Sebelah tangan Inara yang hendak membuka pintu tiba - tiba saja langsung terhenti dan melayang di udara. Ketika ia tak sengaja mendengar pembicaraan Brian dengan Melisa - mertuanya.
" Aku akan menikahi Anita ma.."
" Apa maksud kamu Brian? Kamu itu sudah menikah dengan Inara. Kenapa kamu malah ingin menikah dengan wanita tak tahu diri itu."
" Maaf ma. Aku harus segera menikahi Anita. Saat ini dia telah mengandung anaku. Yang berarti penerus dari keluarga Atmaja."
Kedua mata Melisa langsung terbelalak lebar.
Begitu pula dengan kedua mata Inara yang sedari tadi tak sengaja menguping pembicaraan rahasia dari kedua orang yang ada di dalam ruangan sana.
Perih , sakit , dan sesak langsung menyelimuti hati Inara.
Wanita berkulit putih itu tak menyangka. Jika selama ini pria yang selalu ia cintai dan sayangi sepenuh hati . Malah menorehkan luka sebesar ini pada hatinya yang rapuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
" Inara.. Awas saja kau ya.."
Tatapan Brian terlihat begitu dingin dan mematikan.
Dalam hati, ia berpikir jika semua hal buruk yang terjadi hari ini adalah ulah Inara.
Mengingat raut wajah Inara yang terlihat begitu membencinya dan Anita. Setelah tahu hubungan rahasia yang mereka berdua jalankan selama ini di belakang Inara.
Hingga mobil berwarna hitam itu berhenti di mansion milik keluarga Atalaric.
Dengan Brian yang langsung turun dari dalam mobil dengan nafas memburu yang tak bisa ia sembunyikan lagi.
" Dimana dia? " tanya Brian pada seorang pelayan yang menyambut kedatangannya.
" Nona muda saat ini tengah tak berada di rumah tuan."
Kening Brian mengernyit dalam.
Tak ada dirumah?
Bukankah tadi ia mendapatkan informasi jika Inara sedang melakukan yoga dan spa.
Dan hal itu seringkali Inara lakukan di dalan rumah. Mengingat jika wanita itu sangat jarang pergi keluar rumah seperti wanita - wanita kaya lakukan pada umumnya.
" Tidak ada dirumah? Dimana dia? "
" Hari ini nona muda mengatakan ingin melakukan yoga dan spa bersama dengan salah satu keluarga dari Revelton."
" Revelton? Dimana mereka melakukan yoga dan spa? "
" Kalau soal itu.. Saya kurang tahu, tuan. Nona Naura tak menjelaskan dengan detail."
Daniel mendengus kasar.
Hatinya yang di awal sudah terasa murka. Malah semakin jadi terbakar amarah. Karena mendapati Inara tak ada di dalam rumah.
Hingga ponsel pun kembali Brian ambil dan langsung tempelkan di sebelah telinganya .
" Ya tuan..."
" Daniel .. Segera suruh anak buah kita untuk mencari lokasi saat ini Inara berada. Aku tunggu dalam waktu sepuluh menit."
" A..apa tuan !? Sepuluh menit? Tapi ..."
tut...tut..tut..
Belum juga Daniel selesai bicara. Sambungan telepon itu malah sudah di matikan secara sepihak oleh Brian yang sudah merasa tak sabar untuk menemui Inara yang telah berhasil membuatnya marah.
" Aiisss....Dasar bos gila. Bagaimana caranya mencari keberadaan nona Inara dalam waktu sepuluh menit." kesal Daniel seakan ingin membanting benda pipih yang baru saja ia gunakan untuk bertelepon dengan Brian , guna melampiaskan kekesalannya.
Namun karena pikiran Daniel masih berjalan sebagai manusia waras.
Pria itu pun akhirnya mengurungkan niat gilanya tersebut.
Dan lebih memilih untuk menghubungi semua anak buahnya yang tersebar di kota Lankar itu untuk melacak keberadaan Inara sekarang.
Ya.. Meskipun ia agak ragu jika orang - orang itu akan berhasil melacak posisi Inara dalam kurun waktu sepuluh menit seperti apa yang Brian inginkan.
Tapi setidaknya ia sudah mencoba dan berusaha. Sehingga ia tak akan terlalu mendapatkan semburan naga dari Brian.
Sementara di sisi lain.
Naura yang sedang di cari - cari oleh Brian tampak bersantai - santai ria.
Namun bukannya melakukan yoga atau berada di spa.
Melainkan bersantai berendam di dalam air panas. Dengan Ana yang menemaninya.
" Gila.. Ini benar - benar gila. Apa kau yang menyebarkan berita tentang hubungan Brian dan si jalang itu? "
" Apa maksudmu dengan menyebarkan berita? " Inara yang sedang menikmati nuansa air panas pegunungan pun perlahan membuka mata, dengan raut wajah yang menampakan sejuta tanda tanya.
Karena ia merasa tidak pernah sekali pun menyebarkan berita ke awak media , apalagi berita tentang Anita dan Brian yang telah berselingkuh di belakangnya.
Mengingat hal itu akan membuat isi ibu kota gempar. Dan akan banyak orang yang mengasihaninya serta menganggapnya sebagai seorang wanita malang karena di selingkuhi oleh Brian.
Tidak..
Inara tak ingin di kasihani seperti itu.
Maka dari itu Inara masih diam. Dan menunggu waktu yang tepat untuk mempublish hal itu semua.
Tapi sayangnya ternyata ada orang licik yang lebih dahulu sudah menyebarkan berita itu. Sehingga Inara tak perlu susah payah lagi untuk melakukan hal itu semua.
Tapi siapa yang telah menyebarkan berita ini ke wartawan ?
" Jadi yang menyebarkan berita ini bukan kau? "
" Bukan. Aku berencana akan melakukannya setelah resmi bercerai dengan Brian. "
" Jadi... Kalau bukan kau lalu siapa? Mengingat yang tahu hubungan Brian dan Anita hanya kau. Dan kedua orang tua Brian."
Inara mengendikan kedua bahu.
Seolah menjawab, jika dirinya pun juga turut tak tahu menahu tentang orang siapa yang telah menyebarkan foto - foto itu , hingga membuat dunia nyata serta jagat maya pun langsung di buat heboh karena kabar perselingkuhan yang di lakukan Brian dan Anita di belakang Inara.
Yang bener Naura atau Inara Thoor
ok kita lihat sebadast apa kau Ra