mengkisahkan seorang wanita yang di ajak menikah oleh seorang laki laki yang adalah CEO sebuah perusahaan besar di jakarta. yang hanya nya seorang gadis miskin dan sederhana tiba tiba menjadi angsa yang indah.
namun semua tidak berjalan dengan baik, ada rahasia yang tidak pernah di ketahui oleh laki laki yang menikahi nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32 - Seorang Anak
Di sore hari yang cerah, dimana langit kini sudah berubah warna coklat keorangenan, Senja keluar dari toko dan berjalan jalan ke taman untuk sekedar menikmati sunset yang indah.
Ia duduk menatap anak anak yang tampak berlari di taman. Hati nya tenang dan teduh melihat para anak anak bermain.
Seorang anak kecil tampak memegangi sebuah balon berwarna merah yang menjadi pusat perhatian Senja saat itu.
Tiba tiba saja anak kecil itu menangis tatkala balon yang ia pegang terlepas dari pegangan nya dan terbang ke langit dan di bawa terbang oleh angin.
"Sayang, jangan menangis."Ucap Senja menghampiri gadis kecil itu. Ia berjongkok di hadapan anak itu agar tinggi setara dengan nya.
"Balon Vivi terbang Tante."dengan sesegukan ia menunjuk ke arah balon yang sudah terbang jauh di atas sana.
"Nama kamu Vivi?." Gadis kecil mengangguk tanpa mengiyakan pertanyaan Senja.
"Mau Tante beli kan lagi gak?." Tanya Senja dengan lembut. Anak itu pun kembali mengangguk ragu ragu.
"Tapi senyum dulu, tidak boleh menangis."Ucap Senja. Gadis kecil itu menyeka air mata nya dan tersenyum walau itu terlihat sangat datar, karena ia masih sedih.
Senja pun membawa nya ke penjual balon yang tidak jauh dari sana, senja membelikan nya dan gadis kecil itu pun tersenyum lebar, kini senyum nya benar benar melukiskan perasaan nya yang kembali happy.
"Terima kasih Tante."Ucap Gadis kecil itu.
"Sama sama sayang, pergi lah bermain."Ucap Senja. Vivi pun mengiyakan dan dengan semangat kembali bermain dengan anak anak lain.
Senja tersenyum dan tiba tiba memegangi dada nya, seperti ada sebuah luka atau tusukan yang belum sembuh di hati nya, saat ia melihat Vivi kembali ceria. Ada sebuah luka masa lalu yang belum bisa membuat senja kembali pulih.
•••
4 Tahun Yang Lalu
Senja kala itu yang baru saja berjuang dan membuka gelar baru untuk diri nya yang saat itu akan segera melahirkan seorang bayi dan menyandang gelar seorang ibu.
Di sebuah rumah sakit di kota itu, Di sebuah ruangan persalinan, senja terbaring lemas, ia kehilangan banyak darah, senja tampak tidak sadarkan diri.
Namun saat ia terbangun, ia menemukan keranjang bayi nya kosong, ia pun mendapatkan kabar dari nenek nya kalau Bayi nya telah meninggal dunia. mendengar hal itu hati Senja terasa Hancur, ia kehilangan sesuatu yang amat berharga yang sudah ia jaga selama 8 bulan di dalam perut nya.
Karena lahir prematur, dokter mengatakan bayi tidak bisa bertahan.
Kehilangan hidup nya, Bayi nya, membuat senja sangat membenci sang Paman yang menyebab kan diri nya harus melahirkan sebelum waktu nya. Beberapa jam yang lalu, Paman tampak bertengkar dengan istri nya, ia bahkan memukul istri nya yang membuat sang nenek mencoba membela menantu nya, namun terhempas jatuh karena dorongan tidak sengaja dari paman yang sedang mabuk. Senja yang marah saat itu mencoba menolong nenek nya pun ikut tidak sengaja terdorong jatuh.
suasana yang tidak baik dan hentakan membuat kontraksi Perut pun terjadi. Namun siapa sangka ia harus kehilangan bayi nya saat itu juga. Kenyataan yang begitu menyakitkan.
melihat Vivi si gadis kecil itu, senja pun kembali teringat pada Anak nya yang mungkin akan seusia itu kalau masih hidup.
"Hei, melamun aja."Fitri mengagetkan senja yang tampak memperhatikan anak anak bermain.
"Kangen anak lagi ya?." Senja pun hanya tersenyum getir. Kala tebakan Fitri itu benar.
"Semua itu sudah berlalu 4 tahun yang lalu loh Senja, kamu harus bangkit dan memulai hidup baru." Ujar Fitri.
"Aku belum siap." Senja memegangi perut nya.
Tidak banyak yang tahu cerita tentang hidup Senja di masa lalu, hanya para tetangga saja yang begitu tahu karena selalu mencemoohnya hamil di luar nikah, Namun senja tidak pernah menyesali yang terjadi, dimana ia mengandung seorang anak dari seseorang yang ia cintai di masalalu.
Namun kehilangan bayi nya membuat senja menyimpang rasa trauma yang amat dalam, ia menyalahkan diri nya sendiri karena tidak bisa menjaga buah hati nya, ia pun begitu sedih saat ia membahas tentang anak dengan Bu Mira atau pun Adrian. Namun ia mencoba menyembunyikan semua nya, karena tidak perlu lah siapa pun harus tahu tentang hati nya yang sedih.
•••
Sementara di sisi lain.
Bu Mira bersama Pak Herman tampak di dalam mobil mengamati menantu mereka yang tampak begitu lekat menatap anak2 yang bermain.
"Lihat Pa,.kayak nya kita agar segera punya cucu.",Ucap Bu Mira antusias. berfikir menantu nya menatap anak anak itu karena perasaan ingin memiliki.