Flavia Gu, adalah anak dari selir kesayangan Tuan Gu. Dibawa olehnya masuk ke dalam keluarga Gu. Ketika ibunya meninggal .
Namun, tidak pernah dianggap sebagia anggota keluarga Gu. Bahkan dia harus menghidupi dirinya sendiri dari keahlian yang dia miliki. Keahlian yang dia sembunyikan dengan baik.
Tidak hanya itu saja, bahkan Flavia dijadikan tumbal malam pertama untuk menggantikan peran Olivia Gu yang ingin menjadi menantu utama keluarga Lin .
Siapa sangka Flavia yang selama ini diam akan menyerang balik mereka semua, yang pernah mencelakainya. sampai pada akhirnya takdir membawa Flavia ke pangkuan Eryk Lin, seorang Mysophobia yang sengaja memilih menjadi dokter Forensik demi mengatasi rasa takutnya yang berlebihan.
Akankah ketika konflik bersemi, justru malah akan membuat keduanya saling jatuh cinta dan menginginkan satu sama lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TUAN MUDA KECIL
Pria itu mendekat sambil memutar-mutar pisaunya. Flavia melihat ada satu set alat bedah. Flavia mengambil sebuah gunting. Lalu dengan sigap melemparkannya ke paha pengawal itu.
Pengawal itu kehilangan keseimbangan, lalu terjatuh. Flavia menarik istri Alex untuk berlari lagi. Namun, tiba-tiba tangan Flavia di tarik oleh pria itu hingga dia terjatuh.
Flavia jatuh menelungkup. Namun dia berhasil melindungi perut besarnya itu dia menahan tubuhnya dengan kedua tangannya, lalu membalikan badan, dia duduk dengan sambil melindungi perutnya lagi.
"Mati saja kau!" teriak pengawal itu.
Dor! Terdengar suara tembakan yang memekakan telinga, Flavia menutup matanya. Merasa masih bernapas dia pun membuka kedua matanya.
Asisten He berdiri di hadapan Flavia dengan sambil memegang pistolnya, "Nona maafkan aku karena lamban. Apa nona baik-baik saja."
"Alex ... istrimu mau melahirkan. Cepat bawa dia ke rumah sakit!" perintah Flavia.
Alex dengan cepat langsung saja membawa istrinya itu untuk melahirkan.
"Aku baik-baik saja," jawab Flavia.
"Nona sebaiknya kita pergi dari sini, Tuan Henry akan datang ke sini bersama jajarannya," jelas Asisten He.
"Mereka membawa wanita hamil yang lainnya," ujar Flavia.
"Orang kita sudah mengurus tentang hal itu," jawab Asisten He.
Asisten He membawa Flavia pulang ke Mansion Mo. Sementara klinik rahasia itu sudah hancur oleh kebrutalan asisten He.
Di Mansion Mo, ketika di pagi hari perut Flavia tiba-tiba kram lagi. Semua dokter Tuan Mo terlihat hiruk pikuk memeriksanya.
Pada saat ini kepala pelayan datang, lalu membisikan sesuatu kepada Tuan Mo.
Dengan langkah cepat Tuan Mo pergi menemui tamu misterius yang dikatakan oleh kepala pelayan.
"Siapa kalian!" hardik Tuan Mo.
"Kami akan membawa Nona Flavia Gu," ujar mereka.
"Siapa Tuan kalian?! tanya Tuan Mo.
"Austin Long," jawab mereka.
"Keluarga Long," ujar Tuan Mo.
"Apakah itu Tuan Austin yang menghancurkan Geng Luen ketika di usia masih kecil?" tanya Tuan Mo.
"Ya Tuan," jawab orang-orang Austin.
"Tuan Long mengenal Flavia?" tanya Tuan Mo penasaran.
Salah satu dari mereka maju dan berkata, "Tuan jangan buang-buang waktu, kami harus membawa Nona Flavia sekarang," ujar mereka lagi.
"Apa maksudnya?" tanya Tuan Mo.
"Tuan Long bilang, kandungan Nona Flavia harus segera ditangani, jika ingin bertahan," jawab salah satu dari mereka lagi.
"Apa buktinya jika kalian adalah orang tuan Long?" tanya Tuan Mo.
Salah satu dari mereka maju dan memberikan plakat keluarga Long. Melihat itu Tuan Mo pun percaya, lalu membiarkan mereka membawa Flavia.
Flavia di jemput oleh pesawat Jet Long Corp dan langsung di bawa ke Jepang.
Austin sudah mengatur melalui kekuasaan Henry Lin, jika sampai masa kelahiran bayi, maka flavia akan tinggal di sana.
Setelah kepergian Flavia, Tuan Mo segera mengatur asisten He untuk ikut pergi ke sana, mendampingi Flavia. Sindikat penjualan bayi itu memang sudah terbongkar. Namun, otak utamanya masih belum bisa di raih. Paman Lin dan Gu yun Yan masih bebas. Dalam rekaman yang di serahkan oleh Felix tidak satu pun memperlihatkan wajah Paman Lin. Pria licik itu benar-benar bermain dengan bersih.
Henry berpikir jika ada penghianat, itu artinya lingkaran kawanan serigala hitam itu tidak bisa dianggap remeh. Karena itu ketika Austin Long meminta bantuannya untuk melindungi Flavia, dengan cepat Henry langsung mengatur kepergian Flavia.
