⚠️Ini hanya karya fiksi semata⚠️
“Kalau kau tak suka dengan sikap ku, kau boleh pergi, Dianna Chana.” Adipati Leon pemilik warisan yang takkan habis sampai 7 turunan dengan mudah mengganti Chana, bila wanita sebatang kara itu meminta pisah dengannya.
“Maafkan aku, aku yang salah! Aku janji enggak akan mencampuri urusan pribadi mu lagi, Leon.”
Tes!
Chana yang miskin tak bisa berkata apapun pada Leon yang selalu menduakannya berulang kali karena ia masih butuh pria tampan itu untuk membiayai sekolahnya yang mahal.
Namun semua berubah saat Leon melakukan kesalahan yang sangat bagi Chana.
“Pada hal kau sudah mengambil segalanya dari ku, tapi kenapa! Kau lakukan juga dengannya?! bangsat!” pekik Chana.
Plak!
Chana yang naik pitam menampar wajah tampan Leon.
“Cih! Bukannya kita langganan pelac*r?! Lagi pula kau bertahan karena uang, bukan cinta kan, Chana!” pekik Leon.
Kata-kata Leon yang begitu menyakitkan membuat Chana mengambil keputusan besar, yaitu meningga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertengkar
Chana yang mendengar hal itu langsung menatap tajam ke arah Aril.
“Benarkah?” seketika Leon merasa cemburu.
“Iya.” Aril menahan tawa saat melihat wajah sahabatnya yang terlihat marah.
“Siapa bilang? Enggak kok.” Chana tak mau ikut dalam permainan Aril.
Kemudian Leon melihat ke arah jam tangannya.
“Masih ada waktu satu jam, ayo! Makan siang bersama kami, kau pasti belum makan kan Chana?” demi curi-curi waktu dengan sang mantan Leon pun Rela mengisi perutnya yang telah terisi penuh.
“Aku sudah makan, hehehe...” Chana berbohong pada Leon.
“Ayolah sayang, jangan buang-buang waktu.” Leon yang usil membuat Chana menoleh ke arah Rena.
“Apa? Yang di ajak hanya kau sajakan?” Rena pun tersenyum penuh makna.
“Ya sudah, aku keluar dulu.” Chana terpaksa ikut, karena ia takut Leon mengatakan sesuatu yang aneh di hadapan Rena.
Kemudian Chana pun membuka jas putihnya, lalu keluar dari ruang Farmasi.
“Ayo!” seru Chana dan ketiganya pun berjalan bersamaan menuju Kafe.
Keysa yang memata-matai Leon tak mau kehilangan jejak, ia pun langsung mengabadikan momen tersebut melalui kamera handphonenya.
“Ehhehehe... dapat aliran dana lagi nih.” Keysa tertawa cengengesan.
🏵️
Sesampainya di kafe Leon dengan cepat menarik bangkunya agar lebih dekat dengan Chana.
“Ya ampun, biasa saja dong! Ku pikir setelah 9 tahun kau sudah punya istri, tapi siapa sangka sampai sekarang kau masih mengejar-ngejar mantan pacar mu?!” Aril meledek Leon.
“Apa boleh buat, wajah cantiknya membuat ku sulit untuk melupakannya.” Leon mengatakan isi hatinya yang sebenarnya.
“Cuit cuit!!!” Aril menggoda Chana yang pura-pura tenang.
“Kalian berdua apa-apaan sih?! Pada hal sudah pada tua juga!” Chana kesal karena harus menahan malu di hadapan keduanya.
“Iya! Kau benar, tapi Leon masih betah sendiri, apa kau juga masih jomblo?” tanya Aril dengan penuh selidik.
“Aku sudah menikah.” Chana mengakui statusnya pada Aril dan Leon.
Sontak Aril menatap ke arah Chana. “Kau serius?” Aril tak percaya dengan yang Chana katakan.
”Iya, sudah 6 tahun aku menjadi istri orang.” Chana berharap Leon mau mengerti setelah mendengar pengakuannya.
“Bohong! Dia masih lajang aku lihat sendiri di CV nya,” ujar Leon
Lalu Chana menatap tajam wajah Leon yang tersenyum manis padanya.
“Kenapa sih kau susah banget percaya sama orang hidup? Lagi pula aku sudah tidak mencintai mu! Hah!” Chana merasa gerah dengan sifat Leon yang ingin pendekatan terus padanya.
“Ku tunggu janda mu,” pungkas Leon.
“Sialan!” Chana yang grogi berulang kali merapikan rambutnya yang di sanggul.
Sedang Aril yang menyaksikan tingkah lucu keduanya dapat menyimpulkan kalau Aril dan Chana masih sama-sama mencintai.
“Sudah-sudah jangan bertengkar, sebaiknya kita pesan makan sekarang, kalian mau apa?” tanya Aril pada keduanya. .
“Ayam geprek level 10.” Chana dan Leon memesan menu yang sama. Sontak Leon tertawa terbahak-bahak.
“Hahaha... sejak kapan kau suka pedas?” Leon yang biasa dingin kali itu terlihat humoris hingga Chana dan Aril melihat satu sama lain.
“Bukan urusan mu.” Chana berlagak cuek pada Leon yang sebenarnya sudah berhasil masuk ke dalam hatinya kembali.
“Baiklah, kalau begitu kita pesan menu yang sama hari ini.” Aril pun memanggil pramusaji kemudian memesan ayam geprek 3 porsi.
