Ditinggalkan oleh calon suami seminggu sebelum pernikahan nya membuat hati Alina hancur lebur. Belum mendapatkan jawaban akan maksud calon suaminya yang meninggalkan dirinya, Alina kembali dikejutkan beberapa bulan kemudian akan permintaan pria yang belum menghilang dari hatinya itu.
"Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik." Setelah mengucapkan itu, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya.
Bagaimanakah kelanjutan nya? Apakah Alina akan membesarkan nya? atau justru mengikuti egonya? Dan bayi siapa itu sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Debaran itu
Tumpukan balok itu tersusun rapi. Tangan kecil itu terus mengambil dan menyusun benda persegi disekitarnya.
"Sepuluh! Yey!" Tangannya menepuk-nepuk riang setelah selesai mengumpulkan semuanya.
"Bagus sekali." Ujar Alina bangga pada putrinya.
"Mommy, masak apa?" Tanya Rosa, dia mulai beranjak dari tempat duduknya. Mendekati sang mommy yang tampak mengeluarkan sesuatu.
"Sayur sup. Rosa suka kan?"
"Iya mommy! Suka! Rosa suka disini! Bagus!" Ujar Rosa tertawa. Kepalanya keluar dari jendela merasakan angin segar yang lewat dan menerpa nya. Rambut coklat nya melambai-lambai kecil dan itu disukai oleh Rosa.
************
Disaat Rosa, tertidur, Alina melihat catatan kecilnya. Tak lupa dengan brosur yang ada harga di mejanya.
"Ini bagus. Juga pas, tempatnya juga strategis." Ujar Alina melihat brosur didepannya.
"Aku akan lihat besok saja." Alina membolak-balikkan lembaran itu. "Mungkin lebih baik aku telfon dulu." Alina beralih ke ponselnya, dan menekan nomor di yang tertera disana.
"Dengan pemilik ruko? Iya, aku berniat menyewa. Bisa lihat-lihat dulu? Iya, besok."
"OK, terimakasih." Jelas Alina mengakhiri panggilan.
*******************
"Mommy, kita mau kemana?" Tanya Rosa, dia memainkan kakinya sambil melihat bayangannya sendiri yang saat ini tengah dikepang.
"Jalan-jalan kecil. Rosa mau?" Kepala itu mengangguk cepat.
"Baik, sudah! Wanginya, putri mommy sudah cantik dan wangi sekarang. Kita pergi?"
"Ya mommy!" Ujar Rosa riang gembira. Keduanya melangkah keluar dari rumah sederhana yang nyaman itu.
Alina berjalan kaki dengan putri kecilnya. Jalanan yang tidak begitu besar dan rindang memberikan kesan teduh dan menyegarkan disela-sela perjalanan mereka. Rosa tidak tampak mengeluh ditengah langkah-langkahnya. Karena terbiasa dengan negara sebelumnya, ini hal yang biasa.
"Ojek!" Panggil Alina saat menemukan motor yang dimodifikasi untuk penumpang itu dilihatnya. Asap dari ujung benda panas mengepul kecil sambil mendekat.
"Ayo Rosa." Alina membantu putrinya untuk duduk dan tak lama dia melakukan hal yang sama. Kendaraan itu mulai berjalan, angin lebih terasa kencang. Rosa, anak itu tampak menikmati perjalanan nya.
Jalanan yang sebelumnya tak terlalu ramai sekarang tampak ramai. Alina tiba di jejeran bangunan yang menjual berbagai macam.
"Ini dia...."
"Rosa! Rosa!" Panggilan itu membuat sepasang telinga itu bereaksi.
"Ya mommy!" Balasnya, dia mengelus mahluk berbulu itu dan segera berlalu.
"Rosa, Rosa....."
"Mommy, aku disini!" Jelasnya, gaun berwarna merah muda itu tampak berkilau diterpa sinar matahari dibelakangnya.
"Cuci tangannya sayang. Dan segera makan." Ujar Alina, rambut nya dicepol asal dengan apron yang melekat ditubuhnya.
"Ok mommy!" Tangannya menyalakan keran dan segera membasuh kedua tangannya.
"Ini makanannya sayang. Mommy tinggal sebentar ya, kalau ada yang beli suruh tunggu dulu ok?"
"Ok mommy!" Ujar Rosa menganggukkan kepalanya. Alina menuju kamar mandi untuk buang air.
Rosa menikmati makanannya, ada ayam kecap dengan sayur kesukaan nya. Disela-sela kunyahan nya, dia mendengar langkah kaki mendekat.
"Permisi...." Ujar orang itu.
"Tunggu sebentar, mommy sedang di kamar mandi." Jelas Rosa.
Pria dengan ponsel di tangannya melihat sosok anak perempuan yang duduk menikmati makanan nya.
"Apa lama?"
"Tidak tau, paman mau beli apa?" Lanjut Rosa memperhatikan sosok pembeli itu.
"Kue ini...." Tunjuk nya.
"Tunggu dulu paman." Rosa turun dari tempat duduknya. Pria itu tampak gelisah saat melihat panggilan di ponselnya. "Iya tuan sebentar, saya sedang menunggu pemiliknya. Ujarnya.
"Lama sekali, kalau begitu cancel saja!"
"Rosa ambilkan, paman mau yang ini?" Mendadak, pria dibalik panggilan itu diam dengan kekesalannya, saat mendengar nama Rosa.
"Kau ditoko mana?" tanyanya kembali.
"Tidak jauh dari tempat proyek Tuan." balasnya.
"Tunggu aku! Aku kesana!" tak lama panggilan langsung dimatikan dan membuat bawahan itu heran.
"Aduh, tuan ini.... Untung saja bos." jelasnya.
"Paman jadi beli atau tidak?" Tanya suara manis itu lagi.
"Iya, Paman ambil ini dan ini...." Tunjuk nya.
**************
"Tuan mau kemana?" Tanyanya heran.
"Ke toko luar!" ujarnya bergegas.
Rosa, nama itu.... Setelah hampir 5 tahun dia mendengarnya kembali. Dan itu membuat jantungnya berdetak kencang. Seperti ada sesuatu. "Rosa....."
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🙏 🥰