NovelToon NovelToon
Menyusui Bayi Mafia

Menyusui Bayi Mafia

Status: tamat
Genre:Kriminal dan Bidadari / Pernikahan rahasia / Ibu Pengganti / Mafia / Duda / Konflik etika / Tamat
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Adrina salsabila Alkhadafi

Di mansion mewah yang terasa seperti penjara berlapis emas, Aruna terjebak dalam dilema mematikan:
Menyelamatkan ibunya dengan tetap menjadi bagian dari dunia berdarah ini.
Atau melarikan diri sebelum ia benar-benar jatuh cinta pada sang bayi—dan ayahnya yang iblis.
"Dia memintaku memberikan hidup bagi anaknya, tanpa menyadari bahwa akulah yang sedang sekarat dalam genggamannya."
kepoin di malam Minggu, bikin malam Minggu mu lebih bermakna dengan sosok aruna dan dante

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrina salsabila Alkhadafi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Mahkota Berduri

​Suara hujan yang menghantam jendela kaca setinggi langit-langit di ruang kerja Dante terdengar seperti ribuan peluru kecil yang mencoba menembus pertahanan Isola del Sangue. Di dalam ruangan itu, udara terasa begitu padat hingga setiap helai napas Aruna terasa berat dan menyesakkan. Map merah yang tadinya merupakan rahasia paling mematikan bagi keluarga Valerius kini tergeletak di lantai, lembaran kertasnya berserakan seperti reruntuhan hidup Aruna.

​Dante berdiri diam di ambang pintu, sosoknya yang jangkung menutupi cahaya remang dari koridor. Ia menatap Aruna yang masih duduk bersimpuh di lantai marmer, tangan gadis itu masih memegang lembar dokumen terakhir tentang kecelakaan ibunya.

​"Kau sudah membaca bagian akhirnya?" suara Dante rendah, tidak ada nada emosi di dalamnya, namun getarannya membuat Aruna tersentak.

​Aruna mendongak. Matanya yang merah tidak lagi memancarkan ketakutan yang melumpuhkan, melainkan kilatan kemarahan yang dingin—sesuatu yang belum pernah dilihat Dante sebelumnya. "Bagian akhir? Maksudmu bagian di mana kau menjelaskan bahwa aku hanyalah sebuah kunci untuk brankas rahasia ayahmu? Atau bagian di mana kau mengaku bahwa kau sengaja membiarkan pamanku mencelakai ibuku agar kau bisa tampil sebagai pahlawan?"

​Dante melangkah masuk, menutup pintu kayu mahoni itu dengan bunyi klik yang halus namun terasa seperti vonis mati. Ia berjalan menuju bar kecil di sudut ruangan, menuangkan wiski ke dalam gelas kristal tanpa mengalihkan pandangan dari Aruna.

​"Aku tidak membiarkannya terjadi, Aruna. Aku hanya tidak menghentikannya tepat waktu," Dante menyesap minumannya. "Ada perbedaan tipis di sana."

​"Perbedaan itu adalah darah ibuku, Dante!" Aruna berdiri dengan kaki gemetar. Ia melemparkan map itu ke arah dada Dante. "Kau menggunakan kecelakaan itu untuk menculikku! Kau menggunakan Leonardo sebagai alasan untuk menjadikanku tawanan! Selama ini aku mengira kau hanya monster yang terobsesi pada wanita... tapi ternyata kau adalah monster yang sedang bermain politik dengan nyawaku!"

​Dante menangkap map itu sebelum jatuh ke lantai. Ia meletakkannya di atas meja kerja dengan tenang. "Duduklah, Aruna. Kita perlu bicara sebagai orang dewasa, bukan sebagai penculik dan korbannya."

​"Aku tidak ingin duduk! Aku ingin keluar dari sini!"

​"Keluar?" Dante tertawa kecil, suara tawa yang hampa dan dingin. Ia melangkah mendekati Aruna, mengurung gadis itu di antara tubuhnya dan rak buku yang tinggi. "Ke mana kau akan pergi? Ke pelukan Aris yang malang itu? Dia bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri dari satu peluru Marco. Atau ke polisi? Luciano Valerius memiliki setengah dari kepolisian di benua ini. Begitu kau keluar dari gerbang pulau ini tanpa perlindunganku, kau akan berakhir di laboratorium pribadinya. Dia akan membedah otakmu hanya untuk mencari rangkaian angka yang ditinggalkan ayah kandungmu."

