Ye Tianming, seorang pemuda biasa, secara tidak sengaja membangkitkan Jiwa Heavenly Demon yang tersembunyi dalam plakat kayu pengganjal pot bunga. 500 tahun yang lalu, Heavenly Demon pernah menjadi musuh terbesar umat manusia dan dihancurkan oleh Aliansi Beladiri, yang memaksa pengikutnya untuk meninggalkan seni beladiri yang ia wariskan. Kini, dengan kekuatan jiwa tersebut, Ye Tianming menjadi penerus Heavenly Demon dan memulai perjalanan yang mengguncang dunia seni beladiri. Namun, dengan kekuatan baru yang dimilikinya, apakah Ye Tianming akan mengulang tragedi kelam yang telah dihapus dari sejarah dunia tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ye Tianming Selicin Belut
Sudah terlambat bagi Ye Jing untuk menghindari belati-belati yang melesat dari belakangnya, ia merasa ini akan menjadi kematiannya. Dia sangat marah dan kesal, kenapa ia harus mati di tangan Ye Tianming? Manusia yang paling ia benci, karena jika Ye Tianming tak menyembuhkan Dantiannya maka dirinya akan menjadi Ketua Klan Ye selanjutnya.
Namun, kematian yang ia bayangkan akan segera terjadi ternyata tidak menjadi kenyataan, sepertinya ada seseorang yang menangkis serangan Ye Tianming.
“Tetua Qing, kenapa Anda ada di sini?” Ye Jing terkejut melihat Tetua Kedua ada di sini, padahal seharusnya ia menangkap Ketua Klan Ye.
“Kita sudah gagal, Klan lain datang membantu Klan Ye,” sahut Ye Qing.
Pendekar dari Kelompok Pedagang Phoenix bahkan tak sanggup menahan mereka diluar Klan Ye, hal itu mungkin karena Kelompok Pedagang Phoenix kehilangan Seratus Assassin berpengalaman beberapa hari yang lalu. Pasukan terkuat mereka saat ini difokuskan untuk menangkap Ye Tianming, tetapi tetap saja mereka masih gagal menangkapnya.
Ye Qing menoleh ke arah Lu Shan dengan raut wajah masam. “Apakah Tuan Mo tidak turun tangan? Kalau terus seperti ini maka Kita akan kalah!”
“Tanyakan saja pada manajer cabang, misiku adalah mengalahkan Ye Tianming!” sahut Lu Shan segera melesat ke arah Ye Tianming.
Dia tidak peduli apa hasil pertempuran ini, karena yang ia inginkan adalah membalas kematian sahabatnya.
“Cih, aku menyesal sudah menerima tawaran kalian,” gumam Ye Qing menggerutu.
Dia bergegas ke sini karena melihat nyawa anak haramnya diujung tanduk. Dia bahkan meninggalkan anggota Aula Penegak Hukum dan Pendekar dari Kelompok Pedagang Phoenix yang sedang bertarung melawan Ketua Klan Ye dan bala bantuan dari Ketiga Klan.
“Ayo bantu Tuan Shan, Ye Jing!” seru Ye Qing menyusul Lu Shan mengejar Ye Tianming.
Setelah gagal membunuh Ye Jing, Ye Tianming langsung lari ke luar Klan Ye. Dia menuju lahan pertanian yang dulunya milik Klan Ye tetapi kini menjadi milik Kelompok Pedagang Phoenix.
Dia sengaja memancing lawannya menjauh dari keramaian agar bisa menggunakan Tehnik Menyerap Jiwa.
Selama di Klan Ye ia tidak menggunakan Tehnik itu karena kata Leluhurnya ada Ranah Yuan Yi yang mengawasi mereka.
“Sampai kapan kau akan kabur, Tianmiiiiiiiiiing!” Ye Jing meneriaki Ye Tianming karena mereka sudah jauh dari Klan Ye.
Ye Tianming tak menanggapi teriakan Ye Jing, ia justru bertanya pada leluhurnya apakah sudah aman menggunakan Tehnik Menyerap Jiwa.
Dia harus segera menggunakan Tehnik itu karena energi spiritualnya sudah menipis, sebab ia terlalu sering menggunakan Jurus Jaring Laba-laba Iblis dan Jurus Pedang Penghancur.
“Ya, mengamuk lah sesuka hatimu. Jangan sisakan saksi mata, akan merepotkan jika Ranah Yuan Yi itu turun tangan,” sahut Leluhur Ye Xiu.
“Oh, baiklah zehahaha!” Ye Tianming tiba-tiba menghentikan langkahnya, lalu mengayunkan Pedang besarnya.
Lu Shan yang berada paling dekat dengan Ye Tianming langsung mengerutkan kening begitu melihat bilah Pedang Ye Tianming sudah berada di depan wajahnya.
Dia segera menangkisnya, tetapi karena ia menangkis dengan tergesa-gesa; energi spiritual yang mengalir ke bilah Pedangnya tak terlalu besar. Diapun terhempas mundur beberapa langkah, retakan kecil muncul di bilah Pedangnya.
