NovelToon NovelToon
Kembali Bersamamu

Kembali Bersamamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:26.9k
Nilai: 5
Nama Author: Renjanaa

“Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, Alisha. Jangan berpikir untuk meninggalkan aku lagi.” Albiru Danzel berkata dengan sangat lembut ketika memohon pada Alisha.

“Bukannya kamu membenciku, Albi?”

“Mungkin dulu aku benci karena ditinggalkan olehmu, tapi sekarang, aku sadar kalau kehadiranmu jauh lebih aku inginkan.” Alisha Malaika menunduk dengan tangan yang masih digenggam oleh Albiru.

Akankah mereka bisa bersama kembali setelah perpisahan di masa lalu yang sempat merebut kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 33

Sebulan berlalu, Albiru sudah mengerahkan semua yang dia bisa untuk mencari Alisha namun hasilmya nihil. Istrinya itu tidak terlacak sama sekali, dia bahkan sampai frustasi mencari sang istri yang sangat dia cintai itu.

Sedangkan kondisi Alisha di Moskow kian memburuk, dia yang selalu mendapat kekerasan dari Gavin kini terlihat lemah. Ruangan sempit itu menjadi saksi betapa kejam dia diperlakukan hingga hari ini. Tak ada harapan untuknya bertahan lagi. Pagi ini seperti biasanya, Gavin memberikan makanan dengan cara yang tidak manusiawi, dia menaburkan makanan di lantai dan meminta Alisha memakannya.

Alisha tidak bergeming, dia tidak ingin lagi diperlakukan seperti anjing oleh Gavin. Lengan dan kakinya sudah memerah bahkan terluka akibat rantai yang menggesek setiap hari.

“Makanlah, kenapa kau diam begitu hm? Sudah hilang harapan untuk hidup?” Alisha tidak menjawab, dia hanya memalingkan wajah dengan linangan air mata dari Gavin.

“Aku tidak lapar, aku akan memakannya nanti kalau perutku lapar.” Gavin menjambak kuat rambut Alisha yang tebal itu, namun kali ini berbeda, Alisha tidak meringis dan mengeluh lagi, dia seakan pasrah diperlakukan begitu dan seakan menunggu ajal menjemputnya

Gavin yang tadinya ingin memukul Alisha kembali jadi tidak tega, dia menatap linangan air mata di bola mata yang pernah dia kagumi itu lalu melepaskan genggaman di rambut Alisha begitu saja.

“Aku tau kau sakit dengan penolakanku, Gavin. Tapi dengan menyiksa aku begini, rasanya tidak pantas kau lakukan. Aku hanya perempuan lemah yang tidak akan bisa melawan padamu, aku hanya perempuan bodoh yang pasrah menerima perlakuanmu. Kalau memang kau tidak ingin melihat aku bahagia dengan Albiru, bunuh saja aku, dengan melihat wajahku setiap hari, hatimu akan semakin sakit.” Alisha berkata lirih hingga air matanya jatuh membasahi pipi. Gavin terdiam, selama satu bulan ini, dia sering menghadapi perlawanan Alisha hingga wanita itu disiksa habis-habisan tapi kali ini berbeda.

Melihat Gavin yang terdiam begitu, Alisha tidak lagi menatapnya, dia perlahan merebahkan diri di lantai dingin itu dan memejamkan mata dengan tangan sebagai alas kepala.

“Aku akan makan nanti, kamu pergi saja. Aku hanya ingin tidur, aku lelah.” Mendengar perkataan itu, hati Gavin seketika luluh. Dia teringat bagaimana manjanya Alisha sebelum datangnya Albiru. Memang Gavin menjaga perempuan itu dengan baik dan tidak salah jika Alisha menganggapnya sebatas saudara karena memang Alisha selalu berlindung padanya.

Namun sejak dia ditolak, Gavin malah menyimpan dendam dan pergi keluar negeri. Di sana dia selalu mencari tahu mengenai Alisha yang ternyata menjalin hubungan dengan Albiru. Hatinya sangat sakit hingga menyimpan dendam pada Alisha yang nyatanya tidak bersalah sama sekali.

Gavin keluar dari ruangan itu begitu saja. Dia memilih berendam di dalam bathub dan memikirkan apa yang telah dia perbuat pada Alisha sebulan ini. Penolakan atas sebuah rasa tidaklah salah, kita tidak bisa memaksa seseorang untuk menerima cinta kita dan Alisha tidak bersalah, sekali lagi, Alisha tidak bersalah.

Gavin mengakhiri sesi berendamnya dan mengenakan pakaian dengan baik. Dia kembali ke ruangan itu untuk menemui Alisha, dia mendapati Alisha masih tertidur. Dia dekati istri Albiru itu dan tubuhnya terasa panas, Gavin cukup khawatir.

Dia membuka rantai yang mengikat tangan serta kaki Alisha selama satu bulan ini dan memindahkannya ke dalam kamar yang lebih nyaman. Terpikir oleh Gavin sesuatu lalu memanggil dokter pribadinya.

Alisha mengerjapkan mata dan melihat Gavin duduk di sampingnya dengan kepala tertekuk serta kepanikan yang terlihat jelas. “Aku haus,” pintanya lemah hingga Gavin menoleh.

Pria itu memberikan minuman hangat pada Alisha lalu membantunya duduk, di kening Alisha tertempel alat untuk meredakan panas. Baru saja dokter datang mengobati dan sudah pergi.

“Mau makan?” tawar Gavin dengan lembut pada Alisha dan Alisha justru menatapnya dengan bingung.

