Adinda Aira tidak menduga jika kekasihnya yang bernama Frans Albar telah memiliki calon istri yang akan segera ia nikahi.
Kini Adinda hamil.
Demi menutupi Aib itu, Frans memaksa Ryan Alaska yaitu teman sekaligus rekan kerjanya agar menikahi Adinda Aira untuk sementara saja. Frans berjanji akan menikahi Adinda setelah setahun pernikahannya dengan sang istri, Nia Devira.
Ryan terpaksa menerimanya karena hidupnya pada saat itu begitu bergantung kepada Frans dan sedang mengalami konflik besar dengan keluarganya.
Lantas apakah yang terjadi? Jika mereka ternyata sudah terjerat oleh rasa cinta yang dalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31- keputusan
Adinda dan Ryan memilih keluar dari ruangan itu karena Adinda tampak lemas, wajahnya sangat pucat pasi dengan kondisinya yang sedang hamil muda, ketakutan itu masih menghantuinya.
Ryan membopong Adinda keluar, Frans langsung memberikan kunci mobilnya agar bisa tenang membawa Adinda ke klinik atau rumah sakit terdekat.
Melihat hal itu terlihat raut wajah Nia Devira dalam tatapan sinis, penuh kecemburuan dan amarah, tidak suka melihat hubungan Ryan yang begitu memperdulikan Adinda, ditambah lagi Frans yang mendukungnya.
"Awas kamu Adinda, saat ini kamu berhasil selamat, tapi lihat saja nanti, anak yang ada di dalam kandungan kamu itu akan segera aku musnahkan, agar Ryan langsung menceraikan kamu dan ia bisa kembali kepada Vita, tidak habis pikir apa yang dilihat Frans dan Ryan dari si pel*cur murahan itu, aku benar-benar tidak ingin kalah darinya?" gumam sebel Nia.
Ryan akhirnya membawa Adinda ke sebuah klinik yang cukup besar untuk memeriksakan kondisi kehamilan wanita itu, nasib baik kandungan Adinda tidak berpengaruh, namun ia wajib mendapat perawatan infus paling cepat setengah hari, agar kesehatannya kembali normal.
Ryan mulai menyimpan nomor Nabila dan memintanya agar wanita itu segera datang dan melihat kondisi Adiknya.
Sembari menunggu Nabila, Pria itu terbaring di bad penjaga sejenak sambil memejamkan matanya dalam raut wajah cukup lelah penuh beban.
Dari atas bed, Adinda memperhatikan Ryan yang sesekali terbangun melihat ponselnya.
"Kasihan Ryan, dia pasti sangat lelah!" gumam Adinda tidak berani menyapa pria itu.
"Kau sangat kejam Frans!" sebuah tatapan dari seorang Adinda yang tidak akan pernah melupakan perlakuan Frans kepadanya.
Suasana kamar tampak sepi. Begitu Nabila telah sampai di parkiran dan memberitahukannya kepada Ryan dan Adinda. Tanpa kata, Pemuda itu langsung bangkit dan menuju pintu keluar.
"Ryan!" panggil lembut Adinda.
Mendengar itu, Reflek langkah Ryan terhenti sejenak.
"Terima kasih yah!" ucap lesu Adinda berusaha bangkit, Adinda yang culas kini berubah baik kepada Ryan, ia berjanji dalam hati akan membantu pemuda itu jika diperlukan.
Namun sikap dingin dan wajah murung Ryan, ia tidak berkata-kata apa-apa, ia hanya pergi begitu saja.
Nabila sempat melihat Ryan berjalan menuju ke arah mobil Frans, meski saling melihat, keduanya tidak tegur sapa.
"Lagi-lagi Ryan menolong Adinda, entah mengapa hati ini terus berharap, suatu hari nanti Ryan bisa mencintai Adinda!"
"Ah, sudahlah Nabila, kau jangan terlalu berharap!"
Gumam Nabila memandangi kepergian Ryan.
Dosen itu menepis lamunannya lalu berlari cepat mendapati kondisi Adinda.
*
Tangis Adinda pecah di pelukan sang kakak, iapun menceritakan semua kejadian mulai ia bertemu dengan Khaliza sampai dengan keluarga Frans dan Nia yang ingin menghabisinya nyawanya serta jasa Ryan yang menolongnya, meskipun semua itu atas perintah Frans.
"Frans kau memang kejam, kau tidak perlu membunuh adikku, cukup kembalikan saja kepadaku!" kutuk Nabila dalam hati, ia terus memeluk Adiknya, tanpa disadari perlakuan Frans sudah meninggalkan jejak mental buruk di dalam diri Adinda.
"Kakak benar, Ryan ternyata bukan orang sembarangan, ia adalah keponakan kandung Lim Woong dari Perusahaan Woong Asian Group yang berpusat di Singapura, hanya saja ia terbuang dari keluarganya karena konflik masalah mereka!"
"Benarkan, kakak pasti tidak salah lihat."
