NovelToon NovelToon
SECOND LOVE

SECOND LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Duda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:360.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Gibran Tanuwijaya Gilbert, duda anak satu yang harus merelakan kepergian istrinya disaat lagi sayang-sayangnya, cinta Gibran sangat besar terhadap almarhum istrinya sehingga membuat Gibran menutup hatinya rapat-rapat untuk wanita manapun.

Kehadiran Livia yang merupakan guru sang anak mampu memporak-porandakan hatinya. Livia yang merupakan seorang janda tanpa anak itu sangat menyayangi anak Gibran begitu pun sebaliknya.

Akankah Gibran tetap menutup rapat hatinya atau akan menuruti keinginan anaknya yang sangat menginginkan seorang Ibu?

Supaya nyambung dan kalian tahu siapa Gibran, kalian baca dulu CINTA DOSEN GENIUS...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

💔

💔

💔

💔

💔

Malam pun tiba....

Monica diam-diam datang ke kontrakannya Livia, perlahan Monica turun dari dalam mobilnya. Monica terlihat celingukan dan malam ini adalah keberuntungan buat Monica karena suasana kontrakan Livia terlihat sepi.

Tok..tok..tok..

Livia yang baru saja ingin merebahkan tubuhnya seketika terdiam.

"Siapa malam-malam bertamu?" gumamnya.

Livia pun beranjak dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya menuju pintu, baru saja Livia membuka pintunya tiba-tiba Monica sudah membekapnya dengan sapu tangan yang sebelumnya sudah Monica berikan obat biusnya.

Seketikan Livia lemas dan tak sadarkan diri, Monica segera membawa Livia ke dalam mobilnya. Tanpa Monica sadar ada salah satu warga yang tidak sengaja lewat dan melihat aksinya.

"Hah, itu Neng Livia kenapa? kok diseret seperti itu?" gumam orang itu.

Dengan cepat Monica segera melajukan mobilnya, orang itu mengejar mobil Monica tapi tidak terkejar. Hingga sebuah mobil berhenti di depan kontrakan Livia.

Orang itu Damar, Damar mengerutkan keningnya karena pintu kontrakan Livia terlihat terbuka.

"Mas, apa Mas temannya Neng Livia?" tanya orang yang mengejar mobil Monica.

"Iya, kenapa ya?"

"Barusan Neng Livia diseret ke dalam mobil oleh seorang wanita."

"Apa? apa Bapak tahu ciri-ciri wanita itu?"

"Rambutnya panjang sebahu dan agak sedikit pirang."

"Monica...."

Damar mengepalkan tangannya dan segera masuk ke dalam mobilnya, Damar berharap mobil Monica belum terlalu jauh.

"Astaga, apa yang kamu lakukan Monica? semoga kamu tidak melakukan hal yang nekad," gumam Damar.

Monica melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan Monica membawa Livia ke sebuah Villa milik Papa angkatnya yang berada dipinggiran kota Jakarta.

"Malam ini aku harus menyingkirkanmu, Livia," seru Monica dengan senyumannya.

Tiba-tiba Livia mulai sadar, Livia memegang kepalanya karena kepalanya terasa sangat pusing.

"Aw..."

Livia langsung tersadar dan terlihat terkejut karena saat ini Livia sedang berada dalam mobil dan Livia melihat orang yang membawa mobil ternyata Monica.

"Monica, kamu mau bawa aku kemana?" seru Livia.

"Jangan banyak bicara kamu."

Mobil Monica pun akhirnya sampai di sebuah Villa milik Pak Anjas, dan Villa itu hanya ada satu tidak ada Villa lagi.

"Ayo turun!" sentak Monica dengan menarik tangan Livia.

"Lepaskan aku Monica, kamu mau apa?"

Monica terus menyeret Livia masuk ke dalam Villa itu dan setelah masuk, Monica menghempaskan tubuh Livia sehingga Livia tersungkur ke lantai. Livia yang masih terpengaruh obat bius, tidak bisa berbuat apa-apa karena kepalanya pusing.

