NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta : Maduku Saudara Tiriku

Berbagi Cinta : Maduku Saudara Tiriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Katrina jaeyadi

Aira Maharani seorang gadis yang baru saja lulus sekolah SMU itu, terpaksa menikah dengan seseorang atas perintah ayahnya dengan pengaruh ibu tirinya. Namun dalam pernikahannya dia tak pernah mendapat perlakuan yang baik dari suaminya, dan dalam pernikahannya yang sudah berjalan 3 tahun lamanya tak dapat keturunan seperti yang diinginkan suaminya Aira kerap mendapat hinaan dari suaminya. Dan pada hari ulang tahun pernikahannya yang ke 3 tahun dia mendapat kabar bahwa suaminya telah menduakannya. Dan madu yang dibawah masuk oleh suaminya ke dalam rumahnya adalah saudara tirinya sendiri. Akankah Aira bisa bebas dari hinaan dan siksaan dari suaminya. Dan akankah Aira akan hidup bahagia bersama suamindan madunya, atau suaminya akan berubah menyayangi dan menghormatinya.








Halo... saya pendatang baru, butuh dukungan dari kalian semua. Dan . . Dan jangan lupa untuk meninggalkan Like 👍kalian, terus comment ✍️ kalian juga ya.... Biar saya lebih semangat lagi, hadiah 🎁 dan vote ✌️dari kalia juga ku tunggu 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Katrina jaeyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jebakan yang salah sasaran

"Aneh, ini sungguh aneh. Aku sudah mengirimkan surat itu kepengadilan sejak dua bulan yang lalu, tapi kenapa sampai sekarang masih juga belum ada proses dan kabar perceraian mereka?" geram anggel dengan kesal dan menghentakkan kaki kanannya.

"Surat cerai? Apa kamu mau berpisah dengan suamimu? Apa kau sudah gila anggel.!" bentak mama anggel yang mendengar gumaman putrinya saat dia mau masuk kedalam kamarnya. Karna anggel sedang berkunjung ke rumah mamanya.

"Bukan aku, tapi aira yang ingin bercerai dengan mas Daniel. Dan aku sudah mengsabotase tanda tangannya mas Daniel untuk menyetujui perceraian itu, bahkan aku juga sudah mengirimnya ke kantor pengadilan. Tapi sampai sekarang masih tenang - tenang saja." jelas anggel pada mamanya dengan nada kesal.

"Ooo...Mungkin masih dalam peroses." jawab mama anggel mencobak menerkanya.

"Kenapa begitu lama perosesnya.!" kesal anggel lagi.

*

*

*

Daniel yang mulai curiga dengan segala tindakakn anggel, dan dia mulai mengawasi anggel, karna dia gak mau kalo anggel menggagalkan rencananya mendapatkan aira.

Daniel mulai melakukan segala hal untuk mendapatkan aira lagi, dan kali ini dia akan melakukannya dengan benar sesuai dengan apa yang dikatakan oleh kakeknya.

"Tuan saya mendapati beberapa berkas yang sudah ditanda tangan oleh anda, tolong anda cek dan koreksi lagi." info dari asisten daniel yang dari kemaren ditugaskan oleh daniel untuk mengkoreksi berkas - berkas yang dulu dikerjakan oleh daniel saat anggel jadi sekretarisnya.

"Baik, kau letakkan di sana nanti aku akan melihatnya. Dan tolong kirim orang untuk mengawasi anggel dengan ketat, dan juga kirim orang lagi untuk mengawasi serta melindungi aira dari ulah anggel dan ibunya." perintah daniel pada asistennya untuk memantau dua wanitanya.

"Baik, saya mengerti." jawab asisten daniel dan langsung pergi untuk menugaskan orang - orang sesuai dengan perintah bosnya.

*

*

*

"Aira, kenapa kamu begitu menggoda? Apa perasaanku ini adalah rasa sukaku padamu, atau rasa kagumku padamu aku tak tau. Tapi aku selalu tertarik padamu Aira." gumam anang dalam hati yang melihat aira merundingkan kerjanya dalam pembangunan gasebo rentoran milik cucu bu prapti didepan semua orang.

"Bagaimana semuanya. Apa kalian semua mengerti?" tanya aira pada semua orang yang ikut hadir dalam rapat.

"Iya bu Aira, dan bagaimana jika diantara gasebo itu kita beri lampu - lampu yang dililitkan." ide dari salah satu orang yang ikut dalam rapat itu.

"Boleh, tapi jangan dililit pada bagian penyangganya karna bisa berbahaya jika ada anak kecil yang tanpa sengaja memegangnya, karna kita tak bisa tau kalo itu ada kabel yang mengelupas dan membahayakan." jelas aira yang menyetujui ide yang diusulkan.

