NovelToon NovelToon
JALAN MENUJU KEABADIAN

JALAN MENUJU KEABADIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Spiritual / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu hanyalah seorang anak petani fana dari Desa Qinghe. Hidupnya sederhana membantu di ladang, membaca buku-buku tua, dan memendam mimpi yang dianggap mustahil: menjadi kultivator, manusia yang menentang langit dan mencapai keabadian.
Ketika ia bertanya polos tentang kultivator, ayahnya hanya menegur jalan itu bukan untuk orang seperti mereka.
Namun takdir tidak pernah meminta izin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH.22

Arena Batu Kapur yang setengah hancur kini sunyi senyap. Debu dari pertarungan sebelumnya masih mengambang di udara.

Di atas panggung final, dua sosok berdiri berhadapan.

Di sisi kiri, Shen Yu. Jubahnya robek, memperlihatkan perban darurat yang membalut dada dan lengan kirinya. Wajahnya pucat, namun matanya tenang seperti danau tua.

Di sisi kanan, Bai Jianfei. Jubah putihnya bersih tanpa noda. Pedang di punggungnya berdengung pelan, memancarkan percikan listrik ungu.

"Aku melihat pertarunganmu tadi," ucap Bai Jianfei datar. "Kau punya nyali. Tapi tubuhmu sudah di batasnya. Menyerahlah, dan aku akan mengampunimu dari rasa sakit."

Shen Yu menyeringai tipis, mengepalkan tangannya yang bersarung hitam. "Dan melewatkan kesempatan memukul wajah jenius nomor satu? Tidak, terima kasih."

Wasit mengangkat tangannya tinggi-tinggi. "FINAL TURNAMEN MURID LUAR! MULAI!"

Bai Jianfei menghunus pedangnya. Shen Yu memadatkan sisa Qi-nya.

Tepat saat mereka hendak melangkah maju...

TENGGGG!

Sebuah suara lonceng raksasa berbunyi dari puncak tertinggi Sekte Awan Putih. Suaranya bukan nada merdu penanda waktu, melainkan dentang berat yang menggetarkan tulang.

Semua orang terdiam.

TENGGGG!

Dua kali.

TENGGGG!

Tiga kali.

Wajah para Tetua di tribun kehormatan berubah drastis. Warna darah surut dari wajah mereka.

"Lonceng Darurat?" bisik seorang Tetua. "Tiga kali berarti serangan binatang buas..."

TENGGGG! ... TENGGGG! ... TENGGGG!

Enam kali.

"Enam kali... Serangan Sekte lain?" Tetua Pengawas berdiri, kursi batunya hancur karena cengkeraman tangannya.

Namun lonceng itu tidak berhenti.

TENGGGG! ... TENGGGG! ... TENGGGG!

Sembilan kali.

Keheningan total menyelimuti arena. Sembilan dentang lonceng.

Itu adalah tanda Bencana Pemusnahan Sekte.

Shen Yu merasakan bulu kuduknya berdiri tegak. Insting bahayanya menjerit lebih keras daripada saat ia bertemu Kelelawar Mata Darah.

"Lihat langit!" teriak seseorang histeris.

Semua mendongak. Langit biru cerah di atas sekte perlahan retak seperti kaca. Di balik retakan itu, warna merah darah mulai merembes masuk, menutupi matahari.

KRAK! BOOOOM!

Formasi Pelindung Sekte kubah cahaya emas raksasa yang melindungi gunung hancur berkeping-keping.

Dari balik celah langit yang merah itu, ratusan titik hitam turun bagaikan hujan meteor. Itu bukan meteor. Itu adalah kultivator yang berdiri di atas pedang terbang, menunggangi binatang buas bersayap, dan kapal-kapal perang tulang raksasa.

Bendera merah darah berkibar di angkasa. Lambang tengkorak tertawa.

Sekte Darah Besi.

"SERANG! BANTAI MEREKA SEMUA! JANGAN SISAKAN AYAM ATAU ANJING!"

Suara tawa yang diperkuat Qi menggelegar dari kapal tulang terbesar, mengguncang seluruh gunung.

DUAR! DUAR! DUAR!

Ledakan api mulai menghantam berbagai puncak gunung sekte. Puncak Herbal terbakar. Asrama murid runtuh.

