HIATUS!!
Riyani Apriliani~
Riyani adalah anak yang populer dikampusnya. Dia sangat cantik dan juga pintar karna itu dia sangat populer dan di sukai satu kampus. Saat ini dia sedang menjalani kuliah Semester akhir, Di umurnya yang masih muda yaitu 20 tahun. Di umurnya yang masih muda dia sudah di jodohkan dengan Anak dari teman lama kakeknya yang sudah di sepakati sejak mereka masih bayi. Riyani sangat terkejut bahwa dia akan dinikahkan padahal ia belum selesai kuliah. Apalagi dia gak tau siapa calon suaminya...
Reza Putra Wijaya~
Reza adalah Presedir di perusahaan Wijaya. Ia anak tertua di keluarga wijaya yang terkenal dingin dan tegas. Namun, ia bukan hanya seorang presedir tetapi ia juga seorang dosen yang terkenal killer dan sadis. Ia adalah seseorang yang akan di jodohkan dengan riyani. Maka dari itu ia memilih menjadi dosen di tempat kuliah riyani.
Apa yang akan terjadi...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Feby Merisaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Perkenalan Dea~
Dea Vanesa Putri adalah mantan kekasih Reza yang mengidap penyakit mengerikan. Sebenarnya Dulu Reza pernah menjanjikan sumsum tulang belakang untuk Dea, sebelum mereka putus. Tapi Reza tidak pernah menawarkan sumsum tulang anaknya sendiri untuk Dea. Tetapi Dea memaksa karna menurutnya Reza lebih mencintai dia daripada anak dan istrinya.
***
Malam berganti menjadi pagi, Riyani yang sedang tertidur kini tebangun karna suara bising dari ruang ganti.
" Mas?" Tanya Riyani pada Reza yang sedang mengacak acak lemari.
" Mas nyari apa? kok sampai berantakan semua!!!" Riyani kaget melihat semua baju berjatuhan..
" Ini mas tadikan mandi terus, mas simpen cincin pernikahan kita di jas dulu... tapi pas mas cari lagi gak ada" Ucap Reza kebingungan.
" Ah biar aku aja yang nyari" Riyani memungut semua pakaian yang terjatuh dilantai. Reza pun ikut memunguti pakaian yang sedang Riyani rapihkan.
" Udah mas sarapan aja dulu... nanti takut kesiangan" Riyani mendorong tubuh Reza agar keluar.
" Mas gak kekantor sayang ..." Ucap Reza.
" Loh kenapa? Mas mau bolos lagi? gak boleh gak boleh! Buruan mas berangkat, jangan males malesan" Riyani mendorong dorong tubuh Reza.
" Sayang... sekarangkan hari sabtu" Reza memeluk tubuh Riyani dari belakang.
" Hah?! apa?" Riyani kaget.
" Iya sekarang hari sabtu masa kamu lupa" Reza menenggelamkan wajahnya dileher Riyani.
Berarti rencananya gagal dong!!! Batin Riyani.
" Mas... lepas aku ma nyari cincin kamu" Riyani berusaha melepaskan pelukan Reza.
" Ah... ada yang mau mas omongin sayang" Reza menarik tangan Riyani agar duduk disebelahnya (Kasur).
" Ngomongin apaan sih mas?" Tanya Riyani.
" Sebenernya... saat aku nangis didepan kamu, aku ingin mengatakan semuanya pada kamu... tapi, aku takut kamu langsung meninggalkan mas. Mas gak mau kamu pergi dari kehidupan mas, mas ingin kamu tetap disisi mas setelah mas membicarakan ini" Ucap Reza sambil menggenggam tangan Riyani. Riyani hanya diam, ia tahu pasti tentang wanita bernama "Dea" Itu.
" Saat aku kejerman aku mabuk dengan rekan rekan kerjaku. Aku tidak sadarkan diri, dan tidak mengingat semua kejadian setelah aku benar benar mabuk. Saat dipagi harinya aku terbangun diatas kasur, dan ada bercak darah disana..." Ucap Reza.