"Baiklah, kalo begitu gimana kalo kita beri dibagian atap gasebo dan juga pohon yang sekiranya tak akan disentuh atau jauh dari area bermain, tapi masih tetap disekitar gasebo. Jadi bisa memberikan pencahayaan yang maksimal pada gasebo saat dimalam hari, sekaligus memberikan keindahan yang menampilkan alam yang cerah." usulan yang disarankan oleh aira, dan disetujui semua orang.

"Baiklah kalo semua sudah setuju seperti itu, mari kita lakukan sesuai dengan semua rencana dan ide kali ini. Dan rapat kita akhiri, selamat bekerja semuanya." ucap aira dengan senyum khasnya yang selalu memberikan semangat pada semua orang.

"Keren ya, gasebo dengan sentuhan alam. Pasti sangat indah dan bisa menaikkan minat konsumen itu nantinya." puji para orang - orang yang tadi ikut rapat.

"Kau benar, dulu aku selalu penasaran seperti apa arsitek yang ada dicabang karna bu prapti sangat mempercayai dia. Dan sekarang saat aku tau dan melihatnya sendiri, dia benar - benar luar biasa." timpali teman pegawe itu.

"Kau benar, aku juga sangat kagum dengannya, dia tak pernah menolak ide dari kita. Dan dia selalu memberikan solusi yang sangat bagus pada setiap ide yang muncul dari kita. Kita jadi senang bekerja sama dengannya, karna hasil karyanya selalu ada turun campur ide kita yang tertera disana. Walo sebenarnya itu hasil pemikiran dia juga." seru pegawe lainnya lagi, seolah tak ada habisnya pujian mereka pada aira.

*

*

*

Dalam ruang kerja bu prapti.

"Aira nenek sangat senang dengan hasil rapatmu hari ini, mereka menceritakan semuanya padaku. Dan kapan pembangunan gasebo itu akan dilaksanakan?" tanya bu prapti dengan memuji hasil kerja aira.

"Akan dilakukan minggu depan nek, dan terima kasih atas kepercayaan nenek pada Aira." ucap aira dengan tulus berterima kasih.

"Iya, iya. Dan Aira biasakah nenek mintak tolong kamu hadirin acara pesta di perusahaan yang bekerja sama dengan kita nanti malam? Karna nenek masih ada urusan jadi tak bisa hadir, bagaimana?" tanya bu prapti tak enak karna undangannya dadakan.

"Baiklah, tapi mungkin Aira tak bisa lama di sana nek. Karna Aira besok pagi harus memantau lagi bangunan gedung milik pimpinan perusahaan Andil." jelas aira pada bu prapti.

"Baiklah nenek mengerti, kamu tak perlu sampai selesai di sana, yang penting sudah setor muka saja." ucap bu prapti pada aiara yang tak harus bersama - lama di sana.

*

*

*

Sesuai dengan alamat yang dikirimkan oleh bu prapti, aira hadir dalam acara pesta itu dan menuliskan nama perusahaannya sebagai wakil dari pimpinan perusahaan itu.

Aira berjalan masuk kedalam aula pesta hotel itu, dan waoh pesta itu sangat luar biasa dan megah. Semua jenis makanan tersedia di sana dan ditata dengan sangat rapi sesuai dengan nama negara asal masakan itu.

Aira mengelilingi aula pesta itu untuk mencari tau orang yang dimaksudkan oleh bu prapti, dalam pencariannya aira tak sadar kalo ada pandangan orang dengan tatapan membunuh pada aira. Dan orang itu mulai melancarkan serangan untuk aira.

"Aira, kamu datang kesini juga? Apa kamu juga diundang ke pesta ini?" tegur seseorang pada aira, dan ternyata orang itu adalah ayah aira tuan nugroho beserta istrinya (ibu tiri aira).

"Ya, dan karna perusahaan kami bekerja sama makanya aku bisa ada di sini sekarang." jelas aira dengan malas

"Kenapa kamu gak sopan pada ayahmu Aira.! Setidaknya tunjukkan rasa hormatmu padanya ditempat umum." hardik ibu tiri aira saat dia melihat aira mau pergi, padalan ayahnya dengan sengaja mendekatinya.

"Maaf, tapi saya tidak mintak pada kalian untuk menegurku. Dan aku sedang sibuk sekarang. Permisi tuan dan nyonya nugroho." ucap aira dengan menu dukkan kepala lalu berlalu pergi.

"Cih. Anak tidak tau aturan." decak ibu tiri aira dalam hati.

Setelah aira berhasil menemukan orang yang dimaksudkan oleh bu prapti dia pun ijin pulang. Namun siapa sangka saat aira menerima air yang diberikan oleh seorang pramusaji aira merasakan tidak enak dalam dirinya. Aira berjalan terhuyung dikoridor hotel dan pandangannya juga mulai samar.

"Nona mari aku antar untuk istirahat." tawar seorang pramusaji pada aira, dan aira yang sudah tak mampu menahan sakit kepalan dan juga rasa aneh yang menjalan ditubuhnya dia pun mengikuti peramusaji itu.