Arena Batu Kapur menjadi kacau balau. Ribuan murid berteriak panik, berlarian saling injak.

"Tetua! Lindungi murid-murid!"

Para Tetua di tribun melompat ke udara, menyambut serbuan musuh. Pertempuran tingkat tinggi meledak di langit. Cahaya pedang dan ledakan Qi warna-warni menghiasi angkasa seperti kembang api kematian.

Di atas panggung, Bai Jianfei menatap langit dengan mata terbelalak. "Sekte Darah Besi... mereka benar-benar datang?"

Shen Yu tidak bengong. Detik ketika ledakan pertama terjadi, otaknya beralih dari mode Turnamen ke mode Bertahan Hidup.

Ia tidak peduli pada gelar juara. Ia tidak peduli pada Bai Jianfei.

Shen Yu berbalik dan melompat turun dari panggung, berlari melawan arus kerumunan yang panik.

"Shen Yu! Mau ke mana kau?!" teriak Bai Jianfei bingung.

"Lari, bodoh! Ini perang!" balas Shen Yu tanpa menoleh.

Ia mencari satu wajah di kerumunan.

"Jin Bo!"

Jin Bo sedang terhimpit di dekat pintu keluar, kipasnya patah terinjak orang. Shen Yu menerobos kerumunan, menggunakan kekuatan fisik Tubuh Baja nya untuk membanting siapa saja yang menghalangi jalan.

Ia menyambar kerah Jin Bo dan menariknya keluar dari himpitan manusia.

"Uhuk! Terima kasih!" Jin Bo pucat pasi. "Sekte Darah Besi... Mereka datang mencari kultivator yang membawa Giok itu! Ingat kejadian di desa?!" (Sudah diceritakan Shen Yu)

Jantung Shen Yu berhenti berdetak sesaat. Mereka datang mencariku?!

Tiba-tiba, seekor Elang Darah raksasa menukik turun ke arah arena, membawa tiga kultivator musuh di punggungnya. Mereka melompat turun, mendarat di tengah kerumunan murid luar yang tak berdaya.

"Panen darah!" teriak salah satu musuh, mengayunkan sabit merahnya.

Sret! Sret!

Darah muncrat. Kepala-kepala murid luar yang baru saja bersorak sorai kini menggelinding di tanah.

Itu pembantaian. Murid luar Tahap 2 dan 3 tidak punya kesempatan melawan pasukan elit musuh.

"Kita harus pergi dari sini!" teriak Shen Yu. "Ke jalur rahasia di belakang gunung!"

"Tunggu!" Jin Bo menahan lengan Shen Yu. "Su Ling! Gadis buta itu! Dia ada di Paviliun Kitab! Paviliun itu ada di jalur utama serangan musuh!"

Langkah Shen Yu terhenti.

Paviliun Kitab. Tempat paling sunyi. Tempat satu-satunya orang yang bisa menenangkan jiwanya berada.

Shen Yu melihat ke arah puncak gunung tempat perpustakaan berada. Asap hitam tebal sudah mengepul dari sana.

"Dia buta..." gumam Shen Yu. "Dia tidak akan bisa lari di tengah kekacauan ini."

"Shen Yu, jangan gila!" Jin Bo mengguncang bahunya. "Itu zona bunuh diri! Kita harus lari ke hutan!"

Shen Yu menatap Jin Bo, lalu menatap arah perpustakaan yang terbakar.

Ia meraba Giok di dadanya. Jika ia lari sekarang, ia selamat. Tapi ia akan dihantui suara seruling yang terputus selamanya.

"Jin Bo. Pergilah ke hutan. Tunggu aku di gua tempat kita membunuh Han Hu," perintah Shen Yu, suaranya dingin dan tegas.

"Kau mau apa?!"

Shen Yu berbalik, menatap arah api.

"Aku punya hutang yang belum kubayar."

Tanpa menunggu jawaban, Shen Yu melesat berlari menuju arah bahaya, menerobos hujan api dan reruntuhan, menuju Paviliun Kitab.

1
Salsa Cuy
👍🏻🙏🏻
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👍🏻👍🏻👍🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️5️⃣5️⃣5️⃣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👀👀👀Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😈👿😈Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤜🏻💥🤛🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😡🤬😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👻👻👻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😯😯😯Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😁😁😁Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙄🙄🙄Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🥹🥹🥹Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!