Siapa sangka, Sindi Permata gadis cantik anak miliarder yang penampilannya selalu anggun dan kelihatan lemah lembut ternyata punya sisi gelap yang bikin bulu kuduk merinding. Sindi adalah Ratu Mafia yang memimpin dunia hitam dengan tangan besi. Nggak ada yang berani macam-macam sama dia.
Tapi, sehebat-hebatnya Sindi menaklukan dunia luar, dia akhirnya takluk juga pasrah waktu disuruh nikah paksa sama papanya.
Suaminya adalah Mike Sanjaya, dokter muda jenius yang terkenal dingin, kaku, dan judesnya minta ampun. Masalahnya bukan cuma sifat Mike yang kayak es batu, tapi cowok itu udah punya pacar kesayangan: Putri Adisti, seorang perawat manis yang selama ini jadi ratu di hati Mike, begitu resmi jadi suami-istri, Mike langsung pasang tembok tinggi. Dia terang-terangan nunjukkin kalau pernikahan mereka cuma formalitas dan nggak ada tempat buat Sindi di hatinya. Mike bahkan masih sering nemenin dan merhatiin Putri adisti.
akankah pernikahan mereka bertahan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21 Ratu mafia istri dokter dingin
Keesokan paginya, matahari baru saja muncul tipis di balik awan. Rumah mansion Sanjaya masih begitu sepi, namun Mike sudah buru-buru keluar rumah tanpa menyentuh sarapan sedikit pun.
Sebuah panggilan darurat dari rumah sakit masuk ke ponselnya saat subuh, memberitahu bahwa ada pasien kecelakaan lalu lintas dengan pendarahan hebat yang membutuhkan penanganan operasi bedah trauma secepatnya.
Sindi yang baru bagun langsung menuju meja makan untuk sarapan melihat saran di atas meja hanya satu ia sudah tebak mike ke mana.
" bi, mas mike udah pergi lagi?".
"iya, nyonya tuan bilang tadi pagi ada oprasi mendadak pagi ini". Bibi pelayan berkata sambil menyeduhkan teh untuk indi.
"oh". Sindi berkata dengan santai.
Sementara Di ruang operasi Rumah Sakit Sanjaya Utama, Mike berdiri berjam-jam berkonsentrasi penuh. Keringat bercucuran di dahinya saat jemari lincahnya memainkan pisau bedah dan menjahit pembuluh darah pasien yang robek.
Baru pada pukul sebelas siang, lampu hijau di atas pintu ruang operasi padam. Mike melangkah keluar, melepas sarung tangan dan masker medisnya dengan napas terengah-engah.
Wajahnya yang lelah dipenuhi lingkaran hitam, namun ada satu hal yang terus membebani pikirannya sejak semalam: nasib Putri yang terancam dipecat tidak hormat dan terpuruk sendirian di kontrakan.
Tanpa sempat mengobati rasa laparnya, Mikail melangkah tegap menyusuri koridor lantai lima menuju ruangan Direktur Utama—ruangan Baskoro Sanjaya.
Klek.
Mike mendorong pintu kayu tebal itu tanpa mengetuk. Di dalam ruangan bernuansa kayu mahoni yang mewah, Baskoro sedang duduk di balik meja kerjanya sambil memeriksa laporan keuangan rumah sakit.
Baskoro mendongak, matanya yang tajam langsung menatap dingin ke arah putranya.
"Ada apa, Mike? Datang tanpa permisi begini."
Mike melangkah mendekat, berdiri tegap di hadapan meja kerja ayahnya tanpa niat untuk duduk.
"Papa, aku mau Putri kembali bekerja lagi," ucap Mike to the point, nadanya menuntut dan tanpa ragu.
"Kasihan dia, Pa. Orang tuanya di kampung cuma bergantung sama gaji dia sebagai perawat di sini. Lagian dia nggak bersalah soal hilangnya obat-obatan bius itu."
Mendengar nama Putri kembali diucapkan dari mulut Mike, raut wajah Baskoro dalam sekejap berubah memerah padam. Ia menghempaskan pulpen mewahnya ke atas meja hingga berdentang nyaring.
"Ada apa dengan kamu, Mike?!" bentak Baskoro dengan suara menggelegar, dadanya naik turun menahan murka.
"Cukup tadi malam kamu mempermalukan Papa dan keluarga besar di pesta Pak Surya! Kamu tega membawa perawat itu dan menyebutnya sahabat di depan umum, sementara istri sahmu kamu telantarkan! Kalau bukan sindi yang melarang papa menghajarmu, sudah papa keluarkan kamu di Kartu keluarga Dan sekarang... kamu masih berani-beraninya minta perawat bermasalah itu balik bekerja?!"
"Pa..." Mike mencoba memotong, namun Baskoro mengibaskan tangannya kasar.
"Papa sudah bilang berulang kali, jangan pernah berhubungan lagi dengan perempuan itu!" tegas Baskoro tanpa kompromi. "Dia itu cuma benalu yang bikin reputasi kamu dan rumah sakit ini hancur!"
