NovelToon NovelToon
Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami / Menikah dengan Musuhku
Popularitas:34.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bilqies

Arrkkhhh sakit! Tuan tolong lepaskan aku, aku mohon. Delisa Jenifer


Diam! Kau sekarang adalah istriku, dan aku berhak melakukan apapun terhadap dirimu. Bahkan sampai melenyapkan mu pun aku sanggup. Albert Halston Xanders


Delisa gadis cantik yang tiba-tiba di culik dan dipaksa menikah dengan seorang pria yang tidak dia kenal sama sekali.


Menjalani pernikahan dengan Tuan Muda yang kejam, membuat hari-hari Delisa seperti di neraka.


Mampukah Delisa bertahan dengan pernikahan ini?
Atau mampukah Delisa mengubah sosok Tuan Muda yang kejam menjadi pria yang baik?


Yang penasaran dengan ceritanya, langsung saja kepoin ceritanya disini yuk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bilqies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemui Laura

Malam pun tiba, sesuai janjinya kini Albert sedang berpakaian rapi bermaksud untuk mendatangi apartemen Laura. Albert melangkahkan kakinya berjalan menuruni anak tangga berukir, menuju ke tempat dimana Ferdi dan Charly menunggunya.

"Ferdi, ayo sekarang kita pergi. Aku tidak ingin membuang-buang waktuku," ucap Albert, langsung masuk ke dalam mobil.

"Baiklah," sahut Ferdi.

Di dalam perjalanan menuju apartemen Laura, kedua netra Albert menatap ke luar jendela. Tampak ada suatu hal yang mengganggu pikirannya, ucapan Ferdi masih terngiang di kepalanya yang ingin membawa Delisa pergi dari mansion nya. Suasana terasa hening, tak ada sepatah kata pun yang terlontar dari bibir Albert maupun Ferdi.

"Kak Albert, kau kenapa?" tanya Ferdi yang mulai membuka suara.

"Hmmm ...." Albert hanya berdehem saja menyahuti ucapan Ferdi.

"Kau kenapa kak? Dari tadi ku perhatikan kau terus saja melamun," tanya Ferdi kembali dengan rasa penasaran yang menyelimuti dirinya.

"Tidak apa. Oh iya, bagaimana apa semuanya sudah siap?" jawab Albert berusaha mengalihkan topik pembicaraan.

"Ya, pengawal mu sudah berada disana."

"Kerja bagus Ferdi." Albert tersenyum saat mendengar apa yang di ucapkan Ferdi.

Sementara Charly hanya diam dan menyimak ucapan Albert dan Ferdi. Tatapannya lurus ke depan dan masih fokus dengan kemudinya.

"Kak Albert mengenai pembunuhan orang tua mu, semua bukti sudah terkumpul. Dan Bagas lah penyebab utama kematian orang tuamu," jelas Ferdi.

"Apa kau yakin?" tanya Albert tak percaya.

"Aku yakin, semua bukti sudah terkumpul. Dan saat ini Toni sedang berada di rumah Bagas," jawab Ferdi tegas.

"Apa kau serius Ferdi?"

"Ya, aku serius dan aku tunggu janjimu kak," ucap Ferdi kembali mengingatkan Albert.

🌷Apartemen Laura🌷

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama sebelum akhirnya mobil mewah Albert tiba di sebuah gedung tinggi yang kini menjadi tujuannya sekarang. Dengan langkah lebar, Albert turun dan berjalan menuju lift. Di dalam lift, Albert masih saja fokus memikirkan perkataan Ferdi yang ingin membawa Delisa pergi dari mansion nya.

Ting ....

Terdengar bunyi suara lift yang itu tandanya bahwa lift telah berhenti dan terbuka. Seketika ada tangan kekar yang menepuk di bahunya menyadarkan Albert dari lamunannya.

"Kak Albert, apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Ferdi dengan tatapan penuh selidik.

"Tidak ada," bohong Albert.

"Ingat Kak Albert, rencana kita harus berhasil. Kau harus membuat keluarga Bagas malu di hadapan publik," ucap Ferdi yang terus mengingatkan Albert akan tujuannya.

"Iya, aku mengerti Ferdi," balas Albert.

"Baiklah, kalau begitu aku tunggu kau disini," sahut Ferdi lalu Albert melangkah kembali menuju apartemen milik Laura.

