Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 30
Jendral Wiliam yang sudah rapi dengan pakaian terbaik nya pun, langsung bergegas menuju ke tempat jamuan makanan di kediaman nya itu. sudah lama momen ini, tak pernah dia lakukan lagi, semenjak mengawasi perbatasan yang kota.
"Apakah kau sudah memberitahukan mereka semua?" tanya jendral wiliam kepada tangan kanan kepercayaan nya.
"Susah jendral, hamba sudah memberitahukan kepada nyonya voil, dan lady Ella."
"Hmmm, lalu dengan ell?"
"Mohon maaf jendral, tadi saat ingin bertemu dengan lady Elly, hamba bertemu dengan lady Ella. Dan beliau mengatakan dia lah yang akan memberitahukan kepada lady Ella."
"Hmm, baiklah. Ayo kita ke jamuan makan malam. Aku ingin mengatakan kepada gadis itu, hal yang penting!"
"Baik jendral."
Jendral Wiliam berjalan terlebih dahulu, dan di susul dari belakang oleh paman Han. beberapa pelayan pun mengikuti dari belakang.
"Jendral Wiliam tiba di ruang jamuan!" teriak petugas yang memberitahukan kepada nyonya voil dan juga Ella yang ternyata sudah tiba terlebih dahulu di sana.
kedua nya menyambut jendral pei dengan tersenyum lebar. Sudah lama sekali momen ini, tak pernah mereka rasakan lagi. Apalagi nyonya voil yang cukup senang dengan kepulangan suami nya itu. Walapun mendadak, tapi melihat suaminya baik baik saja, membuat nya merasa tenang sekarang.
"Salam kepada jendral Wiliam, semoga dewa melindungi mu!" ucap nyonya voil yang melakukan salam formal. dan itu wajib, walapun mereka adalah pasangan suami istri.
"Salam kepada jendela Wiliam, semoga dewa selalu memberikan mu kesejahteraan." ucap lady Ella yang memberikan salam formal nya itu.
Jendral Wiliam mengangguk singkat, dan duduk di tempat yang sudah di sediakan. tatapan mengarah pada satu kursi yang kosong. Dan menatap ke arah lady Ella, untuk meminta penjelasan.
"Dimana lady Elly saat ini?" tanya nya dengan nada tegas dan datar nya.
"Hmm, ayah sebenarnya saat aku berkunjung tadi. Elly mengatakan bahwa dia sedang tidak ingin bertemu dengan mu. Aku tak tau alasan nya apa." ucap nya berbohong. Dan merasa gugup, sebab dia tak menginjakan kaki nya ke tempat itu.
"Anak itu semakin kurang ajar saja! Han, panggil gadis itu, dan seret dia di hadapan ku!' ucap jendral yang langsung murka.
"Tapi ayah." ucap Ella yang merasa senang, ayah nya murka dengan Elly saat ini. Dan itulah memang tujuan nya.
"Biarkan saja Ella, gadis itu memang perlu diberikan pelajaran oleh ayah mu!" ucap nyonya voil yang ikut menanggapi nya. baginya sikap Elly memang harus diberikan pelajaran agar tetap patuh.
"Baiklah ibu, aku harap gadis itu tetap tidak akan keras kepala." ucap nya dengan pura pura mengkhawatirkan nya.
Paman Han langsung bergegas menuju ke kediaman sang lady Elly dengan langkah tegas nya. Dia akan bersiap untuk memberitahu kepada gadis itu, bahwa beliau sudah di tunggu oleh sang jendral.
Setelah sampai, dia melihat kediaman itu sangat sepi, dan begitu kotor nya. Dia juga baru sadar, tempat lady elly benar benar tak layak di gunakan. dia juga sedikit tau, tentang problem yang dialami oleh gadis itu. Yang dikenal dengan biang onar. Tapi dia tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh lady Ella.
"Ketuk pintu nya!" perintah paman Han kepada kedua pelayan sang jendral.
"Baik tuan."
"Tok....tok...tok..."
Beberapa kali ketukan, tak ada yang menanggapi. Bahkan terasa sunyi dan sepi.
"Tuan, maaf. Seperti nya tidak ada orang di dalam sana."
Raut wajah paman Han, langsung berubah. Dia takut lady Elly mengalami kesulitan.
"Buka pintu nya secara paksa, aku ingin melihat ke dalam sana!"
"Baik tuan."