NovelToon NovelToon
Elora: My Little Princess

Elora: My Little Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Angst / Kutukan / Romansa Fantasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: bwutami | studibivalvia

AKU baru saja pulang dari medan perang dengan membawa kekalahan pihak musuh di genggaman tangan mendadak dikejutkan oleh kemunculan seorang anak perempuan kecil berumur lima tahun dari dalam karung goni milik salah satu perompak yang menghalangi jalan. Rasa terkejutku bukan karena sosoknya yang tiba-tiba muncul melainkan perkataan anak itu yang memanggilku Ayah padahal aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Apakah ini salah satu trik konyol musuhku? Sebab anak itu sangat mirip denganku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bwutami | studibivalvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 8: chrysanthemum: flower of november [1]

SERAGAM musim gugur adalah pakaian yang agak tebal dan dipakai berlapis-lapis karena angin mulai sering bertiup. Meski matahari sudah berada di atas kepala, itu tetap tidak terasa hangat karena ada banyak awan yang menutupi. Dedaunan yang berasal dari pohon kastanye di  beberapa titik istana perlahan mulai kecoklatan. Pohon maple dan oak yang dapat dilihat dari ruang kerja kaisar juga menampilkan nuansa serupa. Gradasi cokelat, merah, dan kuning memberi warna baru dari warna hijau di musim panas.

Bunga krisan yang menjadi penanda datangnya musim gugur juga telah mekar di sepanjang jalan ibukota dan taman istana. Selain itu, aroma panggangan roti, kopi yang baru diseduh, serta orang-orang yang berjalan kaki juga pasti saat ini memenuhi setiap sudut ibukota. Hal-hal kecil yang terjadi di luar istana utama seperti ini mungkin tidak akan pernah masuk ke telingaku kecuali karena Leocadio selalu menyempatkan diri untuk pamer. Walaupun aku tetap tidak peduli karena hal tersebut selalu terjadi dan diperbuat olehnya. 

Namun, kali ini ada yang berbeda karena aku merasa dia selalu mendorongku untuk pergi keluar dengan alasan menikmati waktu. Ketika duduk di meja kerja dnegan tumpukan berkas adalah caraku menikmati setiap musim yang berlalu karena pergantian musim adalah hal yang berulang.

“Kereta kuda telah siap, Yang Mulia.”

Memakai seragam musim gugur berwarna putih dipadu dengan ornamen berwarna kuning keemasan, aku melangkah keluar istana utama menuju kereta kuda yang sudah terparkir di depan pintu masuk. Rencananya hari ini aku hanya akan berkunjung ke kediaman Duke of Astello untuk urusan pekerjaaan–meski sebenarnya hanya dengan mengirim surat berstempel merah saja sudah cukup untuk membuat Duke of Astello datang. Namun, anehnya, hari ini sesuatu terus mengusik pikiranku. Terlebih lagi karena Leocadio yang secara terus-menerus membuat keributan menyuruhku menjenguk Elora.

Padahal, aku bisa mengabaikannya. Hanya saja, sesuatu di dalam hatiku terus mengganggu. Apakah ini yang disebut dengan penyesalan? Namun, rasanya sungguh aneh dan kikuk, seperti bukan diriku yang biasa. Hingga waktu terus berlalu dan aku masih tenggelam dalam pikiran dan perasaan bersalah, tanpa sadar, aku sudah berada di depan kediaman bernuansa putih dan biru tua dengan banyak tumbuhan hijau tersebut.

Hamon membukakan pintu. Begitu aku menginjakkan kaki di tanah, ada satu hal yang membuatku terpaku selama sekian detik–bahwa aura kediaman Duke of Astello terasa sangat jauh berbeda dibanding istana  utama. Meski cuaca hari ini sangat dingin dan  berangin, rumah itu anehnya tetap terlihat hangat.

“Saya memberi hormat kepada Bintang Adenium.” Duke of Astello bersama dengan pekerja rumahnya menunduk dengan hormat. “Selamat datang di kediaman Astello.” Aku hanya mengangguk dan Duke of Astello kembali melanjutkan, “Karena Yang Mulia datang pagi-pagi sekali, Putri pasti masih terlelap.”