Albert menghela nafas berat dan menghembuskannya secara kasar, sebelum akhirnya tangan besarnya menekan bel yang ada di luar apartemen.

"Sayang, kau sudah datang," ucap Laura dengan manjanya.

"Hmmm ...." Albert hanya berdehem saja tanpa berniat membalas dengan sebuah kalimat.

"Ayo masuk," ajak Laura sambil menarik tangan kekar Albert masuk ke dalam apartemen miliknya.

"Mau minum apa? " tanya Laura saat Albert sudah duduk di atas sofa.

"Apa saja," jawab Albert singkat.

"Baiklah sayang, tunggu disini ya. Aku akan membuatkan minuman yang spesial untukmu," ucap Laura yang kemudian berlalu dari hadapan Albert menuju dapur.

Malam ini Albert terlihat sangat dingin, tidak seperti biasanya Albert yang selalu hangat kepada Laura. Hal itu membuat Laura bertanya-tanya dalam hati, akan tetapi perasaan itu segera di tepis nya. Laura tidak ingin memikirkan hal lain selain apa yang telah dia susun rapi untuk menjalankan misinya.

Di dapur, Laura tersenyum penuh arti saat sudah memasukkan sesuatu ke dalam minuman Albert.

'Sebentar lagi kau akan jadi milikku, dan semua hartamu akan segera menjadi milikku.' Laura

"Maaf sayang telah membuatmu menunggu lama," ucap Laura sambil meletakkan minuman di atas meja.

"Makasih Laura."

"Ini untukmu, dan ini untukku," tunjuk Laura ke gelas yang ada di hadapan Albert.

"Makasih Laura," ucap Albert sambil tersenyum.

"Laura, apa kau punya cake untukku? Aku rasa ingin memakan cake."

"Oh tentu sayang, sebentar ya aku ambilkan spesial untukmu." Laura segera bangkit, melangkahkan kakinya menuju kulkas yang berada di dapur.

Beberapa menit kemudian, Laura kembali dengan membawa sebuah cake di tangannya. Laura tersenyum penuh arti melihat gelas Albert yang isinya sudah berkurang. Dan itu artinya Albert telah masuk ke dalam perangkapnya.

'Yes, berhasil.' Laura

"Ini sayang, makanlah," ucap Laura menyodorkan cake ke Albert. Dan tanpa izin Laura langsung duduk di paha Albert dengan tatapan menggoda.

"Apa yang kau rasakan sayang? M-maksudku bagaimana rasa minuman buatanku ...," tanya Laura mengalihkan pembicaraan nya.

"Enak, oh iya Laura kau juga harus minum karena setelah ini akan ada hal yang ingin ku lakukan padamu."

"Baiklah sayang," ucap Laura lalu meminum minumannya hingga tandas.

Albert tersenyum menatap Laura. "Bagaimana Laura, apa rasanya enak?" tanya Albert.

"Sangat enak sayang," jawab Laura.

Selang beberapa menit kemudian, Laura mulai merasakan hawa panas di tubuhnya. Laura yang sudah tidak tahan mulai melepas bajunya satu persatu.

"Apakah rasanya begitu panas?" tanya Albert penasaran.

"Ya, Sayang. Tapi, aku ingin di sentuh olehmu," jawab Laura menahan rasa panas yang ada di tubuhnya.

Albert tersenyum devil lalu mengambil benda pipih di saku jasnya. Tangan besarnya menari-nari di atas layar, mencari sebuah nomor yang hendak dia hubungi.

"Ferdi, suruh orang bayaran kita masuk sekarang juga," titah Albert di seberang telpon.

"Oke kak," jawab Ferdi.

Sambungan telpon pun terputus lalu Albert menyimpan kembali ponsel nya ke dalam saku jasnya. Kedua netranya kembali menatap Laura yang sedang kacau.

"Sayang, kau mau kemana?" panggil Laura saat melihat Albert sudah berjalan ke arah pintu.

"Heh, aku tidak sudi bersama perempuan seperti dirimu. Bagiku kau tak lebih dari seorang pela*ur."

"Albert Sayang, tunggu. Kau harus memuaskan ku dulu."

Ucapan Laura tidak di gubris sama sekali oleh Albert. Dan saat Albert keluar, beberapa orang pria bertubuh besar masuk ke dalam apartemen Laura, mereka semua orang suruhan Albert yang dia sewa untuk memberi pelajaran kepada Laura.

