NovelToon NovelToon
DEWA PEDANG TANPA TANDING

DEWA PEDANG TANPA TANDING

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Spiritual / Reinkarnasi / Fantasi Timur
Popularitas:85.9k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Su Yun pernah menjalani hidup penuh kegagalan, kehilangan, dan penyesalan. Ketika takdir memberinya kesempatan kembali ke masa lalu, ia bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Berbekal pengalaman dari kehidupan sebelumnya dan warisan misterius Seni Pedang Tanpa Batas, Su Yun menapaki kembali jalan kultivasi. Demi melindungi orang-orang yang berharga baginya, ia harus menghadapi para genius, sekte besar, Binatang Roh, hingga musuh yang jauh melampaui kekuatannya.

Kali ini, Su Yun tidak akan tunduk pada takdir.

Dengan pedang di tangannya, ia akan merebut kembali semua yang pernah hilang—dan membuka jalan menuju puncak dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 — Dunia di Balik Sarung Pedang

Kematian Su Kuang membuat Su Yun kehilangan hak melanjutkan turnamen. Rencana awalnya untuk kembali ke wilayah dalam melalui jalur resmi pun gagal, tetapi ia tidak menyesalinya.

Rencana selalu bisa diubah. Prinsip tidak.

Su Kuang memasuki arena dengan niat membunuh, maka bagi Su Yun, membiarkannya hidup hanya berarti meninggalkan ancaman untuk kemudian hari.

Pengalaman dari kehidupan sebelumnya telah mengajarinya bahwa belas kasihan yang diberikan kepada musuh sering kali berubah menjadi pisau yang menusuk dari belakang.

Satu-satunya hal yang sedikit mengganggunya adalah penggunaan Teknik Iblis Tersembunyi. Sejak terlahir kembali, Su Yun sebenarnya ingin mengurangi ketergantungannya pada teknik-teknik dari jalan iblis.

Namun pengetahuan itu telah tertanam terlalu dalam dalam ingatannya. Ketika nyawanya terancam, tubuh dan pikirannya hampir secara naluriah kembali menggunakan cara yang paling efektif.

“Sudahlah. Tidak bisa masuk wilayah dalam sekarang bukan berarti selamanya.”

Xin Yue dan Xing Yang yang mengantarnya pulang sempat berusaha menghiburnya. Baru setelah memastikan Su Yun benar-benar tidak terlalu memikirkan hasil turnamen, kedua kakak beradik itu akhirnya pergi.

Su Yun sendiri tidak berniat berdiam diri.

Ia menghitung waktu sejak menggunakan Kristal Surgawi. Efek sampingnya masih membutuhkan sekitar sepuluh hari sebelum benar-benar pulih. Waktu sebanyak itu tidak boleh terbuang percuma.

Setelah memastikan gagang pedang warisan Seni Pedang Tanpa Batas masih tersimpan dengan aman, Su Yun membeli seekor kuda, perbekalan perjalanan, serta sebilah pedang ringan. Ia masih memiliki sekitar dua ribu tiga ratus koin roh, cukup untuk memenuhi kebutuhan sementara.

Tujuannya adalah Kota Danau Cermin.

Ia meninggalkan wilayah Keluarga Su tanpa menarik perhatian dan terus berkuda sampai mencapai daerah perbatasan.

Di Benua Bela Diri Langit, kekuatan seperti Keluarga Su ataupun Sekte Pedang Abadi sebenarnya hanyalah sebagian kecil dari dunia kultivasi yang luas. Di luar wilayah kekuasaan berbagai keluarga dan sekte terdapat banyak daerah liar yang hampir tidak memiliki hukum.

Tempat-tempat seperti itu berbahaya.

Namun bagi Su Yun, bahaya sering kali berarti kesempatan.

Di luar Kota Danau Cermin terdapat sebuah danau terpencil. Airnya gelap, sementara sebuah pulau kecil berdiri sendirian di tengahnya. Penduduk setempat hampir tidak pernah mendekati pulau tersebut karena Binatang Roh sering terlihat di sekitarnya.

Su Yun berdiri di tepi danau cukup lama sebelum melihat riak aneh muncul dari tengah permukaan air.

Tanpa ragu, ia terjun.

Air dingin segera menelan tubuhnya. Su Yun menyelam mengikuti bayangan hitam di bawah permukaan, lalu tangannya berhasil menangkap sesuatu yang keras dan licin.

Makhluk itu langsung meronta.