Aku tidak begitu peduli dengan perkataannya karena kedatanganku pagi ini memang menyangkut pekerjaan, tidak lebih. Namun, ketika pandanganku menangkap sesuatu yang bergerak dari sana, langkahku terhenti. Elora berlari dengan kecepatan penuh, masih memakai gaun tidur, tanpa alas kaki, sementara pengasuhnya mengikut di belakang sembari memegang selimut tebal.

Dari tempatku berdiri, aku dapat mendengar Elora berteriak memanggilku sementara pengasuhnya berteriak menyuruhnya agar tidak berlari. Ketika tubuh mungilnya kemudian menabrakkan diri ke tubuhku sedangkan tangan kecilnya melingkar erat di paha, otot-otot di tubuhku mendadak menegang. Aku tidak dapat menggerakkan satu pun anggota badan dan selama beberapa detik pikiranku terasa kosong.

***

“Papa!”

Setelah berlari memasuki ruang tamu kediaman Duke of Astello dengan pakaian yang telah diganti, dia sertamerta memeluk kakiku sembari menampilkan deretan giginya saat tersenyum lebar. Netra biru cerah itu menatapku antusias begitu dia mengangkat wajah. Pagi ini, dress yang dia pakai adalah putih dipadu warna biru malam yang tidak mendominasi. Pita dan sepatu bot juga berwarna putih, mirip dengan karakteristik lambang keluarga Astello. Melihatnya demikian membuat sudut di ruang hatiku sedikit terasa ngilu. 

“Sudah seminggu berlalu sehingga Putri pasti sangat merindukan Yang Mulia.” Duke of Astello membuka obrolan dengan santai dan ramah. Sementara itu, perhatianku yang tadi terfokus pada Elora segera beralih menatap Duke of Astello dengan pandangan datar.

“Benarkah?”

“Benal! El sangat-sangat melindukan Papa!”

Aku mengembuskan napas kecil dan beralih kembali menatap tuan rumah, membiarkan anak mungil itu tetap memeluk kakiku. “Elora akan kembali ke istana hari ini.”

“Kalau begitu, saya akan mempersiapkannya, Yang Mulia.” Lalu, Duke mengangkat tangan, memberi kode kepada kepala pelayan yang langsung dimengerti olehnya. “Sebenarnya, saya sempat merasa gelisah karena perintah Yang Mulia untuk berangkat ke Petunia. Namun, sekarang saya sangat lega karena Yang Mulia datang secara pribadi menjemput Putri.”

“Justru aku yang merasa lega, Duke.” Aku meliriknya datar. “Mengenai masalah di Petunia–”

Berbicara mengenai beberapa masalah yang mengganggu sebelumnya, masalah baru kembali menyapa: ancaman krisis pangan Petunia. Perbaikan wilayah masih sementara berlangsung sedangkan musim dingin tidak lama lagi akan tiba. Ketersediaan pangan dan pendistribusiannya harus selesai secepat mungkin sebelum cuaca makin dingin. 

Sebab ketiga wilayah di perbatasan barat sudah pulih dan tidak mendapat banyak kerugian, sebagian hasil panen dapat didistribusikan ke Petunia. Dengan demikian, wilayah itu akan baik-baik saja selama musim gugur menuju musim dingin. Petunia tidak akan kelaparan selama musim gugur dan mempunyai stok makanan yang cukup untuk musim dingin. Walaupun untuk sementara, kekaisaran tidak menerima hasil panen dari wilayah Anemone, Forsythia, dan Burnet. 

Meski di laporan tertulis semuanya berjalan lancar, aku tetap harus meninjau langsung setidaknya sekali untuk proses pembangunan penampungan air  bawah tanah Petunia sekaligus mengecek hasil panen ketiga wilayah yang ada di perbatasan barat. Namun, itu tidak semudah yang dikatakan.

“–masalahnya lumayan kompleks.”

Pelayan datang bersama meja dorong bertingkat tiga. Dengan gerakan yang hati-hati, dia mengatur piring yang berisi kudapan ringan dan makanan manis di meja, lalu yang terakhir adalah dua cangkir teh dan segelas susu putih yang diletakkan di depan Elora. Ketika pelayan telah selesai mengeluarkan semua yang tersusun di meja dorong, Elora melepas pelukan, bangkit berdiri lalu memanjat sofa untuk duduk di sebelahku.