10 menit kemudian makanan mereka pun di hidang di hadapan mereka masing-masing.
“Ayo! Habiskan makanan kalian, setelah itu baru tempur lagi!” Seru Aril dengan bersemangat.
“Tunggu sebentar.” Leon yang tahu Chana punya penyakit maag membersihkan cabai merah yang menyelimuti dada ayam Chana.
“Leon! Enggak sopan banget sih! Itukan piring ku!” Chana marah karena Leon bertindak sesuka hati padanya.
“Aku belum lupa kalau kau pernah menangis tengah malam, meminta ku untuk membeli obat maag untuk mu,” ucap Leon.
“Dan kau datang pagi karena pergi ke pesta dansa dengan Pinkan.” Chana menarik piringnya dari Leon.
“Karena itu aku ingin menjaga mu mulai sekarang, aku ingin memperbaiki kesalahan ku di masa lalu,” ucap Leon.
“Sudah ada orang lain yang melakukannya.” kemudian Chana memakan ayam geprek nya.
“Aku yakin kau pasti di cerai, kalau suami mu tahu kau masih sangat mencintai ku.” Leon berkata demikian karena ia sangat yakin Chana masih memiliki perasaan padanya.
Tak!
Chana meletakkan sendok nya ke atas piringnya.
“Do'a macam apa itu?” ucap Chana dengan memberi tatapan mata tajam ke Leon.
“Hei, sudah-sudah... kenapa kalian jadi bertengkar? Leon... Chana... apa kalian enggak bisa memaafkan satu sama lain?” Aril mencoba mendamaikan keduanya.
“Aku sih mau saja, tapi lihat dia! Dulu menyia-nyiakan aku! Menyiksa batin ku! Membuat masa depan ku hancur! Sekarang malah ingin bersama ku, kau pikir aku mau sama buaya darat seperti mu?! Sok ganteng! Pada hal suami ku lebih keren dari mu tahu!” Chana yang kesal membandingkan suaminya dan mantan kekasihnya.
“Apa?!” Leon marah karena Chana membanggakan Stefan di hadapannya.
“Ya ampun kalian berdua! Kenapa malah bertengkar?!” pekik Aril.
“Nasehati tuh sahabat mu!” Chana yang tak ingin makan satu meja dengan Leon bangkit dari duduknya.
“Mau kemana?” tanya Leon.
“Mau pindah meja! Kau berisik!” ucap Chana.
“Duduk! Jangan buat aku marah.” wajah tegang Leon membuat Chana jadi serba salah.
Karena ia tahu Leon yang kurang waras di matanya akan melakukan hal gila kalau sampai tidak menurut kemauan mantan kekasihnya itu.
“Tapi kau harus janji jangan membahas apapun lagi,” pinta Chana.
“Iya.” setelah saling sepakat ketiganya pun makan dengan tenang.
Selama mereka makan Leon terus menatap Chana tanpa henti.
Genit banget sih dia! batin Chana.
Chana mengelus tengkuknya karena malu, Matanya juga teras silau karena tak dapat melihat ke arah lain karena Leon.
Aril yang ada di antara keduanya pun jadi merasa kalau dirinya hanyalah obat nyamuk belaka.
Setelah selesai makan Leon dan Aril sama-sama mengambil dompet dari saku mereka.
“Biar aku yang bayar.” Leon yang pantang memakan uang orang lain tak mau jika Aril mentratirnya dan Chana.
“Aku saja, lagi pula aku belum pernah membayar makanan mu,” ujar Aril.
“Tidak, biar aku saja, sejak aku jomblo uang yang ada di rekening bank ku hampir meledak, jadi biarkan aku membaginya untuk kalian.” Leon pun mengambil bil yang ada di atas meja.
“Hanya 300 ribu.” kemudian Leon meletakkan uang sesuai nominal yang tertera.
Chana yang melihat tingkah aneh Leon hampir tertawa, karena mantan kekasihnya tak pernah berubah dari dulu hingga sekarang.
“Apa kau punya uang bensin Ril?” Leon berniat memberi uang jalan pada Aril.
“Xixixi...” tanpa sadar Chana kelepasan.
Sontak Aril dan Leon menoleh ke arah Chana yang baru saja tertawa.
“Apa ada yang lucu?” tanya Aril.
“Tidak, sudah dulu ya aku mau masuk duluan.” Chana bangkit dari duduknya.
“Sama-sama saja,” ucap Leon.
“Enggak ah! Aku enggak mau kena gosip baru karena dirimu!” setelah itu Chana beranjak dari cafe meninggalkan Aril dan Leon.
...Bersambung......
sukses trs tuk karya2nya 💕💕💕💕
makin kesini kenapa malah terlihat murahan. lagi² dgn alasan cita² mau jd duri rumah tangga wanita lain. 6 thn jadi istri simpanan ky biasa saja.. masa ga ada sedikitpun percikan cinta utk stefan(terlepas stefan sikopet/dia kan ga tau). malah berharap balikan lagi dgn aa leon...
helooooo..... kamu kapan suksesnya dan kapan balas dendamnya ke om dan tantemu....?????
maaf ya thor ini cm kesan pribadiku trhdp chana, bukan karyamu...kalau karyamu mah ky mengandung magis. begitu baca ga bisa berhenti sblm habis bab.
karyamu keren thor...
lagian itu sdh kewajiban seorang ibu merawat dan membesarkan