“Kupikir kau akan memperjuangkanku.”
menikah dengan orang yang amat vivi benci , karna perjodohan yang sudah dilakukan sebelum dia lahir akankah keduanya akur , ikuti ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviana Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Baru dua sendok makanan yang dia santap, panggilan masuk di hp vivi “ehem”setelah membaca nama penelepon “iya ada apa?”
“ kau sudah makan?” tanya suara dari seberang sana yang tak lain adalah suaminya
“ ini baru saja dua sendok” ucap vivi “ada apa” imbuhnya
“ mengenai hal yang kau ucapkan di mobil , aku bisa mempertimbangkannya, asal akh mau makan siang denganku , aku sudah pesan makanan di ruanganku datanglah”
“ tapi makananku” ucap vivi
“ aku hanya menawarkan jika kamu tidak mau tidak apa”
“ baiklah aku ke sana” ucap vivi terpaksa, karena ini satu satunya cara agar dia bisa keluar dari tim perencana yang bekerja sama dengan perusahaan
※Ruangan dicky
Dicky berpikir ini kebetulan yang tidak diinginkan , beberapa saat yang lalu dicky menerima laporan dari orangnya jika pemilik mobil yang mengikutinya adalah salah satu perwakilan dari perusahaan A , tentu saja bukan itu saja yang dilaporkan , di laporan tersebut mengatakan jika penguntit itu atau eric adalah teman sekolah istrinya , dia ingat dengan foto yang ada dikamar istrinya sama persis dengan foto yang ada di hadapannya .
20 menit berlalu , setelah dia menyuruh bawahannya mencari tahu apa hubungan istrinya dan eric , yang ada dibenaknua adalah kenapa istrinya itu masih menyimpan foto eric sebelum pernihakan mereka apakah istrinya masih mencintai mantannya , tapi jika itu benar bukankah istrinya akan senang bisa bertemu dengan pujaan hatinya dengan alasan pekerjaan
Tok tok
Vivi membuka pintu ruangan suaminya , dan melangkahkan kaki masuk ke dalam ruangan itu , dia duduk di sofa didepanya sudah ada beberapa macam makanan , walau yang punya ruangan belum mempersilahkan duduk , karena suaminya masih sibuk dengan berkas yang ada ditangannya “ jika kau tak kesini aku akan menghabiskannya” ucap vivi sambil menyendok makanan ke dalam mulutnya
Dicky berjalan ke arah istrinya kemudian duduk di sebelah istrinya “ apakah enak ?”tanyanya pada sang istri yang sedang mengunyah makanan
“enak lah kan mahal” ucap vivi setelah menelan makanan yang ada dimulutnya “bukankah kau lapar cepat makan” imbuhnya
“ aku ingin memakan kamu” bisik dicky pada istrinya yang tengah menyendok makanannya
“dasar mesum” sahut vivi memperlihatkan wajah tenang , sebenarnya jantungnya mau copot mendengar ucapan suaminya itu.
“ya kau benar” ucap dicky kemudian membalik tubuh istrinya agar mereka saling menghadap , kemudian dia mengecup bibir istrinya sedangkan tagannya memegang tengkuk istrinya agar dia bisa memperdalam ciumannya ,
entah ada angin apa vivi mengalungkan tanyanya pada leher suaminya , mereka saling ******* dan menghisap , menerima sinyal positif Dicky dia tak mau berhenti begitu saja.
cukup lama keduanya dalam aktivitas itu , darah keduanya seakan mendidih ingin melakukan hal lebih , namun vivi sadar jika mereka kini ada dikantor , vivi mendorong tubuh suaminya saat tangan suaminya sudah merayap masuk ke dalam bajunya.
dicky menatap istrinya dengan pandangan bingung “ kenapa?” tanyanya polos
“ini masih dikantor” ucap vivi , pipinya merona merah saat mengatakan hal itu.
Dicky tersenyum mendengar ucapan istrinya seakan ada lampu hijau untuk dirinya “maaf aku lupa tempat, ya sudah kita makan dulu” sahutnya
Mereka menghabiskan makanannya dengan suasana hening , hanya bunyi sendok dan garpu yang terdengar di ruangan itu. Keduanya sama sama larut dalam pikiran masing masing .
※apartemen
Vivi sibuk dengan smartphone nya , melihat perkembangan dunia hiburan tanah anah air dan manca negara , tentunya tak luput dia melihat gosip hiburan dari negeri ginseng , mulai dari gosip perceraian , kasus kriminal yang di lakukan oleh artis dan berita berita lainnya,
Dia duduk di balkon sambil menikmati senja , dia bisa melihat lampu jalanan sudah di nyalakan di sepanjang jalan kota , ada perasaan yang aneh setelah dia melihat berita dari negeri ginseng itu , dia bernafas panjang kemudian memejamkan matanya , kapan dia bisa ke negara itu, mungkin akan semakin sulit untuk nya pergi ke sana .
“ Apa yang kau pikirkan” tanya Dicky yang ikut bergabung duduk di balkon , sambil melirik smartphone istrinya “ emangnya kau bisa baca tulisan itu”ejeknya
“Kalau gak bisa mana mungkin aku buka itu website” ucapnya acuh tak acuh
“ Bagimu seberapa penting seseorang dari masa lalu mu?” tanya Dicky setelah hening beberapa saat , dia menatap jauh ke penjuru kota yang terlihat indah dari balkon apartemen nya .
“ Maksud pertanyaan mu , kekasih” ucapnya menebak alur dari pertanyaan suaminya , sambil melirik kilas pria tampan yang ada di sampingnya , dia melihat pria itu mengangguk tipis “ kau tahu Yakult” tanyanya.
“ siapa yang tidak tahu minuman itu” sahut Dicky , dia menatap wajah istrinya dengan Dengan tanda tanya.
“ masa lalu itu seperti susu Yakult, basi” Ucap Vivi , “ itu menurut ku , tapi tidak tahu dengan pendapat orang lain yang menganggap masa lalu seperti berlian ” imbuhnya tersenyum tipis pada suaminya.
“ lantas kenapa kau mauvkeluar dari tim perencanaan jika memang menganggap masa lalu itu hal yang sudah tak berarti” ucapnya dengan nada menyindir .
Vivi menautkan alisnya tak menyangka jika suaminya menggali masa lalu nya “ cepat sekali kau mencari tahu masa lalu ku , seberapa jauh kau sudah menemukan cerita tentang ku” ucapnya
“ sejauh langkah kakimu” sahutnya , walau sebenarnya dia belum mengetahui apa saat yang telah di lakukan istrinya saat berada di Korsel selama beberapa tahun terakhir , sebelum kembali ke Indonesia.
Vivi berdecik , seperti apapun kemampuan Dicky akan membutuhkan waktu lama untuk menelusuri semua hal yang dia lakukan selam ini .
L