"Lakukan semuanya dengan baik, agar orang tuanya merasakan kehancuran yang teramat dalam," titah Albert.

🌷🌷🌷

"Charly, sekarang kita pergi ke rumah Bagas. Aku ingin memberikan nya pelajaran yang sangat berharga," ucap Albert yang kini sudah berada di dalam mobil.

"Baik Tuan," balas Charly mengangguk, mengiyakan perintah Tuan Mudanya.

"Kak Albert, Toni sudah ada di rumah Bagas. Dia sudah menunggu kita di sana," sahut Ferdi.

"Baiklah. Dan ingat jangan sampai polisi tahu kebenaran ini, sebelum aku menyiksa mereka dengan tanganku sendiri," ucap Albert memperingati Ferdi.

"Ya, kau memang harus melakukan itu kak karena mereka adalah penjahat sebetulnya. Dan aku sarankan, kau segera meminta maaf kepada Delisa dan Devan."

Ucapan Ferdi berhasil membuat Albert terdiam seribu bahasa. Sementara kedua netra Ferdi masih terus memperhatikan Albert dengan tatapan kosong menatap lurus ke depan.

"Kenapa kau diam kak, sebagai laki-laki seharusnya kau mengakui kesalahanmu," ucap Ferdi dan membuat Albert tersadar dari lamunannya.

"Aku tahu Ferdi, dan kau tak perlu mengingatkan ku lagi," sahut Albert ketus.

Telinga Albert terasa panas saat mendengar berbagai macam ocehan terlontar dari bibir Ferdi. Dia merasa kesal dengan Ferdi yang terlalu ikut campur dengan masalahnya.

.

.

.

🌷Bersambung🌷

1
Uthie
nexxxttt 💞
Kaizy celine
Syukurlah viona tdk merasa dihiniati delisa karna skenario ninggalin flo dan albert .. smiga smuanya baik2 saja .. dan mreka hidup bahgia🥹
ora
Paling sedih dengan Flo. Semoga Flo bisa memahami semuanya dan menerima Delisa....
Aini~
Halah... kamu duluan kan Ferdi yang ngajak main rahasia2an
Aini~
makanya orang ngomong tuh di dengerin dulu tohh bert...bert...😑
👣
padahal Ferdi juga maen rahasia menyembunyikan Delisa dari Al, yaaa meskipun itu demi kesembuhan Del
Kaizy celine
Ayoo gag sabarr apakah delisa akan mucul kembali atau pura2 jadi wanita lain🤨
ora
Semoga Al nggak marah, ya. Sejauh ini Al nggak marah dan masih berusaha menemukan Delisa🤲🙂
Bilqies: si Albert rindu berat kakak 😌
total 1 replies
ora
🥰😘❤️
ora
Berharga atau berharap?🧐🙏
Bilqies: berharap kakak, terimakasih atas koreksinya ❤️😘

sudah revisi ya 🙏🥰
total 1 replies
Kaizy celine
Ayo lah delisa temui anakmu ... kasian floo ...🥹🥺
Kaizy celine
Ooouuuhhh🥺🥺🥹🥹
Kaizy celine
Sudah besarr ya kamuu floo🥹
ora
Kasihan banget Flo.
Nggak tahu deh bagaimana reaksi Al kalau tahu Delisa masih hidup dan selama ini Ferdi yang bantuin.

Aku tahu niat Delisa, tapi apa pun yang Delisa lakuin juga nyakitin hati, terutama hatinya Flo.
Semoga semuanya baik-baik aja setelah semuanya terbongkar🤲🥲🥲🥲
ora
aku atau kau?🧐🙏
Bilqies: terimakasih kakak sudah di ingatkan, udah aku perbaiki kak barusan 🥰🙏
total 1 replies
ora
Jadi Delisa masih hidup dan selama ini menjalani pengobatan?
Seneng karena Delisa masih hidup, tapi kasihan Al sama Flo😭😭😭

Semoga Delisa segera pulih seutuhnya🤲🤲
Bilqies: iya masih kakak,
amin 🤲🤲
total 1 replies
ora
Kak jadi beneran Delisa pergi. Tega banget. Air mata ku keluar😭😭😭
Bilqies: sama aku juga kak huhuhuhu
total 1 replies
ora
Kak, kasihan Al🥺🥺🥺
Kaizy celine
Nah gini dong .. kan seru klo ada delisa😅
Kaizy celine
3 tahun apa 2 tahun thor ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!