Halo guys👋
Novel ini adalah karya pertama aku jadi maap ya,kalo banyak yg typo .
Truss alur ceritanya masih berantakan🙏
Regan Hartawan ,anak di luar nikah Rayn Hartawan yang sejak kecil sudah di asingkan oleh papanya sendiri dan di asuh oleh ibu asuhnya sedangkan ibu kandungnya meninggal saat dia baru berusia 5 tahun . Tidak pernah ada kehangatan atau pun kasih sayang dalam hidupnya hanya kehampaan serta kebencian dari mama tirinya dan kakaknya .
Tapi ,hidupnya berubah sejak mulai dari hari pernikahan.
Elsa Keana anak angkat keluarga Keanan ,ayahnya menjodohkan dirinya dengan keluarga konglomerat demi membalas budi kedua orangtuanya Elsa menerima permintaan ayahnya.
siapa sangka ketika Regan dan Elsa menjalani sebuah pernikahan Karna paksaan malah menjadi sebuah kebahagiaan yang tidak pernah mereka rasakan dalam hidupnya.
Next,langsung baca aja......
Jangan lupa Like,Vote&komen🙏🥺👉👈
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HamidahAjj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Elsa membuka sosmed untuk hiburan melepas penat , tapi sebaliknya yang dia dapat adalah artikel tidak masuk akal namun anehnya Elsa terbawa perasaan . Detak jantung nya terpacu begitu cepat tangannya bergetar tidak karuan hingga tanpa ia menyadari Hp nya yang sudah retak tergeletak di bawah lantai.
Elsa sekuat tenaga menetralkan keterkejutan nya .
"Sayang". Panggil Regan yang baru saja selesai mandi dan hanya mengenakan celana boxer ,menghampiri Elsa .
Regan yang melihat Elsa masih berdiam diri dan ponselnya yang tergeletak di lantai. Regan mengambil Handphone Elsa yang sudah retak itu lalu menatap wajah Elsa.
"Ada apa, wajah kamu terlihat pucat?". Ucap Regan mengelus pipi Elsa.
Elsa segera menepis tangan Regan. Dia menatap Regan dengan tatapan yang tidak dapat di artikan , sebenarnya dia percaya dengan Regan namun disisi lain perasaan nya masih tidak dapat menerima foto mesra suaminya yang baru saja dia liat.
"Ak....aku baik baik aja ". Ucap Elsa menunduk kan kepalanya.
Regan melembut agar Elsa tidak menepis dirinya lagi , pelan pelan Regan mendekatkan Elsa dalam pelukannya.
"Aku tau kamu tidak baik baik saja sayang , lihat wajah mu memucat seperti itu. Ayo beri tau aku ada apa ". Ucap Regan sangat lembut membelai pipi Elsa .
Elsa yang mulai merasa tenang dan nyaman dalam posisi saat ini mulai membuka bicara.
"Aku liat foto kamu sama wanita di Reunian waktu itu . Di foto itu kamu memangku dia dengan pose sangat mesra ".
"Apa kamu mau selingkuh , karena aku ngk bisa melayani kamu Karna aku Hamil!!!". Ucap Elsa mulai terbawa amarah.
Regan yang mengetahui bahwa ibu hamil tidak baik emosi seperti sekarang , Khawatir akan kondisi ibu dan janinnya.
"Apa yang kamu bicarakan , coba ngomong pelan pelan". Ucap Regan sedikit menunduk agar dapat menatap mata Elsa.
Elsa dengan cepat merampas Handphone di genggaman Regan . Dan langsung memberi tau pada Regan apa yang baru saja dia liat.
Regan terkejut melihat foto dirinya di Handphone milik istrinya itu.
"Ini memang benar foto Mas. Tapi wanita ini pela**ur yang sewaktu memeluk Mas tiba tiba di Reunian . Mas Regan juga tidak tau sayang kenapa tiba tiba dia bisa masuk ke kantor . Dia menyamar menjadi pegawai , seperti nya ada yang tidak beres". Ucap Regan serius , dia mulai curiga dengan orang orang di perusahaan nya . Keamanan perusahaan nya mulai di perketat ketika dia mulai memimpin perusahaan Gruop Hartawan. Kenapa masih ada kejadian seperti itu , Regan menduga ada orang dalam yang membantu nya , tapi siapa.
"Bener Mas ?". Tanya Elsa menyakinkan nya.
"Bener sayang , apa aku pernah membohongi mu selama ini".
"Tidak".
