Follow IG author. similikity.s
Fb. Susi
Sebelum membaca, mohon lihat dulu deskripsi. Jika kepolosan atau ke oonan tokoh hanya mode penyamaran. Jadi jangan membuly dulu sebelum baca sampai tuntas dan tau jalan ceritanya
Bocil skip aja, jika ada yang hm taulah. Tapi hanya sedikit saja kok, iya sedikit.
Yang paling banyak mah ngakak nya dan satu lagi bila kesal dengan pemeran jangan mengumpat author, umpat saja pemerannya ya.
Bagaimana jadinya jika seorang mahasiswi di jodohkan dengan Dosennya sendiri?
Itu lah yang terjadi kepada Stela Anandira Wirawan. Seorang gadis cantik imut, manja dan juga polos, tapi di balik ke polosannya itu menyimpan sebuah rahasia yang membuat orang tercengang bila mengetahuinya. Dia juga sama sekali tidak pernah pacaran, lalu sekarang dia harus menerima perjodohan yang telah di rencanakan oleh kedua orangtuanya, yang mengharuskan mereka untuk segera menikah.
Rayen Alfarizi wardana. Dia adalah seorang Dosen muda yang begitu dingin dan juga tegas, seumur hidupnya dia sama sekali belum pernah pacaran, karna prinsipnya dia tidak akan menjalani hubungan selain yang namanya pernikahan dan kini dirinya harus menerima perjodohan dengan wanita pilihan sang kakek sebelum meninggal, wanita yang sama sekali tidak ia kenali.
Seperti apakah bapak Dosen muda itu menyikapi sikap istrinya yang manja dan juga kekanak-kanakan? dan juga sangat polos saking polosnya orang sering mengatainya oon. Hobinya adalah membuat orang kesal dengan pertanyaan-pertanyaan absrudnya.
Apakah bapak dosen akan sabar menghadapi sikap istrinya?
dan bagaimana sikap mereka dikampus?
penasaran? yuk ikuti cerita mereka.!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi similikity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasib punya istri bocah!
Tak terasa, pernikahan Ella dan juga Ray, sudah berjalan selama dua minggu. Semakin hari, mereka semakin mesra. Tapi itu hanya berlaku di luaran kampus, jika mereka sedang berada di lingkungan kampus, mereka tidak akan saling sapa. Mereka terlihat seperti tidak punya hubungan apa-apa. Hanya sebatas Dosen dan mahasiswi saja. Tapi terkadang Ray menyuruh Ella, diam-diam masuk ke ruangan nya. Hanya sekedar untuk makan siang bersama.
"Ell, kamu udah ngerjain tugas, dari pak Ray belum?"tanya Dela, kini mereka sedang berada di kelas.
"Astaga naga bonar. Akunya belum ngerjain Dedel. Kok bisa lupa sih, gimana dong Dedel?"ucap Ella bingung, karna semalam dia keasikan nonton Drakor. Kebetulan Ray juga pulang nya malem. Karna dia pulang ngajar, langsung kekantor untuk membantu sang Papah.
"Auto kena marah, kamu Ell. Sama dosen dingin itu."ujar Dela.
"Kerjain sekarang, sempet gak yah?"
"Emang, kamu bawa laptop?"
"Engga!"
"Terus? kamu mau ngerjain nya, gimana?"
"Gak tau."ucap Ella memelas.
"Pak Dosen dateng tuh."ujar Dela.
Ella pun menengok, dan benar saja Ray sudah datang. Seperti biasa, Ray masuk kelas dengan mimik wajah yang datar juga dingin. Aura nya yang tegas, membuat dirinya semakin mempesona dimata kaum hawa.
"Selamat pagi?"Sapa Ray tegas.
"Pagi, pak!"Jawab mereka serempak.