​Aruna terdiam. Kata 'ayah kandung' itu terasa seperti pisau yang diputar di dadanya. "Ayahku... Adrian. Kau bilang dia mati?"

​"Lorenzo Valerius bukan pria yang suka memaafkan pengkhianatan," Dante membungkuk, wajahnya hanya beberapa inci dari wajah Aruna. "Adrian adalah tangan kanannya. Pria itu mencuri harta terbesar Lorenzo: ibumu dan kode akses akun bayangan itu. Ayahku memburu mereka selama sepuluh tahun. Adrian tewas dalam sebuah ledakan di pinggiran Roma. Ibumu berhasil lolos ke Indonesia, mengubah identitasnya, dan membawamu tumbuh dalam kemiskinan agar kau tidak pernah ditemukan."

​"Tapi pamanmu menemukanku," bisik Aruna.

​"Luciano lebih cerdik daripada ayahku. Dia menunggu. Dia membiarkanmu tumbuh besar. Dia menunggu sampai kau berusia dua puluh satu tahun—usia di mana kode genetik atau pesan tersembunyi itu biasanya aktif menurut protokol keamanan yang dibuat Adrian," Dante mengusap pipi Aruna dengan lembut, namun Aruna bisa merasakan kekuasaan di balik sentuhan itu. "Dan sekarang, seluruh dunia bawah tanah tahu bahwa 'Kunci Valerius' telah ditemukan."

​Aruna menelan ludah. Ia merasa seperti domba yang baru saja menyadari bahwa hutan tempatnya tinggal adalah arena perburuan. "Lalu kenapa kau melindungiku? Jika kau ingin kodenya, kenapa tidak kau ambil saja dengan paksa?"

​Dante tersenyum tipis, sebuah ekspresi yang tampak sangat tulus sekaligus mengerikan. "Karena aku tidak seperti pamanku. Aku tidak butuh kodenya hari ini atau besok. Akun itu berisi miliaran dolar yang akan memperkuat kekuasaanku di masa depan. Tapi yang lebih penting dari itu... aku menginginkanmu, Aruna. Sejak aku melihat fotomu di berkas investigasi Luciano, aku tahu kau bukan sekadar kunci. Kau adalah tantangan. Kau adalah satu-satunya hal yang murni di tengah dunia berdarah ini."

​Aruna menatap Dante. Ia melihat pria yang sanggup membantai tanpa kedip, namun kini pria itu menatapnya dengan pemujaan yang berbahaya. Sebuah pemikiran mulai terbentuk di kepala Aruna—sebuah rencana yang lahir dari sisa-sisa harga dirinya yang hancur.

​"Jika aku memang begitu berharga bagi rencanamu," Aruna memulai, suaranya kini stabil dan berwibawa, "maka kau harus berhenti memperlakukanku seperti hewan peliharaan."

​Dante mengangkat alisnya, tampak tertarik. "Oh? Dan bagaimana menurutmu aku harus memperlakukanmu?"

​"Mari kita buat kesepakatan baru, Dante. Bukan kontrak ibu susu, tapi perjanjian antara dua orang yang saling membutuhkan."

​Dante meletakkan gelas wiskinya. Ia menyandarkan tubuhnya pada meja kerja, melipat tangannya di dada. "Aku mendengarkan, Nona Salsabila."

​"Pertama," Aruna melangkah maju, memperkecil jarak. "Lepaskan Aris. Sekarang juga. Beri dia paspor, uang, dan pastikan dia sampai ke negara yang tidak bisa dijangkau oleh pengaruhmu atau pamanmu. Jika satu rambut di kepalanya terluka, kau tidak akan pernah mendapatkan apa pun dariku. Aku akan menggigit lidahku sendiri sampai mati sebelum kau bisa menggunakan kode apa pun."

​Dante menyipitkan mata. "Kau rela mati demi tikus itu?"

​"Aku rela mati demi keadilan atas ketulusannya," jawab Aruna tajam.

​Dante diam sejenak, lalu ia menekan tombol interkom di mejanya. "Marco, bawa pemuda itu ke dermaga barat. Beri dia paspor palsu dan seratus ribu dolar. Pastikan dia berada di pesawat menuju Amerika Selatan dalam dua jam. Jika dia mencoba kembali atau menghubungi Aruna, bunuh dia tanpa ragu."

​"Baik, Tuan," suara Marco terdengar dari pengeras suara.

​Aruna mengembuskan napas yang sedari tadi tertahan. "Kedua. Aku ingin akses penuh ke sanatorium ibuku. Aku ingin bicara dengannya melalui video setiap hari, tanpa ada penjagamu yang berdiri di belakangku. Aku ingin tahu setiap perkembangan medisnya langsung dari dokter, bukan lewat laporan yang kau saring."

