NovelToon NovelToon
Duke, Tolong Minggir

Duke, Tolong Minggir

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Menjadi NPC / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Leel K

Masuk ke dalam dunia novel seharusnya menjadi impian setiap pembaca. Kecuali jika novel itu adalah "Tears of the Caged Bird"—sebuah kisah dark romance di mana pemeran utamanya adalah Duke sosiopat yang hobi meneror gadis yatim piatu.

Sialnya, itulah nasib Vivienne.

Terbangun sebagai sepupu miskin dari tunangan sang Duke, Vivienne seharusnya hanya menjadi figuran yang diam dan mati muda. Tapi, melihat Freya Lark (si female lead) terus-terusan menangis dan Damian von Hart (si male lead) terus-terusan bertingkah seperti penguntit elit, kesabaran Vivienne habis.

Persetan dengan alur asli!

Jika penulis aslinya ingin drama, Vivienne akan memberinya komedi.
Jika Duke ingin bermain dark romance, Vivienne akan menyiramnya dengan air pel.

"Maaf, Duke. Anda menghalangi jalan saya menuju kebebasan finansial. Tolong minggir, atau saya tagih biaya parkir."

Selamat datang di Hartfield, di mana romansa sudah mati, dan digantikan oleh chaos yang sangat menguntungkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leel K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prank Hantu (Gagal Total)

Namun, transformasi Golden Retriever menjadi German Shepherd tidak bisa terjadi dalam semalam. Oliver butuh latihan lapangan.

Dan karena aku adalah mentor yang tidak bertanggung jawab, aku memutuskan untuk memberi Oliver misi sampingan: Operasi Hantu Leluhur.

Idenya sederhana: Damian adalah sosiopat yang rasional. Tapi semua orang punya ketakutan irasional. Kalau kita tidak bisa menyerangnya secara fisik, kita serang mentalnya.

"Kita akan menakut-nakutinya agar dia tobat," jelasku pada Oliver di balik semak-semak taman utama Hartfield, malam harinya.

Oliver, yang sudah kudandani dengan kain sprei putih, curian dari gudang, menatapku dengan ekspresi menderita.

"Nona Vivienne, apakah ini benar-benar perlu?" bisik Oliver. Dia terlihat seperti burrito raksasa yang sedih. "Saya seorang calon dokter. Saya percaya sains. Menyamar menjadi hantu Duke Pertama untuk menakuti Duke saat ini... ini tidak ilmiah."

"Sains itu membosankan, Dok. Kita butuh keajaiban," jawabku sambil merapikan kain di kepalanya. "Lagipula, Damian itu angkuh. Orang angkuh biasanya takut kualat. Kalau dia liat 'kakek moyang'-nya muncul di balkon, siapa tau dia jadi insaf dan berhenti ngejar Freya."

"Tapi kenapa harus saya?"

"Karena tinggi badanmu mirip lukisan Duke Pertama. Dan karena aku butuh hiburan. Udah, jangan banyak tanya. Damian bakal lewat sini sebentar lagi abis makan malam."

Aku mendorong Oliver ke posisinya: di balik pilar marmer dekat beranda tempat Damian biasa merokok (atau merenung dengan pose estetik).

Rencananya:

1. Damian keluar.

2. Oliver muncul pelan-pelan sambil mengerang seram.

3. Oliver menunjuk Damian dan berkata dengan suara berat: "Jauhi gadis itu... atau kutukan akan menimpamu..."

4. Damian ketakutan\, lari terbirit-birit\, dan tobat nasuha.

Sempurna, kan?

Suara pintu kaca bergeser terdengar.

"Sst! Itu dia!" desisku, lalu melompat bersembunyi di balik pot bunga hydrangea.

Damian von Hart melangkah keluar ke beranda. Dia masih terlihat tampan (sialan), meskipun rambutnya baru dicuci bersih, mungkin untuk menghilangkan sisa-sisa tepung yang mungkin masih tersisa. Dia berdiri di tepi beranda, menatap bulan.

Suasana hening dan mencekam. Angin malam berhembus. Waktunya beraksi.

Aku memberi kode tangan pada Oliver. Sekarang!

Oliver menarik napas panjang. Dengan gerakan yang dia pikir "melayang" tapi sebenarnya lebih mirip orang jalan jinjit nahan pipis, dia keluar dari balik pilar.

"WoooOOOOoooo..." erang Oliver. Suaranya getar, antara takut dan malu.

Damian tidak bergeming. Dia bahkan tidak menoleh.

Oliver mencoba lagi, kali ini lebih keras. "WOOOoooOOOooo... Damian... keturunan yang sesat..."

Damian perlahan menoleh. Dia menatap sosok putih aneh itu dengan tatapan... bosan.

Bukannya takut, Damian malah memiringkan kepalanya, seolah sedang mengamati noda di bajunya.

"Oliver, saatnya action!" bisikku gregetan dalam hati. "Tunjuk dia! Kutuk dia!"

Oliver mengangkat tangannya untuk menunjuk, sesuai skenario. Tapi masalahnya, kain sprei yang kupakaikan itu kepanjangan. Saat Oliver mengangkat tangan, kakinya melangkah maju untuk menambah efek dramatis.

Dan dia menginjak ujung kainnya sendiri.

Sret.

Hukum fisika bekerja.

"A-aaaaa!"

Oliver kehilangan keseimbangan. Alih-alih melayang seram, hantu itu terhuyung ke depan, melambai-lambaikan tangan panik, lalu...

