NovelToon NovelToon
Affair In Berlin

Affair In Berlin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Selingkuh / Cinta Terlarang / Beda Usia / Careerlit
Popularitas:35.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Meski sudah menikah, Nabila Rasmini tetap menjadi aktris ternama. Filmnya laku dan dia punya banyak fans. Namun tak ada yang tahu kalau Nabila ternyata memiliki suami toxic. Semuanya tambah rumit saat Nabila syuting film bersama aktor muda naik daun, Nathan Oktaviyan.

Syuting film dilakukan di Berlin selama satu bulan. Maka selama itu cinta terlarang Nabila dan Nathan terjalin. Adegan ciuman panas mereka menjadi alasan tumbuhnya api-api cinta yang menggebu.

"Semua orang bisa merasakan cemistry kita di depan kamera. Aku yakin kau pasti juga merasakannya." Nathan.

"Nath! Kau punya tunangan, dan aku punya suami. Ini salah!" Nabila.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30 - Niat Mengakhiri

Nathan terdiam cukup lama di ujung telepon setelah kalimat terakhir Dini meluncur. Suara klakson dan hiruk-pikuk lokasi syuting masih terdengar samar di belakangnya, tapi pikirannya sudah jauh melayang.

“Din,” ucapnya akhirnya, nadanya lebih rendah dari biasanya. “Ini bukan soal mau atau tidak. Aku cuma… kaget.”

“Kaget kenapa?” suara Dini terdengar manja tapi mengandung tekanan. “Kita sudah tunangan. Bukankah wajar kalau lanjut ke pernikahan?”

Nathan mengusap tengkuknya. “Aku lagi di luar negeri. Banyak hal yang harus kupikirkan. Jangan diputuskan sepihak.”

“Hm.” Dini mendengus kecil. “Aku cuma ingin kepastian. Jangan lama-lama.”

Telepon ditutup tak lama kemudian. Nathan menatap layar ponselnya beberapa detik sebelum memasukkannya ke saku jaket. Dadanya terasa berat, seolah ada simpul yang semakin mengencang.

Syuting hari itu akhirnya selesai menjelang malam. Lampu-lampu set dipadamkan satu per satu, kru mulai berkemas. Nathan keluar dari lokasi dengan langkah lambat. Di seberang jalan, Nabila sudah menunggunya, mengenakan mantel panjang dan syal tebal, wajahnya setengah tersembunyi dari dingin.

“Kau kelihatan capek,” kata Nabila begitu Nathan mendekat.

“Bukan cuma capek,” jawab Nathan sambil tersenyum kecil. “Lapar juga.”

Nabila terkekeh. “Aku tahu tempat sandwich enak, tapi sederhana. Mau?”

Mereka berjalan menyusuri trotoar, berhenti di sebuah kios kecil di pinggir jalan. Lampu kuning temaram menerangi etalase sederhana. Mereka memesan sandwich hangat dan dua cangkir kopi take-away, lalu duduk di bangku panjang yang menghadap jalan.

Nathan membuka bungkus sandwichnya tanpa langsung menggigit. Ia menatap lalu lintas Berlin yang mengalir pelan. “Aku belum pernah benar-benar cerita soal pertunanganku.”

Tangan Nabila yang memegang kopi sedikit menegang. Ia menoleh, berusaha terlihat santai. “Kau nggak wajib cerita kalau belum siap.”

“Aku mau,” kata Nathan cepat. “Karena aku merasa… tidak adil kalau kau tidak tahu.”

Ia menarik napas dalam. “Aku dijodohkan. Dari awal. Hubungan kami dibangun di atas ekspektasi keluarga, bukan perasaan. Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa itu cukup.”

Nabila menunduk, menatap permukaan kopinya. Uap hangat naik perlahan, kontras dengan perasaannya yang mulai dingin. “Dan sekarang?”

“Sekarang aku sadar aku bohong pada diriku sendiri,” lanjut Nathan. “Dan mungkin juga pada Dini.”

Kalimat itu membuat dada Nabila terasa sesak. “Dia ingin mempercepat pernikahanmu,” katanya pelan, seolah memastikan.

Nathan mengangguk. “Baru saja menelepon.”

Hening sejenak. Suara kota terasa lebih keras di telinga Nabila. Ia menggigit bibir, berusaha menahan rasa gundah yang merambat cepat. “Kalau begitu… aku harus jujur juga,” katanya akhirnya. “Fakta itu membuatku takut.”