Su Yun muncul ke permukaan sambil tetap mempertahankan pegangannya. Di hadapannya terlihat seekor Binatang Roh berbentuk kura-kura hitam berukuran besar.

Ia kemudian mengucapkan beberapa kata dalam bahasa yang terdengar asing.

Anehnya, kura-kura itu berhenti meronta.

Bahasa tersebut merupakan bahasa kuno yang digunakan banyak Binatang Roh di Benua Bela Diri Langit. Tidak banyak manusia yang memahaminya, tetapi pengalaman kehidupan sebelumnya membuat Su Yun mengenal cukup banyak bahasa dan pengetahuan yang dianggap asing oleh kultivator biasa.

Ia hanya meminta diantarkan menuju pulau.

Kura-kura hitam itu menatapnya beberapa saat sebelum akhirnya berenang menuju tengah danau sambil menariknya.

Setelah tiba, Su Yun tidak langsung memasuki bagian dalam pulau. Ia memilih daerah dekat pantai dan mengeluarkan berbagai bahan yang dibelinya di Kota Danau Cermin.

Sebuah formasi perlahan terbentuk di tanah.

Namanya Formasi Pemanggil Binatang.

Formasi tersebut dapat menyebarkan aroma khusus yang menarik Binatang Roh di sekitar pulau. Intensitasnya bisa diatur sehingga Su Yun dapat membatasi tingkat makhluk yang terpancing mendekat.

Ia membutuhkan tempat ini untuk meningkatkan kekuatan secepat mungkin.

Pada saat yang sama, jauh di dalam Sekte Pedang Abadi, seorang wanita berkulit putih sedang duduk di depan cermin bundar besar.

Rambut hitamnya terurai di punggung, sementara wajahnya tertutup cadar tipis. Di antara kedua jarinya terdapat sehelai rambut yang hampir tidak terlihat.

Energi spiritual perlahan menyelimutinya.

Permukaan cermin di hadapannya segera memancarkan cahaya biru. Garis-garis rumit bermunculan dan membentuk sebuah peta wilayah yang sangat luas.

Wanita itu memasukkan helai rambut tersebut ke dalam cahaya.

Seorang wanita tua berjubah merah datang dari belakang sambil membawa pedang.

“Siapa yang sedang kau cari?”

Wanita bercadar segera berdiri dan memberi hormat.

“Tetua Agung.”

Wanita tua itu mengangguk sebelum memandang cermin. “Teknik Pelacak Sepuluh Ribu Li?”

“Benar. Selama target masih berada dalam jangkauannya, cermin ini dapat menemukan keberadaannya.”

Tetua Agung langsung memahami maksudnya.

“Pencuri Kristal Surgawi?”

Mata wanita bercadar berubah dingin.

“Dia berhasil melarikan diri karena aku lengah. Bahkan Tetua Badai terluka parah akibat cara liciknya. Untungnya, aku mendapatkan sehelai rambutnya.”

“Kristal Surgawi sangat penting bagi sekte,” ujar Tetua Agung. “Ada kelompok lain yang juga mencarinya. Kita harus menemukan pencuri itu lebih dahulu.”

Wanita bercadar mengangguk.

Saat itulah cermin mengeluarkan bunyi nyaring.

Kabut yang menutupi permukaannya perlahan menghilang.

Sebuah titik cahaya muncul pada peta.

Kedua wanita itu langsung menatap lokasi yang sama.

Di pulau terpencil, Su Yun sama sekali tidak mengetahui bahwa jejaknya telah ditemukan.

Sebilah pedang menembus leher seekor Binatang Roh berbentuk anjing buas. Setelah memastikan makhluk itu mati, Su Yun membelah tubuhnya dan mengambil inti Binatang Roh yang masih memancarkan energi.

Makhluk tersebut setara dengan kultivator tahap kesembilan Alam Murid Roh.

Su Yun segera menelan intinya.

Energi liar mengalir memasuki tubuh dan memaksanya duduk bersila untuk memurnikannya. Metode ini jauh lebih cepat daripada kultivasi biasa, tetapi risikonya juga jauh lebih tinggi. Kesalahan kecil saat memancing Binatang Roh bisa membuat pemburu berubah menjadi mangsa.

Formasi Pemanggil Binatang membuat proses tersebut sedikit lebih terkendali. Jika terlalu banyak makhluk datang, Su Yun akan menonaktifkan formasi dan bersembunyi di dalam danau sampai mereka pergi.

