"Ketika kebenaran dibungkam paksa, ketika keadilan dipaksa untuk diam, beberapa orang terpaksa beraksi. "
Cinta rahasia Xiao Fei dengan Yu, aktor papan atas yang dipuja, berakhir dengan tragis. Publik meratapi "kematian karena overdosis" yang menyayat hati, namun duka Fei berubah menjadi teror murni saat sebuah kiriman video anonim tiba. Di dalamnya, Yu bukan hanya dibunuh—ia disiksa, dilecehkan secara keji, dan dikorbankan dalam sebuah ritual mengerikan oleh sekelompok individu bertopeng. Kematian Yu bukanlah akhir, melainkan awal dari neraka yang nyata.
Didorong oleh cinta dan dahaga akan kebenaran, Fei harus meninggalkan identitasnya yang aman dan menyusup ke dalam dunia glamor industri hiburan yang beracun. Akhirnya Xiao Fei dengan beberapa orang yang bertemu secara tak sengaja mengambil peran utama sebagai penegak keadilan. Mampukah aksi mereka menunjukkan keadilan yang kini berubah menjadi Keheningan Keadilan. Silence of Justice akan menuntun kita pada aksi mereka. Berhasilkah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black _Pen2024, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Merancang Misi Yang mustahil
Suara sirene polisi terdengar semakin menjauh, memudar di kejauhan, seiring dengan kecepatan mobil Meylie yang membelah kegelapan malam. Adrenalin masih memompa kencang di nadinya, namun Meylie tetap fokus pada jalan di depannya. Di sampingnya, Fernandez memegang erat hard drive dan buku catatan Yu, wajahnya tegang dan pucat. Mereka berhasil. Mereka berhasil melarikan diri dari pengejaran, mengamankan Tuan Z sebagai umpan, dan kini memiliki semua informasi kunci tentang Senator Adrian Thorne, Dalang Utama di balik jaringan kekejaman ini.
Mereka tiba di bunker tua yang tersembunyi di bawah rumah kosong di pinggir kota, yang kini menjadi markas operasi mereka. Meylie memarkir mobil di dalam garasi bawah tanah yang tersembunyi, lalu mereka berdua bergegas masuk ke dalam bunker. Udara di sana terasa pengap, namun aman, terisolasi dari dunia luar.
Di dalam bunker, Meylie dan Fernandez segera menyalakan lampu, menata semua bukti yang mereka miliki di atas meja baja: buku catatan kulit tua Yu, hard drive Fernandez yang berisi rekaman penyiksaan samar, rekaman suara Tuan Z yang mengakui keterlibatannya, dan tentu saja, data "THE DEEP STATE" yang berhasil mereka dekripsi. Di dinding, peta pikiran yang mereka buat kini menjulang tinggi, dengan nama Senator Adrian Thorne terpampang jelas di puncaknya, dihubungkan dengan panah merah tebal ke setiap kejahatan yang telah terungkap.
"Senator Adrian Thorne," Fernandez berbisik, suaranya serak, menunjuk ke nama itu. "Politisi veteran. Dalang Utama. Pesta Topeng Terakhir di pulau pribadinya. Malam ini."
Meylie mengangguk, tatapannya dingin dan tajam. "Waktu kita sangat terbatas. Pesta itu sudah dimulai. Puncak ritualnya akan terjadi besok pagi. Kita harus bertindak sekarang."
Fernandez menghela napas panjang, mengusap wajahnya yang lelah. "Bagaimana, Meylie? Bagaimana kita bisa menghentikan dia? Dia adalah Senator. Dia memiliki kekuasaan yang tak terbatas. Dia mengendalikan polisi, media, bahkan mungkin militer. Kita hanya dua orang, Meylie. Kita tidak punya pasukan."
Meylie tahu keraguan Fernandez muncul lagi, kali ini lebih kuat dari sebelumnya. Fernandez telah trauma di masa lalu, mencoba melawan jaringan yang sama dan gagal, hampir kehilangan nyawanya dan keluarganya. Ia melihat ketakutan di mata Fernandez, ketakutan yang beralasan.
"Kita tidak akan melawannya dengan kekuatan fisik, Fernandez," Meylie membalas, suaranya mantap. "Kita akan melawannya dengan kebenaran. Kita punya bukti. Bukti yang tidak bisa dia sangkal."
"Tapi bagaimana cara mengungkapkannya?" Fernandez bertanya, menunjuk ke tumpukan data. "Jika kita merilis ini sekarang, dia akan membungkamnya dalam hitungan jam. Dia akan memutarbalikkan fakta, menuduh kita sebagai teroris, atau bahkan menghapus semua jejak digital kita."
"Aku tahu," Meylie mengangguk. "Itulah mengapa kita butuh rencana yang lebih dari sekadar merilis data. Kita butuh sesuatu yang akan menghancurkannya secara publik, di depan mata dunia, tanpa dia bisa membantah."
Meylie menunjuk ke peta pikiran di dinding, ke bagian yang menggambarkan "Pesta Topeng Terakhir" di pulau pribadi Senator Thorne. "Kita harus menyusup ke sana. Kita harus merekam semuanya secara langsung. Dan kita harus menyiarkannya ke dunia."
