NovelToon NovelToon
Sabira

Sabira

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Putri asli/palsu / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: devi oktavia_10

Terlahir dari keluarga berada dan putri bungsu satu satunya, tidak menjamin hidup Sabira Rajendra bahagia.

Justru gadis cantik yang berusia 18 th itu sangat di benci oleh keluarganya.

Karena sebelum kelahiran Sabira, keluarga Rajendra mempunyai anak angkat perempuan, yang sangat pintar mengambil hati keluarga Rajendra.

Sabira di usir oleh keluarganya karena kesalahan yang tidak pernah dia perbuat.


Penasaran dengan kisah Sabira, yukkkk..... ikuti cerita nya..... 😁😁😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Bagas turun dari kamarnya dengan bersiul siul, di bahunya tersampir tas ransel.

"Pagi ma, pa." sapa Bagas kepada ke dua orang tuanya yang sudah duduk manis di meja makan.

"Pagi juga, sayang." ucap bu Camelia.

"Pagi juga boy, tumben wajahnya secerah mata hari pagi." goda sang papa.

"Ck, aku senang salah, aku diam juga salah." dengus Bagas.

"Perempuan mana yang sudah membuat anak mama ini bisa tersenyum seperti ini? " tanya bu Camelia tersenyum manis.

"Ada deh, nanti mama juga tau." sahut Bagas tersenyum bahagia.

"Cantik nggak? " tanya tuan Daren.

"Sangat cantik malah, hatinya pun lebih cantik, tapi susah di taklukan, harus di paksa." keluh Bagas berbicara dengan gamblangnya kepada ke dua orang tuanya.

"Klau kamu mencintainya ya perjuangkan, selagi janur kuning belum berdiri di depan rumahnya, tapi... Ingat, papa nggak suka kamu mempermainkan hati perempuan, klau kamu hanya main main lebih baik jangan dekati anak orang, kamu punya seorang ibu, andai ibu di sakiti sama papa gimana perasaannya." ucap tuan Daren memperingati sang anak.

"Aku sangat menyukainya, bahkan sudah dari kelas 10 aku sudah menyukainya, tapi nggak berani mendekatinya, bukan nggak berani, tapi meyakinkan hati ku, apakah benar benar mencintainya, atau hanya cinta sesaat, ternyata aku benar benar mencintainya, apa lagi melihat dia di peluk oleh abangnya membuat darahku mendidih ke ubun ubun." jujur Bagas di hadapan ke dua orang tuanya.

Bu Camelia tersenyum lembut menatap sang putra.

"Kamu harus jaga dia, dan mama nggak mau kamu merusak masa depannya, jaga cara pacar kamu, jangan terlalu bebas." nasehat sang mama.

"Dan yang harus kamu ketahui, dia anak yang terabaikan dari keluarganya, orang tua dan abang-abangnya malah lebih menyanyangi anak angkatnya, dari pada kekasih mu itu, hidupnya sangat miris selama ini." tutur sang papa.

"Haaa.... Papa benar, kasihan sekali kekasih ku itu, bisa bisanya keluarganya berlaku tidak adil kepada anak kandungnya sendiri, tapi aku salut loh pa, walau dia kurang perhatian, tapi Bira selalu mencetak prestasi, bahkan dia tidak terjerumus dengan pergaulan bebas, dan juga tidak pernah menarik perhatian orang seperti orang haus kasih sayang, dia berpribadi tenang dan selalu berfikir positif." beber Bagas.

"Kasihan sekali anak itu, bawa dia pulang, Gas. Mama ingin mengenalnya." ucap bu Camelia sendu.

"Mama ingin menjadikannya anak perempuan mama, mama akan memberikan dia kasih sayang seorang ibu yang pernah hilang darinya." ujar bu Camelia berkaca kaca.

"Jangan dong ma, klau mama jadikan Bira anak mam, aku bagaimana? " rengek Bagas.

"Ya... Kamu tetap anak mama lah, memang apa lagi." kekeh bu Camelia.

"Nggak mau ah, jangan jadi kan dia anak mama." protes Bagas tidak terima.

"Loh kok gitu, katanya kamu mencintainya, tapi kamu nggak izinin dia jadi anak mama, gimana sih. " omel bu Camelia.

"Klau Bira jadi anak mama, Bira jadi adik aku dong, gimana sih, aku nggak mau Bira jadi aku tapi jadi istri ku." kesal Bagas.

Hahaha....

Tuan Daren terbahak melihat wajah kesal sang putra, sementara bu Camelia lansung menepuk dahinya, sungguh dia tidak menyangka anaknya se bucin itu.

"Astaga, maksud mama itu, calon mantunya mama itu, akan mama perlakukan seperti anak kandung, gitu maksud mama, Bagas..... " geram sang mama.

"Oh..." Sahut Bagas garuk garuk tengkuk yang tidak gatal.

"Lihat anak kamu tuh pa, klau sudah menyangkut kekasihnya, kenapa jadi bodoh, padahal klau di mintain tolong soal pekerjaan di perusahaan dia jago." kesal bu Camelia bersungut sungut.

"Sepertinya cinta membuat anak kita jadi bodoh." kekeh tuan Daren.

Bagas hanya bisa mendengus kesal.

"Den, ini bekalnya." tiba tiba pelayan datang mengantarkan dua box bekal yang sudah di pesan oleh Bagas dari semalam.

"Makasih bi." ucap Bagas dan berlalu ke arah kulkas untuk mengambil buah potong dari dalam kulkas.

"Tumben kamu bawa bekal? " goda sang papa.

"Buat Bira." santai Bagas.

"Oohhh... so sweet banget sih anak mama." kekeh bu Camelia ikut senang melihat perhatian anaknya itu.