​"Adil," sahut Dante singkat. "Dan yang ketiga?"

​Aruna menatap lurus ke mata abu-abu Dante yang pekat. "Ketiga... Berhenti mengurungku di kamar ini. Ajari aku. Jika kau bilang aku adalah 'Kunci Valerius', maka ajari aku cara menjadi seorang Valerius. Aku tidak ingin menjadi target yang lemah. Aku ingin belajar cara bermain di duniamu. Ajari aku cara menembak, cara bernegosiasi, dan cara mengenali musuh-musuhmu."

​Dante terdiam. Keheningan itu berlangsung lama, hanya dipecah oleh suara guntur di luar. Tiba-tiba, Dante tertawa—suara tawa yang berat dan penuh kekaguman yang tulus.

​"Kau ingin belajar menjadi monster, mawar kecilku?" Dante berdiri, melangkah mendekat hingga dada mereka hampir bersentuhan. "Kau tahu risikonya? Sekali kau masuk ke sisi gelap ini, tidak ada jalan kembali ke kehidupan mahasiswamu yang membosankan."

​"Kehidupan itu sudah mati sejak kau mengirim Marco menjemputku," balas Aruna pahit. "Sekarang, pilihannya adalah menjadi mangsa atau menjadi pemangsa. Aku memilih untuk berdiri di sampingmu, bukan di bawah kakimu."

​Dante meraih pinggang Aruna, menariknya dengan sentakan yang kuat hingga Aruna terpekik kecil. "Kau sangat berbahaya, Aruna. Lebih berbahaya daripada yang kubayangkan. Tapi itu justru membuatku semakin menginginkanmu."

​Dante membungkuk, hidungnya bergesekan dengan hidung Aruna. "Baiklah. Kesepakatan diterima. Mulai besok, kau akan menjalani latihanmu. Kau akan belajar bahwa mahkota Valerius terbuat dari duri, dan kau harus belajar cara berdarah tanpa mengeluh."

​"Aku sudah terbiasa berdarah karena perbuatanmu, Dante," bisik Aruna, tangannya perlahan naik ke leher Dante, jari-jarinya yang halus merayap ke rambut pria itu.

​Dante mengerang pelan, ia mencium Aruna dengan gairah yang meledak-ledak—bukan ciuman penaklukan, melainkan ciuman persetujuan atas aliansi baru yang gelap ini. Aruna membalas ciuman itu, meski hatinya terasa seperti batu. Ia tahu bahwa mulai malam ini, ia sedang bermain dengan api paling panas.

​Dante mengangkat Aruna, mendudukkannya di atas meja kerja yang luas. Kertas-kertas rahasia itu kini terinjak oleh tubuh mereka, namun tak ada yang peduli. Di bawah lampu remang ruang kerja, di tengah badai yang mengamuk di pulau terpencil itu, Aruna Salsabila menyerahkan sisa-sisa kepolosannya untuk ditukar dengan kekuatan.

​"Tunjukkan padaku," bisik Aruna di antara ciuman Dante. "Tunjukkan padaku seberapa besar kekuasaan yang bisa kau berikan padaku."

​Dante tidak menjawab dengan kata-kata. Ia mulai melepaskan kancing kemejanya sendiri, matanya tidak pernah lepas dari Aruna. Di ruangan itu, di atas meja yang menjadi saksi bisu banyak rencana pembunuhan, mereka berdua mengikat janji baru—sebuah janji yang akan mengubah jalannya sejarah keluarga Valerius.

​Aruna menatap langit-langit ruangan saat Dante membenamkan wajah di lehernya. Ia tahu, ia mungkin tidak akan pernah bisa lari lagi. Namun, jika ia harus tinggal di neraka, maka ia akan memastikan bahwa ia adalah iblis yang memegang kunci pintu gerbangnya.

