Seorang CEO tampan bernama Kevin,berusia 30 tahun dan menyandang status duda,memiliki satu anak laki-laki yang menggemaskan berusia 3 tahun bernama Raka.
Karena tuntutan dari sang putra untuk cepat memberikan mami ia bingung berbuat apa,sebenarnya ia juga lelah melakukannya semua sendiri.
Akankah Raka mendapatkan mami baru??
Kuy readers langsung gas,jan lupa vote and like.mksh^^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saluna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 32
"Kenapa?" tanya kevin heran.
"Kenapa nggak dibangunin tadi pagi sih kesiangan kan" ucap nisa bangkit mendudukan tubuhnya dan mengikat rambutnya.Tanpa nisa sadari sedari tadi kevin memperrhatikan nya yang polos tanpa mengenakan kain sehelai pun.
"Aku telat kuliah dong terus raka gimana udah bangun emang?" tanya nisa
"Aku kira apaan,raka udah diurus bibi sama mang dadang tadi" jawab kevin.
"Sayang kamu masih mau lagi hmm,kau terlalu menggoda sayang" ucap kevin tersenyum sambil menatapi tubuh nisa yang polos.
"Ha? apa maksudmu aku tak mengerti?" tanya nisa.Seketika nisa tersadar akan sorot mata kevin yang ternyata memandangi tubuh polosnya.
"Akhh. dasar kau mesum,dasar mesum!!" triak nisa menggema dikamar,untung semua kamar dirumah kevin kedap suara.Dan kevin hanya terkekeh dengan nisa hala itu malah membuat nisa semakin mengemaskan bagi kevin.
Nisa langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya sehingga kevin telanjang.
"Hey jangan menariknya nanti aku akan khilaf menerkam mu!" ucap kevin sambil menarik kembali selimut itu untuk menutupi tubuhnya.Tak tinggal diam nisa kembali menarik selimut itu dan terjadilah adegan tarik-menarik antara keduanya.
"Aku mau mandi" ucap nisa.
"Aku juga" balas kevin.
"Aku dulu!" ucap nisa.
"Nggak aku dulu!" balas kevin.
"Ngalah dong!"ucap nisa.
"Ya udah barengan aja !" balas kevin.Kevin langsung mengangkat tubuh nisa membawanya ke kamar mandi.Nisa pun pasrah dengan perlakuan kevin padanya.
Didalam kamar mandi nisa merendam tubuhnya dibathub dengan menutupi kedua gunungannya itu.
Kevin yang melihat itu terkekeh karena melihat nisa masih malu-malu padahal ia bahkan pernah melihatnya bahkan merasakannya.
"Hey jangan tutupi sayang aku sudah pernah melihatnya bahkan merasakannya jadi jangan malu dan lepaskan tanganmu itu" ucap kevin mendekati nisa.
"Mau apa?" ucap nisa.
"Mandi lah sayang" ucapnya dengan senyum jahil
"Eum mandi aja kan?" tanya nisa khawatir kevin akan melakukannya lagi.
"Iya lah emang mau apa,mau yang lain juga nggak papa" jawab kevin.
"Enggak-enggak" balas nisa gugup.Dan sekarang nisa berada dipangkuan kevin karena itu pinta kevin.
Ia mulai menggosok punggung kevin dan secara tidak langsung memeluknya.Kevin malah sibuk mengelus punggung nisa dan menenggelamkan wajahnya diceruk leher nisa yang membuatnya candu.Dan kejadian tadi malam terulang lagi untuk kedua kalinya.Nisa hanya bisa pasrah dengan perlakuan kevin.
.
.
.
.
.
.
.
Satu jam berlalu mereka berdua keluar dari kamar mandi bersama kevin menggendong tubuh nisa dan mendudukan tubuh nisa dipinggiran kasur.
"Diem disini aku ambilin baju kamu dulu!" perintah kevin diangguki nisa.
Kevin kembali membawa baju nisa,nisa membulatkan matanya melihat kevin menenteng c* dan b** milikny ia segera merampas itu dari tangan kevin.
"Biar aku aja yang pake" ucap nisa.
"Nggak aku aja yang pakein" ucap kevin mengambil alih pakaian dalaman nisa.
"Tapi -_-" ucap nisa terhenti karena kevin telah memakaikannya pada tubuh nisa.
"Yang ini biar aku aja" ucap nisa menunjuk pakaiannya.
"Nggak aku aja!" ucap kevin menatap tajam nisa.Nisa akhirnya pasrah dan kevin memakaikan semua pakaian nisa.
Sesi pakai baju pun selesai nisa beralih duduk didepan meja rias .Ia memperhatikan tanda-tanda merah dilehernya yang cukup banyak.
"Eum ...pak punya salep atau obat apa yang bisa ngilangin merah-merahnya ga?" tanya nisa sambil menunjuk lehernya yang dipenuhi tanda merah.
"Berhenti memanggil aku pak,jika tidak aku akan menghukummu!" ucap kevin.
"Aku harus memanggil apa?" tanya nisa.
"Bukankah sudah pernah ku bilang kau bisa memanghilku sayang" jawab kevin.
"Tapi itu terdengar berlebihan,eum.... bagaimana kalau mas?" tanya nisa.
"Itu lebih baik dari pada kau memanggilku dengan sebutan pak" ucap kevin.
"Jadi apa kau punya salepnya?" tanya nisa.
"Coba kau cari dilaci kayaknya ada" jawab kevin.
bersambung............