyumnya yang mengembang menatap Yulia penuh harap

"apa?" tanya Yulia bingung

"ck, katanya mau ngajakin jajan!" jawab Lusi sedikit cemberut

"ooh.. oke deh yuk kekantin!" ajak Yulia semangat

baru keluar kelas mereka di hadang oleh tiga cewek yang 'katanya' paling populer disana, Yulia mendengus kesal selain ke-apesan pagi tadi ternyata mereka juga harus bertemu tiga pengganggu itu lagi siang ini!

"loe yang namanya Lusi?" tanya Marsha dengan gaya centilnya. Lusi mengerutkan dahi, perasaan tak enak tiba-tiba menghantuinya

"iya" jawab Lusi tenang

"loe yang sengaja nyari perhatian depan my prince pagi tadi? pura-pura nabrak biar di notice kan?" celetuk nya sambil memainkan rambut. terjawab sudah mengapa dirinya tiba-tiba merasa tak enak, Lusi menarik nafas pelan. di sekolah sebelumnya juga dia di jadikan musuh oleh orang lain bedanya di sekolah sebelumnya karena nilainya yang lebih tinggi sedangkan sekarang karena sebuah kesalahpahaman yang di buat-buat

"sorry ya.. gue gak sengaja, kalo gue tau ada manusia yang berdiri disana gue gak bakalan lewat jalur itu, gue bakalan cari jalur lain!" sahut Lusi berusaha tersenyum

"dih! songong banget ni orang! bilang aja loe emang sengaja kan!" sahut Ecka nyeletuk

"mereka siapa sih?" tanya Lusi pelan pada Yulia

"pengganggu" jawab singkat Yulia

"eh Yuli! loe ngomong apa barusan?" Selvy cukup kesal dengan jawaban Yulia yang asal nyeplos itu

"sorry ya para Princess, kami yang rakyat JELITA ini udah laper pengen ke kantin.. lain kali baru lanjutin lagi ya obrolan nya!" Yulia menarik tangan Lusi untuk menjauh, jika terus berdiri di sana mungkin mereka akan menjadi tengkorak hidup karena kelaparan

Marsha berteriak kesal, kesal dengan Yulia yang selalu bersikap seperti itu padanya. ada begitu banyak siswa yang takut padanya tapi Yulia malah selalu mengejek dan meremehkan nya bahkan saat dirinya mengancam untuk melaporkan pada Papanya, Yulia hanya akan mendengus malas di depan nya

"makin songong aja tu anak, lain kali kayaknya kita perlu main-main sama dia" celetuk Ecka tersenyum smirk

"loe bener, emang kadang-kadang dia butuh hiburan gak sih!" sahut Selvy juga

sampai di kantin, Yulia dan Lusi duduk di meja yang paling tengah. banyak sekali yang bergosip tentang mereka berdua karena masalah pagi tadi, Lusi begitu fokus mendengar beberapa bibir yang sedang asik membicarakan dirinya

"Yul, kayaknya yang aku tabrak pagi tadi itu orang penting di sekolah ya? kok mereka pada sarkas banget sama aku?" tanya Lusi berbisik

"dia salah satu cowok paling populer di sekolah ini! bisa dibilang dia ketua gengnya.. namanya Deva, nama panjangnya aku gak tau yang jelas dia anak orang kaya, konglomerat di kota ini!! papanya, pak Lian itu jadi donatur tetap disini.. selain karena statusnya itu dia juga termasuk siswa berprestasi makanya dia itu jadi incaran cewek satu sekolah! jelas kamu di sinis-in mereka, cuma kamu loh yang gak dapet masalah setelah buat kesalahan besar!" jawab Yulia yang berbisik, Lusi menganggukkan kepala menandakan jika dirinya sudah faham

"jadi, ada berapa orang yang jadi cowok populer? kata kamu yang tadi pagi itu salah satunya kan?" tanya Lusi lagi, kepo

"namanya Alvin, dia mantan ketua OSIS disini, dia juga ganteng banget kalo kata meraka. sama-sama berprestasi kayak si Deva itu, dia tegas jadi banyak yang takut juga sama dia" jawab Yulia mulai asik bergosip dengan sahabatnya itu

"oh? terus ada lagi?" Lusi semakin penasaran

"Samudra namanya, dia anaknya kepala sekolah, cowok cool dan pinter dia jagoannya basket" jawab Yulia menunjukkan jempolnya

"kamu naksir gak?" Lusi mulai menaik turunkan alisnya menunggu jawaban Yulia

"naksir sih enggak, soalnya aku juga gak mikir kalo mereka beneran Arjuna nya sekolah, masih gantengan kak Bisma sih" jawab Yulia tertawa kecil menutup mulutnya

"heh!! gak boleh ya! kak Bisma gak boleh ternoda!!" tolak keras Lusi, Yuli memutar bola matanya malas.