"Dinda tidak ingin menikah dengan Ryan kak, Dinda takut dengan pria-pria keturunan konglomerat begitu, Adinda ingin menikah dengan pria biasa saja!" pinta Adinda memohon kepada Nabila seperti mengalami trauma kecil.
"Sayang, bersabarlah, untuk saat ini menikahlah dengan Ryan, kakak janji, begitu anak itu lahir, jika kau ingin bercerai darinya, tidak apa-apa, kakak akan merawat dan membantumu dan kau bisa menjalankan butik pakaian, kosmetik yang sedang kakak rintis saat ini!" Adinda mengangguk langsung memeluk Nabila, membuat pikiran wanita itu menjadi lebih tenang.
*
Di waktu luang dan tersembunyi. Frans masih mencoba nekat untuk menelpon Adinda dengan nomor yang berbeda, mengkhawatirkan kesehatan Adinda Aira, sekaligus ingin meminta maaf, hanya itulah satu-satunya cara yang bisa menyelamatkan Adinda dan anaknya dari sergapan kejam Aditama, Nia, maupun Ayahnya sampai waktu yang dia tentukan untuk mengungkapkan yang sebenarnya.
Frans yang masih mencintai Adinda dan berharap suatu hari nanti akan kembali lagi kepadanya.
***
Demi untuk membersihkan nama baik keluarganya, Deny Sulaiman dan Aditama Lukman memberikan konfirmasi jelas di dunia publik bisnis dengan pernyataan Ryan melalui video cctv.
Dunia publik bisnis sontak dibuat heboh, gosip panas itu akhirnya justru kembali menampar wajah Lim Woong karena bagaimanapun Ryan tetap menyangkut nama besar keluarga Woong, meskipun pemuda itu sudah tidak lagi menjadi bagian dari keluarga Woong.
Aditama merasa puas berhasil mempermalukan orang nomor satu di Perusahaan Woong Asian Group itu. Persaingan bisnis mereka semakin panas. sangking bahagianya, Keluarga Aditama dan Deny sontak mengadakan pesta kecil sekaligus merayakan pesta pernikahan Frans dan Nia yang juga akan segera berlangsung.
***
Lim marah besar di ruangan kerjanya, Crush dan Elena juga ada disana.
(Bahasa menggunakan Inggris-Mandarin)
"Memalukan!!!!
Sudah aku katakan, sebaiknya kita tidak perlu ikut campur dengan urusan anak itu, dia bukan bagian keluarga Woong lagi melainkan pengkhianaaaaat" teriak Lim sangat marah menatap Elena.
"Mengapa kau harus malu, bukankah kau yang sudah membuangnya, sehingga ia menjadi santapan mangsa di luar sana, jika pernikahan itu harus berlangsung aku yang akan mengurusnya tanpa membawa nama Woong, kau tidak perlu ikut campur!" bentak tegas Elena.
"Crush, siapkan jadwal pertemuan dengan Tan dan Khaliza."
"Baik Madam!"
Di hati Elena, Ryan tidak pernah terbuang, ia adalah anak lelaki sulungnya, Elena sudah terlanjur menyayangi Ryan. Layaknya seorang ibu, jika sang anak sedang mengalami kesulitan, maka ibu lah, manusia pertama kali yang berada di garis terdepan untuk membela dan memperjuangkan anaknya.
Lim kembali terdiam, melamun di kursi singgasananya. Ia masih berdiri dengan keegoisannya, kecewa dan marah besar kepada Ryan.
"Anak itu memang keras kepala, bukannya kembali, justru buat ulah di luar sana, lihat saja, kau tetap tidak akan pernah mendapatkan bagian apapun," gumam kesal Lim.
***
"Crush, jangan biarkan ada pihak yang mengurus pernikahan Tan, kecuali aku!"
"Madam, apa ini justru tidak akan semakin mempermalukan Woong di dunia publik bisnis!"
"Bukankah kita sudah malu, konflik Yong, Tan dan Lim tidak bisa ditutupi lagi, semua sudah terlanjur mengetahuinya, akan lebih malu jika Woong tidak perduli, tapi aku hanya ingin menjalankan peranku sebagai seorang ibu, mengantarkan Tan kejenjang pernikahannya, itu terserah Lim, jika ia tidak ingin ikut campur!"
"Baiklah Madam, saya akan menyelesaikan semuanya!"
"Terima kasih Crush!"
*
Meskipun Lim tidak setuju, Elena Shera tidak perduli, ia wanita bangsawan berdarah Prancis yang sangat cerdas dan cantik.
Akhirnya Madam Elena terbang ke Indonesia tanpa sosok Lim Woong bersamanya, namun crush dan ajudan lainnya tetap mengawal wanita itu mengenakan jet pribadi milik Woong Asian Group.
Crush bergerak cepat mulai mempersiapkan gedung, gaun, makanan, fotografer, serta perlengkapan pesta lainnya yang cukup mewah, Madam Elena berniat akan mengadakan pesta yang sangat megah mengalahkan acara pernikahan Frans dan Nia tanpa membawa nama keluarga Woong.
*
B e r s a m b u n g