Salahkah seorang gadis miskin mencintai seorang pemuda kaya , sehingga begitu kuat nya mereka ingin memisahkan cinta kedua anak manusia itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrioktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wilda keguguran
Mamanya restu mengerti maksud dari tatapan Wilda ,dia langsung memberi kode agar Wilda tenang tanpa sepengetahuan restu
"Ma " ujar restu mengulang panggilan nya
" Iya sayang "
"Restu bisa tidak pinjam handphone mama untuk menelpon Wilda ?" tanya restu lagi
" Oh nanti biar mama saja yang menelpon Mirna memberitahu kan kalau kau sudah sampai dengan selamat ,soalnya handphone mama lagi mengisi daya " ujar mamanya berbohong
" Oh begitu ya "
Mamanya hanya manggut-manggut saja sambil senyum terpaksa
Setelah itu restu pun bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari rumah untuk mencari udara segar
Sedangkan Wilda yang masih duduk di kursi makan langsung menatap ke arah mamanya restu
" Ma ,apa mama benar benar ingin menelpon Mirna ?" tanya Wilda sambil berbicara dengan sangat pelan
" Ya tidak lah ,mana mungkin mama menelpon perempuan kampung itu ,sedangkan mama saja ingin memisahkan mereka berdua " ujar mamanya restu tak kalah berbisik nya
Nina yang melihat mama dan kakak iparnya seperti itu hanya geleng-geleng kepala saja ,tak habis pikir dengan kelakuan mereka
Lalu dia pun meninggalkan mereka berdua dan masuk ke dalam kamarnya
" Ma seperti nya Nina kurang menyukai apa yang kita lakukan kepada Mirna " ujar Wilda sambil melihat ke arah Nina
" Biarkan saja ,dia memang begitu sok alim " ujar mamanya restu sambil menyeruput kopinya
Sedangkan Mirna yang berada di rumahnya bolak balik melihat ke arah handphonenya restu berharap suaminya itu menelpon dirinya
" Mas kenapa kau tidak menelpon diriku " ujar Mirna merasa cemas
Lalu Mirna mengambil handphone nya restu dan hendak menelpon mama mertuanya ,tapi niatnya di urungkan nya karena dia takut mertuanya itu akan marah ,karena dia bertanya tentang restu kepadanya
Karena dia tahu mamanya restu tidak menyukai dirinya ,akhirnya handphone nya pun di letakkan nya kembali di atas meja
Lalu Mirna pun masuk ke dalam kamarnya dan melihat anak lelakinya yang sudah terbangun dari tidurnya
" Wah anak ganteng mama sudah bangun rupanya ya " ujar Mirna sambil mengendong Adam dan hendak di mandikan nya
Lalu Mirna membuka jendela kamarnya dengan lebar lebar supaya angin dapat masuk ke dalam kamar nya
" Par "
" Astagfirullah "
Mirna terkejut ketika sambil memegang dadanya ketika di lihatnya foto pernikahan nya dengan restu jatuh ke lantai dan pecah berantakan
Kemudian Mirna melihat keluar jendela dan kembali melihat bingkai foto yang pecah itu
" Perasaan tidak ada angin kencang yang masuk ,tapi kenapa bingkai foto itu bisa jatuh " ujar Mirna dalam hati
Lalu Mirna meletakkan anaknya kembali ke tempat tidur dan dia berjongkok untuk memunguti pecahan kaca dari bingkai foto itu
"Ya Allah ada firasat apa ini ? semoga saja tidak terjadi apa apa dengan mas restu dan pernikahan ku "
Setelah membersihan pecahan kaca yang berserakan Mirna pun membawa Adam ke kamar mandi dan setelah itu menyuapinya makan
Entah kenapa perasaan Mirna merasa gelisah dia terus memikirkan foto pernikahan mereka yang jatuh pecah ke lantai
Dan sampai saat ini restu belum juga menelpon diri nya
\*\*\*
Waktu pun cepat sekali berlalu usia pernikahan restu dan Wilda sudah sebulan lama nya dan selama itu juga restu
tidak pernah menghubungi Mirna
