Menikah karena di jodohkan tak membuat Rinjani membenci suaminya. Yang ada Rinjani dengan mudah mencintai Pria yang di jodohkan oleh mendiang Ayahnya. Pria yang bernama Akbar itu mampu membuat Rinjani jatuh cinta sedalam-dalamnya dalam waktu singkat. Kelembutan dan perhatian Akbar mampu membuat cinta Rinjani kian dalam pada suaminya
Hingga pada malam anniversary mereka yang kedua. Akbar membawa kado yang membuat Rinjani seperti kehilangan sebagian nyawanya.
Akbar membawa seorang wanita hamil beserta anak kecil. Bak di hujam anak panah tepat di relung hatinya Akbar memperkenalkan wanita bernama keyra itu adalah istri pertamanya dan anak kecil itu adalah putrinya.
Apakah yang akan Rinjani lakukan saat mengetahui kebenaran yang ada??
Apakah Rinjani memilih bertahan dalam rumah tangga yang sedari awal telah berpondasi kebohongan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingin benar-benar pergi
" Kamu yakin ingin melanjutkan pendidikan lagi??"
" Emm, Menurut Kaka bagaimana??" Rinjani meminta pendapat Nurry
Nurry menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa membentangkan lengannya di atas membuat seolah dirinya merangkul Rinjani, hanya sekedar merilekskan tubuh
Helaan nafasnya terdengar berat " Jika aku berpendapat sebagai Kaka ipar mu, ku rasa itu lebih baik!! Tetapi jika aku berkomentar sebagai pria yang ingin mengajakmu serius membina rumah tangga aku ingin dirimu menetap di sini!!" Netra hijau itu menatap lurus ke depan
" Aku ingin menjadi wanita yang sukses, aku ingin membuktikan bahwa Aku bisa tanpa dia!!" ucap Rinjani menunduk
Dia!! tanpa bertanya pun Nurry tahu siapa yang di maksud oleh Rinjani
" Hanya tiga tahun!!" Ucap Rinjani memutar tubuhnya menghadap Nurry
" Aku tidak ada hak untuk melarang mu Jani, tetapi yang harus kamu tahu saat ini usia ku sudah 30tahun, menunggu tiga tahun lagi akan bertambah angka di belakang tiga itu!!"
" Setelah selesai dengan kuliah aku juga nggak berminat langsung menikah kali kak, membangun karir minimal dua tahunan, untuk apa susah payah mencari ilmu jika ujungnya nikah cepat juga??"
" Lagian belum tentu Setelah masa pendidikan ku selesai Kaka masih betah sendiri!!" tambah Rinjani dengan wajah mengejek Kaka iparnya
Nurry tak membalas ucapan Rinjani, pikiran nya sedang berselancar kemana-mana
Sampai pada akhirnya asisten nya datang menjemput untuk pergi ke rumah sakit
"Istirahat di kamar ku Jani, jangan khawatir aku bisa tidur dimana saja!!" setelah mengucapkan itu Nurry pergi bersama Pria bule yang menjabat sebagai asisten nya itu
Rinjani tidak ingin tidur di kamar Nurry, merasa kurang pantas, siapalah dia bagaimana bisa mau menempati tempat pribadi tuan rumah, tetapi pada akhirnya Rinjani mau tidak mau memberanikan diri untuk membuka pintu kamar pribadi Nurry, saat dirinya mendapati semu kamar di kunci
Netra bulat almond itu langsung menemukan foto pengantin yang begitu besar sesaat pintu kamar Nurry dibukanya, pertama kali yang dilihatnya dengan penuh kekaguman adalah sepasang manusia yang terlihat begitu serasi, terlihat Nurry yang tampak jauh lebih muda saat foto itu di ambil dan Kakanya Kirani yang tampak begitu cantik dengan riasan khas Bali
Segaris senyum tak bisa Rinjani sembunyikan, melihat foto itu masih terpajang kokoh memenuhi kamar Nurry, membuktikan betapa cintanya Nurry pada mendiang sang Kaka
Seorang maid memberikan pesan pada Rinjani, bahwa Rinjani bisa mengunakan pakaian sang Kaka yang masih berada di lemari, sang maid juga mengatakan di dalam lemari itu tidak hanya pakaian bekas Kakanya saja yang ada tetapi puluhan steel baju yang belum pernah Kirani kenakan.
Rinjani mengangguk mengerti dan kembali menutup pintu
Niatnya yang hendak mencari sepasang baju di urungkan saat melihat buku bersampul biru di sudut lemari terselip di antara lembaran baju
Rinjani menarik buku itu dengan perasaan penasaran, begitu sampul buku itu terbuka pertama kali yang di temukan Rinjani adalah satu foto Nurry duduk di sebuah ruang rapat, sepertinya Kirani mengambil foto itu diam-diam, terbukti netra Nurry sedang tidak fokus pada kamera, di atas foto ada tulisan tangan yang di duga Rinjani adalah tulisan Kirani bertuliskan kalimat , Pangeran bermata Zamrut baru saja membuka buku itu Rinjani bisa menyimpulkan bahwa Kirani mencintai Nurry dalam diam
Akhirnya Rinjani tengelam menyelami dunia diary mendiang sang Kaka, semua tulisan tangan Kirani itu semua pengakuan kekagumannya pada sosok Nurry, pria dengan sejuta ke lembutan, Nurry yang tampan bukan penjahat Wanita, jika di luar sana banyak pria dengan wajah seperti Nurry banyak di gilai wanita dan mengilai wanita tetapi tidak untuk Nurry Al-Biru , Nurry adalah sosok pria yang mengilai kerja, waktunya hanya untuk kerja, kerja dan kerja.