Lalu Rayen pun, memulai materi yang diterangkan nya hari ini. semuanya menyimak dengan baik, mereka mendengarkan nya secara seksama. Kecuali Ella, dia sedang kebingungan. Dia bingung gimana kalau Ray bertanya, kenapa dia tidak mengerjakan tugas? masa iya dia jawab lupa, saking asik nya nonton Drakor!
Satu jam berlalu, Ray sudah selesai menyampaikan materi nya, hari ini. Kini giliran dia meminta tugas yang dia minta kemarin.
"Silahkan, kalian kumpulkan tugas yang saya berikan kemarin!"pinta Ray tegas.
Mereka pun, mengumpulkan tugas itu kedepan. Kecuali Ella, dia hanya diam saja sambil memainkan kuku nya.
"Stela Anandira! mana tugas kamu?"tanya Ray menatap Ella.
"Em, anu bapak dosen. Akunya lupa ngerjain!"Jawab Ella cengengesan.
"Kenapa bisa lupa?"Ray menatap tajam Ella.
"Anu, itu. Akunya keasikan nonton Drakor. Hehe."Jawab Ella jujur.
"Apa Drakor lebih penting? daripada pelajaran?"Ray berjalan mendekati Ella sambil bersidekap dada.
"Bukan gitu, tapi akunya lupa."Ella menatap Ray yang sedang berdiri dihadapan nya.
"Lupa?"Ray menaikan sebelah alisnya.
"I..iya."
"Sepertinya, lupa sudah menjadi makanan kamu sehari-hari."Ray mengingat istrinya yang sering melupakan sesuatu, bahkan Ella pun pernah melupakan keberadaan dirinya.
"Ih, enggak kok, bapak dosen. Akunya setiap hari gak makan lupa. Tapi makan nasi, sama lauk nya juga deh. Eh, sama jajanan yang lain nya. Tapi akunya lebih suka bakso. Ah, sama cimol juga."ucap Ella panjang lebar.
"Punya mahasiswi kaya kamu! membuat saya darah tinggi"Ray memijat pelipis nya, yang terasa pening.
"Gak papa lah, bapak dosen. Dari pada bikin darah rendah, nanti darahnya abis tiap ketemu aku, terus mati deh. Kan kalau darah tinggi bermanfaat, darah bapak dosen, bisa disumbangin ke PMI."tutur Ella dengan senyuman yang tak pernah luntur.
"Haistz, terserah kamu lah!"ucap Ray prustasi.
"Maaf ya, pak Ray. temen saya memang suka kaya gitu."ucap Dela yang duduk disamping Ella, dia merasa tidak enak pada sang dosen. Karna kelakuan teman ajaib nya ini.
"Tidak papa. Saya sudah terbiasa."Jawab Ray. Ya dia sangat terbiasa sekali, bahkan kelakuan Ella dirumah, ada yang lebih membuat nya pusing dari pada ini.
"Dan, karna kamu tidak mengerjakan tugas. Kamu harus ikut saya keruangan, untuk mendapat tugas tambahan."sambung Ray, menunjuk Ella.
"Iya, bapak dosen galak!"ucap Ella.
"Apa, kamu bilang?"Ray menatap tajam Ella.
"Bapak dosen ganteng, maksudnya aku. Tadi lidah akunya keserempet."Jawab Ella, cengengesan.
Lalu dia pun mengikuti langkah kaki Ray menuju keruangan nya. Sesampainya diruangan Ray langsung menundukan dirinya di sopa.
"Kenapa masih berdiri? duduk!"ucap Ray menatap Ella yang masih berdiri di depan pintu.
"Kan, akunya belum di persilahkan duduk!"Jawab Ella.
"Yaudah, Stela Anandira. Ayok silahkan duduk!"ucap Ray dengan muka ditekuk.
"Terimakasih bapak dosen. Akunya duduk, ya."Ella langsung duduk disamping Ray.
"Jadi? kenapa kamu tidak mengerjakan tugas dari kakak?"Ray menatap Ella.