Fernandez terdiam, matanya membelalak. "Siaran langsung? Meylie, itu bunuh diri! Pulau itu pasti dijaga ketat. Ada pengawal, sistem keamanan canggih. Dan kita tahu apa yang terjadi di sana. Ritual. Pelecehan. Pengambilan organ. Jika mereka menangkapmu..."
"Maka aku akan menjadi korban terakhir mereka, yang akan menjatuhkan mereka semua," Meylie memotong, suaranya tanpa ragu. Tekadnya begitu kuat sehingga Fernandez tidak bisa membantah. "Yu dibunuh di sana. Aku akan memastikan kematiannya, jika itu harus terjadi, akan menjadi sebuah ledakan yang menghancurkan seluruh jaringan ini."
Konflik antara tekad Meylie dan ketakutan Fernandez mencapai puncaknya. Fernandez, yang telah melihat kengerian kekejaman jaringan ini, tahu betapa berbahayanya rencana ini. Ia takut Meylie akan mengalami nasib yang sama dengan Yu, atau bahkan lebih buruk.
"Tidak, Meylie," Fernandez berkata, suaranya bergetar. "Aku tidak bisa membiarkanmu melakukan ini. Ini terlalu berisiko. Kita bisa mencari cara lain. Kita bisa menyerahkan bukti ini kepada otoritas internasional secara anonim. Kita bisa..."
"Otoritas internasional akan dibungkam, Fernandez," Meylie membalas, menatapnya lurus. "Kita sudah melihat bagaimana mereka bekerja. Mereka mengendalikan semuanya. Satu-satunya cara untuk menjatuhkan mereka adalah dengan mengekspos mereka secara publik, di depan mata dunia, tanpa ada kesempatan untuk menutupinya."
Meylie mendekati Fernandez, meletakkan tangannya di bahu pria itu. "Aku tahu kau takut. Aku juga takut. Tapi Yu... dia tidak akan mati sia-sia. Aku berjanji padanya. Aku berjanji pada diriku sendiri."
"Tapi bagaimana denganmu?" Fernandez bertanya, matanya berkaca-kaca. "Jika kau masuk ke sana, kau mungkin tidak akan pernah kembali. Aku sudah kehilangan Yu. Aku tidak bisa kehilanganmu juga."
Meylie tersenyum tipis, sebuah senyum yang terasa pahit. "Aku adalah Ling, Fernandez. Aku telah mempersiapkan diri untuk ini. Aku telah berlatih. Aku telah belajar bagaimana bertarung. Aku telah belajar bagaimana bertahan hidup." Ia lalu menunjukkan luka goresan di lengannya, sebuah pengingat brutal akan pertarungan di lorong gelap. "Mereka mencoba membunuhku, tapi aku masih di sini. Dan aku tidak akan berhenti sampai keadilan terpenuhi."
Sebuah pengakuan tulus. Di tengah kegelapan bunker itu, di ambang misi yang mustahil, Meylie dan Fernandez saling menatap. Mereka adalah dua jiwa yang terluka, diikat oleh duka dan tekad untuk keadilan.
"Jika terjadi sesuatu padaku," Meylie berkata, suaranya lebih lembut, namun penuh keseriusan. "Kau harus berjanji padaku, Fernandez. Kau harus merilis semua data ini. Semua yang kita punya. Semua tentang Yu, tentang Tuan Z, tentang Senator Thorne. Ke Justice Tower. Ke seluruh dunia. Jangan biarkan mereka menang."
Fernandez menatap Meylie, air mata mengalir di pipinya. "Aku... aku janji, Meylie. Aku akan memastikan keadilan untuk kalian berdua. Aku tidak akan membiarkan mereka menang."
"Dan aku berjanji padamu, Fernandez," Meylie membalas, menggenggam tangan pria itu erat-erat. "Aku akan melakukan segala yang kubisa untuk kembali. Tapi jika tidak... jangan sesali apa pun. Ini adalah pilihan saya."
Aliansi mereka kini terjalin lebih kuat dari sebelumnya, diwarnai oleh pengorbanan dan janji yang serius. Fernandez, meskipun masih diliputi ketakutan, kini memiliki tujuan yang jelas: mendukung Meylie dan menjadi jaring pengaman terakhir.
Mereka mulai merancang rencana terakhir, sebuah misi yang nyaris mustahil.
Infiltrasi: Meylie akan menyusup ke pulau pribadi Senator Thorne dan "Pesta Topeng Terakhir." * Transportasi: Mereka akan menggunakan perahu kecil yang disamarkan sebagai perahu nelayan, yang telah diatur oleh Fernandez melalui koneksi lamanya. Perahu itu akan menjatuhkan Meylie di sisi terpencil pulau, jauh dari dermaga utama. * Penyamaran: Berdasarkan informasi dari Tuan Z, "Pesta Topeng Terakhir" adalah acara yang sangat eksklusif, di mana para tamu mengenakan topeng dan pakaian mewah, terlibat dalam interaksi seksual bebas dan ritual aneh. Meylie membutuhkan kostum yang sempurna untuk menyatu dengan kerumunan. * Tujuan utama: Mendekati Senator Adrian Thorne, mengaktifkan transmisi langsung ke Justice Tower (JT)—lembaga hukum internasional yang beroperasi di seluruh dunia—dan merekam bukti visual dan audio dari ritual serta kekejaman yang terjadi.