Riyani yang mendengar itu ia seperti tersambar petir yang amat besar. Ia menahan tangisannya, ia takut Reza merasa kasihan terhadapnya. Ia terus menunduk tanpa berani menengok Reza.
" Ternyata wanita itu adalah sekertarisku Siska. Tapi... tapi sayang itu tidak terjadi... Aku sudah mengecek semuanya lewat CCTV dan malam itu tidak terjadi apa apa antara aku dan Siska. Siska disuruh oleh seseorang, dan dia hamil anak pria lain bukan aku!!" Reza menggenggam tangan Riyani, tapi Riyani melepaskannya.
Reza mengambil kembali tangan Riyani "Kamu harus percaua sama aku!!! Kalau kamu gak percaya, kamu bisa tanya Rai kakak kamu. Dia yang mengurus semua masalah ini... jadi tolong percaya sama aku sayang" Reza memeluk Riyani. Matanya mulai menitihkan air mata, walau tidak diketahui oleh Riyani.
" dan aku juga ingin menjelaskan tentang yang kamu lihat saat aku sedang menelepon di ruang kerja. Dia Dea mantan pacarku, ya memang dulu Aku ingin memberikan sumsum tulang untuknya tapi bukan susun tulang anak kita. Dia memaksa ingin itu, Dia pikir aku masih mencintai dia tetapi aku mencintai kamu. Aku selalu mencintai kamu dan anak kita aku gak mau kehilangan kalian jadi tolong maafin mas" Reza berlutut dihadapan Riyani sambil menggenggam tangan Riyani.
" Mas bangun!! kamu seorang imam!! kamu gak boleh bersujud dibawah kaki aku!!!" Riyani berusaha mengankat tubuh kekar Reza.
" Gak apa apa sayang aku akan melakukan ini agar kamu mau memaafkan aku!!" Ucap Reza dengan tangisan.
Riyani pun ikut duduk dibawah, ia tidak berani menyetarakan Reza karna Reza adalah imamnya. "Mas aku sudah maafkan kamu... yang terpenting buat aku itu cuman kejujuran kamu aja!! gak lebih... Sekarang lupakan semuanya yang sudah berlalu. Kita buka lembaran yang baru, yang lebih indah... " Riyani menggenggam tangan Reza.
" Sekarang kita sarapan yah mas, kamu belum sarapankan?" Tanya Riyani. Reza hanya menganggukkan kepala.
" Yaudah kita makan disini aja gimana? sambil jagain Rafa" Ucap Riyani. Reza membalasnya dengan senyuman.
Riyani berjalan kearah kamar mandi sedangkan Reza menyuruh bi siti untuk menyiapkan makanan dan mengantarnya kekamar. Reza memandangi wajah Rafa yang sangat tampan, tapi wajahnya tidak mirip dengannya. Melainkan mirip dengan Riyani.
Riyani dikamar mandi sedang menelepon kakaknya yang dari tadi meneleponnya terus tanpa henti.
Riyani: "Halo kak?"
Rai: "Ria kamu dimana?"
Riyani: "Dirumah kak"
Rai: "Ayo berangkat"
Riyani: "Aku akan menetap kak, semua hanya kesalah pahaman"
Rai: "A--apa?!! Serius?!!"
Riyani: "Serius..."
Rai: "Tap---"
Riyani memutuskan teleponnya.
" Sayang... kenapa lama banget? Rafa sudah bangun tapi dia menangis terus" Reza meneriaki Riyani dengan lembut.
" I--iya mas ini sudah beres kok" Riyani keluar menggunakan handuk dan langsung menggendong Rafa.
Fby...
seru Novelnya
mangkin seru aja nich, cepetsn up nya thor semangat ya 😊
resikinya akan kamu tuai reza ksian kan riyani