NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia Gadis Culun & Dokter Dingin

Pernikahan Rahasia Gadis Culun & Dokter Dingin

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis
Popularitas:62M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kolom langit

(Siapkan kanebo kering untuk menyeka air mata juga mental yang kuat untuk marah-marah!)

Sheila, seorang gadis culun harus rela dinikahi secara diam-diam oleh seorang dokter yang merupakan tunangan mendiang kakaknya.

Penampilannya yang culun dan kampungan membuatnya mendapat pembullyan dari orang-orang di sekitarnya, sehingga menimbulkan kebencian di hatinya.

Hingga suatu hari, Sheila si gadis culun kembali untuk membalas orang-orang yang telah menyakitinya di masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akibat Penjebakan

Isakan demi isakan lirih terus terdengar menggema di dalam sebuah kamar. Sheila masih terbaring dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Dalam hati ada penyesalan yang begitu besar telah percaya dengan Maya dan teman-temannya.

Malam itu, Marchel benar-benar telah merenggut kesuciannya dengan paksa dan sedikit kasar. Dan walaupun laki-laki itu dalam keadaan mabuk, nyatanya Sheila tak kuasa untuk melawan ataupun melepaskan diri dari lelaki yang berstatus sebagai suaminya itu. Bahkan Marchel tidak peduli walaupun Sheila berkali-kali merintih kesakitan.

Semakin Sheila meronta-ronta berusaha melepaskan diri, semakin kuat Marchel mencengkramnya, sehingga gadis itu hanya dapat merintih dan merintih.

Pelan-pelan, Sheila bangkit dari posisi berbaringnya. Menatap Marchel yang masih terlelap dalam tidurnya. Gadis kecil itu kemudian turun dari tempat tidur, ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Untuk berjalan pun rasanya sangat sakit.

Gadis polos itu berjalan dengan langkah terseok-seok memasuki kamar mandi, menyalakan shower dan duduk di sudut kamar mandi dengan guyuran air yang membasahi tubuhnya.

Kenapa Kak Marchel melakukan semua ini padaku? tanya Sheila dalam hati.

Selama hampir satu jam, Sheila terus berdiam diri sambil menangis di bawah guyuran air. Tidak mempedulikan tubuhnya yang kini mulai kedinginan. Hanya satu yang diinginkannya, segera pulang ke rumah.

Dalam hati merenungi, mengapa takdir begitu kejam memperlakukannya. Kehilangan satu-satunya keluarga yang dimiliki, tinggal di sebuah rumah yang bagai neraka baginya, dan memiliki seorang suami yang tidak bisa menerimanya. Dan kini, hal menyedihkan ini harus terjadi padanya.

Marchel memang suaminya, dan memiliki hak untuk melakukannya. Namun, lelaki itu dalam keadaan tidak sadar sepenuhnya. Bahkan Marchel pun tidak menyadari bahwa gadis yang tidur dengannya adalah istrinya sendiri. Penampilan Sheila yang sangat berbeda membuatnya tak dapat mengenali sang istri. Dan, yang membuat Sheila begitu sedih, sepanjang malam, Marchel terus menggumamkan nama Shanum.

_

_

Pintu kamar mandi terbuka, Sheila keluar dengan jubah mandi berwarna putih, ia kemudian memunguti pakaiannya yang teronggok di lantai dan memakainya kembali.

Setelah berpakaian, ia duduk di bibir tempat tidur, memandangi wajah Marchel yang masih begitu terlelap.

Kenapa aku harus selalu menjadi beban bagi orang lain? Dulu aku menjadi beban Kak Shan. Dan sekarang aku menjadi beban bagi Kak Marchel. Bukan salahnya kalau dia tidak bisa menerimaku. Memang aku siapa? Aku hanya seorang gadis culun yang tidak ada apa-apanya dibanding Kak Shan.

Selama beberapa saat, Sheila terus memandangi Marchel, wajah sempurna yang berhasil mencuri hatinya. Namun, semuanya telah terlanjur. Ada luka yang dalam di hatinya. Walau bagaimana pun ucapan Marchel semalam menorehkan sembilu. Rasanya Sheila sudah tidak sanggup lagi. Dan akhirnya, gadis itu memilih pergi, meninggalkan Marchel seorang diri dalam keadaan belum sadar.

Sambil duduk di sebuah halte bus, sesekali Sheila mengusap beberapa bagian tubuhnya yang masih terasa sakit. Ia melirik jam yang ada di ponselnya, sudah menunjukkan pukul enam pagi.