"Harus dong ma, biar Bira makin terpesona sama aku, dan aku akan buat Bira terus bergantung sama aku, hingga nggak ada cela untuk laki laki lain masuk ke hatinya." tekad Bagas.

"Mantab, harus begitu boy, papa mendukung mu." ujar Tuan Daren mengangkat dua ibu jarinya.

"Makasih pa." sahut Bagas tersenyum manis.

"Ayo sarapan, nanti pada terlambat loh." ujar bu Camelia.

Akhirnya keluarga bahagia itu sarapan dengan tenang.

"Aku sudah selesai, aku berangkat ya ma, pa." ujar Bagas berdiri dari duduknya dan menghampiri mama dan papanya bergantian, untuk bersalaman.

"Hati hati bawa motornya, jangan ngebut ngebut, kasian mantu mama." peringat bu Camelia.

"Mas juga berangkat ya, sayang." tuan Daren pun sudah selesai sarapan.

Bu Camelia mengantarkan sang suami sampai ke depan rumah.

"Nanti kamu jadi ke salon? " tanya tuan Daren merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya itu, walau tidak muda lagi, namun kemesraan tidak pernah luntur dari se pasang suami istri itu.

"Jadi dong. " sahut bu Camelia dengan manja memeluk lengan sang suami.

"Ya sudah, kamu juga hati hati, minta anter sama mang ujang saja, lalu mampir ke perusahaan ya." pinta sang suami.

"Hmm... Baiklah, nanti aku ke perusahaan, mas mau di bawain apa? " tanya bu Camelia, memang klau nggak ada Bagas bu Camelia lebih suka memanggil sang suami dengan sebutan mas.

"Apa aja, terserah kamu." ucap tuan Daren, mengecup singkat pipi sang istri.

"Baiklah, mas hati hati ya." ucap Bu Camelia.

Sementara itu Bagas sudah sampai di depan rumah Sabira.

"Kamu ngapain ke sini? " kaget Sabira yang baru saja keluar dari dalam rumahnya.

"Tentu saja menjemput ke kasih ku." kekeh Bagas.

Pipi Sabira lansung bersemu merah.

"Pakai helmnya, biar aman." ucap Bagas menyerahkan sebuah helm merah muda ketangan Sabira.

Mau tidak mau, Sabira terpaksa mengambilnya, dia tau sifat Bagas yang pemaksa itu.

"Besok besok aku bawa mobil aja lah." ucap Bagas.

"Kenapa memang? " heran Sabira.

"Biar baby nggak kepanasan, dan rambutnya nggak acak acakan." sahut Bagas santai.

Sabira sampai tertegun mendengar ucapan Bagas iu, baru kali ini ada orang yang memperhatikannya seperti itu, mungkin dulu pernah dia dapat dari keluarganya, tapi itu dulu sekali.

"Kenapa bengong, baby. Ayo naik, nanti kita terlambat loh." ujar Bagas membuyarkan lamunan Sabira.

"Haaa... I-iya." kaget Sabira, lansung naik ke jok motor Bagas.

Bagas menjalankan motornya menuju sekolah dengan kecepatan sedang.

Bersambung....

Haiii... Jangan lupa like komen dan vote ya... 😘😘😘

Ini mamak kasih doble up... 😁😁😁

1
Mamah Kaila
meskipun g ikut nyiksa harusnya jgn lgsg dimaafin si Devan, disiksa didepan mata cm diem aja giliran g ada sok"an ngebela, sok"an sayang, Sampah
Lusi Sabila
Tapi kl ingat pas di cambuk sama di tampar ayah nya sama Abang nya.. pasti masih Tetap gak ilang sakitnya 😭😭 walaupun di kasih hadiah yg fantastis!
Jahayu Levi nain
maaf mak 🙏🙏🙏kok banyak tulisan yg susah di baca ya
Amiera Syaqilla
sedih pulak baca kisah Sabira ni🥺
Anonymous
Kaifan isi kepalanya kosong, udh kaya gitu masih tanya ada apa😡😡🥶
Anonymous
Nanti kalau udh tau kebusikan anakmpunggut minta maaf lalu di maafi dengan kata karena orang tua 😡😡😡
Amariksa
kan sabira masih sekolah datangi sekolah nya ya pasti ketemu kan, aneh bin o'on nih keluarga, kok meratap, mengharap bira pulang, tanpa usaha mencari, huh gedeg banget dah.
Iryani levana khrisna Khrisna
cerita yang bagus semangat Thor dan terimakasih
z***a
cerita nya bagus banget sampai bingung mau komen apa😅😅/Sneer//Sneer/
z***a
baca lagi sampai selesai
Pujiastuti
nama bapaknya ganti terus, otornya ga konsisten ini
olra
semangat thor
Minarti Youmidin
ibuku merasakannya kk neneku semasih muda menjadikan ibuku musuh setiap hari hanya cacian, tapi sekarang saat. sudah. tua ga bisa apa apa yang tiap hari di cariin ibuku terus dan ga pernah ada kata maaf dari dia ke ibu,
Nursanti Ani
heleh heleh heleh gak jelas
Nursanti Ani
ribet amat nyariin,,, kan sekolah maih sm yg dulu
Muft Smoker
mamak dy kaifan ,, bukan babang Rafael tukang sebluk ,,
perlu aqua/Chuckle//Chuckle/
Muft Smoker
sabira mamak ku ,, 🤭😄
Muft Smoker
karungin aura yuk ,, qta buang k kali citarum ,, segala Hal harus jd milik dy ,, herman saya ,, /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
sabira kakak author ,, bukan si aur auran tu ,,
🤭🤣
Muft Smoker
hahahahaha ,, emank boleh se yakin Dan se menyeramkan ituu waahaai kau makhluk astral ,, 🤭🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!