NovelToon NovelToon
Takdir Cahaya & Kegelapan

Takdir Cahaya & Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: fernan Do

raja kegelapan dan ratu cahaya" 2 entitas yang tidak seharusnya bisa bersatu dan kekuatan yang seharusnya saling tolak menolak namun dikalahkan oleh takdir yang berjalan secara mutlak...menjalin sebuah cinta yang membuat kesucian cahaya menjadi dianggap najis dan kekejaman kegelapan dianggap lemah karena hubungan yang mereka jalanii

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fernan Do, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ruang keheningan dan wajah yang kembali

Matahari baru saja menyentuh puncak menara istana, namun kegelisahan di hati Alina tidak kunjung padam. Setelah percakapannya dengan Elias tadi malam, jiwanya seolah ditarik oleh benang-benang gaib menuju dasar terdalam istana Luxeria.

Lantai marmer yang biasanya ia injak terasa bergetar, memberikan resonansi pada sihir cahaya di nadinya. Alina berjalan menyusuri lorong-lorong gelap yang bahkan tidak terjamah oleh para pelayan.

Di ujung lorong terbawah, di balik sebuah reruntuhan tembok yang tertutup lumut abadi, Alina menyentuh sebuah simbol matahari yang retak.

Klik.

Dinding itu bergeser, mengungkapkan sebuah tangga spiral yang menuju ke perut bumi. Udara di bawah sana terasa dingin, namun suci—sebuah aroma yang sangat akrab bagi Alina, aroma melati hutan dan energi yang murni.

Alina turun perlahan. Saat kakinya menyentuh lantai dasar, ribuan lampu kristal kuno menyala secara otomatis, menerangi sebuah ruangan yang luasnya menyerupai katedral dewa.

Ini adalah (Sanctum of the Primordial), ruangan rahasia yang telah dihapus dari peta kerajaan selama seribu abad.

Di sisi kiri dan kanan, berjejer patung-patung raksasa para Dewa dan Dewi yang agung. Ada Dewa Perang yang menghunus pedang, Dewi Kebijaksanaan yang memegang buku,

dan di sana—di barisan terdepan para dewa—berdiri patung Dewi Athena, sang Dewi Matahari yang selama ini dipuja Alina sebagai yang terkuat.

Namun, Alina tertegun. Jantungnya seolah berhenti berdetak.

Patung Athena, sang Dewi Matahari yang perkasa itu, digambarkan dalam posisi menunduk dalam, seolah sedang memberikan hormat tertinggi kepada sosok yang berada di tengah-tengah ruangan.

Alina melangkah maju, kakinya gemetar. Di tengah lingkaran para dewa itu, berdirilah sebuah patung perempuan yang berbeda dari yang lain. Patung itu tidak memakai zirah perang atau jubah dewa yang sombong.

Ia hanya memakai gaun sederhana yang tampak mengalir, dengan rambut pirang keriting yang terurai indah menyentuh bahu.

Di bawah kaki patung itu, terdapat ukiran emas yang masih bersinar terang, menentang kegelapan zaman:

> "VANIELLA — THE STRONGEST QUEEN OF LIGHT IN ALL HISTORY. GODDESS OF JUSTICE ."

>

"Vani..." bisik Alina. Suaranya bergema di ruangan yang sunyi itu.

Alina menatap wajah patung itu lekat-lekat. Pahatannya begitu detail, menangkap senyum yang begitu lembut namun penuh ketegasan.

Tiba-tiba, rasa sakit yang luar biasa menghantam kepala Alina. Seperti bendungan yang jebol, ingatan yang selama ini terkunci rapat di balik kabut amnesia meledak keluar.

Dunia berputar...

Ia melihat kembali pasar Aethelgard yang terbakar. Ia melihat kobaran api neraka yang hampir menelannya. Dan di sana, ia melihat wanita ini—wanita berambut keriting ini—berdiri dengan tangan terbuka, menelan seluruh api neraka itu ke dalam cahayanya.

"Jangan takut, anak kecil... Ini untukmu."

Ingatan tentang tangan lembut yang mengusap kepalanya, aroma pinus dari bajunya, dan sebuah benda kecil manis yang diberikan kepadanya... semuanya kembali.

"Kau... kau adalah wanita itu," Alina jatuh terduduk di depan patung Vani. Air mata emas mengalir deras, membasahi lantai suci.

"Kau bukan pengkhianat. Kau bukan noda sejarah. Kau adalah orang yang memberiku hidup!"

"Dia adalah alasan kenapa matahari masih sudi terbit di benua ini, Yang Mulia."

Alina tersentak dan menoleh. Di kegelapan pintu masuk, Elias berdiri dengan tubuh yang gemetar hebat. Wajahnya pucat pasi, ia tahu bahwa dengan membiarkan Alina menemukan ruangan ini, nyawanya berada di ujung tanduk.

"Elias! Kau berbohong padaku!" teriak Alina, amarah dan kesedihan bercampur dalam suaranya.

"Kau bilang Athena yang terkuat! Kau bilang Vani adalah wanita yang tidak suci! Lihat ini! Bahkan Athena bersujud di bawah kakinya!"

Elias menjatuhkan dirinya, bersujud di depan Alina dan patung Vani. "Ampun, Yang Mulia! Ampun! Saya terpaksa melakukannya!"

"Kenapa, Elias?! Kenapa sejarah harus menyakiti wanita sebaik dia?!"

"Karena mereka takut, yang mulia!" Elias berteriak sambil terisak.