“Ya, aku lapar. Kita bisa kembali ke ruangan itu, kan makanan masih di sana.” Gavin yang tidak kuat dengan hatinya langsung memeluk erat Alisha. Tangisan keduanya tumpah begitu saja, Alisha yang memang tidak bertenaga hanya bisa menyandarkan kepala pada Gavin lalu membiarkan tangan tegas itu membelai lembut kepalanya.

“Maaf Alisha, aku sudah keterlaluan padamu. Aku begini karena cemburu atas kebahagiaanmu dengan Albiru. Aku minta maaf, tolong jangan sakit lagi, aku tidak mau ditinggal olehmu, maafkan aku.” Alisha tidak menjawab atau pun membalasnya, tangannya yang tadi memeluk Gavin kini terkulai lemas tak berdaya, beban tubuh Alisha juga terasa kian berat. Gavin melepas pelukannya dan ternyata Alisha pingsan.

Gavin kembali menghubungi dokternya dan dokter itu datang selang satu jam setelah dihubungi. Dia memeriksa Alisha kembali dan tidak ada yang membahayakan. “Dia hanya lelah dan efek obat tadi mulai bekerja. Ingatannya perlahan akan lumpuh, dia akan lupa dengan masa lalunya dan perlahan hanya akan mengukir kenangan bersama dengan orang yang ada saat dia bangun nanti.” Dokter itu memberikan penjelasan. Gavin tersenyum, dia memang sudah lama meminta diracikkan obat agar bisa melumpuhkan ingatan Alisha hingga Alisha melupakan Albiru dan memulai kehidupan baru bersama Gavin di Moskow. Gavin tidak ingin kehilangan lagi, dia menghalalkan segala cara agar bisa memiliki Alisha kembali.

“Apa dia akan baik-baik saja?” tanya Gavin meyakinkan.

“Dia baik, kita tunggu sampai dia sadar karena pengaruh obat ini cukup lama. Kamu harus bersabar, Gavin.”

“Baik. Terima kasih Dokter.”

Gavin mengantarkan dokter itu ke depan lalu kembali lagi ke dalam kamar, dia sudah meminta pelayan untuk mengganti pakaian Alisha dan membersihkan tubuh wanita itu. Dia sudah merancang rencana untuk hidup bahagia dengan Alisha ketika wanita itu sadar nanti. Selama ini, Gavin tidak pernah menyentuh Alisha lebih jauh, dia masih menjaga diri dan tidak ingin melakukan pelecehan apapun pada Alisha.

Rumah besar yang dihuni beberapa pelayan itu terlihat sangat sibuk sekarang. Gavin menyiapkan kamar terbaik untuk Alisha dan mengedit beberapa foto pernikahan yang mana nanti akan dia pajang di kamar itu, dia akan mengaku sebagai suami Alisha saat wanita itu bangun.

“Jaga Alisha dengan baik, segera kabari aku kalau nanti dia sadar dan jangan ada yang lengah. Aku keluar sebentar untuk beberapa urusan.” Gavin memperingati para pelayannya.

“Baik, Tuan.”

Gavin meninggalkan rumahnya untuk membeli beberapa barang yang dia perlukan. Harinya sangat bahagia akan memulai kehidupan baru dengan Alisha yang sudah tidak akan ingat dengan Albiru lagi. Dia tersenyum bahagia ketika berkendara, hal pertama yang dia kunjungi adalah tempat cuci foto yang mana itu milik temannya sendiri.

Gavin membawakan file foto lalu memberikannya pada temannya itu. “Edit dengan baik dan sempurna, seolah itu sangat nyata. Dan buatkan beberapa foto momen kami berdua dengan baik agar nanti Alisha tidak curiga kalau dia bukan istriku,” perintah Gavin yang dilaksanakan oleh temannya.

“Kau benar-benar gila ya, Vin.” Gavin hanya tertawa menanggapi.

1
Mediterina
Aku mikir ya kalau Alisha selalu menderita karena Albiru deh, berawal dari Naya yg obses sama Albi terus Alisha yg disekap, lanjut ke Dafrina, Alisha juga yg dibikin gak nyaman, dan skrg Gavin musuh Albi, Alisha juga yg menderita. Intinya sih karna Albiru makanya Alisha mulu yg kenak
Yeyen Niri
Albi pas meluk dan cium Dafrina aja udah salah loh, ini malah mempekerjakan Dafrina, stres emang ni orang
Yeyen Niri
Gila ya Gavin, ampe segitunya
Yeyen Niri
Udah sama Albi tapi Alisha masih bisa diculik
Annissa Riani
Khawatir sih oke ya tapi kalau nyuruh dafrina yg jagain kayaknya gak masuk akal deh si albi ini
Rina Meylina
Bibit bibit mau selingkuh nih
Anita Lare
Kok masih belum bisa percaya sama Dafrina ya/Smug/
Veer Kuy
Harusnya albi gk sampai memberi peluang gitu buat dafrina, ntar mlah berujung selingkuh lgi
Kenzia Dira🦋
Albiru ini kayak ngasih angin gak sih, takut banget ntar dia sendiri yg nyaman sama Dafrina
Mediterina
Masih blum percaya sepenuhnya sama dafrina euy
Yeyen Niri
Siapa lagi sih yg bklan ngusik pasangan ini😣
Yeyen Niri
Kali ini dengerin albi deh sha, biar lu aman
Annissa Riani
Jadi Dafrina sakit sih sebenernya
Annissa Riani
Bener kata Albi
Rina Meylina
Albiru udh bener sih nyuruh dafrina pergi
Anita Lare
Takut bnget ntar dafrina ambil kesempatan, msih blum prcaya ama dia sih
Anita Lare
Dafrina ni gk punya malu
Veer Kuy
Alisha sebaik ini ya pasti albiru gk akan berpaling y
Veer Kuy
Albiru suami idaman sih ini
Mediterina
Albiru mah bisa dipercaya ueiy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!