Pulang sekolah, saat Lusi istirahat di kamarnya tiba-tiba di kejutkan oleh Yulia yang memanjat jendela kos sambil tertawa nyengir mengajaknya keluar untuk bermain

"ayo anj*r!! gue kangen banget nih main sama loe!" ajak Yulia dengan memaksa

"kak Bisma belum pulang, nanti aku di cariin loh!" tolak Lusi yang masih tiduran di atas kasurnya

"ck, loe baru kemarin nyampe sini.. seenggaknya lo exited kek gue ajak tour komplek kos kita! gak jauh-jauh kok" rengek Yulia masih memaksa

Lusi terbangun dengan malas dari tempat tidur, Yulia tidak akan berhenti sampai dirinya keluar

"ngerujak yuk!" celetuk Yulia, semangat Lusi pun membara mendengar ajakan yang begitu menggiurkan itu

"eh, tapi kan gak ada buah.. masa kita ke pasar dulu?" lesu Lusi

"pasar mah jauh, loe ikut gue sini!" ajak Yulia, Lusi sudah faham maksud dari sahabatnya itu. dia menurut saja kemana Yulia mengajaknya

"dimana?" tanya Lusi yang berjalan di belakang

"ikut aja.. di jamin loe bakalan puas!" jawab Yulia, Lusi semakin bersemangat sempat mengira jika sudah di kota dirinya tak akan lagi merasakan maling mangga atau rambutan tetangga, dia lupa jika di kota ini ada Yulia juga

"nih.. jambu air, banyak kan?" tunjuk Yulia ke sebuah pohon jambu yang cukup besar dan tinggi

"tapi orangnya ada nggak? nanti kita malah ketauan lagi" tanya Lusi mengendap-endap memastikan jika mereka aman

"pemilik rumahnya lagi di luar kota, jadi aman!" jawab Yulia mulai naik, Lusi pun ikut naik jiwa nyolong nya sudah meronta-ronta melihat buah yang begitu banyak dengan warna yang cukup menggoda!

"bwahahaahha aku kira gak bakalan ngerasain gini lagi" tawa Lusi sambil memetik jambu air itu perlahan

"gue malah sempet mikir mau ngajak siapa buat nyolong, nyolong sendiri kurang seru! eh.. loe malah tiba-tiba pindah, kan gue ngerasa Tuhan lagi jawab kesepian gue selama satu tahun ini!" jawab Yulia juga sambil tertawa

mereka mengobrol sambil menikmati buah jambu di atas sana, tak peduli dengan tatapan membunuh yang sudah hampir satu menit mengintai mereka, perut mereka kenyang dan kantung celana mereka pun penuh sudah puas dengan kebahagiaan itu tiba-tiba mereka di kejutkan pak jojo yang membawa sapu lidi di bawah

"Yuli!!! turun kamu!!" teriaknya dengan nada danton, dua gadis yang masih mengunyah di atas tiba-tiba tersedak karena terkejut

keduanya turun dengan terjun bebas, tak lupa dengan sandal mereka berlari sambil di kejar pak jojo yang mengomel

"gak puas nyolong sendiri, malah ngajakin temen ya kamu!! awas ya kamu Yuli!!" teriak jojo, panik dan deg-degan Lusi dan Yuli rasakan, ada rasa puas juga di hati mereka. di kejar orang seperti ini sudah lama sekali Lusi tak rasakan

"aduh pak!! kalo gak mau di colong pohon jambu nya di masukin kerumah makanya!!" teriak Yulia didepan sana sambil berlari, Lusi sudah tertawa ngakak sambil menjaga kantung yang penuh jambu itu takut hasil buruannya malah berjatuhan karena langkah kakinya yang cepat

hampir keluar komplek, jojo berhenti mengejar dua gadis itu dan kembali kerumahnya. Yulia dan Lusi malah menyambung tawanya sambil duduk ngos-ngosan di pinggir jalan

1
v_v aja🩵🩷🩶
bagus banget 😍💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!