Mendengar ayahnya terus-terusan memojokkan Putri, batas kesabaran Mike benar-benar runtuh. Pria yang biasanya tenang dan dingin itu kini membentak ayahnya sendiri.
"Papa, cukup, Pa!" potong Mike dengan nada memuncak, matanya menyalang marah.
"Papa selalu saja merendahkan Putri! Putri itu wanita baik-baik, Pa! Memang Putri nggak ada apa-apanya dibanding Sindi, dia nggak punya harta melimpah... Dia tidak seperti menantu pilihan Papa yang dibanting kemewahan sejak lahir!"
Baskoro berdiri dari kursi kebesarannya, menunjuk wajah Mike dengan jari bergetar.
"Mike! Sindi itu putri baik-baik dari keluarga terpandang! Dia sangat menghormati kamu dan keluarga kita!"
Mike justru mendengus sinis, menyunggingkan senyum penuh cemoohan. "Hmm... Baik kalau di depan orang banyak, Pa. Tapi asal Papa tahu... sebenarnya dia itu wanita paling munafik yang pernah aku kenal!"
PLAK!
Suara tamparan keras bergaung nyaring di ruangan berdinding tebal itu. Tamparan Baskoro mendarat telak di pipi kiri Mike untuk kedua kalinya.
Pria paruh baya itu berdiri dengan napas memburu, matanya membelalak penuh kemurkaan mendalam atas ucapan lancang putranya.
"Keluar!" teriak Baskoro menggelegar, menunjuk pintu keluar dengan tangan gemetaran. "Keluar kamu dari ruangan Papa sekarang juga!"
Mike memegangi pipinya yang terasa panas membakar. Rahangnya terkatup rapat, giginya bergemertak menahan rasa sakit dan malu. Namun, alih-alih melangkah pergi ketakutan, Mike justru menatap ayahnya dengan pandangan sangat lurus dan dingin. Pria itu menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan ancaman.
"Kalau Papa tidak mau nama baik Papa dan Rumah Sakit Sanjaya ini tercemar lebih parah lagi..." bisik Mike dengan suara berat yang sangat menekan, "...masukkan kembali Putri bekerja di sini. Lakukan itu, dan aku janji akan menuruti semua keinginan Papa setelah ini."
Setelah melontarkan kalimat ancaman tersebut, Mike berbalik dan melangkah keluar dari ruangan Baskoro, membanting pintu kayu tebal itu dengan sangat keras.
BRAK!
Baskoro terduduk lemas di kursi kebesarannya, mengelus dadanya yang terasa sesak oleh tingkah laku anak tunggalnya yang makin keblinger oleh cinta buta.
Sementara itu, di lantai satu area lobi utama Rumah Sakit Sanjaya Utama...
Suasana tenang di ruang tunggu rumah sakit mendadak pecah oleh jeritan histeris puluhan pasien dan pengunjung.
PRANG! BRAK!
Tiga buah jip hitam berhenti mendadak tepat di depan pintu kaca utama lobi. Belasan pria bertubuh kekar dengan wajah tertutup kain hitam, mengenakan jaket kulit lusuh dan membawa balok kayu serta rantai besi, melompat masuk secara brutal.
Mereka mulai memukuli tiang-tiang kaca, menghancurkan meja resepsionis, dan melemparkan kursi-kursi tunggu hingga berantakan.
"Hancurkan semuanya! Jangan ada yang tersisa!" teriak pimpinan preman itu dengan suara parau yang menakutkan.
"Arghh! Tolong! Ada preman! Tolong!" jerit para perawat dan pengunjung berlarian panik menyelamatkan diri.
Satpam rumah sakit yang mencoba menahan langsung dihajar secara brutal hingga terkapar bersimbah darah di atas lantai marmer.
Asap tebal dari flare warna merah yang dilemparkan para preman mulai membumbung tinggi di dalam lobi, memicu alarm kebakaran rumah sakit berbunyi nyaring berulang-ulang.
NI-NOO! NI-NOO! NI-NOO!
Mike yang baru saja turun menggunakan lift dan menginjakkan kaki di lantai satu langsung tertegun kaget.
Bau hangus dan asap tebal menyengat hidungnya. Jeritan histeris para staf dan bunyi pecahan kaca menggelegar di sekelilingnya.
"Ada apa ini?!" pekik Mike panik melihat lobi utama tempatnya bekerja sudah berubah menjadi arena kerusuhan yang sangat mencekam.
Di tengah gumpalan asap merah yang makin pekat dan kepanikan luar biasa yang melanda seluruh rumah sakit, pimpinan preman yang memegang rantai besi melangkah maju mendekati tangga utama.
Matanya yang merah berkilat mengintai sekeliling lobi, seolah-olah sedang mencari sosok target utama yang harus mereka hancurkan hari ini.
Bersambung....
hmmm ad kemungkinan klo putri anggota klan red dragon gx sih ,, yg nyamar buat deketin mike🤔🤔🤔🤭🤭🤭😁😁
makin seruu cerita ny ,,
bibir ny minta di kepang dua ,, 😒😒😒
gx Mike gx musuh ny ,, ad aj yg cari gara2 ,,
duuuh sindii ,, segera berantas semua musuh mu ,,