Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dua puluh delapan
"Tumben minta jemput ke gue." Tanya Bastian ketika mereka berada di tengah perjalanan menuju sekolah.
"Lagi males ketemu Arga," jawab Kayla, ia menyenderkan kepalanya ke punggung Bastian, semalam ia tidur terlalu larut sehingga dirinya masih sedikit mengantuk.
"Masih berantem kalian berdua?"tanya Bastian lagi.
"Engga, semalem dia minta maaf sampai nangis-nangis karena kasian gue maafin aja, tapi jujur gue masih marah sama dia. Jadi untuk sementara gue gak mau ketemu dia dulu."
"Oh gitu, Lo jangan tidur Kay bahaya," ujar Bastian mengingatkan.
Dari belakang Kayla hanya mengangguk, dirinya mencoba menahan rasa berat pada matanya.
Beberapa menit kemudian ia sampai di area sekolah, setelah memarkirkan motornya mereka berdua berjalan menuju kelas. Suasana masih sangat sepi, wajar karena ini baru pukul enam lebih sepuluh menit. Ia sengaja datang sepagi ini selain untuk menghindari Arga juga supaya ia bisa tidur terlebih dahulu sebelum jam pembelajaran dimulai.
Setelah sampai di kelas Kayla menaruh tasnya di bangku dan ia pun merebahkan kepalanya diatas meja. "Nanti sebelum bel tolong bangunin gue ya Bas."
"Iya." Bastian menyimpan tas di bangkunya ,lalu ia berjalan menghampiri Kayla dan duduk di sebelah gadis itu. Sengaja ia duduk di sana supaya ia mudah membangunkan Kayla.
Bastian memperhatikan wajah Kayla yang sudah terlelap, entah apa yang dilakukan gadis itu semalam sehingga tidur larut. Cukup lama memperhatikan wajah Kayla, ia mengeluarkan ponsel dari kantongnya, kemudian ia memotret wajah Kayla yang sedang tertidur.
Bastian terkekeh kecil setelah melihat hasil jepretannya, di dalam foto itu Kayla terlihat lucu.
"Hayo! ngapain kalian berdua jam segini udah datang."
"Berisik deh Sha, liat nih temen Lo lagi tidur." Omel Bastian, Sasha ini memang sedikit cerewet makan dari itu terkadang Bastian sedikit kesal dengan perempuan ini.
Yang di omeli hanya menunjukkan deretan giginya. "Tumben dia tidur di kelas, kenapa?"tanya Sasha penasaran.
"Semalem dia berantem sama pacarnya,mungkin dia kepikiran jadi gak bisa tidur"
Sasha yang masih menggendong tasnya,menarik bangku lain ke dekat Bastian.
"Mereka berantem kenapa?"
Bastian menarik napasnya lalu menceritakan perihal kejadian kemarin. Sasha yang mendengar cerita dari Bastian pun terlihat kesal.
"Gue baru tau ternyata Arga brengsek juga, bisa-bisanya dia gak ngabarin Kayla. Ya ampun Kay, kasihan juga ya Lo." Ujar Sasha merasa prihatin kepada sahabatnya itu.
Bastian menatap Sasha, ingin sekali ia menceritakan bagaimana kebrengsekan Arga yang lain pada Sasha, tapi ia terlanjur janji untuk merahasiakan semua ini pada Sasha.
"Selama ini gue lihat mereka berdua selalu baik-baik aja, Kayla juga gak pernah cerita perihal keburukan Arga justru Kayla lebih sering cerita kebucinan mereka, terkadang gue juga bertanya mereka gak pernah berantem ya. Ternyata Kayla menyimpan sendiri keburukan Arga, gue pikir selama ini Kayla baik-baik aja. Setelah dengan cerita ini gue ngerasa jadi sahabat yang gak guna."
Bastian mengusap punggung Sasha. "Lo sahabat terbaik Kayla, dia sengaja gak cerita karena gak mau Lo ikut sedih Sha. Kayla selalu bilang kalau dia cuma mau berbagi kebahagiaannya aja sama Lo. Dia cerita ke gue mungkin karena dia ngerasa gue cowok dan gue gak akan terlalu terbawa perasaan sama ceritanya."
"Gitu ya Bas, makasih ya udah mau cerita hal ini ke gue. Kalau Lo gak cerita mungkin selamanya gue akan anggap Kayla baik-baik saja."
"Sama-sama, karena Lo udah datang gue mau balik ke bangku gue, nanti sebelum bel tolong bangunin Kayla ya."