Dukungan Teknis dan Fail-Safe: Fernandez akan menjadi pusat kendali dari bunker. * Pemantauan: Fernandez akan memantau komunikasi Meylie dan sistem keamanan pulau dari jarak jauh. * Transmisi: Ia akan menyiapkan sistem transmisi darurat yang canggih, yang bisa diaktifkan oleh Meylie dengan satu sentuhan tombol atau bahkan kode suara. Transmisi ini akan langsung mengalir ke server-server Justice Tower dan beberapa media investigasi terenkripsi di seluruh dunia. * Rilis Data: Jika Meylie gagal atau terancam, Fernandez akan segera merilis seluruh data "THE DEEP STATE" Yu, rekaman penyiksaan, dan pengakuan Tuan Z ke publik secara massal. Ini adalah bom waktu terakhir mereka, dirancang untuk meledak jika Meylie tidak kembali.
"Kita harus memastikan Justice Tower siap menerima data kita," Meylie berkata. "Yu pernah menyebutkan JT sebagai lembaga yang tidak bisa dibeli. Mereka yang bisa bertindak tanpa takut."
"Aku sudah menyiapkan jalur komunikasi terenkripsi ke mereka," Fernandez membalas. "Mereka tidak akan tahu siapa kita, tapi mereka akan siap menerima data darurat jika ada pemicunya. Aku juga sudah siapkan beberapa server 'dead man's switch' yang akan secara otomatis merilis semua data jika aku tidak check-in setiap beberapa jam."
Meylie mengangguk, merasa sedikit lega. Mereka telah memikirkan segalanya.
"Kita perlu kostum, Meylie," Fernandez mengingatkan. "Untuk pesta topeng itu. Sesuatu yang akan membuatmu tidak terlihat mencolok, tapi juga memungkinkanmu bergerak bebas."
Meylie memejamkan mata, membayangkan suasana pesta itu dari deskripsi Tuan Z dan data Yu. Kemewahan yang merusak, kegelapan yang disembunyikan di balik topeng dan gaun mahal. Ia membutuhkan sesuatu yang akan membuatnya tampak anggun dan berkuasa, namun juga cukup anonim.
Ia menghabiskan sisa waktu yang singkat itu untuk mempersiapkan kostumnya. Ia memilih gaun malam panjang berwarna biru gelap yang elegan, dengan potongan sederhana namun berdaya. Bukan gaun yang terlalu mencolok, tetapi memiliki aura misterius. Ia juga memilih sebuah topeng perak yang menutupi separuh wajahnya, dihiasi ukiran-ukiran halus yang menyerupai sayap burung gagak—sebuah sindiran gelap terhadap simbol sekte itu. Topeng itu akan menyembunyikan identitasnya, namun matanya yang tajam akan tetap terlihat, memancarkan tekadnya.
Di dalam gaun itu, ia akan menyembunyikan beberapa perangkat kecil: kamera lubang jarum yang sangat kecil, mikrofon sensitif, dan sebuah transmitter darurat yang bisa ia aktifkan kapan saja. Di pergelangan tangannya, ia akan mengenakan sebuah gelang yang sebenarnya adalah alat bela diri tersembunyi.
Saat Meylie mengenakan gaun dan topeng itu di depan cermin bunker, ia melihat bukan lagi Xiao Fei yang berduka, bukan lagi Ling sang investor seni. Ia melihat seorang pejuang. Seorang prajurit yang siap menghadapi pertempuran terakhir. Topeng perak itu terasa dingin di wajahnya, namun di baliknya, matanya menyala dengan api yang membara.
"Ini adalah tiket menuju keadilan atau kematian," Meylie berbisik pada dirinya sendiri, menatap pantulan dirinya.
Fernandez mendekat, menatap Meylie dengan campuran kekaguman dan kesedihan. "Kau tampak... siap."
"Aku siap," Meylie membalas, suaranya mantap. "Untuk Yu."
Mereka berdua saling berpandangan, sebuah janji tanpa kata terjalin di antara mereka. Misi mustahil ini akan dimulai. Meylie akan menyusup ke sarang iblis, dan Fernandez akan menjadi mata dan telinganya dari jauh, siap untuk melepaskan kebenaran jika terjadi yang terburuk.
Malam itu, di bawah langit yang gelap, Meylie meninggalkan bunker. Perahu kecil yang disamarkan sudah menunggu di dermaga terpencil yang disepakati. Ia melangkah ke dalam perahu, membawa serta topeng perak dan gaun malamnya. Tujuan: pulau terpencil, Pesta Topeng Terakhir.
Ia tahu, ini adalah perjalanan satu arah. Dan ia akan memastikan, apa pun yang terjadi, keadilan untuk Yu akan terpenuhi.