NovelToon NovelToon
Penghubung Tiga Dunia (The Envoy Of Three Realms)

Penghubung Tiga Dunia (The Envoy Of Three Realms)

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di alam semesta, eksistensi terbagi menjadi tiga: Alam Langit (Tempat para Dewa), Alam Manusia, dan Alam Bawah (Tempat Iblis dan Roh). Selama jutaan tahun, ketiga alam ini dipisahkan oleh segel kuno yang kini mulai retak.

Jiangzhu, seorang yatim piatu di desa kecil Alam Manusia, lahir dengan "Nadi Spiritual yang Lumpuh". Namun, ia tidak tahu bahwa di dalam jiwanya tersimpan Segel Tiga Dunia, artefak yang mampu menyerap energi dari ketiga alam sekaligus. Ketika desanya dihancurkan oleh sekte jahat yang mencari artefak tersebut, Jiangzhu bangkit dari kematian dan memulai perjalanan untuk menaklukkan langit, menguasai bumi, dan memimpin neraka. Ia bukan sekadar penguasa; ia adalah jembatan—atau penghancur—tiga dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Persembunyian di Lembah Sunyi

Perahu kayu itu menabrak tepian sungai yang berlumpur dengan suara prak yang pelan namun terasa menyakitkan bagi telinga Jiangzhu yang kini terlalu sensitif. Ia mencoba berdiri, namun kakinya terasa seperti terbuat dari jeli. Dunia di depannya berputar, warna merah bulan di langit Benua Barat tampak berdarah dan mencair.

"Kita sampai," bisik Yue. Ia segera melompat ke darat, menarik tali tambat dengan gerakan yang kaku. Tubuhnya sendiri penuh dengan luka goresan asam dari rawa, namun ia memaksakan diri untuk tetap sigap.

Jiangzhu merangkak keluar dari perahu, menyeret lengan kirinya yang hitam legam dan mati rasa. Lengan itu kini terasa seperti beban mati, sepotong logam dingin yang dipaku paksa ke bahunya. Bau amis rawa yang menempel di tubuhnya bercampur dengan bau anyir darah segar dari luka-luka yang mulai membeku.

"Bantu... Ibu dulu," gumam Jiangzhu parau.

Yue memapah Dewi Ling'er yang masih setengah sadar, sementara Awan mengikuti di belakang sambil memeluk tas obat-obatan Gu Mo erat-erat. Mereka berjalan menembus kabut tipis menuju sebuah celah di antara dua tebing raksasa yang disebut Lembah Sunyi. Tempat ini adalah anomali di Benua Barat; tidak ada monster yang berani mendekat karena adanya frekuensi energi "Kosong" yang bisa mematikan sirkulasi Qi bagi mereka yang tidak memiliki kontrol mental yang kuat.

Di dalam lembah, mereka menemukan sebuah gua kecil yang tersembunyi di balik tirai tanaman merambat yang layu. Begitu masuk, Jiangzhu langsung ambruk di atas lantai batu yang dingin.

"Argh!" Jiangzhu mengerang saat punggungnya menyentuh lantai. Rasa sakit yang tadi tertunda oleh adrenalin kini menghantamnya seperti gelombang pasang.

"Bocah, jika kau tidak segera menekan energi purba di lenganmu, kau akan meledak dalam satu jam!" Penatua Mo muncul dalam bentuk proyeksi yang sangat redup, wajahnya terlihat sangat cemas.

Jiangzhu menatap lengan kirinya. Sisik hitam itu mulai mengeluarkan uap ungu yang berbau seperti belerang dan daging busuk. Urat-urat di bawah sisik itu berdenyut liar, seolah-olah ada ribuan cacing yang mencoba keluar dari bawah kulitnya.

"Gunakan teknik Penyegelan Sembilan Titik!" teriak Mo. "Kau harus memutus aliran energi dari lengan itu ke jantungmu, atau kau akan kehilangan kewarasanmu!"

Jiangzhu mencoba duduk bersila dengan gemetar. Ia menggunakan tangan kanannya yang masih normal untuk menusuk sembilan titik saraf di sekitar bahu kirinya menggunakan energi Qi yang tersisa. Setiap tusukan terasa seperti dihujam oleh jarum raksasa yang membara.