Monica menghampiri Livia dengan senyumannya, kemudian Monica mengeluarkan sebuah pisau dari tasnya dan memperhatikan pisau itu dengan senyuman yang terus mengembang di wajah Monica.

"Monica, apa yang akan kamu lakukan? jangan macam-macam!" sentak Livia dengan wajah ketakutan.

"Tadi kan aku sudah bilang, kalau aku akan menyingkirkanmu karena kamu selalu saja menjadi penghalang untuk kebahagiaanku."

"Maksud kamu apa, Monica?"

Monica menghampiri Livia danencengkram wajah Livia dengan pisau yang dia usap-usap di pipi Livia membuat Livia semakin bergetar.

"Jangan pura-pura, daro dulu aku sangat menyukai Damar tapi kamu malah merebutnya dariku? dan sekarang Pak Gibran, aku itu sudah menyukai Pak Gibran tapi lagi-lagi kamu merebutnya dariku!" bentak Monica.

Livia menggelengkan kepalanya. "Bu--bukankah ka--kamu yang berusaha merebutnya dariku," sahut Livia gugup.

Monica melotot dan emosinya seketika memuncak.

Srreeeetttt...

Monica menyayat punggung tangan Livia dengan pisau itu, membuat Livia berteriak. Seketika darah mengalir dari punggung tangan Livia, airmata Livia mulai menetes.

"Ini belum seberapa Livia, rasa sakitku tidak sebanding dengan luka kecil itu."

"Aku mohon hentikan Monica, kamu jangan berbuat yang macam-macam."

"Aku akan membunuhmu Livia, karena dengan kamu mati tidak akan ada lagi orang yang bisa menghalangi kebahagiaanku."

Monica menghempaskan Livia, Livia meringis kesakitan merasakan perih akibat luka sayatan itu.

Dilain tempat...

"Sial, kemana perginya mobil Monica? kenapa begitu cepat menghilang," gumam Damar.

Perasaan Damar tidak enak, Damar yakin kalau Monica pasti akan melakukan hal yang nekad kepada Livia.

"Kemana aku harus mencari Monica?"

Damar beberapa kali memukul stir mobilnya, merasa kesal dan marah kepada dirinya sendiri karena tadi dia kurang cepat datang ke kontrakan Livia.

"Kalau sampai terjadi kenapa-napa sama Livia, aku tidak akan memaafkanmu Monica," gumam Damar.

Cukup lama Damar mengelilingi jalanan, tapi pikiran Damar buntu dia tidak tahu kemana Monica membawa Livia. Damar pun menghentikan mobilnya di pinggir jalan, dan tampak berpikir kemana lagi dia harus mencari Monica.

Sementara itu di rumah Gibran....

"Bu Livia!" teriak Gilsya.

Gibran yang saat ini sedang mengerjakan pekerjaannya merasa kaget karena Gilsya tiba-tiba bangun dari tidurnya dan berteriak.

"Sayang, kamu kenapa?"

"Bu Livia, Pi."

"Kenapa dengan Bu Livia?"

"Gilsya bermimpi Bu Livia minta tolong."

"Ya ampun sayang, itu cuma mimpi sekarang kamu tidur lagi ya."

"Tidak Pi, Gilsya ingin bicara dengan Bu Livia tolong Papi telepon Bu Livia," rengek Gilsya.

"Ini sudah malam sayang, pasti Bu Livianya sudah tidur."

"Pokoknya Gilsya ingin bicara sama Bu Livia."

Akhirnya dengan terpaksa, Gibran pun mengambil ponselnya dan menghubungi Livia tapi sama sekali tidak diangkat.

"Tuh ga diangkat, itu tandanya Bu Livianya sudah tidur," sahut Gibran.

"Telepon lagi, Pi sampai teleponnya diangkat Gilsya benar-benar takut Bu Livia kenapa-kenapa."

