NovelToon NovelToon
Status Janda, Rekening Miliaran

Status Janda, Rekening Miliaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: yance 2631

Pernikahan Adrian dan Hanin Kirana menginjak 5 tahun, tapi mereka belum juga dikaruniai anak, sementara mertua Hanin membencinya dengan masalah itu.
Adrian dan Hanin akhirnya bercerai, Hanin berusaha bangkit dari keterpurukannya dengan menata hidup lebih baik dan menjadikannya seorang pebisnis yang sukses.
Segala hal yang terjadi dalam hidupnya membuatnya lebih tegar, dan menciptakan kesan bahwa perempuan single bisa mandiri dan meraih kekayaan yang luar biasa.
Bagaimana kisah selanjutnya? , apakah Hanin tetap menjanda? atau menemukan pasangan hidupnya yang baru?
Yuuk kita ikuti ceritanya .....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yance 2631, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

POV ADRIAN

Pagi ini, aku menghubungi temanku yang ingin membeli rumahku, biarlah aku kos saja dulu.. seperti halnya Hanin, nanti ke depan aku bisa cari rumah yang baru lagi di komplek perumahan yang lain.

Setelah sarapan sop buntut buatan Davina yang masih ada, aku bergegas pergi ke kantor karena calon buyer rumahku adalah temanku sendiri di kantor.

Segera aku masuk ke ruanganku, aku berharap setelah ini aku nggak akan memikirkan si Sita lagi.. tak lama temanku pun datang,

"Hey pak Adrian, mungkin agak sore aja ya saya mau lihat rumahnya" ujar pak Dodi, "Siap pak, santai aja, ngomong-ngomong buat sendiri atau buat siapa pak?" tanyaku.

"Mm, sebenarnya buat anak saya yang baru menikah, dokumen semua lengkap ya pak atau masih angsuran?" tanya pak Dodi.

"Aman pak, semuanya lengkap rumah itu saya beli cash dulu, sudah SHM dan ada IMBnya, dan posisinya di hook jadi halamannya luas" ujarku menjelaskan.

"Oh gitu, baik, baik.. sore ini saya kesana ya pak Adrian, alamatnya di shareloc aja" ujar pak Dodi, aku pun mengangguk.

Sesaat aku melihat notifikasi pesan yang masuk dari mbak Astrid, mengabarkan bahwa Sita positif hamil, aku hanya tersenyum..

Aku yakin ini hanya akal-akalan Sita, aku tahu betul wataknya seperti apa, aku mengabaikan pesan dari mbak Astrid, aku lalu membuka laptopku dan bekerja.

Pada saat aku bekerja .. tiba-tiba saja ibuku menelpon, "Adrian kamu di mana?" tanya ibuku, "aku di kantor bu seperti biasa" ujarku singkat, aku bisa prediksi kalau ibu akan membicarakan tentang kehamilan Sita.

"Adrian, kamu harus segera menikahi Sita, dia hamil anakmu nak.. jangan lagi kamu beralasan ini itu" ujar ibu, "Sita hamil bu?, hamil sama siapa?" ujarku, "ya sama kamu Adrian.. kamu pikir dengan siapa, kamu sudah berhubungan dengan Sita, kamu harus bertanggung jawab, ngerti?" ujar ibuku.

"Oh gitu, oke oke.. kalau benar hamil, aku akan bawa Sita ke dokter kandungan" ujarku.

"Nah, gitu dong Adrian.. biar bagaimana kamu harus menerima Sita dan bayi dalam kandungannya" ujar ibuku.

Perasaanku seperti biasa saja, tapi aku berencana membawa Sita ke dokter kandungan dan jika Sita menolak sudah pasti ini hanya akal-akalannya saja, aku yakin itu.

Aku segera menghubungi Sita,

"iya halo Mas, ada apa" ujar Sita dengan suara agak serak. "kita harus ketemu Sita" ujarku, "beneran mas mau ketemu aku?" ujar Sita, "iya sayang.. kita ketemuan ya" ujarku dengan sengaja memancing reaksinya.

Suara Sita terdengar berubah, tidak serak atau seperti sedih lagi.. seperti mendadak normal, tapi memang aku sudah berencana tetap membawa Sita ke dokter kandungan untuk membuktikan pendapatnya.

KETAHUAN MENIPU ..

Sore hari ini setelah bekerja aku langsung menuju rumah, karena sudah ada janji dengan temanku soal rumah yang aku mau jual.

Tiba di rumah, aku segera merapikan sedikit yang terlihat berantakan, lalu aku menghubungi pak Dodi untuk konfirmasi..

