NovelToon NovelToon
Cinta Pertama Dan Takdir Keluarga

Cinta Pertama Dan Takdir Keluarga

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sandi Wabaswara

Episode 1 – Pertemuan yang Tak Pernah Terduga
Arga Wibawa adalah putra dari seorang ayah yang memiliki perusahaan ternama di Jakarta. Takdir mempertemukannya kembali dengan Alya Putri Kirana, cinta pertamanya yang tak pernah bisa ia lupakan.
Sejak perpisahan mereka di bangku SMA, Arga harus mengikuti kedua orang tuanya pindah ke Bali karena ayahnya mendapatkan proyek besar di sana. Mau tak mau, Arga meninggalkan Jakarta dan melanjutkan pendidikan kuliahnya di Pulau Dewata. Meski waktu terus berjalan, bayangan Alya tak pernah benar-benar pergi dari pikirannya.
Bertahun-tahun kemudian, Arga akhirnya lulus dari kuliahnya. Dengan tekad yang kuat, ia memutuskan kembali ke Jakarta untuk mencari sang pujaan hati. Sebulan setelah kelulusannya, Arga bersiap dan terbang menuju kota yang penuh kenangan itu.
Setibanya di Jakarta, Arga mulai mencari pekerjaan sambil berusaha menelusuri keberadaan Alya.
Sementara itu, kehidupan Alya tak berjalan semulus ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandi Wabaswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 – Di Ujung Takdir dan Pengorbanan

Arga mengerahkan seluruh sisa tenaga yang ia miliki. Setiap napas terasa berat, setiap langkah seperti menapak di atas duri. Namun ia terus bertahan. Demi Alya. Demi keluarga yang kini berada di balik pintu mobil itu.

Satu per satu anak buah Rayhan berhasil ia lumpuhkan. Tubuhnya penuh memar, lengannya gemetar, napasnya terengah. Namun tekadnya belum runtuh.

Aku harus bertahan demi Alya, gumam Arga dalam hati.

Kini, hanya tersisa Rayhan.

Rayhan melangkah maju dengan tatapan penuh kebencian. Tanpa ragu, ia melancarkan serangan. Arga menepis dengan sisa tenaga, lalu berbalik memancing Rayhan menjauh dari mobil tempat Alya dan keluarganya berlindung.

Arga berlari ke arah gelap, menjauh dari jalan utama.

“Mau lari ke mana kau!” bentak Rayhan sambil mengejar.

“Ke sini, kalau kau berani!” balas Arga tegas.

Rayhan tertawa keras.

“Bajingan! Rupanya kau masih bisa bertahan, ya!”

Namun tubuh Arga mulai goyah. Kelelahan, luka, dan darah yang terus mengalir perlahan menggerogoti kekuatannya. Langkahnya semakin melambat. Hingga akhirnya, sebuah serangan keras membuatnya terjatuh ke tanah.

Arga terkapar. Dadanya naik turun, pandangannya mulai kabur.

Rayhan berdiri di hadapannya, tertawa puas.

“Lihat dirimu sekarang. Semua keberanianmu sia-sia.”

Arga mencoba bangkit, namun tubuhnya tak lagi mampu menurut. Rasa nyeri menjalar ke seluruh sendi. Namun di benaknya, wajah Alya terus terbayang, menjadi satu-satunya alasan untuk tetap membuka mata.

“Arga!” teriak Alya panik.

Tanpa berpikir panjang, Alya membuka pintu mobil dan berlari keluar.

“Alya, jangan!” seru Pak Hermawan dengan suara gemetar.

“Nak, di luar sangat berbahaya!” tambah ibu tirinya dengan panik.

Namun Alya tak menghiraukan. Air matanya mengalir deras saat ia berlari menghampiri Arga.

“Aku tidak peduli,” tangisnya pecah. “Aku hanya peduli dengan Arga.”

Ia berlutut di samping Arga, memeluk kepalanya dengan gemetar.

“Bangun, Ga… tolong bangun…”

Arga membuka mata perlahan. Melihat Alya di hadapannya, senyum tipis terukir di bibirnya yang pucat.

