Namaku Khoirunnisa, aku anak dari sepasang suami istri yang sholeh dan merupakan ustad dan ustadzah. namun aku bukanlah seorang wanita yang sholehah. aku selalu membuka auratku jika bepergian. aku tak mendengarkan nasihat kedua orang tuaku. hingga malam kelam itu terjadi. aku di nodai oleh orang yang tidak ku kenal. sejak saat itu aku memilih untuk menutup auratku dan tinggal di pesantren sambil meneruskan kuliahku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Resepsi yang tertunda
Setelah sarapan, keluarga Nisa dan Alvin memilih untuk bersantai sambil mengobrol. jarang sekali mereka bisa berkumpul dan mengobrol seperti ini. karena mereka punya kesibukan masing-masing.
"Maaf Bu Siti, Pak Ahmad, saya punya usul nih," ucap Bu Hilya membuka suara.
"Usul apa Bu?" tanya Bu siti
"Bagaimana jika resepsi anak kita segera di lakukan. takut keburu Nisa hamil dulu."ucap Bu Hilya mengatakan sarannya. karena memang dia ingin cepat-cepat melaksanakan resepsi pernikahan anaknya. ya, walaupun sudah sedikit telat karena Alvin dan Nisa sudah satu tahun menikah.
"Kita nurut saja Bu" ucap Bu Siti sambil menoleh menatap suaminya.
"Saya setuju" sahut Pak Ahmad
"Kita juga setuju Mah" ucap Alvin dan Nisa hanya menganggukan kepalanya.
"Jadi, baiknya kapan acara resepsi itu di lakukan?" Bu Hilya meminta persetujuan dari mereka.
"Satu bulan lagi mungkin lebih baik. karena kita juga harus mempersiapkan semuanya." ucap Bu Siti
"Baiklah, saya juga setuju." ucap Bu Hilya
Akhirnya semua setuju jika resepsi pernikahan Nisa dan Alvin segera di lakukan.
Cukup lama mengobrol, kini Bu Hilya dan Pak Alex berpamitan untuk pulang.
Setelah kepergian orang tuanya, Alvin mengajak Istrinya untuk bersantai. hari ini dia akan meliburkan diri ke kantor. dia akan menghabiskan waktu seharian ini bersama Istrinya.
Nisa dan Alvin sedang asyik mengobrol. keduanya mendengar ketukan pintu kamar mereka.
Tok tok
"Biar Nisa yang bukain" Nisa segera beranjak dari duduknya. dia membuka pintu kamarnya.
Cklek
Nisa melihat Ibunya berdiri di depannya dan menggunakan pakaian rapih.
"Mamah mau kemana?" Nisa bertanya kepada Ibunya.
"Mamah ada urusan di luar. kalian di rumah saja yah jaga rumah." pinta Bu Hilya kepada anaknya.
"Baik Mah" jawab Nisa
Setelah melihat Ibunya pergi menjauh, Nisa memilih untuk menutup pintu kamarnya. dia kembali menghampiri suaminya yang sedang fokus menonton televisi.
"Mas, kita hanya berdua di rumah." ucap Nisa dan kembali duduk di sebelah suaminya.
"Benarkah?" Alvin terlihat senang karena mereka bisa bermesraan dengan bebas.
"Iya Mas" jawab Nisa
"Kalau lagi berduaan enaknya ngapain yah?"
"Nonton saja Mas," kata Nisa
"Masa cuma nonton sih? tidak asyik," ucap Alvin lalu dia langsung menidurkan Istrinya di atas sofa.
"Mas mau ngapain?" Nisa melihat suaminya yang kini sudah berada di atasnya.
"Mau menghabiskan waktu berdua kita sayang." ucap Alvin dan langsung melakukan Aksinya.
"Mas sempit," ucap Nisa yang takut terjatuh ke lantai karena sofa itu tidak cukup untuk mereka berdua.
"Baiklah" Alvin segera beranjak dari atas Nisa. dia langsung menggendong Nisa dan membawanya menuju ke ranjang.
Mereka melanjutkan lagi aktivitas panas mereka dengan leluasa. karena di atas ranjang lebih luas.
°°°
Bu Siti sudah pulang ke rumah. namun di rumahnya terlihat sepi.
Dimana Nisa? apa dia sedang tidur?" batin Bu Siti lalu melanjutkan langkahnya menuju ke kamar.
Nisa mengerjapkan kedua matanya. dia merasa sangat lelah karena beberapa kali di terkam oleh suaminya. Nisa beranjak dari atas kasur dan mendaratkan kakinya di lantai. dia merasa kakinya sedikit pegal-pegal.
Lelah sekali" batin Nisa lalu dia segera berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Nisa melihat pantulan dirinya di cermin yang ada di dalam kamar mandi. terlihat hasil karya suaminya tercetak dimana-mana. bahkan di paha atasnya juga ada beberapa tanda.
Mas Alvin buas sekali" gumam Nisa dan mulai mengguyur dirinya di bawah air sower.
Setelah selesai membersihkan diri,Nisa memilih untuk mengeringkan rambutnya terlebih dahulu. baru setelah itu dia akan mengambil wudhu dan langsung sholat dzuhur.
Nisa mencoba untuk membangunkan suaminya. namun Alvin masih juga tidak bangun. jadi Nisa memilih untuk sholat dzuhur terlebih dahulu. setelah selesai sholat dzuhur, Nisa kembali membangunkan suaminya.
"Mas bangun, cepat mandi terus sholat dzuhur. keburu habis loh waktunya." ucap Nisa sambil menggoyang-goyangkan badan suaminya.
"Mas masih ngantuk sayang." gumam Alvin yang masih memejamkan kedua matanya.
"Nanti bisa tidur lagi" ucap Nisa
Akhirnya Alvin memilih untuk beranjak dari atas tempat tidur.
Setelah melihat suaminya masuk ke kamar mandi, Nisa memilih untuk keluar dari kamarnya.
Bu Siti yang kebetulan baru keluar dari kamar, melihat anaknya sedang berjalan menuruni tangga.
"Nis, itu Mamah dapat makanan dari luar. kamu ajak suamimu untuk makan siang. Mamah rasa kalian belum makan siang." ucap Bu Siti kepada anaknya.
"Iya Mah nanti, Mas Alvin sedang mandi." jawab Nisa
"Siang-siang kok mandi sih,"
"Iya Mah, namanya juga pasangan yang masih muda." jawab Nisa
"Bagaimana Nis, apa kamu sudah ada tanda-tanda kehamilan?" tanya Bu Siti
"Belum Mah, kita berdoa saja semoga di segerakan."
"Amin Nak" jawab Bu Siti
Hanya sebentar mereka mengobrol. kini Nisa memilih kembali ke kamarnya untuk mengajak suaminya makan siang bersama.
°°
emng nya org hamil gmpang kn trgntung d kasih nya sm Allah swt .
nyatanya nisa hamil.. tapi... jgn" trlnjur nikah sama c nita lg hadehhhhh hncur hatiku kata nisa .. ikut sedih aku thorr mrskn hti ny nisa