Ikhtisar :
Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.
Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Hukum Karma
“Apa yang kamu tanam, itu yang akan kamu tuai di kemudian hari”
\_ Elina Cassarius \_
Laura tersadar, ketika merasa ada yang menyentuhnya. Dia membuka matanya dan mendapati seseorang yang tidak dia kenal, lalu dia terduduk karena masih merasa pusing.
“Si… siapa anda ?” Tanya Laura dengan gagap
“Apa perlu aku berkenalan dengan kamu, cantik ?” Tanya Laki-laki bertubuh besar itu seraya membuka celananya
“A… apa yang akan kamu lakukan kepadaku ?” Tanya Laura bertambah panik, karena pria di sampingnya sudah tiak memakai apa pun
“Apa kamu belum pernah melakukannya sama sekali ? Sungguh barang yang istimewa” Ujar Laki-laki itu sambil mengelus pipi Laura
“Tolong mnyingirlah tuan, sepertinya kamu salah kamar” Ucap Laura seraya clingak-clinguk mencari Erika
Karena laki-laki itu tidak mempedulikkannya, terpaksa laura berusaha menghindarinya.
“Mau kemana kamu cantik ? jangan menguji kesabaranku” Ucapnya
Laura hendak beranjak dari tidurnya, namun pria itu tidak membiarkan Laura, dia langsung mengungkung tubuh Laura.
“Tuan, anda benar-benar salah kamar” Ujar Laura yang masih berusaha tenang sambil membujuk
“Kamu berpura-pura lugu, atau kamu tidak tahu apa-apa ? Sungguh sangat menantang” Ucapnya sambil tersenyum yag sulit diartikan
Plak
Plak
Plak
Sreeeet ….
Dengan kasar pria itu membuka baju Laura hingga sobek
“Tidaaaaaaak” Teriak Laura
Laura teriak dan menjerit, ketika pria itu melakukan sesuatu padanya. Tak lama merasakan sakit yang luar biasa, Laura tidak sadarkan diri.
*****
Setelah memberikan pelajaran kepada Laura Elina dan Arka tidak langsung pulang ke rumahnya.
“Arka, aku tidak ingin pulang ke rumah sekarang” Ucap Elina saat Arka hendak mengantarkannya pulang
“Baiklah, apa kamu mau pergi ke suatu tempat ?” Ujar Arka seraya menatap Elina
“Ya, sepertinya aku butuh tempat hiburan” Jawab Elina
Sudah lama sekali, sejak kejadian itu Elina tidak pernah berpergian keluar atau sekedar jalan-jalan.
“Bagaimana kalau kita ke taman saja ?” Tawar Arka
“Boleh, ayo” Jawab Elina
Setelah cukup lama, Elina memang masih belum bia berpergian ke sembarang tempat. Elina yakin, kalau Jack Blue itu masih terus memburunya.
“Ayo kita pergi, namu tidak akan lama aku takit terjadi sesuatu kepadamu” Ujar Arka
Mereka pun pergi ke taman, sesampai di sana Elina berlarian menikati Susana taman.
“Disini begitu indah, aku sangat menyukainya” Ucap Elina
“Aku senang kamu bisa tersenyum lagi, seperti dulu Lina” Ujar Arka
“Ini juga berkat kamu dan Ayu, yang sudah membantu aku” Jawab Elina
“Kalau ada sesuatu, jangan sungkan untuk meminta kepadaku” Ujar yang diangguki oleh Elina
Saat berkeliling taman, mata Elina berbinar melihat pedagang yang berjajar.
“Apa kamu mau makanan itu ?” Tanya Arka
“Iya, tapi aku tidak memiliki uang” Jawab Elina bersedih
“Ayo kita beli, biar aku yang membelinya” Ajak Arka
“Tidak usah, kita pulang saja” Tolak Elina
“Tidak papa, ayo sekali-kali” Ujar Arka sambil menarik tangan Elina
Mereka menghampiri semua pedagang …
“Pak beli cilok 10 ribu ya” Ujar Arka
“Baik mas” Jawabnya
Semua jajanan Arka membelinya, agar Elina merasa bahagia.
“Ini banyak banget Arka, bagaimana kita akan menghabiskannya ?” Tanya Elina
“Itu mudah sekali, kita akan mengajak Ayu untuk makan bersama kita” Jawab Arka
“Itu kelihatan seru, ayo kita pulang” Ucap Elina
Namun bukannya mengajak pulang, Arka mengajak Eilna untuk duduk di salah satu kursi yang tersedia di taman.
“Kenapa kamu mengajakku duduk ?” Tanya Elina
“Aku ingin membicarakan sesuatu dengan kamu, Elina” Jawab Arka
“Apa ?” Tanya Elina
“Ini sudah sejak lama aku pendam dari semua orang, aku sangat mencintai kamu. Entah sejak kapan aku mulai menyukai kamu, tapi ini sudah lama. Aku tidak akan memaksa kamu untuk menerima aku, aku akan terus menunggu kamu sampai kamu menjawab iya atau melihat kamu bersanding dengan orang lain” Jawab Arka
Mendengar itu membuat Elina terdiam …
“Aku bingung harus menjawab apa, aku bukan wanita yang suci karena kesuciannku sudah diambil oleh laki-lai brengsek itu dan aku tidak pantas untuk kamu” Ujar Elina
“Aku tidak peduli akan masa lalu kamu, yang terpenting itu masa depan kita. Apakah kau mau mengubur masa lalu kamu dan merajut masa depan dengan aku ?” Kata Arka yang diangguki oleh Elina dengan malu-malu
“Apa aku tidak mendengarnya ?” Goda Arka
“Iya, aku mau Arka ” Jawab Elina dan Arka langsung memeluk Elina
“Terima kasih Elina, terima kasih” Ucap Arka
“Ayo kita pulang, aku sudah sangat gerah ingin mandi” Ajak Elina
“Ayo sayang” Jawab Arka membuat wajah Elina bersemu merah