Gibran pun kembali menghubungi nomor Livia tapi lagi-lagi tidak diangkat, Gibran mulai sedikit khawatir juga takutnya yang dikatakan Gilsya itu benar.

"Kok, tumben ga diangkat-angkat," batinnya.

Saat ini para warga sedang berkumpul di kontrakan Livia, setelah salah satu warga melaporkan kejadian tadi kepada RT setempat, beberapa warga pun berjaga-jaga di kontrakan Livia.

"Sepertinya itu suara ponsel milik Neng Livia," seru salah satu warga.

"Iya, dari tadi bunyi terus."

"Ya sudah kamu coba ambil ponselnya dan angkat kali aja penting."

Salah satu warga pun masuk ke dalam kontrakan Livia dan mengambil ponsel Livia yang masih berbunyi itu, dia pun langsung mengangkatnya.

📞"Hallo..."

Gibran tersentak dan mengerutkan keningnya.

📞"Maaf, ini ponselnya Livia kan? anda siapa?" tanya Gibran.

📞"Maaf Mas, saya tetangganya Neng Livia tadi Neng Livia diseret sama seseorang dan dibawa pergi jadi kami disini sedang berjaga-jaga di kontrakannya Neng Livia."

📞"Apa?"

Gibran langsung berdiri dan mematikan ponselnya. "Sayang, kamu tunggu dulu disini sama Oma Rubby ya, Papi mau pergi dulu sebentar."

"Papi mau kemana? Bu Livia baik-baik saja kan?"

"Iya, Bu Livia baik-baik saja kok. Ya sudah Papi pergi dulu, Papi ga bakalan lama kok."

Gibran menggendong Gilsya dan memindahkannya ke kamar Oma Rubby. Tentu saja Oma Rubby panik, tapi Gibran tidak memberi tahunya.

Dengan buru-buru, Gibran segera masuk ke dalam mobilnya dan langsung melajukannya dengan kecepatan tinggi menuju kontrakan Livia.

💔

💔

💔

💔

💔

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
Milk banana
wahai damar Dajjal. mending Lo Ama Monica aja, soalnya sama ( sama-sama Dajjal!!! )
Patrick Khan
.monica buang kelaut aja
Milk banana: ya setuju, jika anda bosan dengan kelakuan Monica, lemparkan saja ke laut~
total 1 replies
Patrick Khan
.monica gk berubah blas ya😠
Patrick Khan
.anak kecil selalu jujur😁
Patrick Khan
wah gk bener ini damar nie😡😡
Lila Susanti: apakah yg namanya sugiona suka selingkuh ??/Silent/
total 1 replies
Patrick Khan
.pindah siniiii😊
we
alur cerita menarik seru semangat kakak
we
jailnya gilsya
Maria Magdalena Indarti
tengkyuu thor.
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Cerita Gilsya di judul "THE BEST COUPLE"
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
conggrat Livia & Gibran. rukun, setia, bahagia
Maria Magdalena Indarti
Gibran was was nih saingan sm anaknya
Lila Susanti: suka ma karakter bee , ceria bw energi postif
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
syukurlah Livia ktm ortu yg kaya raya
Maria Magdalena Indarti
jadi deh Livia n Gibran.
Monica emang ga waras mau membunuh bapak angkat nya.
ga waras, Gila
Lila Susanti: pantes neneknya demir benci bgt sama demir. anknya di bunuh monica, ud dr awal abis lahiran di tinggal , jd makin tambah benci ke monica. pelampiasannya ke demir
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
Monica sdh gila
Maria Magdalena Indarti
kenapa ada orang jahat spt Monica. apa ga punya hati
Maria Magdalena Indarti
Livia sgt tulus
Maria Magdalena Indarti
semoga Livia n Gibran jodoh
Maria Magdalena Indarti
nasib Livia malang
Maria Magdalena Indarti
Livia termakan omongan monica. bodoh
Maria Magdalena Indarti
gilsya jail
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!