Cisss!

Uap ungu meledak dari bahunya saat titik terakhir ditekan. Jiangzhu memuntahkan cairan hitam yang kental, napasnya tersengal-sengal.

"Kakak... sakit?" Awan mendekat, air mata mengalir di pipinya yang kotor. Ia mencoba menyentuh tangan Jiangzhu, tapi Yue menariknya mundur.

"Jangan, Awan! Energinya terlalu liar untukmu sekarang," peringat Yue.

Jiangzhu menatap ibunya yang dibaringkan di sudut gua. Dewi Ling'er tampak lebih stabil, namun matanya yang terbuka sayu menunjukkan duka yang mendalam saat melihat putranya menderita.

"Zhu-er... kemarilah," bisik ibunya dengan suara yang nyaris hilang.

Jiangzhu menyeret tubuhnya mendekat. Ling'er meletakkan tangannya yang lemah di atas kepala Jiangzhu. Sebuah kehangatan yang sangat murni mulai mengalir masuk ke dalam dahi Jiangzhu energi Langit tingkat tinggi yang hanya dimiliki oleh keturunan Dewi.

"Ibu... jangan. Kau baru saja pulih," protes Jiangzhu, namun ia merasa pikirannya yang tadi kacau perlahan-lahan menjadi tenang.

"Biarkan Ibu melakukannya, Nak. Ini adalah satu-satunya hal yang bisa kuberikan setelah membiarkanmu tumbuh dalam kegelapan," Ling'er tersenyum pahit.

Di bawah bimbingan energi ibunya, Jiangzhu mulai masuk ke dalam meditasi dalam. Di ruang jiwanya, ia melihat Li'er yang sedang mengamuk, mencoba merobek dinding kesadaran Jiangzhu. Namun, dengan masuknya energi murni dari ibunya, Li'er perlahan-lahan mulai tenang dan kembali meringkuk di menara hitamnya.

Sinkronisasi Lengan Iblis Berhasil Distabilkan: 50%

Status: Tahap Inti Emas Tingkat 2 - Stabil.

Jam demi jam berlalu dalam keheningan yang menyesakkan di Lembah Sunyi. Ketika Jiangzhu akhirnya membuka matanya, fajar Benua Barat yang berwarna kelabu mulai menyingsing. Lengan kirinya kini tidak lagi mengeluarkan uap, sisiknya tampak lebih rapi dan berkilau seperti zirah obsidian, namun ia tahu di bawah sana terdapat kekuatan penghancur yang siap meledak kapan saja.

"Yue," panggil Jiangzhu. Suaranya kini lebih berat, mengandung wibawa yang membuat Yue tanpa sadar berdiri tegak.

"Ya?"

"Kita tidak bisa hanya bersembunyi. Sekte Cahaya Suci pasti sudah mengerahkan Inkuisitor tingkat tinggi setelah kekalahan resimen mereka di gerbang kota. Aku butuh informasi tentang pergerakan mereka."

Yue mengangguk, ia mengeluarkan sebuah perangkat komunikasi kecil yang sudah rusak sebagian. "Aku akan mencoba menghubungi jaringan Bayangan Senja. Tapi di Benua Barat, sinyal kita sering diganggu oleh badai energi. Kita mungkin terisolasi untuk sementara waktu."

Jiangzhu berdiri, meskipun tubuhnya masih terasa pegal. Ia menatap pedang hitamnya yang kini memiliki garis-garis merah yang permanen. Ia merasa dirinya kini bukan lagi manusia, tapi juga bukan monster sepenuhnya. Ia adalah sesuatu yang baru.

"Pak Tua Mo," panggil Jiangzhu dalam hati. "Ajarkan aku teknik yang bisa menggunakan lengan ini tanpa harus membakar umurku."

Penatua Mo mendesah panjang. Ada satu teknik, Bocah. Namanya 'Seni Tangan Tuhan-Iblis'. Tapi teknik ini mengharuskanmu untuk terus memurnikan darahmu dengan membunuh makhluk-makhluk tingkat tinggi. Kau akan menjadi pemburu abadi.

