Sinopsis Season 1 (1-121)
Dimulai saat proses acara lamaran . Tiba-tiba Dilara seorang model terkenal di Indonesia mendadak mendapat tawaran yang menggiurkan menjadi seorang model Go Internasional impiannya sejak SD . dan di haruskan Dilara sekarang juga pergi ke Amerika Serikat untuk proses pemotretan yang di kontrak langsung oleh Produser yang sangat popoler di kota Washington .
Dilara hanya meninggalkan selembar kertas yang terletak di atas kasurnya.
"Mah maafkan aku! Dilara harus pergi. Ini mimpiku mah! Dan katakan Maafku kepada Rasya calon tunangkanku yang hari ini akan resmi melamarku , tolong katakan padanya tunggu aku pulang. Untuk Mikayla tolong sementara gantikan Mba menjadi calon tunangannya Rasya. Karena Mba dan keluarga Rasya sama sekali belum pernah bertemu karena kesibukan Mba di dunia intertaiment. Mba mohom gantikan Mba ya 😊 karena Mba gak mau membuat Tante Rere ibunya Rasya sakit jantungnya kambuh karena anaknya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
Rasya tiba di rumahnya tepat pukul 20:15 Wib makan malam bersama sudah terlewat, namun Mikayla masih belum makan ia masih setia menunggu suaminya pulang.
Mikayla juga menceritakan secara detail kejadian kemarin malam kepada keluarga Rasya , tadinya Rasya sendiri yang akan menceritakannya sehabis pulang dinner romantis. Namun gagal karena Rasya harus menemui Dilara di Club.
Keluarga Rasya sangat bahagia mendengarnya , mereka sangat yakin kalau Rasya dan Mikayla sudah saling mencintai satu sama lainnya.
Oma dan Rere serta Wiranto duduk santai di ruang tengah berbincang-bincang hangat. Sementara Mikayla memilih untuk berdiam diri di kamar, tidur bersenderan di atas ranjang. Sedari tadi perasaan Mikayla sangat tidak tenang ia sangat menghawatirkan Rasya.
"Asslamu'alaikum..." ucap salam Rasya seraya mencium punggung tangan kanan Oma , Mamahnya serta Papahnya. Setelah itu Rasya segera menuju kamarnya menaiki anak tangga.
"Sya... " panggil Rere.
"Iya Mah?" Rasya menengok ke arah Mamahnya.
"Istrimu belum makan malam, ajak dia makan, dari tadi Mamah perhatikan istrimu sangat gelisah."
"Baik Mah."
Rasya kembali melanjutkan langkah kakinya menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Krek...
Suara pintu kamar terbuka, Mikayla merasa senang melihat suaminya sudah pulang.
Bruk...
Rasya kembali menutup pintu kamarnya.
"Belum tidur?" tanya Rasya seraya melonggarkan dasinya.
Mikayla menggeleng pelan.
"Kenapa?" tanya Rasya kemudian, ia duduk di tepi ranjang.
"Laper Mas... belum makan," jawab manja Mikayla sehingga membuat Rasya gemas. Rasya mencubit mesra hidungnya Mikayla.
"Suruh siapa tidak makan hah... "Rasya terus mencubit hidungnya Mika.
"Ishh..." Mikayla menepis cubitan Rasya.
"Sakit tau..." ucap Mikayla yang mengkerucutkan bibirnya.
"Ya sudah ayo kita makan di luar," ajak Rasya.
"Apa Mas Rasya gak merasa capek?" tanya Mikayla.
"Tidak merasa capek sama sekali," kata Rasya dengan senyum manisnya.
"Ya udah kalau gitu aku siap-siap dulu."
"Gak usah. begini saja sudah cantik.. ayoo."
Rasya menarik tangan Mikayla hingga membuat Mikayla mengikuti langkah suaminya. Mikayla merasa tidak percaya diri , masa mau makan malam di luar ia menggunakan baju Piyama.
"Mau kemana kalian?" tanya Rere ketika Rasya dan Mika tiba di ruang tengah.
"Rasya sama Mika mau makan di luar. Kita pamit ya," ucap Rasya.
..
"Loh Mas Kok gak bawa mobil?" tanya Mikayla saat tiba di depan pintu gerbang.
"Udah diam saja."
Ternyata Rasya mengajak Mikayla makan nasi goreng di pinggiran jalan, tempatnya juga sangat nyaman dekat dengan taman kompleks.
Rasya memesan 2 piring nasi goreng. Mikayla semakin kagum ternyata pria kaya seperti Rasya suka juga makan di pinggiran jalan.
"Kenapa senyum-senyum?" tanya Rasya mengkerutkan keningnya yang duduk menghadap Mikayla.
"Enggak Mas... hehe."
Pesanan 2 piring nasi goreng sudah tiba, Rasya dan Mikayla segera menyantapnya.
"Enak gak?" tanya Rasya setelah menelan nasi goreng yang sudah ia kunyah.
"Enak banget Mas," jawab Mikayla.
Rasya kemudian menyuapi Mikayla dengan mesranya , Mikayla juga sama menyuapi Rasya hingga keduanya saling suap-suapan.
Setelah selesai makan nasi goreng, Rasya dan Mikayla jalan-jalan santai menikmati udara malam yang tidak begitu dingin.
"Saya minta maaf soal yang tadi," sahut Rasya memegang erat kedua tangan Mikayla.
"Minta Maaf soal apa Mas?" tanya Mikayla dengan manik mata kembar menatap serius kedua manik mata Rasya.
Rasya mengambil aba-aba, ia menghela nafa panjang kemudian membuangnya secara perlahan-lahan.
Rasya menceritakan semuanya secara inci, pantes saja Mikayla merasa gelisah karena Rasya menemui Dilara .
"Haha...." Mikayla tiba-tiba ketawa.
"Kenapa kok malah ketawa?" tanya Rasya heran.
"Ngebayangin aja, gimana nasibnya Wisnu yang sedang di perkosa oleh Mba Dilara... haha.." Mikayla terus ketawa.
Rasya sangat senang melihat istrinya yang ketawa lepas seperti itu.
"Kamu jail banget sih Mas?"
"Ya suruh siapa berani-beraninya mau menjebak saya... Wle."
Rasya berlari-lari Mikayla mengejarnya, kedua insan yang sedang di mabuk asmara terlihat sangat bahagia sekali, maen kejar-kejaran di malam hari.
Entah kenapa Rasya sangat berat mengungkapkan perasaannya kepada Mikayla, padahal malam tadi malam yang pas untuk mengutarakan isi hatinya namun entah kenapa mulut Rasya terasa terkunci saat ingin mengatakan I LOVE YOU di hadapan Mikayla.
"Selamat malam Mas, selamat tidur semoga Mimpi indah," ucap Mikayla lembut ketika tubuhnya sudah terbaring di atas ranjang. Dan Rasya terbaring di atas sofa.
"Selamat tidur juga."
Klik..
Lampu kamar di matikan..😴😴😴 Rasya dan Mikayla memejamkan kedua matanya.
.
Good Night and Have nice dreams juga buat para readers semua..
di lanjut besok ya 😁😁😍😍🤩🤩🤩🤩🤩😘😘😘
dosa lho Sya..istrinya dianggurin