Pelayan yang belum beranjak dengan sigap memberikan gelas susu yang ternyata sudah ditunggu-tunggu oleh Elora. “Telima kasih, Penny.” Wanita muda yang bernama Penny tersebut tersenyum, menunduk hormat, lalu beranjak bersama meja dorng yang dia bawa.

Aku yang melihat adegan tersebut tanpa mengalihkan pandangan hanya bisa melipat kedua tangan di perut, tidak mengatakan apa-apa, hanya terus memandanginya yang sekarang sedang memegang gelas dengan kedua tangan.

“Apakah setelah ini Yang Mulia akan pergi jalan-jalan sebentar dengan Putri?” Duke of Astello bertanya ramah, tetapi dari ekspresi wajahnya sepertinya dia memaksaku untuk melakukan apa yang dia pertanyakan.

“Aku hanya singgah karena kebetulan lewat.” Lalu aku beralih mengambil cangkir teh di meja. “Setelah dari sini, kita akan segera berangkat.”

“Papa mau ke mana?” Tidak menjawab pertanyaan Elora, dia kemudian bertanya lagi, “El mau ikut.”

“Itu bukan tempat yang bisa didatangi oleh sembarang orang.” Aku menjawab setelah meletakkan cangkir teh di meja. “Hanya orang dewasa yang  bisa ikut.”

Bukannya menyerah, Elora malah membulatkan mata, menatapku dengan penuh harap, bibirnya mengerucut, serta kedua tangan yang menggenggam segelas susu hangat besar. Di sekitar wajahnya seolah muncul bunga-bunga krisan yang berwarna-warni, sementara di sisi seberang, Duke of Astello yang jarang tertawa malah tertawa kecil. Aku tidak tahu apakah dia sekarang sedang mengeluarkan ekspresi marah atau ekspresi mengancam membunuh yang gagal. Namun, ketika dia semakin mendekatkan wajah, saat itu aku yakin bahwa Elora saat ini sedang melancarkan serangan yang mungkin tidak dapat kuhindari.[]

1
Pengabdi Uji
Tau gk yg mulia ibu asli el itu saya lho🤭
Pengabdi Uji
Keknya elora itu bsa ngontrol bapaknya ya? Punya kekuatan sejenis apatuh
studibivalvia: nyembuhin lebih tepatnya kak 🤣 kekuatannya ntar dijelaskan di bab yg berikutnya tapi kayaknya masih agak lama ketahuan nya
total 1 replies
Alessandro
"hamon tidak mati kan?"
ya ampun.... elora
Alessandro
saripati darah dong, thor...
detil sekali penjelasannya
Laila Sarifah
Agak anomali Kaisar satu ini, masa anaknya disuruh lompat dari ketinggian😭
Alessandro: 🤣🤣🤣 aku jg gemes dr kmrn...
tp ya gmn lg terserah sang pemilik cerita 🤣
total 1 replies
Laila Sarifah
Mudahan dgn adanya Elora di samping Kaisar, hati Kaisar menjadi lebih lembut
Aruna02
😭😭sadis
Aruna02
iiiikh gumush bnget elola 🤣🤣
Sinchan Gabut
Lah... kmrin pingsan, skrg malah cengengesan liat bapaknya habis bantai penduduk desa. jd bokem kamu El? 🤔😆🤣
Sinchan Gabut
gemes bgt sama Elora... 😘
Pengabdi Uji
El apa dy calon calon bocil baddas nanti diajarin sma bapaknya?
Pengabdi Uji
Kan kata gua jg apa, ni bocil pasti dibawa org lucu bgini🤣🤣
Alessandro
agak lain bapak ini....
Alessandro
hati yang mulia keras juga ya.....
butuh siraman cinta agar lebih melunak
Laila Sarifah
Yang Mulia nggak mau kah cari siapa Ibu aslinya Elora😫
studibivalvia: nggak dong kak 😔
total 4 replies
Laila Sarifah
Ya jgn lah di bunuh anakmu sendiri Yang Mulia, nanti anda menyesal
Aruna02
😩😩😩nungguin bapak nya
Aruna02
babi nggak tuh 😭😭😭
Aruna02
jadi, elora beban ya yang mulia🙄
Pengabdi Uji
Pasti ujung ujungnya mah diajak kan? Gk tega kan ninggalin anak ny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!