"Assalamualaikum, gimana pak jadi mau lihat rumah saya?" tanyaku.

"jadi pak Adrian, saya masih di jalan.. udah sampai gerbang ini, sesuai shareloc ya pak" ujar pak Dodi. "iya, betul pak.. "ujarku.

Mobil pak Dodi tampak sudah terlihat, aku hanya menunggunya..

"Assalamualaikum, pak Adrian.." sapa pak Dodi, "Waalaikumsalam pak, silahkan.. ya ini pak rumah saya, kebetulan di hook jadi nggak terlalu jauh dari gerbang masuk, "ujarku.

Pak Dodi pun mengangguk.

Aku pun mengajak pak Dodi untuk berjalan mengitari rumah, "ya jadi seperti ini bangunannya, ini carport bisa untuk 2 mobil, 2 motor dan ini sampingnya ada halaman dan tanah kosong lebihnya biasa saya pakai untuk menjemur, ini keseluruhan sudah di benteng dengan bata merah ya pak" ujarku menjelaskan.

Pak Dodi terlihat memandang serius setiap sudut, dan mengangguk.

Lalu aku mengajak temanku itu ke dalam rumah untuk room tour, "ini ruang tamu, ada juga ruang tengah, sebelah sini kamar utamanya, ini kamar anak, toilet ada 2, sebelah sana dapur dan ini lantai sudah granite semua ya pak.." ujarku.

"Mm, cukup nyaman ya pak Adrian.. jadi apa semua bangunannya bata merah?" ujar pak Dodi.

"Ya, betul pak.. ya semua dinding bangunan include benteng di depan itu batu merah, jadi kuat, nah itu ada juga kamar ART.. juga sebelahnya ada gudang, aksesnya bisa langsung ke carport" ujarku dengan santai.

"Mm, good.. maaf pak Adrian bisa saya lihat dalam kamarnya?" tanya oak Dodi. "Silahkan pak, mari.. "ujarku. Aku menjelaskan kalau kamar utama sudah ada kamar mandi pribadi. Pak Dodi pun mengangguk.

Setelah puas melihat pak Dodi kembali ke ruang tamu dekat pintu utama, "buka harga berapa ya pak Adrian kalau boleh tahu.." tanya pak Dodi, "Nggak mahal kok pak, saya nawarin1,1M aja itu karena rumah sudah renovasi ulang juga ya pak, include lantai semuanya sudah granite" ujarku.

"Nawar boleh ya pak Adrian.. terus terang saja saya tertarik dengan rumah ini tapi dana masih agak kurang begitu hehe.." tanya pak Dodi.

"Boleh, boleh kok pak santai aja.. hehe "ujarku. "Saya ada dananya baru 980 juta pak, "ujar oak Dodi.

"Oh, saya ngerti pak.. pasin aja pak di 1M kalau memang serius saya kasih" ujarku. "Begitu ya pak Adrian, baik saya akan rundingan dulu dengan anak saya" ujar pak Dodi.

"Mangga, silahkan pak rumah bisa KPR kok pak jadi gampang, misalkan.. pak Dodi DP. ke saya di 700 juta, nanti yang sisanya 300 juta di KPR kan saja pak.. asal bebas BI. checking ya pak" ujarku tersenyum memberi solusi.

Pak Dodi pun mengangguk, lalu kemudian berpamitan.

Setelah magrib aku pun bersiap menjemput Sita ke rumahnya, aku akan beri dia surprise, dengan kecepatan sedang aku mengemudikan si hitam, sebelumnya aku sudah janjian dengan seorang temanku yang berprofesi sebagai dokter Obgyn di rumah sakit swasta.. namun malam ini ia ada di rumah, namanya dr. Aisyah.

Tiba di rumah Sita, mamanya menyambutku dengan raut wajah bahagia, setelah Sita siap kami pun berpamitan.

Aku sengaja membawa Sita ke sebuah cafe dekat rumah temanku untuk sekedar makan malam, Sita sama sekali nggak curiga dengan sikapku..

"Mau makan apa Sit? Makan yang banyak biar baby kita sehat.." ujarku, Sita pun mengangguk lalu tersenyum.

Dari jauh aku melihat temanku dr. Aisyah berjalan menuntun anaknya, "eh.. sebentar Sit, itu kayaknya teman aku deh, aku panggil ya ya supaya gabung aja sama kita" ujarku.

"Aisyah, aisyah .. "panggilku pada Aisyah, "Halo Adrian, apa kabar?, oh ya ini kenalkan anak aku yang sulung" ujar Aisyah menyapa.