"Ya udh kamu jangan pikirkan itu lagi , aku akan menyelidiki kejadian ini. Lebih baik kamu istirahat biar baby kita sehat , oke". Ucap Regan mengelus perut Elsa yang mulai membuncit .
"Iya". Elsa mengangguk mengerti.
Regan membuka Handphone miliknya , dia menyuruh Asisten pribadi dan seketaris nya mencari tau dalang kejadian ini . Karena dia tau selain Sera pasti ada orang lain di belakang nya.
"apa jangan jangan ini ulah Revan dari sekian banyak orang ,cuman dia yang ngk suka melihat aku bahagia , ngk ngk dia selama ini sibuk dengan urusan Papa mana mungkin ini ulah dia" gumam Regan.
"oh iya gimana kabar Papa ya , ingin menjenguknya tapi pasti ada mereka ". Ucap Regan , dia pun menelpon Dokter Juan. Dokter yang menangani Papanya .
🍀🍀🍀🍀🍀
"Hahaha.....ku tunggu kehancuranmu Regan ". Ucap Revan tertawa lantang di samping ranjang bersama Sera yang baru saja melayani nya.
"Emng kalau hanya menghancurkan rumah tangga nya dia bakal hancur gitu ?, kenapa ngk sekalian rebut kembali posisi CEO yang dulu milik papamu ?". Tanya Sera yang masih telanjang duduk di pangkuan Revan.
"Hhmm tenang itu urusan terakhir karena ini masih rencana awal". Ucap Revan sambil merem**s dada Sera. Hingga Sera yang reflek pun mendes**h, milik Revan kembali berdiri . Sera menggoyangkan tubuhnya di atas tubuh Revan membuat Revan yang cetek iman tergoda mengulang kembali adegan panas yang batu saja mereka lakukan.
Dean gagal melancarkan aksinya membunuh Revan karena Rosie mengetahui nya , bahkan mengancam akan bunuh diri . Dean frustasi untuk kedua kalinya , dia bingung dengan pemikiran adiknya yang terlalu sempit.
Kandungan Rosie saat ini sudah menginjak 3 bulan perutnya tidak lagi rata . Syukur nya kehadiran sang janin membuatnya terlepas dari penyakit psikologisnya. Meski begitu bukan berarti Dean mengurungkan niat nya untuk membunuh Revan . Dia tetap ini membunuh Revan tapi bukan saat ini.
"Kak ke Campus ya kak , aku ingin melanjutkan pendidikanku seperti biasa , aku ingin terbebas dari trauma ini , aku ingin hidup normal". Ucap Rosie memohon.
"Tidak !!! kamu sedang hamil itu tidak baik jika kamu keluar rumah apa lagi kalau sampai ketemu laki laki bajingan itu . Kakak takut trauma kamu kambuh lagi". Ucap Dean di sela sela sarapan.
"Baiklah". Ucap Rosie tidak lagi bersemangat seperti tadi.
Dean yang melihat perubahan raut wajah adiknya pun tidak tega.
"Oke oke kamu boleh kuliah lagi , tapi kamu harus di jaga Bodyguard kakak"
"Ahh makasih kak". Rosie kembali tersenyum memeluk Dean sang kakak penyayang baginya .
Adik kesayanganku sudah bisa senyum . Pikir Dean sumringah.
.....
Cup
"Selamat pagi sayang". Ucap Regan mencium pucuk kepala Elsa.
emm
Lenguh Elsa kala sinar matahari mulai menyoroti matanya.
"Mas Regan sudah bangun?udah rapi lagi mau berangkat ke kantor ya?". Tanya Elsa yang masih terkantuk memaksakan diri untuk tetap bangun.
"Iya Mas berangkat dulu , sarapan udah aku buatin di dapur". Ucap Regan membenahkan Dasinya.
"Berangkat dulu ya". Ucap Regan mengulurkan tangan , Elsa pun menjaba dan mencium tangan Regan.
"Iya mas hati hati".
Ucap Elsa yang di balas lambaian tangan oleh Regan.
Drttt drttt
Getaran Handphone di samping bantalnya terdengar oleh Elsa.
"Viki , tumben pagi pagi nelpon"gumam Elsa.
"Halo Sa , tumben jam segini belum berangkat ke Campus Lo ".
"Lha yang tumben itu kamu lah Vik , pagi pagi nelpon ".
"Pagi kepala Lo peyang liat jam woyy!!! ini udh jam setengah sembilan". Sahut Claudia di seberang telpon.
Elsa yang mendengar ucapan Claudia sontak melirik jam dinding di depan matanya .