"Kan, tadi akunya udah bilang. Bahwa akute lupa kalau ada tugas dari bapak dosen, karna akunya keasikan nonton Drakor."Jawab Ella.
"Bagus ya. Mentang-mentang kakak pulang nya malem, jadi kamu bebas nonton Drakor. Sampe gak inget waktu."Ray menatap tajam Ella.
"Hehe, maafin lah atu. Jangan dihukum ya! nati akunya janji deh, bakalan ngerjain tugas dengan benar."Nego Ella.
"Oh, tidak bisa. Hukum harus tetap berjalan!"ucap Ray tegas.
"Akunya, berasa jadi terdakwa inimah euy."lirih Ella.
"Bentar, kamu tunggu disini!"Ray berjalan kearah meja nya, Terlihat dia mengambil sesuatu. Setelah itu dia menghampiri Ella kembali.
"Ini, tugas tambahan buat kamu. Dan jangan lupa! kerjain juga tugas yang kakak berikan kemarin!"Meskipun Ella adalah istrinya. Tapi Ray harus tetap bersikap tegas, agar Ella bisa belajar dari kesalahan nya. Dan tidak mengulangi nya lagi.
"Baik, bapak dosen. Kalau gitu, akunya fermisi dulu."ucap Ella mengambil tugas itu, lalu segera bangkit dari duduk nya.
"Mau kemana?"tanya Ray.
"Ke kantin, mau makan. Akunya laper!"Jawab Ella.
"Makan disini aja ya, sama kakak."pinta Ray.
"Oh, no. Akute lagi sebel sama bapak dosen teh. Pokonya aku mau ngambek, akunya gak mau lagi ngomong sama bapak dosen!"ucap Ella lalu dia segera keluar dari ruangan Ray dengan menghentakan kaki nya.
"Nasib, punya istri bocah."lirih Ray mengguyar rambutnya.
Setelah keluar dari ruangan Ray, Ella segera melangkah kan kakinya menuju ke kantin, karna perutnya sudah keroncongan meminta diisi.
Brukk,
Suara itu begitu keras, seperti suara orang terjatuh.
"Aw, sakit."ringis Ella memegangi lutut nya yang sedikit mengeluarkan darah.
Yup, yang terjatuh itu adalah Ella. Ada seseorang yang sengaja menyilangkan kakinya saat melihat Ella akan lewat.
"Ups, sakit ya? kasian! kan udah gue bilang, elo jangan pernah cari masalah sama gue. Ini baru permulaan, lo liat aja nanti, apa yang bakal gue lakuin ke elo. Yang pasti akan lebih menyakitkan dari ini."ucap orang yang sedang berjongkok di hadapan Ella, dengan tangan nya yang mencengkram erat dagu Ella.
"Oting."Ella menatap orang yang berada dihadapan nya.
"Lo, masih inget gue kan?"
"Inget lah, kamu kan Oting, yang udah banting ponsel kesayangan nya aku!"Jawab Ella.
"Baguslah kalau lo inget, omongan gue nyata kan? gimana? mantep gak?"orang itu tersenyum smirik.
"Kenapa sih, kamu selalu jahat sama aku? padahal akunya salah apa coba?"ucap Ella.
"Salah elo, karna elo udah merebut apa yang gue mau!"Sesil menjambak rambut Ella kuat. Yes orang itu adalah. Sesil Quinara Gautama.
"Akunya ngerebut apa coba? akutuh gak pernah ngerebut apa pun milik orang lain suer deh."masih sempat aja Ella mengacungkan kedua jarinya. Padahal dia sedang di jambak.
"Lo udah ngerebut, cowok inceran gue! Dan itu sama aja, lo nyari masalah sama gue."Sesil semakin memperkuat jambakan nya hingga Ella meringis.
Jangan lupa jejaknya guys😊
Biar akunya semangat buat ngetik💕💕