NovelToon NovelToon
Pesona Di Balik Cadar Istri CEO Arogant

Pesona Di Balik Cadar Istri CEO Arogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:117.3k
Nilai: 4.5
Nama Author: Eka Sudaryanti

Shanum adalah seorang gadis desa yang di besarkan di keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai seorang OB di sebuah perusahaan terbesar di kota Metropolitan. Karena kecerdasan yang di miliki Shanum ia selalu mendapatkan beasiswa hingga ke Perguruan Tinggi. Namun sayang semua yang ia dapat tidaklah cuma-cuma. Di balik Beasiswa yang di dapat Shanum ternyata ada niat terselubung dari sang Donatur. Yaitu ingin menjodohkan sang Putra dengan Shanum padahal Putranya sudah memiliki Istri. Apakah Shanum bersiap menerima perjodohan itu! Dan Apakah Shanum akan bahagia jika dia di poligami??? Ikuti terus ceritanya.... Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Sudaryanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

"Ah, akhirnya selesai juga." ucap Stefani yang sedang menutup kopernya.

"Sekarang tinggal pesan tiket." ujarnya lagi sambil berselancar di telpon pintar miliknya. Setelah mendapatkan tiket, Stefani pun segera membersihkan diri. Jam keberangkatannya masih ada 4 jam. Namun Stefani harus segera bersiap-siap karena perjalanan anatara apartemennya cukup jauh.

Stefani keluar dari kamar mandi hanya berbalut kimono putih dengan handuk membungkus rambutnya. Saat ia melangkah menuju meja rias, terlihat ponsel sedang bergetar.

Drtttt.....

Drttt......

Drtttt.....

Dilirikannya ponsel tersebut tertera nama Agus yang merupakan manajer Stefani. Dengan segera ia mengambil ponsel tersebut lalu menggeserkan tombol hijau.

Baru saja ia akan meletakkan ponsel tersebut di telinganya sudah terdengar, omelan dari pria di seberang sana.

"Honey, kamu kemana aja? Ini pemotretan sudah mau di mulai, kenapa kamu belum juga datang." ucapnya sedikit emosi.

Stefani menarik napas dalam-dalam setelah mendengar omelan dari Agus. Stefani dengan tenang menjawab, "Maafkan aku, Agus. Aku hari ini tidak bisa melakukan pemotretan, bukankah tadi malam aku sudah bilang. Jika hari ini aku akan kembali ke negaraku. Izinkan aku untuk pulang satu minggu saja. Mohon Stefani, terdengar lirih.

"Tapi kamu kan sudah terikat kontrak, dan itu tidak bisa di batalkan. Jika kamu membatalkannya secara sepihak kamu harus membayar royalti. Apa kamu sanggup? Tanya Agus.

"Aku tidak membatalkan kontrak itu, aku hanya izin satu minggu. Untuk pulang. Boleh ya!!! Rayu Stefani. " setelah itu aku akan kembali lagi kesini.

Tak lama setelah telepon berakhir, Stefani bergegas menyelesaikan persiapannya. Ia memilih pakaian yang cukup seksi, setelah memastikan make-upnya terlihat sempurna, Stefani menyisir rambutnya dengan cermat. Meskipun terburu-buru, Stefani tetap harus menjaga keanggunannya.

Saat melangkah keluar dari apartemennya, Stefani merasa lega melihat taksi yang sudah menunggunya di bawah. Dengan hati lega, ia memasuki taksi dan memberitahu sopir tujuan kemana tujuannya. Perjalanan menuju ke Bandara membutuhkan waktu satu jam. Dari apartemen Stefani. Untung perjalanannya kali ini terlihat lengang, sehinggakan tidak sampai satu jam Stefani sudah tiba.

Setelah membayar taksi, Ia segera menurunkan koper yang di bawa lalu menarik koper tersebut masuk ke dalam bandara. Stefani langsung saja chek-in.

Masih ada waktu satu jam, menunggu keberangkatannya Stefani masuk kesebuah restoran yang ada di bandara. Pagi Stefani sengaja tidak sarapan dari rumah. Ia ingin sarapan di bandara. Rasanya tak sabar ingin bertemu dengan suaminya membuat Stefani tidak tenang.