08.31
"Astaghfirullah". Elsa langsung terperanjat dari kasur dia meletakkan Handphone retak miliknya di kasur tanpa peduli dengan sambungan telepon nya.
"Pantes Mas Regan pagi pagi udh siap siap terus udah nyiapin sarapan ternyata udah siang . Astaghfir istri macam apa kamu ini Elsa"
gumam Elsa di sepanjang jalan ke kamar mandi .
Skip
Di Campus Elsa langsung masuk ke kelasnya yang sudah di hadiri seluruh Mahasiswa Fakultas nya . Meski hari ini hanya pembahasan acara Wisuda tetap saja Elsa malu karna teman teman yang lain harus menunggunya.
"Heh Sa lo tadi malem berapa ronde sama Kak Regan sampe sampe lu bangkong" bisik Claudia di samping nya.
Shuttt
Elsa hanya memberi kode agar Claudia diam .
Pembahasan acara Wisuda sudah selesai semua sepakat dengan keputusan yang di berikan oleh wali kelas. Semua Mahasiswa pun keluar dari kelas termasuk Elsa dan Claudia.
"Heh lo tadi belum jawab pertanyaan gw , kenapa seorang Elsa bisa bangun kesiangan ?" tanya Claudia menyilangkan tangannya di dada.
"Ngk tau Claud selama aku Hamil aku mulai punya banyak kebiasaan buruk"
"Healah "
"Bentar bentar tadi Lo bilang Hamil?? gw ngk congek kan , Lo tadi bener bang hamil kan". Ucap Claudia sembari mencoel coel telinganya.
"Iya bener aku hamil udah dua bulan usia kandungan aku Claud". Ucap Elsa tersenyum .
"Alhamdulillah dong kalo gitu gw bentar lagi jago Aunty , Sa". Ucap Claudia memeluk Elsa , ikut gembira atas kehamilan sahabat nya.
"Oh iya tumben si trio ngk nyamperin kita" Ucap Elsa.
"Biasa mereka ada acara jadi langsung pulang".
.......
Di kantor
"Apa yang sudah di lakukan Nona Sera itu adalah rencananya dengan Tuan Revan untuk menghancurkan rumah tangga anda Tuan. Sera setuju dengan tawaran Tuan Revan untuk menyingkirkan Nyonya agar Nona Sera bisa menjadi istri anda , sedangkan untuk Tuan Revan mungkin dia masih tidak terima dengan posisi anda". Ucap Seketaris Regan
"Beri pelajaran wanita yang bernama Sera itu , dan untuk Revan biar aku yang menangani". Ucap Regan mempercayai Seketaris yang sudah lama ia kenal sebelum dia masuk ke perusahaan Gruop Hartawan.
.....
"Udah lama ngk ketemu , apa kabar Kakak Ipar?" Ucap Elsa pada kakak iparnya
"Ah Elsa , aku baik . Kamu gimana?"
tanya balik Rosie pada Elsa.
"Baik juga Kak"
"Jangan panggil kak , panggil Rose aja biar sama sama nyaman"
"Katanya Papa mertua kecelakaan ?" tanya Rose yang tau hal itu dari Artikel yang batu saja dia baca.
"Iya kondisi nya waktu itu parah sampai melakukan operasi , tapi sekarang sudah mulai membaik karna Operasinya berhasil".
"Huft.... Syukurlah kalo gitu". Rosie menghela nafas lega.
"maaf Rose apa hubunganmu dengan Kak Revan sedang renggang , karena setiap kali aku bertemu kak Revan aku tidak pernah melihatmu bersama Kak Revan ?" tanya Elsa ragu ragu takut jika hal itu menyinggung Perasaan Rosie.
Bukan hanya renggang tapi hancur. Batin Rosie
"Tidak, hubungan pernikahan kita baik, hanya saja kami mempunyai kesibukan masing masing" balas Rosie tersenyum manis meski nasib miris.
Dia tidak ingin orang lain mengetahui aib rumah tangga nya maka dari itu lebih baik dia berbohong.
"Sa ayok" panggil Claudia dari seberang jalan.
"Ya udh temenku udah manggil aku pamit dulu , Bye".
"Bye"
Ting
"Kita cerai " Sebuah pesan singkat yang mampu membuatnya bergetar hebat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Bersambung
Jangan lupa untuk mendukung Author dengan cara Like komen Vote 🌹🙏🥰
Thanks buat yang udh mampir 😘***
di adopsi adiknya lahir, itu artinya Elsa dan Mia selisih 7 tahun, berarti usia Elsa 24 tahun. apa iya usia 24 tahun masih sekolah???