Eryk sudah lama tidak mendengar kabar Flavia. Hari ini memutuskan untuk membawa Nyonya Lin ke rumah Flavia. Namun, alangkah terkejutnya ketika mendengar berita dari Dokter Song, jika Flavia sudah tidak ada di sini lagi.
"Dia pergi ke mana?" tanya Eryk.
Dokter Song menggelengkan kepalanya, karena dia juga tidak mengetahui tentang kepergiam Flavia.
Eryk tidak bisa percaya selama belum memastikannya sendiri. Dia pun pergi melajukan mobilnya ke rumah Flavia.
Berkali-kali menekan bel namun, tidak ada yang membuka pintu. Melihat melalui jendela, sama sekali tidak menemukan jejak adanya Flavia di dalam rumah.
Hati Eryk terasa sakit, dia pun terduduk lunglai di depan pintu rumah Flavia. Asisten He menperhatikan ini dari kejauhan, lalu melajukan mobilnya menuju ke bandara. Setelah menyelesaikan beberapa masalah Klan Naga Hitam. Barulah dia pergi ke Jepang untuk menjaga Nona Mudanya itu.
Di jepang, Austin meminta putranya, Darren dan Alicia, menantunya itu untuk merawat Flavia.
Di tangan Alicia, kendungan Flavia semakin kuat. Tidak membutuhkan waktu lama Alicia dan Flavia menjadi teman dekat.
Mereka sering berdiskudi tentang tanaman herbal yang Daren dan Alicia tanam.
"Hebat sekali," puji Flavia ketika melihat rumah kaca yang Alicia buat.
"Ayo! kita kembali. Beberapa hari lagi kau akan melahirkan. Jadi kita simpan tenaganya ya," nasehat Alicia.
Alicia dan Darren sudah menghitung waktu kelahiran Flavia, jadi semua sudah di persiapkan dengan rapih untuk kelahiran ini.
Tuan Mo juga sudah di beritahu tentang ini oleh asisten He. Di Mansion Mo, setiap malam selalu mengadakan doa bersama, demi kelancaran kelahiran Flavia.
Tengah malam, ternyata tanda-tanda kelahiran maju dua hari dari yang telah terjadwal. Flavia mengambil ponsel diatas nakasnya lalu menghubungi asisten He, "sepertinya aku akan melahirkan," ujar Flavia.
Kantuk asisten He langsung saja menghilang, dia melompat dari ranjang, berganti baju dengan cepat, lalu segera menggendong Nonanya itu ke rumah sakit.
Flavia masuk ke ruang bersalin, asisten He menunggui dengan perasaan yang luar biasa panik. Bagaimana pun juga dia sudah menemani bayi ini bertumbuh, mengalami hal-hal yang mendebarkan bersama si bayi semenjak masih dalam kandungan.
Flavia melahirkan secara normal. Dan terdengarlah suara tangisan kencang mengelegar, memekakan telinga. Asisten He meneteskan air mata, ini adalah suara Tuan Muda kecilnya, Lantang dan keras. Sementara itu di kediaman Lin, Eryk tersentak terbangun, dia memegangi dadanya yang berdegup kencang. Dia pun turun dari ranjangnya dan langsung membuka tirai jendela kamarnya.
Eryk menatapi bulan purnama penuh, 'Sepertinya ada sesuatu yang penting yang baru saja terjadi' rasa di hati Eryk berkata seperti itu.
Di rumah sakit, Flavia menangis terharu. Putranya terlahir sehat, sangat sehat. Setelah dibersihkan oleh perawat, maka perawat langasung memberikan bayi mungil itu untuk di peluk dan di susui ASI yang pertama kali keluar.
Pada saat ini Asi yang keluar di sebut kolostrum. Ini adalah ASI yang keluar pertama kali. Berbeda dengan warna susu pada umumnya, kolostrum memiliki warna putih agak kekuningan.
Tekstur kolostrum itu sendiri cenderung kental. Itulah mengapa tidak sedikit ibu yang belum memahami dan mengira kolostrum merupakan jenis ASI yang kurang baik.
Padahal, justru ada banyak zat gizi penting yang terkandung di dalam jenis ASI kolostrum ini.
Kolostrum berwarna kuning keemasan disebabkan oleh tingginya komposisi protein dan sel-sel hidup. Memiliki fungsi untuk membersihkan usus bayi, membantu mencegah bayi kuning. Selain itu Kolostrum mengandung Imunitas pasif yang dapat membantu melindungi bayi dari serangan bakteri dan virus penyebab penyakit.
Bayi laki-laki itu langsung saja menggeliat mencari sumber kolostrum, dan langsung menghisapnya ketika mulut mungilnya itu menemukan sumber itu.
"Hei, pelan-pelan saja, tidak akan ada yang berebut denganmu," ujar Flavia seraya tersenyum.
Di Mansion Mo, semua bersorak gembira ketika mendengar Tuan Muda Kecil telah hadir.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
DUKUNG NOVEL ini dengan :
- Vote
-Like
-Komen
- Tap favorit yang tanda hati ya
- Poin, hadiah.
🤗🤗🤗 LEMPAR VOTE DAN POIN YANG BANYAK YAH GAES
DUKUNG JUGA FLAVIA DAN ERYK, YANG SEDANG IKUT LOMBA NOVEL GENRE WANITA MANDIRI
beda dari yang lain disini juga banyk ilmu yang dijelaskan...
Love bangett Karya Nita
Yaa, emang sih klo gda adegan itu, kasusnya g muncul ya? 🤭