"Aku sudah terbiasa berburu," jawab Jiangzhu sinis.

Ia melangkah ke mulut gua, menatap ke arah padang pasir yang luas di luar lembah. Di sana, ia melihat bayangan-bayangan besar melayang di angkasa kapal-kapal perang Sekte Cahaya Suci mulai menyisir wilayah tersebut.

"Perburuan baru saja dimulai," gumam Jiangzhu.

Ia menoleh ke arah Awan dan ibunya, sebuah janji tanpa kata terukir di hatinya. Ia akan menjadi monster yang paling ditakuti di dunia ini, asalkan mereka bisa tetap hidup di bawah cahaya matahari yang sebenarnya.

Jiangzhu mencengkeram lantai batu gua yang kasar hingga kuku-kuku cakarnya meninggalkan parit dalam di permukaan batuan. Ia bisa merasakan sisa-sisa energi purba dari rawa tadi masih mendidih di dalam pembuluh darahnya, menciptakan sensasi gatal yang gila seolah ada ribuan rayap yang mencoba menggerogoti sarafnya dari dalam. Ia meludah ke tanah; cairan yang keluar kini lebih mirip aspal cair yang beruap daripada darah manusia, meninggalkan noda hitam yang berbau belerang tajam.

"Berhenti menatapku seolah aku adalah barang pecah belah, Yue," desis Jiangzhu, suaranya parau dan bergetar dengan nada ganda yang menyeramkan. Ia mencoba mengepalkan tangan kirinya yang bersisik, namun yang ia dapatkan hanyalah bunyi gemeretak logam yang memuakkan dari sendi-sendinya yang telah bermutasi. "Aku sudah membayar harga untuk kemenangan ini. Jika kau ingin merasa kasihan, lakukan itu pada ksatria-ksatria suci yang kepalanya kuremukkan di luar sana."

Yue tidak menjawab, namun ia memalingkan wajahnya, menyembunyikan getaran di tangannya saat ia mencoba membersihkan sisa-sisa darah di jubahnya. Di bawah cahaya remang gua, lengan kiri Jiangzhu tampak berdenyut urat-urat ungu di balik sisik hitam itu bergerak-gerak seperti parasit yang haus akan lebih banyak esensi kehidupan. Jiangzhu bisa merasakan kesadarannya sendiri mulai menipis, digantikan oleh rasa lapar yang asing, sebuah dorongan primitif untuk kembali keluar dan merobek apa pun yang masih bernapas.

Bocah, jangan biarkan 'dia' tertawa di dalam kepalamu, bisik Penatua Mo, suaranya kini terdengar sangat letih. Kau baru saja menelan kekuatan yang bisa meledakkan sepuluh pria biasa. Jika kau tidak segera menekan insting itu, kau tidak akan melihat fajar sebagai manusia, melainkan sebagai binatang buas yang merangkak.

Jiangzhu memejamkan mata, mencoba membayangkan wajah ibunya saat ia masih kecil dulu, namun yang muncul hanyalah gambaran api dan tumpukan mayat. Ia mencengkeram tangan kanannya yang masih normal, mencoba merasakan sisa kemanusiaannya yang tersisa. Di atas lantai gua yang dingin, Jiangzhu menyadari satu hal yang pahit: ia telah menyelamatkan orang-orang yang ia cintai, namun ia melakukannya dengan menjadi makhluk yang paling mereka takuti. Ia menatap Awan yang tertidur lelap di sudut, dan ia bersumpah dalam hati bahwa ia akan menelan seluruh neraka ini sendirian, asalkan cahaya di mata gadis kecil itu tidak pernah padam oleh kegelapan yang kini mengalir di nadinya.

1
Nanik S
Monsternya sekarang Jiangzhu sendiri
christian Defit Karamoy: ikutin terus ya bang🙏
total 1 replies
Nanik S
Jangan sampai tersesat karena hasutan Iblis
christian Defit Karamoy: ikutin terus alur ceritanya bang ,trimakasih
total 2 replies
Nanik S
B urunan langit dan Bumi
christian Defit Karamoy: ikutin terus ya bang🙏
total 1 replies
Nanik S
Awal yang sangat bagus 👍
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!