Pernikahan mereka sangat membahagiakan, walaupun kedua orang tua Nurry tak begitu menyukai Kirani karena status yang tidak jelas, meski begitu kepekaan Nurry membuat hidup Kirani damai sejahtera karena Nurry yang mengetahui kebenaran bahwa keluarganya tak begitu menerima Kirani sebisa mungkin tak menepatkan Kirani pada saat yang di rasa membuat Kirani terpojok, bisa di katakan Nurry adalah Pria siaga, kebahagiaan mereka kian sempurna saat Kirani di kabarkan hamil.
Hingga pil pahit harus Kirani sembunyikan karena takut membuat kesedihan untuk pria yang begitu di cintai nya
Empat jam tenggelam dalam sebuah tulisan tangan sang Kaka, Rinjani di kejutkan oleh suara kenop pintu kamar di putar, dengan cepat Rinjani langsung pura-pura memejamkan matanya, dalam hati Rinjani sangat takut jika seandainya Nurry akan marah karena dirinya berani lancang membaca diary mendiang istrinya
Rinjani yang mendengar suara alas kaki mendekat semakin merapatkan matanya, buku bersampul biru itu masih berada dalam genggamannya
Rinjani menahan nafasnya saat merasakan buku itu di tarik pelan
" Kamu sampai lupa Menganti pakaian karena sibuk membaca!!"
Rinjani menelan ludahnya pelan, ternyata reaksi Nurry tak seperti yang dirinya duga, bahkan suara Nurry terdengar lirih dan lembut
Rinjani melihat Nurry mengembalikan buku itu kedalam lemari, sebelum akhirnya Nurry berjalan menghampiri dirinya di tempat duduk
" Aku harus apa Rinjani?? bohong jika aku rela membiarkan kamu kembali kuliah setelah kamu mendonorkan sum-sum tulang belakang mu untuk Rania!!, Tetapi untuk melarang mu aku tahu diriku bukanlah siapa-siapa, meskipun dengan kekuasaan yang ku miliki aku mampu menjadikan mu memiliki gelar yang kamu inginkan, tetapi aku yakin kamu akan memilih usaha"
Rinjani dapat melihat wajah Nurry yang terlihat lelah di balik guling yang menutup sebagian dirinya, Nurry yang membelakangi Rinjani membuat Rinjani leluasa melihat pergerakan Nurry
" Kalian Kaka dan Adik yang membuat hatiku berdebar dengan ritme yang sama, apa aku salah menginginkan pernikahan turun ranjang ini Jani??"
Nurry mengusap wajah nya, Rinjani dapat melihat jari-jari tangan Nurry di penuhi luka
DEG'
Apa yang terjadi pada Nurry?? mengapa tangannya bisa terluka seperti itu?? Batin Rinjani
" Mendengar mu ingin kuliah aku ingin marah Jani!! Dengan kerelaan mu mendonorkan sum-sum tulang belakang mu untuk Rania aku bahkan siap menukar dengan seluruh hartaku, tetapi kenapa kamu memilih melanjutkan pendidikan hanya ingin membuktikan kesuksesan mu pada Pria brengsek itu?? dengan ataupun tanpa kamu kuliah kamu tetap bisa mengembangkan perusahaan mu ada aku disini, ada asisten mu!!"
Rinjani tercenung mendengar ucapan Nurry apa benar dirinya terlalu egois jika dirinya ingin kembali kuliah hanya sebagai pembuktian bahwa diri nya bisa tanpa Akbar?? kenapa terdengar kekanakan sekali?? Dan apa luka di tangan Nurry ada kaitannya dengan dirinya??
_____________________________________________
" Apa-apaan ini mas?? Aku ngak mau bercerai!!" suara wanita memenuhi ruangan yang tampak kosong melompong
" Aku sudah bangkrut! Mobil dan semua fasilitas ini akan ku jual untuk mengaji kariawan!!" Pria yang baru saja mengajak cerai istri nya itu tampak tenang
" Tapi aku ngak mau cerai mas!!" Teriakan itu begitu melengking
" Aku tidak bisa memenuhi gaya hidup mu bersama teman arisan mu, untuk itu aku akan membebaskan mu dari hidup sengsara dengan ku !!"
" Kita masih punya enam kedai mas!!"
" Aku sudah katakan aku bangkrut, itu berarti aku harus mulai dari nol lagi, kecuali kamu mau dengan uang bulanan yang kecil, kita bisa tunda perceraian ini, mungkin demi Via!!"
" Be-berapa uang bulanan nya??" Wanita dengan derai air mata itu mendongak
" Satu sampai dua juta sebulan itu termasuk bayaran bulanan!!" perkataan datar yang mendapat respon jeritan tak terima dari si wanita.
Mau lanjut??
Kasih like dan komentar nya Okeee....
mwereka nikah trus sibouonh deh sm ansel ke inggris. ajuh dr wereng pengerat itu...