Nathan menoleh penuh perhatian. “Takut kehilangan?”

“Takut berharap,” jawab Nabila jujur. “Aku tidak ingin jadi seseorang yang berdiri di antara keputusan besar hidupmu.”

Nathan meletakkan sandwichnya, lalu menatap Nabila dengan sungguh-sungguh. “Aku tidak ingin kau berada di posisi itu. Dan karena itu… aku sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri pertunangan ini.”

Mata Nabila membesar. “Nathan… itu bukan keputusan kecil.”

“Aku tahu,” sahutnya mantap. “Tapi aku juga tahu, melanjutkan pernikahan tanpa kejujuran jauh lebih kejam.”

Nabila menelan ludah. Ada perasaan hangat bercampur takut di dadanya. “Bagaimana dengan keluargamu? Publik?”

Nathan tersenyum miris. “Aku aktor. Hidupku selalu dinilai. Tapi untuk sekali ini, aku ingin memilih dengan jujur.”

Angin malam berembus lebih dingin. Nabila merapatkan mantelnya. “Aku tidak ingin jadi alasan yang membuatmu disalahkan.”

“Kau bukan alasan,” tegas Nathan. “Kau hanya membuatku sadar.”

Mereka kembali menggigit sandwich masing-masing, tapi rasanya tak lagi sama. Di antara mereka, ada keheningan yang sarat makna, bukan canggung, melainkan penuh pertimbangan.

“Apa pun keputusanmu nanti,” ujar Nabila akhirnya, “aku ingin kau melakukannya karena itu benar untukmu. Bukan karena aku.”

Nathan tersenyum lembut. “Itulah yang membuatku semakin menghormatimu.”

1
Tiara Bella
apakah semua itu kerjaan Lukman....kejam bngt semuanya bs dia setir sesuai kemauan dia
Rommy Wasini Khumaidi
tidak bisa dari cara depan,ganti haluan kita tusuk dari belakang ya Bil,kalau dri belakang gk bisa dri samping,dari bawah,dari atas opsi terakhir kita serahkan padaNya saja
Tiara Bella
bagus Nabila main cantik aja....biar Lukman lengah km bs bergerak....
Cindy
lanjut
🦋⃞⃟𝓬🧸𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 Erti🌻͜͡ᴀs♉
kalau lukman bicara rekam saja bil setelah dapat bukti tembak sampai mati.
billa dipenjara tidak papa menyelamatkan semua korban lukman gak akan lama nanti para saksi akan muncul sendiri.
modelan lukman kalau gak dead gak akan berhenti
Kostum Unik
Jgn goyahhh.. Emg mau hidup selamanya sama orang tengik modelan begitu..
Rommy Wasini Khumaidi
👍👍
Rommy Wasini Khumaidi
ide apa itu Bil,sini reader dibisikin biar gk penasaran
Tiara Bella
apa yg akan dilakukan Nabila ya....semoga berhasil ya....
Cindy
lanjut
Tiara Bella
semoga ada jalan keluarnya untuk Nabila sm Nathan ya....
Rommy Wasini Khumaidi
ayok semangat Nathan,Nabila.percayakan pada Tuhan Maha penentu segalanya,bukan pada manusia.aku percayakan takdir mereka sama Author yang budiman
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
labih baik katakan sekarang daripada tidak sama sekali dan akan timbul rasa penyesalan
Tiara Bella
Nabila sm Nathan cintanya lg diuji....pasangannya sm² bermasalah.....
Rommy Wasini Khumaidi
aku mendukungmu Nath,ikuti saja alurnya Nath
Rommy Wasini Khumaidi
udah lah,sama² tak berdaya seperti Nabika,rejeki bukan cuma jadi artis saja,harta bisa dicari Nath,yang penting kamu bahagia dulu.mulai dari 0 dengan Nabila,pergi yang jauh sampai Herman & Lukman tak menemukanmu
D_wiwied
nah gini nih, cowok yg tegas n punya prinsip ga plin plan 👍👍
Rommy Wasini Khumaidi
aku mendukungmu Nabila,tenang ada Tuhan dan pastinya Author yang baik hati,tidak seombong,suka menolong...wkwkwk
Eka Kaban
maju tak gentar membela yang bayar🤣🤣
Eka Kaban
no komentar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!