"Para tetua, para jenderal, dan para dewa yang haus kekuasaan... mereka takut pada kedamaian yang dibawa Vani. Mereka ingin rakyat percaya bahwa kekuatan hanya bisa didapat melalui perang dan pengorbanan darah.

Jika rakyat tahu bahwa Ratu terkuat mereka memilih hidup sebagai petani demi cinta dan perdamaian, maka mereka tidak akan bisa lagi memerintah dengan ketakutan!"

Elias merangkak mendekati patung Vani, tangannya yang tua gemetar saat menyentuh alas patung itu.

"Saya sangat mengaguminya... Dialah alasan saya menjadi sejarawan. Saya ingin mencatat setiap senyumnya.

Tapi saat dia pergi, mereka mengecam saya. Mereka mengancam akan membantai seluruh garis keturunan saya jika saya menulis namanya lagi.

Mereka ingin menghapus Vani agar mereka bisa menciptakan pahlawan palsu seperti Athena untuk Anda sembah!"

Alina berdiri, aura cahayanya meledak, memenuhi seluruh ruangan dengan energi yang begitu panas hingga lantai marmer mulai retak.

"Mereka menggunakan cahayaku... cahaya yang dia berikan padaku... untuk menutupi keberadaannya? Mereka menobatkanku sebagai yang terkuat di era ini agar aku tidak pernah mencari matahari yang asli?!"

"Yang Mulia, tenanglah..." Elias memohon. "Jika para dewa di atas sana merasakan kemarahan Anda, mereka akan menghancurkan ruangan ini!"

"Biarkan mereka mencoba!" Alina menunjuk ke arah patung Vani dengan bangga. "Aku adalah benih yang dia tanam! Aku adalah bukti hidup bahwa cintanya lebih kuat dari kebohongan mereka selama seribu abad!"

Alina kembali menatap patung Vani. Ia mengulurkan tangannya, menyentuh wajah patung itu dengan lembut.

"Ibu Cahaya... Maafkan aku karena sempat melupakanmu. Maafkan aku karena duduk di tahta yang mencoba menghapus namamu."

Alina memejamkan mata, dan dalam keheningan itu, ia merasakan sebuah kekuatan baru mengalir—bukan kekuatan yang dipaksakan oleh kerajaan, tapi kekuatan murni yang didasari oleh kebenaran.

"Elias," ujar Alina, suaranya kini dingin dan setajam pedang. "Ambil tintamu. Ambil perkamen terbaikmu."

Elias mendongak bingung. "Untuk apa, Yang Mulia?"

"Mulai hari ini, kau tidak akan lagi menulis sejarah yang mereka inginkan. Kau akan menulis sejarah yang sebenarnya. Mulai dari detik ini, Ratu Vani kembali ke singgasananya dalam catatan dunia. Dan jika ada dewa atau manusia yang berani menghalangi penamu... mereka akan berhadapan dengan cahayaku."

Alina menatap patung Vani sekali lagi, lalu ia melihat ke arah tangga keluar. Matanya kini tidak lagi penuh dengan keraguan. Ia tahu apa yang harus ia lakukan. Ia akan mencari Vani, tidak peduli di dimensi mana wanita itu bersembunyi.

"Dunia ini berutang permintaan maaf padamu, Vani," bisik Alina. "Dan aku akan memastikan mereka membayarnya."

Elias gemetar, namun kali ini bukan karena takut, melainkan karena bangga. Ia mengambil penanya dengan tangan yang mantap.

"Dengan seluruh nyawa saya, Yang Mulia... Sejarah yang sebenarnya akan segera dimulai."

Di dalam ruangan kuno itu, di bawah tatapan para dewa yang menunduk, sang Ratu baru Luxeria telah menemukan jiwanya kembali. Peperangan melawan kebohongan seribu tahun baru saja dikumandangkan.

1
Anonymous
jadi kerajaan luxeria itu penuh dengan sejarah yaa
fernan Do: yup saya memang sengaja membuat bab 1 agar langsung berkonflik nah nanti di bab bab special bakal terungkap mengapa mereka berperang dan konflik konflik terdahulu
total 1 replies
Anonymous
ceritanya penuh plot wist yaa ternyata
fernan Do: hehe iyaa agar tidak terlalu sejalan harus ada kejutan juga kak
total 1 replies
Anonymous
lanjut besok yaaaa🙏😍
fernan Do: oke kak terimakasih sudah mau baca yaa saya akan upload setiap hari cerita saya hehe🙏🙏🙏😍
total 1 replies
Anonymous
semangat autor
Ahmad Muhajir
semangat thor wkwkwk
fernan Do: yoii bang semangat juga bang 🙏🙏🙏💪
total 1 replies
Anonymous
wahh aku tau niat Ferdi baik namun dia malah buat Vani khawatir
Anonymous
disini Ferdi seperti ingin sekali membuat Vani bahagia namun dia malah membuat Vani ngomel ngomel🤣
fernan Do: hahaha betul sekali Ferdi terlihat konyol padahal dia adalah raja kuat dahulu
total 1 replies
Anonymous
bagus ceritanya sedikit nyambung cuman aku harap bisa diperbaiki yaa semangat
fernan Do: makasih saya akan memperbaiki kesalahan saya dan membuatnya lebih baik lagi terima kasih yaa 🙏😍😍
total 1 replies
fernan Do
semangat
fernan Do
semangat meskipun gada yang liat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!