Dalam sehari, ia bisa memperoleh hampir sepuluh inti.

Hasilnya luar biasa, tetapi tubuh dan pikirannya terkuras.

Di sela-sela perburuan, Su Yun juga terus mempelajari Seni Pedang Tanpa Batas. Tantangan pertamanya adalah membentuk aura pedang. Kelihatannya sederhana, tetapi setiap percobaan menghabiskan energi spiritual dalam jumlah besar.

Dua hari pertama hampir tidak menghasilkan apa pun.

Baru pada hari keenam, lapisan cahaya tipis akhirnya muncul di sepanjang bilah pedangnya.

Aura itu masih terlalu lemah untuk melukai lawan.

Namun Su Yun tersenyum.

Ia akhirnya berhasil membentuk aura pedang.

Artinya, pintu menuju tahap pertama Seni Pedang Tanpa Batas telah terbuka.

Sayangnya, pedang ringan yang dibelinya sudah dipenuhi retakan akibat latihan dan perburuan. Senjata biasa jelas tidak akan mampu menopang teknik tersebut dalam jangka panjang.

Su Yun menatap bilah yang rusak sebelum teringat sesuatu.

“Kalau ingin mempercepat latihan, sudah waktunya menggunakan benda itu.”

Ia mengeluarkan gagang pedang warisan yang selama ini disimpannya.

Setelah mengalirkan energi spiritual ke dalamnya, ruang di hadapan Su Yun mendadak berputar.

Suara ribuan pedang seolah berdesing bersamaan.

Tubuhnya tersedot masuk.

Ketika kembali membuka mata, pulau dan danau telah menghilang.

Su Yun kini berdiri di sebuah jalan panjang yang diselimuti kabut putih. Jalan itu seolah melayang di antara langit dan kehampaan, tanpa terlihat ujungnya.

Di kejauhan berdiri sebuah istana raksasa.

Dindingnya terbuat dari giok putih, menjulang megah di balik kabut. Namun bukan kemegahan istana yang membuat Su Yun terdiam.

Ia bisa merasakannya.

Niat pedang.

Begitu luas dan dalam hingga membuat aura pedang yang baru saja dikuasainya terasa seperti setetes air di tengah samudra.

Su Yun menggenggam pedangnya erat-erat.

Akhirnya ia memahami satu hal.

Gagang pedang yang selama ini dibawanya bukan sekadar benda warisan.

Di dalamnya tersembunyi sebuah dunia.

Dan dunia itu mungkin menyimpan rahasia sebenarnya dari Seni Pedang Tanpa Batas.

......................

Bersambung...

1
Okta Oktafianto
keren
Otna Forever: mksh bosku 🙏
total 1 replies
Okta Oktafianto
alurnya kerennnn
Otna Forever: mksh bosku 🙏 jangan lupa baca karyaku yang lain PENGUASA DEWA NAGA
total 1 replies
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
🤣🤣malah di peras Nasib sial murid dalam👍🤣🤣
Eko🍤
mantap Thor lanjut 👍👍
Widianto Dalang
alur terlalu lambat. ud bab 100 lebih, masih seputar keluarga saja. blm ada peningkatan sama sekali
Eko🍤
apakah akan terjadi bentrok🤣🤣👍
will
wah stres gk tuh su yun? 😁👍
Nusra Perdana
tahap ke 6, tahap ke 7..?? namanya apa cok😡😡
Nusra Perdana
tahap ke enam apa..?? emang gak ada namanya Thor
Nusra Perdana
nyebutin kekuatan mereka kok hanya tingkat 5, tingkat 6,8 10..apa gak ada nama ranahnya..?
Nusra Perdana
awal yg bagus..coba kita baca terus😄
Eko🍤
bagus lariiii terus🤣🤣👍
Eko🍤
julukan sampah nya melekat terus 🤣🤣
Eko🍤
hehehehe...salah pilih lawan.. bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko🍤
hahahahaha...waktu nya panen 🤣👍🤣
Eko🍤
bagus bantaaaaaaaiiiiii semua
Casver Mentawai
ntah kapan mc nya naik level dah diatas seratus bab nya masih stagnan di pevel enam 🤣🤣🤣 nggak nyambung jga dari bab ke bab lainnya 🤣🤣🤣
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii
Muh Nasrun
Tambah ga menarik ceritanya, baru tahap awal sdh spt ujian ahli itngkat tinggi, hyperbola sekali ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!