30 menit sebelum kejadian.

"Aira kamu harus mati, aku akan memberimu hadiah yang indah malam ini. Dan kita lihat apa kamu masih bisa bertahan dengan kesombonganmu itu." seringai muncul dibinir ibu tiri aira.

"Hey kamu kemarilah, berikan ini pada wanita yan berdiri dengan tuan rumah itu dan pastikan dia meminumnya." perintah ibu tiri aira pada seorang pramusaji.

"Oh jadi anda adalah arsitek Aira yang selalu di ceritakan oleh nyonya Prapti, senang bertemu dengan anda." ucap kenalan bu prapti yang juga tuan rumah dalam pesta malam ini.

"Nyonya jusnya." tawar seorang pramusaji yang tadi sudah disuruh oleh ibu tiri aira.

"Ah iya, silakan diminum sebagai penghormatan untuk saya." ucap tuan rumah itu, dan tak bisa ditolak oleh aira.

"Baiklah tuan kalo begitu saya mohon ijin dulu." pamit aira setelah dia menimun jus itu setengah.

"Baiklah, baiklah terima kasih. Dan sampaikan juga rasa terima kasih saya pada nyonya Prapti." jawab tuan rumah itu.

"Baik." ucap aira dan memberi hormat.

Aira puan melangkahkan kakinya keluar dari aula pesta itu, tanpa lagi menoleh kekanan dan kekiri dia langsung berjalan lurus melewati banyak orang. Namun sesampainya dia di koridor tiba - tiba kepalanya terasa pusing dan tubuhnya panas sehingga dia tak bisa melihat jalan dengan benar.

Dan orang yang sedari tadi di suruh mengikuti aira terus mengawasi gerak gerik aira, sampai saat dia melihat aira berjalan terhuyung dia langsung mendekati aira dan memapah aira untuk membawah aira kedalam kamar hotel yang sudah dipesan dan disiapkan oleh ibu tiri aira.

30 meneit kemudian

"Eh kamarnya yang nomor berapa ya tadi?" pramusaji itu lupa dengan nomor yang disebutkan oleh ibu tiri aira.

"Ah, mungkin yang ini. Masuk saja dulu, lah benar tidak dikunci." pramusaji itu berjalan masuk mendekati tempat tidur.

"Ehm.!" gumam aira yang mulai tak mampu menguasai dirinya.

Setelah meletakkan aira di ranjang, pramusaji itu langsung melesat keluar dan menutup pintunya. Sementara aira didalam berusaha menguasai kesadarannya yang mulai tak mampu dia nalar lagi.

"Aaah.!"

"Eghm.!"

Orang yang ada didalam kamar mandi buru - buri keluar karna dia gak mau terlambat dalam menolong, namun langkah kakinya terhenti saat dia mendengar suara dess*han dan rintihan seorang wanita didalam kamarnya.

Orang itu mendekati kamarnya dan matanya terbelalak saat dia melihat pemandangan yang luar biasa indah baginya. Dan darah kelelakiannya terpompa naik dengan cepat.

1
Nenie Chusniyah
luar biasa
septii..
Kecewa
배도은
Biasa
Iyas Masriyah
Luar biasa
💓 KJ: trm kasih dukungannya kak
total 1 replies
Henny Aprilaz
lumayan ok
💓 KJ: makasih kak
total 1 replies
Henny Aprilaz
ending nya begini thor...bikin nyesek 😭😭😭
💓 KJ: oh Uda baca sampai selesai ya. baca karyaku yg lain juga ka
total 1 replies
Henny Aprilaz
Nangis aqu thor 😭😭😭
💓 KJ: maaf kak, makasih dukungannya
total 1 replies
Henny Aprilaz
kenapa aira berkata² seakan mo mati yaaaa...
Henny Aprilaz
hadeuh kelamaan kau aira....kemaren2 lembek lemah lebih tepatnya bodoh
Henny Aprilaz
BODOH KAU AIRA
Henny Aprilaz
si goblok aira
Henny Aprilaz
danieeeeellll😡😡😡😡
💓 KJ: kenapa ka?
merasa kesal ya
total 1 replies
fares Faresya
terlalu gaul bahasanya hhhh gelay bet sih
Rus Meri
iya kelamaan koma nya KL setahun apa 6 bln wajar ini 15 th nggak masuk akal Thor hhh
Syifana Nurrahma Kusumasticha
keren
Dini Else
sangat berkesan ceritanya sbg pelajaran di kehidupan nyata.
Yayah Karuniati
EGOIS 😠😠😠
Yayah Karuniati
Benci sama Daniel dari dulu tidak pernah berubah yang di pikirin cuma nafsunya saja tidak mau mengerti Aira
ainunika2011
💕💕💖
Kiki Ade Lina
ck dasar enak ajaa setelah perlakuan kejammu Masi dengan tidak tau malunyaa mau kembali lagi , cih dasar magadir kau Daniel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!