LANJUTAN KISAH DENDAM MASA LALU VERSI BARU
Kouya Rich Dermawan dan Kouru Rin Dermawan adalah anak seorang Dokter terkenal di Tokyo dan Putri Mafia yang ditakuti dunia.
Suatu ketika karena kecelakaan pesawat yang membawa mereka dan keluarganya ke London untuk berniat mencari kehidupan yang baru. Membuat mereka kehilangan keluarga dicintainya. Termasuk pasangan hidup mereka.
Membuat mereka semua trouma dan merubah semua Identitas mereka agar tak ada yang tahu tentang mereka. Biarkan lah mereka di kenang sudah tiada.
Pada saat Rich dan Rin sudah dewasa mereka fokus dengan karir dan kebahagian kedua orangtuanya. Sampai mereka tidak pernah berani membuka hati.
Suatu ketika mereka di pertemukan dengan seseorang yang membuat hidup mereka berwarna dan bisa melupakan trouma yang mereka alami.
Akankah mereka bisa membuka lembaran baru dan menjalin kehidupan normal layaknya orang lain sebelumnya?
Bisakah mereka menghindari masa masa lalu yang kelam dan menjalani kehidupan baru?
Ikuti kisahnya ya Kak. Bantu Author untuk mendukung karya ini dengan cara Like, Vote dan Coment. Dukunganmu sangat berarti untuk Author. Terima kasih ...
IG 》sifi_endriyanto
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SIVIKAYLA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
Hide, Hellen, Lucas dan Rich pergi ke ruangan dimana Senja dirawat. Saat mereka masuk hanya Senja yang ada di dalam ruangan itu. Mereka tertegun melihatnya karena dia memakai kurso roda dan termenung di depan jendela.
"Ada orang kah???"tanya Senja menengok ke arah pintu.
Dia tersadar dari pergerakan Hide yang terdengar berisik.
"Maaf menganggumu nak. Apakah kamu yang bernama Senja???"tanya pelan Hellen.
Senja mengangguk dan tersenyum. Dia menghampiri mereka yang masih melihatnya dari atas sampai bawah.
"Iyaa Tan. Mohon maaf ada perlu apa Tante kesini?"tanya Senja.
"Begini nak. Tante datang bersama 3 orang lainnya. Ada suami Tante, anak dan Paman Tante. Ingin membicarakan hal penting sama kamu,"kata Hellen
Senja mengangguk dan mempersilahkan mereka untuk berbicara. Hellen baru saja ingin berkata, pintu ruangan terbuka kembali. Leo kaget mendapati keluarga dari orang yang sudah menabrak adiknya datang.
"Kalian ngapain kesini?? ohhhh..., kalian mau membicarakan tentang pernikahan adikku?"tanya Leo asal.
"Pernikahan?? memang siapa yang mau menikah Kak?"tanya Senja bingung.
Leo menghampiri adiknya dan merangkul nya sambil tersenyum.
"Itu Dek, orang yang menabrakmu akan melamarmu,"kata Leo menatap sinis Rich.
"Tunggu! jangan asal bicara anda. Saya kesini hanya memberikan bukti bahwa saya tidak salah!"kata Rich tegas.
"Huh.. apa kamu bilang? bukti??? mana mungkin ada buktinya. Kau jelas jelas yang salah,"kata Leo mulai emosi.
"Yaaa..., saya bawa buktinya. Kakek..., tolong berikan pada nya,"kata Rich yang menyuruh Lucas memberikan kaset itu.
Lucas mengangguk dan memutar video itu lalu memberikan pada cowok itu. Setelah Leo melihatnya, Lucas berbicara.
"Disini tidak ada yang bersalah. Semua karena takdir. Mungkin mereka saat itu memang terburu buru. Saya tahu kalian juga salah satu pengusaha sukses yang akan pergi ke perkumpulan meeting perusahaan besar 'kan."
"Jadi saya minta semua ini disudahi. Tidak boleh saling menyalahkan."
