Nggak rekomend novel ini, silahkan bisa baca yang deretan bawah, terimakasih 🙏
Ini adalah kisah tentang Julia,seorang gadis yang mendapatkan kebahagiaan bersama dengan penderitaan dan pengkhianatan sang suami.
5 tahun kemudian,seseorang datang padanya dan mengatakan."aku bilang aku mencintaimu,dan apapun itu mengenai dirimu aku akan menerimanya,bahkan Jihan pun aku akan menerimanya,jadi Julia,apa kau menerimaku?"
Apa yang akan dilakukan Julia,agar dia bisa mendapatkan kebahagian untuknya dan putri kecilnya?
Kisah cinta dari seorang wanita yang pernah dikhianati oleh cinta,dengan seorang pria muda berstatus pelajar.
cover from google edited by din din
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Cafe
Aku kembali ke cafe,dan memulai pekerjaan yang biasa aku tangani.
"Ahh,julia,akhirnya kau kembali."Fara langsung memelukku.
"Iya.."
"Baguslah,aku sudah lelah kau tinggal sendiri,seharusnya kau memberiku bonus bulan ini,karena aku sudah melakukan pekerjaanmu."
"Beres,bonus mu pasti aku kasih,aku akan keruanganku,jika butuh bantuan,panggil aku."
"Siap,bos."
Aku berjalan ke atas menuju ruanganku,aku merasa masih terbebani,dan aku belum siap menyambut para pelanggan seperti biasanya.
Ponselku berbunyi,aku segera melihat,dan itu Laura.
"Halo kak,ada apa?" Aku menaruh tasku dikursi,dan aku berdiri menghadap dan melihat kelantai bawah.
"Kau sudah sampai,kenapa tidak menghubungiku?Aku mengkhawatirkanmu."
"Ya,karena ada suatu hal,jadi maaf membuatmu cemas kak."
"Baiklah,tidak masalah,aku hanya ingin memberitahukanmu sesuatu."
"Apa?" Aku penasaran,bagaimanapun Laura terdengar serius.
"Ken datang kekantorku,dia kesini mencarimu."
"Apa dia menyusahkanmu?" Aku khawatir.
"Tidak,aku juga tidak mengatakan keberadaanmu."
"Terimakasih kak."Aku bernafas lega.
"Tapi,aku tidak yakin,dia akan berhenti untuk tidak mencarimu,kau tau sifatnya,aku harap kau berhati-hati."
"Ya kak,terimakasih sudah memberitahuku." Kecemasan mulai datang lagi padaku.
"Dan aku dengar,siang ini banyak diberitakan katanya Susan diusir dari rumah mu karena kondisi kesehatannya sudah diketahui Ken,Ken sudah tau kalau susan memalsukan laporan kesehatan mereka,sepertinya Ken benar-benar menginginkanmu kembali."
"Itu membuatku cemas,aku benar-benar harus menyembunyikan Jihan,aku tidak ingin dia menemukan Jihan."
"Ya,begitu juga bisa,aku harap kau baik-baik saja."
"Iya,terimakasih kak Laura." Aku menutup telfonnya.
Kali ini aku benar-benar bingung,aku takut dan cemas.Aku menghubungi bibi May.
"Bibi may,aku minta tolong kemasi barang-barang Jihan,jangan tinggalkan satupun di apartemen."
"Ada apa Julia?"Bibi May cemas.
"Ini tentang Ken,aku tidak mau dia melihat Jihan,jadi bibi,sementara aku akan memindahkan Jihan untuk sementara waktu."
"Aku mengerti,bibi akan segera membereskannya."
"Baik bibi,aku akan segera menjemput kalian."
Aku menutup telfonku,lalu aku memanggil fara untuk menemuiku di ruanganku.
"Julia,ada apa?"Fara masuk ke ruanganku.
"Fara aku butuh bantuanmu,duduklah dulu." Aku mengajak Fara duduk.
"Ada apa,katakan saja,kau nampak sangat cemas?"
"Aku ingin minta tolong,untuk sementara waktu,bolehkah Jihan dan bibi May tinggal ditempatmu,masalah uang sewa biar aku yang bayar." Aku menggenggam tangan Fara penuh harap.
"Hei hei,apa maksutnya dengan uang sewa,kau pikir aku siapa?Kalau mau tinggal ya tinggal,kenapa membahas uang sewa?"
"Benarkah,baiklah,aku berutang terimaksih padamu." Aku sedikit lega.
"Tapi Julia,sebenarnya ada apa?"Fara penasaran,kenapa tiba-tiba ingin Jihan pindah.
"Ini tentang ayahnya Jihan,dia mulai mencariku,untuk antisipasi aku harus memindahkan Jihan,aku tidak ingin dia tau apalagi bertemu Jihan."
"Oh,aku tau,jadi kapan kau akan memindahkan Jihan?"
"Hari ini,lebih cepat lebih baik." Aku memandang foto Jihan yang ada di meja kerjaku.
"Baiklah,kau urus Jihan dulu,urusan disini biar aku urus,ini kunci apartemenku."Fara memberikan kunci apartemennya padaku.
"Fara terimakasih." Aku terharu.
"Kau ini,banyak sekali terimakasih.Tapi apa si bronis tau masalah ini?"
"Andrew,kau suka sekali memanggil namanya bronis."
"Ya,dia memang brondong manis."
"Masalah Ken aku sudah memberitahukannya,tapi masalah Ken mencariku,dia belum tau,dia sedang mempersiapkan ujian semesternya,aku tidak ingin mengganggunya dengan masalah ini."
"Aku mengerti kesusahanmu,baiklah,sana cepat pergi."
"Baiklah,aku serahkan urusan disini padamu."
Aku bergegas pergi menjemput Bibi May dan Jihan,aku membawa mereka ketempat Fara,awalnya Jihan bertanya terus kenapa harus pindah,dan aku terpaksa harus berbohong padanya,ini semua demi kebaikannya.
Apartemen Fara
Aku membantu Bibi May membawa masuk barang-barang mereka.
"Bibi,untuk sementara jangan sering bawa Jihan keluar,semua kebutuhan kalian aku akan kirimkan lewat Fara,dan juga jangan menelfonku dulu,biar aku yang menelfon,dan lagi mungkin aku tidak akan mengunjungi kalian dulu,aku harap bibi mengerti." Hatiku rasanya ingin menangis,tapi hanya ini yang bisa aku lakukan.
"Aku mengerti,tapi jaga dirimu baik-baik."
"Tentu bibi."
Aku memeluk Jihan yang tidak tau apa-apa,aku menciuminya berkali-kali.
"Jihan sayang,jangan nakal ya,dengarkan kata nenek,mama ada keperluan dan tidak bisa menemui Jihan,Jihan tidak marah pada mama kan?"
"Jihan sayang mama,Jihan tidak akan marah sama mama."
"Jihan anak pintar." Aku mencium kening dan pipi Jihan lagi.
Aku pergi meninggalkan gadis kecilku,aku ingin yang terbaik untuknya.
sngt menghibur👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