Reynand Adam merupakan Adik kelas dari Naura Jovanka. Mereka terlibat cinta, namun Jovanka dijodohkan dengan laki-laki lain dan Rey meneruskan sekolah di sekolah penerbangan untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang pilot. Akankah cita-cita Rey menjadi seorang pilot terlaksana? dan bagaimana ceritanya Rey sampai menikahi seorang Janda?
Ikuti kisahnya dan jangan lupa LIKE/KOMEN/VOTE cerita Gue, ya? Itu merupakan hadiah terindah untuk Penulis.
Hatur Nuhun,
Boezank Jr. (Darren_Naveen)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dareen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 32. Pernikahan
Rey tersenyum melihat Salsa yang begitu dalam memandang matanya.
“Kenapa senyum? Rey, kamu ....” katanya terpotong oleh ucapan Reynand.
“Kakak pikir, Rey sepicik itu?”
Rey menyipitkan matanya.
“Maksudnya?”
“Rey hanya membohongi Jovanka.” Rey tertunduk.
“Membohongi apa?”
“Rey berbohong kalau Rey akan bawa lari ia dari rumah. Rey hanya ingin Jo fokus Ujian Nasional tanpa mikirin nasib hubungan cinta kami. Rey hanya ingin, orang yang Rey sayang bisa lulus Ujian Nasional dengan nilai yang baik.”
“Jadi ....”
“Iya, Rey hanya berpura-pura ingin mengajak Jovanka pergi dari rumah. Rey akan pindah sekolah supaya Jo bisa melupakan Rey setelah Jo menikah dengan dokter Alexy.”
“Kamu yakin dengan keputusanmu, Rey?”
“Sangat yakin, Kak! Demi orang yang Rey sayang. Rey rela sakit hati.” Rey tertunduk.
“Tapi, bukan cuma kamu yang sakit hati, Rey! Jovanka juga!” jelas Salsa.
“Iya, Kak. Rey tau. Tapi, lebih menyakitkan lagi andai suatu hari, Jo hidup menderita dengan Rey yang belum punya pekerjaan.”
Hening.
“Rey harap, suatu saat akan menemukan orang seperti Jovanka, walau Rey tau itu sangat sulit.”
“Semangat ya, Rey! Aku gak nyangka, pengorbananmu di balik Jovanka teramat besar, aku salut sama kamu. Doaku, semoga kamu diberikan yang terbaik.”
Salsa benar-benar tidak menyangka, bahwa pemikiran Rey teramat dewasa walau usianya berada dua tahun di bawahnya. Rey juga orang yang mandiri, tak ayal, Jovanka begitu mengagumi sosok Reynand Adam.
Hari mulai petang, sang surya sudah hampir tenggelam, Rey dan Salsa memilih untuk pulang setelah perbincangan yang benar-benar di luar dugaan Salsa.
***
Dddrrrrtttttt ....
Hand phone Rey bergetar. Dengan netra yang masih terpejam, lengan Rey mulai meraba lantai, karena hand phone tergeletak di lantai.
“Jo?”
Mata Reynand membulat tatkala melihat nama Jovanka yang tertulis di layar hand phonenya.
Walau dengan hati ragu, Rey mengangkat telepon dari Jovanka.
[Halo, Jo?]
[Rey, kamu di mana? Kapan kamu ajak aku ke luar dari rumah?]
Mati! Jo menagih janji gue! ucap dalam hati
Tak kehabisan akal, Rey berpura-pura tidak mendengar ucapan Jo ketika dalam telepon.
[Halo, Jo? Kamu ngomong apa?]
[KAPAN KAMU AJAK AKU LARI DARI RUMAH?!] teriak Jovanka dalam telepon yang membuat telinga Reynand sakit mendengarnya.
[Hah? Jo? Haloooo?]
Tut!
Hand phone di matikan oleh Reynand.
“Selamat! Hufffff ....”
Rey menghempaskan napasnya.
***
Waktu terus berlalu, persiapan pernikahan Jovanka pun akan segera di mulai di saat liburan sekolah.
Hotel sudah didekorasi dengan megah. Maklum saja, Alexy merupakan anak tunggak dari keluarga dokter, wajar saja kalau pernikahan mereka akan digelar sangat meriah nan megah.
***
“Duh ... Rey ke mana sih?” gerutu Jo pada dirinya sendiri.
Sehabis Ujian Nasional berakhir, Jo tidak pernah lagi bertemu dengan Reynand. Sehingga Jo bertambah was-was dengan keadaan ini.
Jo berusaha menghubungi Reynand, namun sial! Hand phone Rey tidak dapat dihubungi.
“Rey ke mana, sih?” Jo bertambah panik.
Akhirnya, Jo memutuskan untuk pergi ke kost Reynand untuk menemui kekasih yang ia sayang.