“Tuan Shan, apa Anda baik-baik saja?” tanya Ye Qing ikut terkejut melihat serangan tiba-tiba Ye Tianming.
Entah mengapa Ye Tianming terlihat lebih percaya diri, seolah-olah ia sudah siap melakukan duel hidup-mati karena melarikan diri sudah tak ada gunanya.
Lu Shan memperhatikan gagang pedangnya, tangannya masih gemetar efek dari benturan kedua Pedang mereka.
“Sejak kapan Jurus Pedang Penghancur sekuat itu?” gumamnya.
Seharusnya ia bisa menangkis serangan Ye Tianming walaupun ia tidak menggunakan Jurus pedangnya dengan sempurna, karena Jurus Pedang miliknya adalah level menengah sementara Jurus Pedang Penghancur hanya level rendah.
“Kepung dia!” seru Lu Shan.
Dia berhenti memikirkan seni beladiri yang digunakan oleh Ye Tianming, urusan yang lebih mendesak adalah membunuh Ye Tianming.
Namun, sebelum anggota elit Aula Penegak Hukum dan Pendekar dari Kelompok Pedagang Phoenix yang tersisa mengepung Ye Tianming, ia menggunakan Langkah Hantu dan muncul di depan Ye Jing yang sedang lengah.
“Kau akan menjadi makan malam pertamaku.” Ye Jing mengayunkan Pedang besarnya ke arah dada Ye Jing. “Maaf Leluhur Xiu, aku terpaksa melahap keturunanmu.”
“Cih, sudah berapa kali kukatakan aku tidak peduli dengan kalian!” cibir Leluhur Ye Xiu.
Dia adalah perwujudan dari Dewa Iblis di masa lalu. Tangannya berlumuran darah, baik itu dari musuh atau keluarganya sendiri yang tak patuh padanya.
“Kau pikir aku Pendekar lemah? Serangan seperti ini sudah sering kurasakan saat berada di perbatasan barat!” cibir Ye Jing menangkis tebasan pedang Ye Tianming.
Namun, tiba-tiba sudut bibir Ye Tianming menyeringai lebar. “Oh, ya? Bagaimana dengan yang ini?”
Ye Tianming melepaskan cengkeramannya pada gagang Pedang besar, lalu mengeluarkan Tujuh Jarum dari sakunya.
“Apaaaa? Masih ada senjata tersembunyi lainnya!” gerutu Ye Jing.
Dia mengira Ye Tianming sudah kehabisan senjata yang ia sembunyikan di balik baju dan sakunya, ternyata masih ada Lima Jarum yang belum ia gunakan.
“Sial!” Ye Jing berusaha menjauh dari Ye Tianming.
“Jing‘er, anakku awaaaaaaaas!” seru Ye Qing berteriak keras.
“Anak?” Ye Jing terkejut mendengarnya.
Ini pertama kalinya ia mendengar Tetua Kedua memanggilnya anak. Seingatnya, saat ia kecil ibunya datang ke Klan Ye dan menyerahkan dirinya pada Tetua Kedua untuk dilatih menjadi seorang Pendekar.
Karena bakatnya cukup hebat, ia akhirnya menjadi murid utama dan dipersiapkan menjadi pewaris Klan Ye. Namun, siapa sangka ternyata ia adalah putra dari Pemimpin Aula Penegak Hukum Klan Ye.
“Ayah,” gumam Ye Jing tersenyum.
Namun, Jarum beracun yang dilempar oleh Ye Tianming sudah mengenai dirinya. Kebahagiaan itu berlalu begitu cepat, andai dari awal ia mengetahui Ye Qing adalah ayahnya; mungkin ia tidak akan begitu berambisi sehingga menempuh jalan yang salah.
“Maaf,” katanya lagi.
Tubuh Ye Jing langsung ambruk, karena bilah Pedang Ye Tianming menghujam dadanya.
“Tianmiiiiiiiing!”
“Aku akan membunuhmu!”
Ye Qing berteriak histeris, lalu melesat ke arah Ye Tianming sembari mengayunkan Pedang. Dia tidak peduli apakah Ye Tianming masih menyembunyikan senjata rahasia dibalik bajunya. Yang ada dipikirannya adalah membalaskan kematian anaknya.
Lu Shan melesat di belakang Ye Qing. Dia akan menggunakan Tetua Klan Ye itu sebagai Tameng dan saat jarak antara mereka dengan Ye Tianming sudah dekat, maka ia akan menggunakan seni beladiri pamungkasnya menghabisi nyawa Ye Tianming.
“Zehahaha ... mendekat lah makananku, aku sudah lapar sekali!” Ye Tianming tertawa terbahak-bahak sembari menggunakan Tehnik Menyerap Jiwa pada Ye Jing.
Dalam satu tarikan nafas saja, tubuh Ye Jing langsung menyusut dan hanya menyisakan tulang berbalut kulit saja. Itu adalah pemandangan yang mengerikan, sehingga beberapa anggota elit Aula Penegak Hukum ketakutan dan ragu untuk mendekat ke arah Ye Tianming.
kupikir bante"