“Kamu… kenapa keluar…” bisiknya lemah.

“Aku nggak bisa membiarkan kamu sendirian,” isak Alya. “Aku di sini, Ga…”

Rayhan menatap pemandangan itu dengan tatapan dingin.

“Menarik,” gumamnya. “Akhirnya kalian berkumpul.”

Ia melangkah mendekat.

Arga mencoba bangkit, namun tubuhnya kembali jatuh. Alya memeluknya erat, seolah ingin melindungi dengan tubuhnya sendiri.

“Jika kau ingin menyakitinya,” ucap Alya dengan suara bergetar namun penuh keberanian, “kau harus melewati aku dulu.”

Rayhan terdiam sesaat, menatap Alya dengan emosi yang berkecamuk. Antara cinta, dendam, dan harga diri yang hancur.

Detik itu, waktu seolah berhenti.

Di antara gelap malam dan suara napas yang tertahan, takdir mereka berdiri di ujung paling rapuh — menunggu satu keputusan yang akan mengubah segalanya.

Rayhan berdiri terpaku, menatap Alya dan Arga dengan sorot mata penuh amarah dan kekecewaan. Dadanya naik turun, napasnya berat, seolah hatinya sendiri sedang berperang.

“Baiklah… kalau begitu,” ucap Rayhan pelan, nadanya bergetar menahan emosi, “jika kalian ingin mati bersama…”

Kalimat itu terasa pahit baginya. Bukan karena iba, melainkan karena perempuan yang kini berdiri di hadapannya adalah sosok yang sejak awal sangat ingin ia miliki.

Rayhan teringat pertama kali bertemu Alya. Saat kedua orang tua Alya mengenalkannya, hatinya langsung terpaut. Cinta pada pandangan pertama. Namun takdir mempermainkannya. Alya sudah memiliki kekasih sejak SMA—Arga—yang terpisah oleh jarak dan keadaan, ketika Arga harus mengikuti orang tuanya pindah ke kota lain.

Sejak saat itu, obsesi Rayhan tumbuh. Bukan sekadar ingin memiliki, melainkan harus memiliki.

“Menjauh, Alya!” bentak Rayhan. “Biar aku buat mampus lelaki tak berdaya ini!”

“Tidak!” teriak Alya. Tubuhnya gemetar, namun ia tetap berdiri melindungi Arga. “Jika kau ingin membunuhnya, bunuh aku juga!”

Rayhan terkejut.

“Apa yang kau katakan?!”

“Lebih baik aku mati bersamanya daripada hidup denganmu!” suara Alya bergetar, namun penuh keberanian. “Aku tidak sudi hidup bersama orang yang sombong, munafik, dan tak beretika. Jangan karena kau punya harta, kau merasa bisa membeli segalanya, termasuk perasaan!”

Rayhan tercengang. Kata-kata itu menghantam harga dirinya tanpa ampun. Tak pernah ada yang berani berbicara seperti itu padanya.

“Banyak omong kau, Alya!” teriak Rayhan penuh amarah. “Baiklah! Kalau itu maumu, akan kuhabisi kalian berdua!”

Ia tertawa keras, namun tawanya terdengar kosong, dipenuhi dendam dan luka.

“Pergi, Alya…” bisik Arga lemah. Nafasnya tersengal, tubuhnya nyaris tak mampu bergerak. “Biarkan aku saja…”

Alya menggeleng kuat. Air matanya jatuh deras.

“Tidak. Lebih baik kita mati bersama. Aku tidak sudi hidup di dunia ini dengan orang yang tak memiliki moral.”

Alya memeluk Arga erat, seolah ingin melindunginya dengan seluruh jiwanya.

“Aku mencintaimu, Ga… sejak dulu, sampai akhir hidupku.”

Arga menatap Alya dengan mata berkaca-kaca.

“Dan aku… hidup hanya untukmu…”

Detik itu, dunia seakan berhenti berputar. Di antara cinta, dendam, dan pengorbanan, takdir berdiri di ujung paling rapuh.

Satu langkah lagi, dan segalanya akan berubah selamanya.

1
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Maulana Hasanudin
cerita sangat menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!