Wilda dan mamanya berusaha menghalangi restu untuk menelpon Istrinya itu ,dengan alasan biar mamanya saja yang menghubungi dirinya
Sedangkan Wilda menjadi uring-uringan di buat restu
Selama pernikahan restu tidak pernah menyentuh dirinya , walaupun dia sudah menjadi istri sah nya restu tapi dia tidak mendapatkan haknya sebagai istrinya
" Restu aku ini istri mu , tolong hargai aku !" ujar Wilda kesal kepada restu
" Kamu kenapa lagi Wilda ,aku sudah menuruti keinginan mu apa lagi yang kau harapkan dari ku " ujar restu menjawab perkataan restu
" Kau memang menikahi diri ku ,tapi hak ku tak kau berikan kepada ku !" ujar Wilda frustasi
" Maaf kan aku Wilda aku belum bisa melakukan nya " ujar restu sambil memalingkan wajahnya
" Asik itu itu saja yang katakan pada ku ,sampai kapan aku akan menunggu sampai kau siap " ujar Wilda marah
" Entah lah Wil " ujar restu datar sambil meninggalkan Wilda di kamar
" Restu tunggu jangan pergi " teriak Wilda
Tapi restu terus saja berjalan dan meninggalkan Wilda sendirian di kamar
" Ah...sial..! " teriak Wilda sambil mencampakkan bantal dan selimut ke lantai
Tiba tiba saja perut Wilda terasa sakit seperti di tusuk tusuk jarum ,dia meringis kesakitan sambil memegang perutnya
" Aduh perut ku " ujar Wilda merintih kesakitan
Lalu darah mengalir di kaki nya Wilda dengan deras nya
" Darah , tidak aku tidak mau kehilangan bayi ini !" ujar Wilda panik sambil meringis kesakitan
"Restu "
" Mbok.." teriak Wilda dengan menahan sakit di perut nya
Pembantu rumah tangga nya langsung berlari ke kamar ketika mendengar jeritan dan rintihan dari dalam kamar majikan nya
" Ya Allah non ,non kenapa ? " ujar pembantu Wilda
" Tuan restu !"
" Tuan ,tolong non wilda " teriak pembantu mereka sambil memangil restu yang berada di ruang tengah
Restu langsung berlari ke dalam kamarnya dan melihat Wilda sedang meringis kesakitan di bawah tempat tidur
" Wilda kau kenapa ?" ujar restu panik ketika di lihatnya kaki Wilda penuh dengan darah
Tanpa pikir panjang lagi restu pun langsung mengendong tubuh Wilda yang sudah sangat lemah karena banyak mengeluarkan darah
"Mbok tolong saya bawakan beberapa potong pakaian untuk Wilda nanti " ujar restu kepada pembantunya
" Baik tuan " ujar pembantu nya itu
Lalu restu membawa Wilda ke rumah sakit terdekat untuk pertolongan pertama
Setelah sampai di rumah sakit Wilda pun di larikan ke ruang IGD, dan restu menunggu di luar ruangan menunggu kabar dari dokter yang merawat Wilda
Sedangkan restu merasa kebingungan karena dia tidak mempunyai handphone untuk menghubungi mamanya ,sedangkan handphone nya Wilda berada di rumah dan tertinggal waktu di kamar tadi .
Restu memang belum membeli handphone baru karena dia baru sebulan bekerja sama mamanya ,dan segala urusan toko di handle oleh Wilda makanya restu belum perlu sekali dengan barang canggih itu
Sedangkan Mirna di rumah nya terus menyilang kalendernya untuk menghitung sudah berapa hari restu pergi ke luar kota
Dan hari ini pas sebulan restu meninggalkan diri nya ,dan selama sebulan itu juga dia tidak mendapat kabar dari restu
" Mas hari ini pas sebulan kau pergi dan sebulan juga tak ada kabar dari mu " ujar Mirna dalam hati sambil melihat foto suaminya itu
Dan tanpa terasa air mata nya mengalir di pipinya ,lalu Mirna menghapus air matanya ketika di dengarnya ada suara ketukan pintu dari luar
untuk restu.... mndingan km op kelamin ajalah.... jdi laki kok lembek amat... g tegas... /CoolGuy/
setelah km puas.... barulah nyesel dan menangis..... atas smua kezdolimanmu trhdp mirna slm ini....