Warning......
Segala hujatan dan cibiran yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja bebas untuk di lontarkan. Itu akan kami terima sebagai saran untuk karya saya ini.
Jika kalian pernah mendengar kata IBLIS, itu pasti ada kaitannya dengan pembunuhan dan memakan manusia dengan banyak cara. Namun bagaimana jika ada seseorang yang menolong iblis? Dan bersahabat dengannya? Apa itu mungkin? Ini adalah karya saya yang berjudul "Tetangga Iblis" By : Novianingsih Juliani
Veby adalah seorang gadis SMA yang harus berpisah dengan keluarga nya. Karena ia harus bersekolah di sekolah baru dikarenakan adanya sebuah pertukaran pelajar antar kota.
Ia juga harus tinggal di sebuah apartemen dekat sekolah nya yang baru dan hanya bisa pulang saat libur sekolah atau hari raya karena jarak antara kedua kota tersebut sangat jauh
Hal aneh mulai terjadi saat ia baru saja pindah ke apartemen tersebut, yaitu di sebelah apartemen miliknya, yang ditinggali oleh seorang pria tampan yang kira-kira Satu tahun lebih tua darinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novianingsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 32
Pagi hari, saat itu seluruh anggota keluarga Xineju sedang sarapan. Lalu Pak ji-juu dan Bu Vera berangkat ke kantor bersama Jiso yang akan mengikuti les dan akan libur musim dinginnya besok.
"Kakak berangkat nggame jam brapa?" Tanya Veby.
"Nanti, sekitar jam sebelas." Sahut Kak Mark.
"Kalo gitu aku bakal berangkat sekarang yaa, sama Jung-dae." Kata Veby.
"Dimana lokasinya?" Tanya Kak Mark.
"Di rumah sakit, soalnya Ji-Sung belum bisa pulang rumahnya."
"Ohh, kakak ikut dehh, sekalian mau jenguk kakek. Disana juga ada tante Ji-yi lohh." Kata Kak Mark. Sontak Veby mematung saat mendengar nama Kakek dari mulut kakaknya.
"Eeem, ia kak, ayo." Lalu mereka berangkat menggunakan salah satu mobil ayahnya.
"Nanti habis reonian, kamu harus jenguk kakek juga yaa! Pasti kakek rindu banget sama kamu." Ujar kak Mark.
"Bagaimana bisa aku bertemu dengannya, setelah apa yang ia perbuat pada ku? Aku hampir kehilangan mahkotaku karenanya." Batin Veby.
Sesampainya di rumah sakit, Veby ijin kepada kakaknya untuk menjenguk Ji-Sung terlebih dahulu. Veby harap ia bisa lebih berlama-lama di ruangannya Ji-Sung agar tidak bertemu dengan kakeknya.
"Intinya, hanya akan ada lo, gue, dan Claura aja di ruangan itu. Lo bisa ngobrol ma Claura atau pacaran juga gak papa. Gue kan udah sama Ji-Sung, nanti kita bisa jadi sepupu iparan. Dan juga lo bisa jadi Bla...Bla...Bla..Bla..." Veby terus saja mengoceh di sepanjang perjalanannya menuju ruangan Ji-Sung.
"Bukannya, adek lu bilang kalau Ji-Sung itu Sahabatnya See-hee? Gue kan udah chat lo semalem." Kata Jung-dae.
"Ngechat gue? Kok gue gak tau?"
"Lah? Gue udah liat kok kalo lu udah baca pesan gue itu. Liat deh kalo gitu di Line lu." Kata Jung-dae.
"Udahdehh yang penting kan lu udah bilang sekarang. Tapi masak si......h..." Seseorang menabrak Veby.
"Kalo mau jalan ya jalan doong! Jangan berhenti di tengah jalan." Tegur wanita itu.
"Lah? Lu yang jalan pakek kaki.... Siapa suruh liat ponsel pas jalan? Suruh nohh, otak lu buat nyuruh matalu." Kata Veby yang tidak terima di salahkan.
"Udah salah pakek ngotot lagi lu." Maju mendekati Veby.
"Apa? Brani lu? Gua smakdawn lo brani?" Gertak Veby.
"Eeehh... Udah! Udah! Lo pergi atau gue panggilin petugas karena nyari masalah. Bukannya minta maaf." Kata Jung-dae pada wanita itu. Lalu wanita itu pun pergi karena menyangka kalau Jung-dae adalah sahabat Veby.
''Lo juga!! Malu-maluin gue aja." Kata ju
"Yang berantem kan gue! Kenapa lu yang malu?"
"Yang di liat orang-orang bukan lo doang anying." Kata Jung-dae lalu mereka melanjutkan langkahnya.
"Lama banget dah... Kapan nyampeknya nihh?" Keluh Jung-dae.
"Siapa suruh gak mau pakek lift.".
"Yang gak mau siapa? Elu kan? Katanya biar bisa ngobrol dulu lah, apa lah. Yang ada malah nyari masalah dan mata gue bengkak nih jalan." Kesal Jung-dae.
"Yang jalan kaki lu kamvret."
"Trus yang lu bilang ama tu cewek tadi apa? "Makanya jalan pakek kaki." Perasaan emang bener kan?"
"Ya bener. Makanya gue ngomong, masak gue ngomong yang gak bener."
"Ia juga ya? Aku dimana? Aku siapa?" Gumam Jung-dae.
sejauh ini aku masih suka alurnya