Tidak lama kemudian, sebuah bus berhenti di depan halte. Sheila berdiri kemudian naik ke bus itu. Sepanjang jalan, hanya bayang-bayang perlakuan Marchel semalam yang bermunculan di benaknya.

***

***

***

****

Pagi sudah berganti siang ketika Marchel terbangun dari tidurnya. Sang dokter begitu terkejut saat terbangun dan mendapati dirinya tidak memakai selembar pakaian pun dan tubuhnya hanya tertutupi selimut tipis.

Menyadari apa yang telah terjadi, Marchel hanya dapat menjambak rambutnya sendiri, menyesali perbuatannya semalam.

"Apa yang sudah aku lakukan? Siapa gadis yang bersamaku semalam?" gumamnya.

Marchel menyandarkan punggungnya dengan frustrasi, berusaha mengingat gadis cantik yang semalam bersamanya di kamar itu. Pengaruh mabuk membuatnya melakukan hal yang tidak seharusnya.

Sheila... Aku sudah mengkhianatinya dengan tidur bersama wanita lain. Dia pasti akan sangat kecewa kalau mengetahuinya. Kenapa aku sebodoh ini. Marchel membatin.

Marchel kemudian memeriksa dompet dan juga ponselnya yang tergeletak di atas meja. Memeriksa satu persatu. Semuanya dalam keadaan masih utuh.

"Dia bukan seorang wanita penghibur. Semua masih utuh, dia tidak mengambil se-senpun. Lagipula gadis itu masih perawan. Dia tidak mungkin seorang wanita penghibur. Tapi siapa dia?" Marchel kembali bergumam-gumam sambil memikirkan seorang gadis cantik yang tidak dikenalnya.

Marchel pun segera bangkit dan memakai kembali pakaiannya. Segera menuju ke tempat dimana semalam dirinya mabuk-mabukan bersama Willy.

Sesampainya di tempat itu, Marchel menanyakan kepada beberapa petugas yang berjaga, namun rupanya tak ada seorang pun yang mengenal siapa gadis yang bersamanya semalam. Marchel pun semakin merasa frustrasi akibat rasa bersalah pada gadis itu.

Pikirannya kini tertuju pada sang istri. Marchel memejamkan matanya kasar, mengingat seorang gadis remaja yang berstatus sebagai istrinya.

Maafkan aku, Sheila... aku sudah berkhianat padamu.

****

**

1
WeDya
Luar biasa
WeDya
Kecewa
suryani duriah
Luar biasa
Relimawati Sihombing
terimakasih mantap
Ririn Nursisminingsih
wajarlah sheila melakukan balas dendam saking sakit hatinya dulu dibuly
Agung Antarini
Luar biasa
Katherina Ajawaila
darah tdk bisa di bohongi coba tes DNA, pasti anak kalian 🤫, aku SMP baca cerita ini berulang ulang thour, 😭
Katherina Ajawaila
kapok lo, cemen, dokter ngk tegas.
Katherina Ajawaila
mantul Shela 🥰
Katherina Ajawaila
ngk usah nyesel. Marchell itu akibat ngk gentele nya kamu sendiri, heran dokter ko tulalit. biar rasa 🤗
Katherina Ajawaila
semua salah Marshell, jadi hancur. ngk gentle, jijik. suami ngk jelas percuma dokter mana sumpah nya jadi dokter😡
Katherina Ajawaila
dokter specialis tapi bodok, tidurin istri rasa jalang x ya, jijik liat Marshell😡
Katherina Ajawaila
Rayhan kemana sih, plases thour, biar shella fi bawa kabur aja. mati bisa anak org, manah lg hamil🤭
Katherina Ajawaila
banci Marchel ngkgentle, blm. juga kamu SMP di Sulawesi, Shella udh di jadiin bulan2 an ibu mu., kabur Shella
Katherina Ajawaila
dasar suami edan, masa ngk. bisa tau rasa istri bau nya kan pasti rasa 🤑
Katherina Ajawaila
jadi deh belah duren Marshell
Katherina Ajawaila
kabur shella dari. pada jadi korban 🤫
Katherina Ajawaila
ya jauh laa ibu yg terhormat, ibu ngk tau aja Audry itu jaalang yg di di dtng kan kerumah Marchell🤣
Katherina Ajawaila
ibu, blm tau aja siapa sebenarnya anak mantumiu yg kau benci 😎
Katherina Ajawaila
pak aja Arman aja hormat sm Shella kamu siapa maya, mm mu hanta org yg bekerja jgn sombong, tunggu tgl mainnya🤫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!