1
Widia Aldiev
nggak buyar buyar Thor ceritone koyo Tante sepur wae 😭😭😭
putri lindung bulan: ya kk, akan ada kejutan di bab selanjutnya,baca aja dulu nanti kita akan di buat baper oleh mereka berdua
total 1 replies
Widia Aldiev
Dante kemampuan kau membawa Aruna dan Leonardo pergi pasti para iblis masih mengejar kalian
Widia Aldiev
sampai kapan perang ini akan terjadi Aruna bagaikan binatang buruan yg harus segera di tangkap dan di jadikan santapan liar para pemangsa 😭😭😭
Widia Aldiev
sebegitu mengerikannya dunia mafia kasihan Aruna dan Leonardo 😌😌
Widia Aldiev
mengandung bawang Bombay 😭😭😭😭 akhirnya mereka bersatu apakah Dante akan menikahi Aruna Thor agar mereka menjadi keluarga yg utuh,semoga setelah ini semua mereka hidup berbahagia tanpa ada embel" mafia 🤧😅
Widia Aldiev
WAWWWWW KEREEEEEN THOR 🔥🔥🔥❤️❤️❤️SUNGGUH IMJINASI YG SANGAT LUAR BIASA SEPERTI NONTON FILM LAGA DI BIOSKOP 🥳🥳🥳🥳
Widia Aldiev
dirimu pantas di sebut sebagai RATU VALERIUS Aruna karena kamu yg menyelamatkan Leonardo dan menjadi ibu baginya 🔥🔥🔥 tetap tegar dan terus berjuang demi masa depanmu dan Leonardo ❤️❤️❤️
Widia Aldiev
oooh Aruna semoga kalian selamat dan bisa hidup bebas juga bahagia 😌😌
Widia Aldiev
😤😤😤😤😪😪😪 kasihan si kecil Leonardo di usia yg masih bayi harus ikut berpetualang kedua orangtuanya
Widia Aldiev
semoga kamu g menyesal Aruna dengan semua yg kamu lakukan pada Dante 😌😌
Widia Aldiev
gmana g bimbbang si Aruna jika dia merasa hanya di manfaatkan saja...yg tegar Aruna dunia memang tak seindah yg di bayangkan..sekedar menghibur diri anggap saja simbiosis mutualisme dirimu dengan Dante 😌😌
Widia Aldiev
terlanjur basah ya sudah mandi sekali...itulah ungkapan yg menurutku pas buat Aruna hidup di dunia bawah yg penuh dengan kekerasan dan taktik tipu daya kalo g pinter" menguasai ya hanya akan berakhir jadi mangsa,lebih baik jadi pemangsa ya Aruna selamat menikmati kehidupan mu yg baru Aruna selamat datang di dunia tipu tipu 🔥🔥🔥
Widia Aldiev
yaaaaah adegan hot hot popnya menggantung di udara dan lenyap begitu saja padahal udah fokus banget ini bacanya berharap akan ada....😅🤣🤣🤣
Widia Aldiev
MANTAB teka teki mulai terjawab satu persatu dan Aruna makin tak bisa lepas dari Dante karena ia kunci dari semua drama mengerikan yg terjadi 🔥🔥🔥
Widia Aldiev
BODOH kamu Aruna cari mati namanya jika kau sayang ibumu menurutlah gadis kecil jngan buat Dante menjadi monster yg sesungguhnya lihatlah dia akan melahapmu mentah" 🔥🔥🔥
Widia Aldiev
serasa nonton film beauty and the best 😅😅Aruna hidup dengan monster seram tp menginginkannya sebagai pendamping dengan cara yg ekstrim...lanjut Thor ❤️❤️❤️
Widia Aldiev
lihatlah Aruna betapa Dante melindungi dirimu dari para musuhnya so jangan buat Dante naik pitam lagi ya...dapatkan hatinya dan nikmati semuanya yg ia berikan
Widia Aldiev
tak usah ambil pusing dengan kata" wanita yg tak bisa memiliki Dante seutuhnya,lakukan tugasmu Aruna nikmati jalani ingat sekejam" nya Dante dialah yg berjasa terhadap keselamatan ibumu Aruna jangan kau lupakan hal itu,anggap semua balas budimu terhadap Dante,urusan yg lain kamu tak perlu ikut campur,kalo bisa taklukkan Dante ingat seberbahayanya buaya pasti ada pawangnya 😄😄
Widia Aldiev
karyamu sungguh sangat luar biasa Thor ❤️❤️❤️q sampe ikut merasakan suasana di cerita ini merinding,takut, terintimidasi semua jadi satu, bagai jadi pemeran Aruna diri ini 🔥🔥😅😅🙏🙏
Widia Aldiev
semua ada konsekuensinya Aruna jika kamu patuh kamu akan selamat dan bisa melihat ibumu,kini setelah semua kebodohan yg kamu lakukan akhirnya kamu jadi tawanan sesungguhnya oleh Dante bahkan dirimu tak lagi leluasa menemui Leonardo yg menjadi pelita dalam hidupmu 😌😌😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!