"Apaa..., kalian seenaknya aja bicara. Mungkin dia tidak apa apa. Tapi adik saya cacat. Dia buta permanen!"
PLAKKK!!!
Mereka terkejut karena Hellen tiba tiba menampar wajah Leo. Senja sudah mulai menangis dan berpaling.
"Kau menampar saya! ini akan saya perpanjang!"
"Silahkan...., silahkan anda perpanjang karena saya tampar. Tapi seharusnya anda jaga bicara anda. Karena omongan anda tadi telah melukai adik anda sendiri. Lihat dia..!!"
"Lain kali jaga bicaramu mas. Gak usah marah marah gak jelas. Tahan emosi mu dulu,"kata Hide menepuk pundak Leo.
"Yuk kita pergi dari sini. Kami permisi ya..., Senja.. cepet sembuh ya. Dan tetap semangat, tidak ada yang mungkin jika Tuhan sudah berkehendak,"kata Hide.
Mereka meninggalkan Leo dan Senja yang terdiam mematung. Leo menatap Senja dengan wajah sedih dan menyesal.
"Maafkan Kakak Dek, Maafkan Kakak...,---"kata Leo terpotong.
"Sudah Kak. Senja ingin sendiri. Kakak pergi dulu aja."
Leo mengelus puncuk kepala Senja lalu pergi meninggalkan Senja yang sudah berurai air mata.
...----------------...
2 Minggu kemudian ...
Rich sudah beraktifitas kembali. Dia sekarang mengendarai mobilnya sendiri. Saat lampu merah dia melihat Senja duduk di pinggir jalan bersama anak jalanan.
"Mau apa dia?"tanya Rich sambil terus menatap Senja.
Senja memberikan beberapa lembar uang pada anak jalanan itu sambil mengelus puncuk kepalanya. Dia tersenyum dan melambaikan tangan. Lalu kembali masuk ke dalam mobil dengan tongkatnya.
"Jadi dia sudah menerima takdirnya. Syukurlah kalau begitu. Aku selalu mendoakanmu Senja. Agar kamu bisa menjalani semua ini dan cepat sembuh."
Lampu Hijau sudah menyala. Mobil Senja pun melaju diikuti mobil Rich dari belakang. Rich menepikan mobilnya sementara karena ada yang menelpon.
"Yaa... Hallo..., apa kabar. Baiklah kita akan bertemu di restoran biasa. Sampai ketemu lagi."
Rich menutup telepon nya dan kembali bergegas menuju kantor.
Meeting sebentar lagi di mulai. Rich sudah telat sepuluh menit.
"Sial kenapa aku bisa telat seperti ini. Malu maluin aja,"batinnya kesal.
Dia masuk ke ruang meeting dengan wajah coolnya. Meski telat, tidak ada yang berani menatap nya sembarangan. Karena sikap nya yang tegas dan tak kenal ampun. Membuat semua orang segan.
"Selamat pagi semua...., maaf ya saya telat."
Semua mengucap balik salam dari Rich. Setelah itu mereka membahas kemajuan perusahaan.
"Baiklah kalau begitu kita sudahi meeting hari ini terima kasih sudah hadir."
Rich mrmbungkuk dan pergi meninggalkan mereka bersama Fadli dan Eno. Asisten pribadinya yang baru.
Di ruangan nya Rich sudah mendapati dokumen dokumrn yang menumpuk minta di tanda tangani.
"Apa jadwal saya berikutnya?"tanya Rich tanpa menoleh. Dia fokus menandatangani dokumennya sambil membacanya.
"Ada janji temu denn clien kita Pak. Nanti sekitar jam 2 siang,"jawab Eno.
"Baik lah kalau begitu. Kamu atur dan ingatkan saya kembali."
"Baik Pak."
Rich tidak tahu clien yang akan dia temui. Yang jelas itu semua akan mengubah takdir mereka.
^Bersambung^
salam dari
Cinta Kedua Untuk Zylva &
Hati Terbelah Di Ujung Senja
jangan lupa mampir
"little princess and childish mafia"