"Kenalkan .. ini Sita?" ujarku, "Halo, assalamualaikum.." sapa Aisyah, "waalaikumsalam teh.. "ujar Sita. Aisyah sebenarnya sudah tahu masalahku, aku cerita banyak tentang Sita.

"Adrian, please.. kamu kan udah ada calon pendamping, berhentilah jadi playboy cap gomeh, nggak bener itu" ujar Aisyah memulai pembicaraan, sambil melirik Sita.

Sita pun tersenyum.

"Aisyah, suami kamu ada di rumah?" tanyaku. "ada Adrian.. mampir atuh ke rumah" ujar Aisyah, "ya nantilah, abis ini ya aku dan Sita main ke rumah" ujarku santai.

Tiba di rumah Aisyah,

"Sita, kamu bawa testpack kemarin.. Aisyah ini dokter obgyn, bisa aku lihat?" ujarku, "di rumah mas nggak bawa" ujar Sita. "Aisyah, bisa ya Sita ikut test kehamilan lagi, pakai testpack kamu aja kalau ada" ujarku.

"Testpack banyak kok di rumah, sebentar ya aku ambil" ujar Aisyah. Sita mulai terlihat gelisah, wajahnya agak lain dan aku bisa melihat itu.

 "Sita, kamu bisa konsultasi dengan Aisyah soal kehamilan kamu" ujarku. Sita mengangguk.

"Adrian, ini testpacknya tinggal pilih aja free kok" ujar Aisyah. "Sita, ini coba kamu pilih aja" ujarku memancing reaksinya.

"Nggak bisa di rumah aja Adrian?" ujar Sita mulai ragu. "Nggak usah, di sini aja, USG juga ada kok di sini Aisyah juga praktek" ujarku.

"Kalau memang hasilnya positif kemarin, harusnya juga positif hasilnya disini kan sama aja.." ujarku santai. Sita tampak bingung, terdiam.

Lalu aku menarik tangannya, "yuuk ..kalau mau Usg ada juga, mau?" ujarku. Sita semakin panik ia pun hanya menurut.

Aisyah pun berbaring di bed, suster juga membantunya.. setelah berbaring dan membalurkan jelly di perut Sita, Aisyah menggunakan alat USGnya di perut Sita..

"Mm, ini belum ada tanda-tanda hamil mbak, telat mens kalau memang hamil pasti ada tanda titik hitam, ngerti ya mbak?" ujar Aisyah.

Sita seperti tidak bisa berkata apa-apa,

"ta .. tapi testpack kemarin garis 2 kok," ujar Sita membuat pembelaan sendiri. "ya sudah, di test aja lagi kan ada testpack baru" ujar Aisyah dan suster di dekatnya, "silahkan ke toilet mbak" ujar suster kemudian.

Aku hanya tertawa kecil, aku yakin Sita berbohong seolah di memang hamil.

"Mbak, urinenya aja di tampung di wadah ini biar nanti saya yang periksa" ujar sang suster yang wajahnya mulai curiga pada Sita.

Dengan sangat terpaksa Sita berjalan ke toilet dan membawa hasil urinenya, suster pun segera memeriksa hasilnya.. wajah Sita mendadak merah padam.

Tampak suster mulai mencelupkan testpack ke dalam urine Sita,

"Mm, ini garis 1 mbak.. pantas saja di USG janin juga nggak terlihat hehe.." ujar suster sambil tertawa kecil. Sita pun menunduk malu mendengar perkataan suster.

"Jadi kamu nggak hamil Sita?, ayo ngaku aja.. sengaja ya kamu jebak aku, ibu, mbak Sita supaya bisa ikut kemauan kamu? jawab... "ujarku sengaja agak keras.

Sita hanya diam, lalu tertunduk.

Setelah selesai aku pun pamit pada Aisyah dan suaminya. Dalam perjalanan pulang di mobil, Sita menangis, dan mungkin ia berpikir aku akan membujuknya.. "bodo amat, terserah mau nangis kejer kek, apa kek nanti juga berhenti sendiri" gumamku dalam hati.

Tiba di rumah Sita, aku langsung pamit pada mamanya tanpa basa-basi, sesuai dugaanku Sita memang menipuku dan itu terbukti.

****

1
Dwi Agustina
Bagus Nin👍biar kapok👍👍👍
Dwi Agustina
Segala sesuatu yg berawal dr kebohongan akan menuai hasil yg tdk baik😁
Dwi Agustina
Amit2 ada y perempuan kyk Sita😅
Dwi Agustina
Semangat Hanin💪semangat othor💪🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!