Jo bergegas memakai sweater dan meraih kunci mobil yang tergeletak di atas nakas. Sementara, kedua orang tuanya sedang mengurusi persiapan untuk pernikahan Jovanka yang akan dilaksanakan esok hari.
Dengan terburu-buru, Jo melangkahkan kaki menuruni anak tangga dan membuka pintu rumah.
“Non! Mau ke mana?” tanya Mang Wawan, scurity di rumah Jovanka.
“Ke luar bentar, Mang! Ada perlu!” ucap Jo yang langsung masuk ke dalam mobil.
“Tapi, Ibu sama Bapak sudah berpesan kalau Non Jovanka tidak boleh ke mana-mana!” Wawan menghalangi mobil Jovanka.
“Darurat, Mang! Minggir!” ucap Jovanka.
“Gak bisa, Non!”
“Mang! Ini urusan Jo, lagian Jo cuma bentar, janji deh, Jo pulang sebelum Papa dan Mama balik ke sini!” Jo meyakinkan.
“Ya udah, deh! Tapi kalau Ibu dan Bapak marah, Mang Wawan gak ikut-ikutan ya, Non?” ujar Mang Wawan.
“Beres, Mang! Ya udah, minggir!"
Jo berlalu pergi memakai mobil dengan kecepatan tinggi, karena beradu dengan waktu kepulangan Papa dan Mamanya dari hotel untuk mempersiapkan hari pernikahannya esok.
Hingga tak terasa, mobil itu telah terparkir di dalam halaman kost Reynand. Jo ke luar dari dalam mobil dengan terburu-buru menuju kamar kost Reynand.
Tok ... Tok ... Tok ....
Jo mengetuk pintu kamar kost dengan terburu-buru.
“Jo?”
Netra Rey membulat ketika Jo berada di hadapannya.
“Ayo ajak aku lari dari rumah, Rey! Besok merupakan hari pernikahanku!”
Netra Jo berkaca-kaca dan lengannya menggenggam lengan Reynand.
“Enggak, Jo! Kamu harus menikah dengan orang yang dijodohkan oleh orang tuamu.” Rey menggelengkan kepala.
“Apa? Tapi kenapa? Bukannya kamu yang bilang, mau mengajakku pergi dari rumah?” Mata Jo membulat.
“Maaf, Jo! Aku harus pulang, karena Mama yang meminta agar aku meneruskan sekolah di sana.” Rey beralasan.
“Engak, Rey! Kamu bercanda, kan?”
“Aku serius, Jo! Maafkan aku. Tapi, esok aku akan menyempatkan untuk datang ke pesta pernikahanmu,” ujar Rey dengan suara berat.
“Enggak, Rey! Aku gak mau nikah dengan Om Alexy! Aku maunya sama kamu!” Jo berurai air mata.
“Dengar, Jo. Orang tuamu menjodohkan dengan dokter Alexy, berarti mereka merestui kamu dengan dokter Alexy.”
Rey memegang ke dua pipi Jovanka yang berurai air mata.
“Hiks ... hiks ....”
Jo hanya dapat menangis di hadapan kekasihnya.
“Sudah, Jo! Mungkin ini jalan hidup kita. Aku merelakanmu."
Walau hatiku sulit untuk mengikhlaskan, ujar dalam hati Rey.
Jo terus menangis tanpa ada kata yang terucap dari bibirnya.
“Aku mohon, kamu pulang, Jo! Agar tidak ada masalah lagi dengan kita. Aku mencintaimu!”
Rey memeluk kekasihnya dengan berurai air mata. Pelukan ini mungkin menjadi pelukan terakhir mereka sebelum Jo resmi menjadi milik orang lain.
Jo menangis dalam pelukan laki-laki yang ia cintai. Malam ini menjadi malam perpisahan untuk Rey dengan Jo, karena esok hari Jo telah resmi menanggalkan status singgel-nya yang berganti menjadi Nyonya Alexy.
.
Hingga akhirnya Jo pulang dengan berurai air mata.
Jo membaringkan tubuhnya, ia masih merasakan hangat pelukan terakhir Reynand. Air matanya terus berlinang hingga ia tertidur di malam itu.
***
Prosesi pernikahan akan segera di mulai. Jo tampak cantik dengan setelan kebaya berwarna putih untuk acara pernikahan.
“Jo? Kamu cantik sekali.” Salsa memuji Jovanka.
Jo memeluk Salsa sahabatnya, “Aku gak mau nikah sama Om Alex, Sa,” bisik Jo lirih.
“Sabar, Jo. Aku paham perasaanmu. Tapi, mungkin ini yang terbaik untukmu.”
“Enggak, Sa. Enggak,” ucap Jo lirih ketika masih memeluk Salsa.
Ceklek!
Suara pintu terbuka.
Jo buru-buru mengusap air mata yang ada di pipinya.
“Jo? Kenapa, Sayang?” tanya Meli, yang tak lain Mama Jovanka.