BRAKK!

Oliver jatuh tertelungkup tepat di depan kaki Damian. Kain spreinya tersingkap, memperlihatkan celana bahan cokelat dan sepatu pantofelnya yang sangat tidak hantu.

Hening.

Keheningan yang sangat, sangat panjang.

Aku menepuk jidat di persembunyianku. Gagal total.

Damian menunduk, menatap gundukan kain putih yang mengerang kesakitan di lantai. Dia tidak terlihat takut. Dia juga tidak terlihat marah.

Dia terlihat... prihatin?

"Oliver Sterling?" tanya Damian, mengenali suara erangan itu.

Oliver, yang sudah pasrah dengan nasibnya, membuka kain penutup wajahnya. Wajahnya merah padam, lebih merah dari tomat busuk.

"S-selamat malam, Duke..." cicit Oliver dari lantai.

Damian menghela napas panjang. Dia berjongkok di depan Oliver, menatapnya dengan pandangan iba yang tulus.

"Oliver," kata Damian lembut. "Aku dengar ujian akhir kedokteran di Ralz memang berat. Tapi aku tidak menyangka tekanannya sampai membuatmu seperti ini."

"Hah?" Oliver bengong. Aku juga bengong.

"Stres akademik bisa memicu perilaku irasional dan regresi mental," lanjut Damian, seolah sedang mendiagnosis pasien. "Kau berkeliaran di malam hari memakai seprei... apakah kau mengalami halusinasi? Atau disosiasi identitas?"

"T-tidak, Duke! Saya hanya..." Oliver gagap, bingung harus beralasan apa. Masa bilang 'saya mau nakut-nakutin Anda biar tobat'? Itu cari mati.

"Jangan dipaksakan," potong Damian, menepuk bahu Oliver yang masih di lantai. "Keluarga Hart selalu mendukung bakat-bakat muda di wilayah ini. Terutama anak dokter kami yang setia."

Damian berdiri, lalu merogoh saku jas dalamnya. Dia mengeluarkan sebuah kartu nama dan pulpen emas, lalu menulis sesuatu di belakangnya.

"Ini kontak Profesor Schneider di Universitas Ralz. Dia kepala departemen Psikiatri terbaik di kekaisaran," kata Damian, menyerahkan kartu itu pada Oliver yang masih loading.

"Saya akan memberikanmu beasiswa penuh untuk mengambil spesialisasi Psikiatri. Atau mungkin kau butuh cuti dulu untuk terapi? Semua biaya akan ditanggung Yayasan Hart."

Oliver memegang kartu itu dengan tangan gemetar. "B-beasiswa... Psikiatri?"

"Ya. Kau butuh bantuan, Oliver. Dan sebagai tuam tanah, adalah kewajibanku memastikan rakyatku sehat secara mental," kata Damian dengan nada bijak yang menyebalkan. "Pulanglah. Minum susu hangat. Dan bakar kain itu. Itu tidak higienis."

Setelah memberikan petuah kesehatan mental itu, Damian berbalik dan masuk kembali ke dalam rumah, meninggalkan Oliver yang masih terkapar di lantai dengan kostum hantu dan beasiswa di tangan.

Aku merangkak keluar dari semak-semak, menghampiri Oliver.

"Gimana?" tanyaku.

Oliver menatapku, matanya kosong. "Nona... saya baru saja dikira gila oleh Duke. Tapi... saya dapat beasiswa S2 gratis."

Aku menepuk bahunya. "Rezeki anak soleh, Dok. Ambil aja. Lumayan buat modal nikah sama Freya."

Oliver menatap kartu nama itu, lalu perlahan senyum kecil muncul di bibirnya.

"Psikiatri ya..." gumamnya. "Mungkin saya bisa mengambilnya. Supaya nanti saya bisa mendiagnosis Duke Hart secara resmi sebagai psikopat."

"Nah! Itu baru semangat!"

Malam itu, operasi hantu memang gagal menakuti Damian. Tapi setidaknya, masa depan pendidikan Oliver terjamin. Dan kami belajar satu hal penting: Damian von Hart saking rasionalnya, dia lebih percaya orang jadi gila karena skripsi daripada percaya hantu

1
dunia isekai
lucuuu
dunia isekai
halo kak! ceritanya lucu banget! Mau saling mampir like dan komen di cerita masing masing? Mampir di ceritaku The Legend Of Roseanne ya!
takeru lukcy
lanjut thorrrrrr kl gak lanjut aku samper nihh kerumah🤭🤭bagusss 👍
takeru lukcy
baguss cokk bacaa ajaa dehh dijamin gak bakal nyesel
takeru lukcy
thorrr lanjutin gak bagus lohhh😍😍gak bosen aku bacanyaaa
Leel K: aaaa makasih bangetttt 😆😍
total 1 replies
takeru lukcy
lanjut thor
takeru lukcy
anjayy otw bacaa sampe habis nihh😍
takeru lukcy
thorrr bagusss lanjutinn ahh 😍😍😍
Puch🍒❄
astaga akhirnya aku mendapatkan novel yg kusukaaaaaaaaaaaaa yg konyol2 gini nih yg kusuka tp sisi romantisnya jg harus ada pokoknya seru deh bikin gk bosen😌
takeru lukcy: pliss ini novel ke4 yang gue suka suka bangett😍😍
total 1 replies
Puch🍒❄
anjg lucu lg bangke😂🤣😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!