Sasha mengangguk dan Bastian pun beranjak menuju bangkunya.
___
Arga
Kay, mau istirahat bareng?
Kayla mengerutkan keningnya ketika mendapat pesan dari Arga, tidak biasanya laki-laki itu mengirim pesan terlebih dahulu padanya. Biasanya ia kan langsung menghampirinya ke kelas.
Kayla tak membalas pesan Arga, gadis itu memilih menghampiri langsung Arga di kelasnya.
"Maaf Arga-nya ada?"tanya Kayla pada salah satu siswa yang sedang duduk di teras kelas.
"Ada tuh di dalam, panggil aja."
"Oh iya, makasih."
Setelah mengucapkan terima kasih Kayla berjalan menuju pintu kelas Arga dan memanggil laki-laki itu. Untungnya di dalam kelas hanya ada Arga dan dua temannya jadi ia tak merasa malu untuk memanggil kekasihnya.
Dari dalam Arga tersenyum dan segera menghampiri Kayla yang menunggu di depan pintu kelasnya.
"Mau istirahat dimana?"tanya Arga setelah berada di depan Kayla.
"Hem, kita beli makan di kantin dulu nanti kita makan di taman samping lapangan aja," usul Kayla, ia sengaja memilih tempat itu karena di jam istirahat pasti kantin akan ramai sekali.
Arga mengangguk setuju, kemudian keduanya menjalan menuju kantin untuk membeli makanan.
"Mau makan apa? Biar aku yang beli," tawar Arga.
Kayla berpikir sejenak. "Aku mau roti sama susu kotak aja deh."
"Oke, kamu duduk aja di sini ya," ujar Arga lalu pergi menuju stand makanan.
Dari tempat duduknya Kayla memperhatikan Arga di tengah keramaian, tiba-tiba ia melihat beberapa siswi sengaja mendekat ke arah Arga dan seperti biasa gerombolan siswi itu mencoba mencari perhatian pada Arga. Ia lihat juga Arga meladeni mereka. Pemandangan seperti ini sudah biasa baginya, walaupun dirinya juga cukup kesal melihat bagaimana gatalnya perempuan-perempuan itu pada kekasihnya.
Arga melambaikan tangan pada gerombolan siswi itu lalu menghampiri Kayla yang tengah duduk menunggunya. Arga kembali dengan sekantong makanan di tangannya.
"Maaf ya lama, tadi ramai banget si sana."
"Iya, gak apa-apa."
Kayla beranjak dari duduknya lalu menarik tangan Arga menuju taman. Setelah sampai di sana keduanya duduk di bangku yang berada di bawah pohon.
"Mereka masih sering cari perhatian ke kamu ya?"
Arga mengerutkan alisnya. "Mereka?"
"Iya mereka perempuan yang tadi ngobrol sama kamu."
"Oh, kamu lihat ya, ya begitulah meraka gitu ke semua anak basket, Kay," ujar Arga santai.
Kayla menarik napasnya, lalu ia mengambil roti dari tangan Arga dan melahapnya.
"Kamu gak suka ya aku ngobrol sama mereka?kamu cemburu?"tanya Arga di tengah kegiatan makan mereka.
Kayla menggeleng. "Engga juga, aku cuma kesal aja. Lagipula buat apa cemburu sama wanita tukang cari perhatian, kalau pun nanti dia berhasil rebut kamu itu artinya memang masa aku bersama kamu sudah selesai."
"Jadi kamu rela aku di rebut wanita lain?"
"Bukannya rela, perempuan mana pun pasti gak akan rela laki-laki yang di cintai ya direbut oleh wanita lain. Aku cuma gak mau memaksakan diri untuk menahan seseorang yang udah gak mau sama aku."
Jawaban Kayla terdengar santai tapi cukup menohok hati Arga.
"Arga." Kayla menatap wajah Arga dengan serius.
"Tolong ingat kalau ini adalah kesempatan terakhir kamu, kalau memang kamu masih mau aku bersama kamu tolong jaga kepercayaan aku. Soal perempuan-perempuan tadi aku gak masalah kalau kamu bergaul sama mereka karena aku tau kamu tak akan tertarik dengan perempuan seperti mereka, tapi kalau kejadian seperti kemarin terulang lagi atau mungkin kamu melakukan hal yang buat kepercayaan aku hilang,aku akan mengakhiri hubungan ini walau tanpa persetujuan kamu.Aku memang cinta sama kamu Arga,tapi aku juga manusia yang bisa merasakan sakit dan punya batas sabar."