Bisma yang akhir-akhir ini selalu mengabaikan panggilannya membuat Stefani merasa ada sesuatu yang jadi. Ia tak ingin kehilangan aset terbesarnya Stefani pun memutuskan untuk pulang.

Kini Stefani susah berada di dalam pesawat tujuan negaranya. Waktu tempuh antara Jakarta dan Paris cukup lumayan lama. Yaitu sekitar tujuh belas jam lebih. Ya Stefani saat ini bekerja sebagai seorang model di Paris. Hal itu yang membuatnya jarang pulang.

*******

Stefani sedang menikmati perjalanan, beda lagi dengan Bisma. Saat ini ia sedang berbahagia bersama Shanum. Pagi ini Shanum tidak berangkat kerumah sakit. Karena ia dapat sift malam.

"Mas hari ini berangkat ke kantor atau mau kerumah sakit?" tanya Shanum, ketika ia membantu Bisma memasang dasinya.

"Emangnya kenapa!" tanya balik Bisma.

"Gapapa sih, cuma ingin tau aja." jawab Shanum sambil tersenyum dengan memperlihatkan deretan gigi putihnya.

"Kamu hari ini gak kerumah sakit?" tanya Bisma.

"Aku hari ini dapat jatah sift malam Mas." ucap Shanum.

"Oo ya sudah. Kamu istirahat aja di rumah. Aku hari ini mau ke kantor." ucap Bisma. Setelah siap Bisma dan Shanum pun keluar dari kamar. Dengan Shanum yang membawakan tas kerja Bisma. Shanum mengantarkan sang suami hingga ke pintu utama. Sesampainya di pintu utama, Bisma pun pamit pada Shanum.

"Mas berangkat dulu ya! Kamu dirumah hati-hati." pesan Bisma.

Shanum mengangguk "Ia, Mas. Mas juga hati-hati di jalan." kemudian Shanum mengulurkan tanganya. Untuk bersalaman.

Bisma pun menyambut uluran tangan dari Shanum. Dengan takzim Shanum mencium tangan sang suami. Saat Shanum menunduk Bisma pun mengecup pucuk kepala Shanum. Seketika Shanum tersentak ia merasa terkejut sekaligus bahagia. Karena baru kali ini Bisama bersikap manis padanya. Dengan tersipu malu, Shanum mengangkat kepalanya. Untung saja ia menutup wajahnya dengan cadar, sehingga Bisma tidak bisa melihat wajahnya yang merah padam menahan malu.

"Ini, Mas bekalnya. Kalo mas doyan ya di makan tapi jika tidak buang saja." Shanum menyerah sebuah Box berisi makanan untuk bekal Bisma. Ia sengaja menyiapkan bekal untuk Bisma makan Siang nanti.

"Baiklah terimakasih." jawab Bisma.

"Tenang aja non kalo Pak Bisma gak mau. Kan masih ada saya. Saya mau kok." teriak Azam dan langsung mendapat tatapan tajam dari Bisma.

"Enak aja, mau ngambil jatah orang lain. Makanya cepat nikah biar ada yang ngurus." ledek Bisma.

Keduanya kini meninggalkan rumah mewah milik Hermawan. Sedangkan Shanum masuk kedalam rumah. Ia bingung harus melakukan apa di rumah ini. Karena semua pekerjaan sudah ada yang mengerjakannya.

Akhirnya Shanum memutuskan untuk menyiram bunga yang ada di taman depan. Sambil menikmati pagi yang cerah.

"Non, kenapa di siram! Biar nanti Mang Dadang aja yang nyiram Non. Itu kan sudah tugas Mang Dadang." ucap salah satu Maid yang melihat Shanum sedang memegang selang.

"Gapapa, Bik.... Habis aku bingung mau ngelakuin apa!" ucap Shanum tersenyum ramah.

"Ya, sudah kalo Non masih mau nyiram bunga gapapa. Tapi jangan sampe kelelahan ya, nanti bisa-bisa saya di marah Nyonya besar." ucap Maid lalu melanjutkan aktivitasnya.

******

Ketika malam hari pukul delapan malam Shanum sudah bersiap-siap untuk berangkat kerumah sakit, saat akan keluar dari kamar tiba-tiba ponsel yang ada di saku gamisnya bergetar.