“Gak papa, Ma!” Jo berusaha tegar.
Sebenarnya Salsa sangat sedih melihat perjalanan cinta Jo dengan Rey yang tidak mendapat restu dari orang tua Jovanka. Salsa terharu dengan pengorbanan cinta Rey, yang begitu dalam dan Salsa pun bangga terhadap Jo yang bisa tegar menjalani pernikahan, yang sama sekali bukan impiannya, menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai.
“Ayo! Pak penghulu sudah datang, Alexy juga sudah siap," ujar Meli.
Jo melangkah dengan didampingi Meli dan Salsa menuju pelaminan.
Jo menatap ke sekitar, ternyata sudah begitu banyak orang tapi, ia tidak melihat Reynand.
Apakah Rey ingkari janjinya untuk menghadiri pesta pernikahanku? ucap dalam hati Jovanka.
Jo berdiri berhadapan dengan Alexy.
“Cantik sekali kamu, Jo?” puji Alexy.
Jo berusaha tersenyum tetap tegar walau dalam hatinya menangis.
Dan, acara pun dimulai hingga mereka telah dinyatakan resmi menjadi suami istri yang disaksikan oleh pemghulu para saksi dan tamu undangan yang telah hadir.
Alexy mencium kening Jo, seluruh tamu undangan bersorak melihat adegan itu. Alexy tersenyum bahagia tapi tidak dengan Jovanka, ia tampak murung.
Kenapa aku tidak dapat melihat cinta dari Jovanka? Ucap dalam hati Alexy.
.
Resepsi pun telah dimulai. Banyak sekali tamu undangan dari berbagai kalangan, yang telah menghadiri acara pesta pernikahan mereka.
“Selamat, ya, Jo?”
Rey mengulurkan lengannya. Ia datang bersama Vicky sahabatnya.
“Makasih,” ucap Jo dengan berat.
“Maaf aku tidak membawa hadiah yang bagus untukmu, Jo,” ujar Reynand.
“Aku boleh minta sesuatu?” tanya Jovanka.
“Apa?”
“Bernyanyilah untukku sebagai hadiah darimu untukku, Rey.”
“Baiklah!”
Akhirnya Rey menuju ke arah piano yang sudah ada di depan pelaminan setelah berpamitan dengan Alexy. Rey memainkan piano dan bernyanyi sebuah lagu untuk Jo yang telah resmi menjadi milik orang lain.
...¤¤...
...**Sudah Puas aku menangis lagi...
...Kau Hadirkan mendung awan yang kelam...
...Namun Ku kan tetap bisa betahan....
...Secebis Kasih yang telah kau beri...
...Kan Ku simpan dalam memori indah...
...Tapi Semuanya telah berakhir...
...Aku Tersungkur menunduk meraung...
...Dan Tiada siapa bisa merasakan...
...Oh Sakitnya hati ini...
...Jika Kau tak mampu memberiku senyum...
...Usah Kau hadirkan dengan kedukaan...
...Oh Biarlah hidupku dengan caraku...
...Secebis Kasih yang telah kau beri...
...Kan Ku simpan dalam memori indah...
...Tapi Semuanya telah berakhir...
...Aku Tersungkur menunduk meraung...
...Dan Tiada siapa bisa merasakan...
...Oh Sakitnya hati ini...
...Jika Kau tak mampu memberiku senyum...
...Usah Kau hadirkan dengan kedukaan...
...Oh Biarlah hidupku dengan caraku...
...Sedia Menghadapi yang akan tiba...
...Takkan Berundur walau seketika...
...Aku Terus berjalan mencari sinar baru**....
...¤¤...
Jo berlinang air mata setelah Rey menyanyikan sebuah lagu untuknya. Alexy menantap wajah Jo.
Aku baru melihat cinta dari matamu, Jo. Tapi, kenapa tatapan penuh cinta itu bukan untukku yang telah menjadi suamimu? ucap dalam hati Alexy.
¤**TAMAT¤**
**Sorry, Ane cukupkan dulu di season ini. Insya Allah, di season berikutnya Rey akan Menikahi Janda Dokter sesuai dengan judulnya.
Masih banyak sekali hal yang belum terungkap dalam season ini dan masih banyak juga perjalanan cinta Reynand sampai menikahi seorang Janda. Siapakan Janda itu? Nantikan di season 2**😅🙏✌
Alhamdulillah,
Ane ucapkan terima kasih teruntuk Allah SWT.
Teruntuk pihak Manga/Novel Toon yang sudah memberikan kesempatan merilis karya Ane di sini. Tak lupa juga untuk Emak-emak On Line ane dan semua Sahabat dan Reader yang telah memberikan Vote, Like, Komen dan yang hanya membaca. Terima kasih banyak🙏🙏
Sampai bertemu di season berikutnya ....✌
Lampung, 25 Juni 2020
mending pacaran sm yg dewasa bg Rey 🤭🤭