Drttt....

Drtttt...

Drtttt....

Shanum mengambil ponsel dari dalam sakunya, di lihatnya tertera nama sang suami.

"Assalamu'alaikum, Mas? Ada apa!" tanya shanum.

"Wa'alaikumsalam, kamu sudah berangkat?" tanya sang suami.

"Belum, Mas. Ini baru mau berangkat. Mas kok belum pulang?" tanya Shanum kembali.

"Iya, aku lagi ketemu klien di luar. Kamu berangkat minta anterin Pak Maman Aja. Nanti kalo sudah selesai meeting Aku langsung nyusul ke rumah sakit." ucap Bisma.

"Baik, Mas. Oh ya, Mas gak perlu nyusul ke rumah sakit. Mas langsung pulang aja istirahat dirumah."

"Dasar bini gak peka!!! Kita nyusul kerumah sakit karena takut ditikung Rino malah di suruh pulang." gerutu Bisma dalam hati.

"Kalo masalah istirahat mah gampang. Ya sudah kamu berangkat aja dulu.. Nanti keburu Malam." ucap Bisma

Shanum pun nurutin apa kata sang suami. Kini ia sudah tiba di halaman rumah sakit. Shanum pun keluar dari mobil. Lalu menuju ke ruang ganti.

Seperti biasa sebelum melakukan tugas mereka absen terlebih dahulu. Setelah itu mereka menuju ke meja masing-masing, ada sebagian yang sedang sibuk memeriksa pasien.

1
Nur Kholis
luar biasa Thor
Rini Maryani
lanjut pa rohman semangat thooor
Ma Em
Hadeuh itu adik2 pak Rohman dengar Pak Rohman dibelikan kebun sawit sama Ruko pada sirik pada pak Rohman bukannya senang punya saudara yg maju usahanya apalagi bu Retno merasa tersaingi sama pak Rohman kalah pamor anaknya si Rasti sama Shanum .
Lala Kusumah
ish sodara toxic 😡😡👊👊
Dartihuti
Saudara sirik n dengki...👊mukanya,dunia nyata pun banyak yg gitu,bkn ikut bangga malah cari cela jatuhi🤦‍♀️
munaroh
mulutnya Rasti sama Retno belum pernah di tabok pake sendal kali.yaa 🥱
Rini Maryani
lanjut shanum semangat thooor
Sunaryati
Kamu kurang tegas karena dibutakan oleh cinta, sudah tahu tak dihargai dan diabaikan masih dipertahankan
Lala Kusumah
Alhamdulillah bahagianya 😍😍😘
wariyanti Safitri
lanjut Thor
Ma Em
Bisma untuk apa Stefani masih dibiarkan bersama dgn mu dan Shanum lebih baik berpisah saja dgn Stefani istri yg tdk pernah ngurus suami yg bisanya hanya bersenang senang dan foya2 menghabiskan uang kamu Bisma , makanya Stefani tdk mau cerai dari Bisma karena tdk mau Bisma sebagai atm berjalan Stefani lepaskan .
Ineu ertina
Luar biasa
Sunaryati
Kapan sih Bisma mengetahui pengkhianatan Stefani saat di luar negeri, juga percakapannya yang hanya menfaatkn Bisma sebagai ATM
Umi Falysa: gak bisa buru2 ya bun.. nanti jadi cepat tamat.. soalnya prediksi saya harus bisa sampai 100 episode 🤭😅🙏🙏
total 1 replies
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut...
Rini Maryani
ceraikan stepani bisma lanjut thoor
Ma Em
semoga Bisma dan Shanum selalu rukun dan bahagia biarkan saja Stefani tdk usah diurus lagi kalau Stefani dicuekin paling kalau bosan pergi lagi
Lala Kusumah
semoga SAMAWA selalu ya BS 🙏🙏🤲🤲😍😍
Sumiyati oo
so sweeeet ini pasangan, abaikan stefani ya bis

sambil menunggu jadwal therapy ada baiknya kaki bisma tetap di pijat oleh shanum
lanjut kak
Umi Falysa: siap bun
total 1 replies
wariyanti Safitri
lanjut Thor up
Dia Amalia
so sweet mas bisma semoga cpt pulih kakinya 🙂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!