NovelToon NovelToon
Immortality Through Suffering 2

Immortality Through Suffering 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi Timur / Action / Fantasi / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Setelah membunuh Liu Sheng,pembunuh orang tuanya, Xu Hao justru menemukan teka-teki yang lebih besar: segel mematikan pada jiwa Liu Sheng. Segel serupa juga ia temukan pada musuh-musuh tingkat tingginya. Segala petunjuk mengarah ke Dataran Tengah, tempat asal Klan Xu yang perkasa. Dengan bakat aslinya yang dicuri, orang tuanya yang difitnah sebagai pengkhianat, dan pengusiran kejam dari klan, Xu Hao kini menyamar memasuki dunia yang jauh lebih berbahaya. Di sana, sebagai murid baru di Sekte Gunung Jati dengan identitas palsu, ia harus menyelidiki konspirasi gelap di balik pembunuhan keluarganya, menghindari deteksi kerabatnya sendiri yang mungkin adalah dalangnya, dan membangun kekuatan dari nol di tanah di mana Dao Awakening-nya saja hampir tak berarti. Siapa sebenarnya "Tuan dari Atas" yang memasang segel itu? Dan bisakah Xu Hao membalas dendam tanpa mengungkapkan identitas aslinya yang akan membuatnya jadi buruan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Borong dan Tawaran Lima Puluh Kemenangan

Keesokan harinya!

Udara pagi di Sarang Naga Patah masih beraroma keringat, debu, dan sisa-sisa pertumpahan darah dari malam sebelumnya. Xu Hao, dengan jubah hitamnya yang sudah mulai terlihat lusuh akibat pertarungan-pertarungan sebelumnya, berdiri di depan Pengawas Gor di ruang administrasi kecil yang berantakan.

"Berikan saya kesempatan untuk bertanding sepuluh kali hari ini." Kata Xu Hao pelan.

"Sepuluh pertandingan," ulang Gor, wajahnya berkerut seolah baru mengecap sesuatu yang pahit. "Dalam satu hari? Kau gila, Hei Feng? Tubuh mana yang sanggup? Ini bukan main-main. Setiap lawanmu adalah Soul Transformation, bukan anak baru lagi setelah kemenangan gelanggangmu semalam. Kau ingin bunuh diri dengan cara yang mahal?"

"Saya sanggup," jawab Xu Hao, suaranya datar tanpa emosi. "Dan saya butuh kristal. Banyak."

"Kristal? Kau sudah menang sepuluh kristal tinggi semalam! Itu lebih dari cukup untuk hidup mewah setahun di sini!"

"Saya butuh lebih."

Gor menggeleng, tangan gemuknya menepuk meja kayu yang penuh coretan. "Tidak. Aturan tidak melarang, tapi sebagai pengawas, aku tidak mau melihat peserta andalanku mati karena kelelahan bodoh. Maksimal tiga pertandingan sehari. Itu pun sudah berat."

Xu Hao diam. Pikirannya bekerja cepat. Tiga pertandingan sehari terlalu lambat. Dia perlu memadatkan pengalaman, memaksa tubuh dan jiwanya beradaptasi di bawah tekanan ekstrem, sekaligus mengumpulkan kristal dengan cepat untuk membeli informasi atau sumber daya langka. Peringatan pamannya tentang Raja Abadi seperti pedang siap menancap di atas kepalanya. Waktu adalah kemewahan yang tidak dia miliki.

Tepat saat ketegangan antara mereka memuncak, sebuah bayangan besar menghalangi cahaya dari pintu masuk. Suara yang dalam, seperti gema dari dalam gua, menggema di ruangan kecil itu.

"Gor. Katakan padaku. Apa masalahnya?"

Xu Hao menoleh. Pria yang berdiri di ambang pintu itu hampir menyentuh kusen atas dengan kepalanya. Tingginya mungkin mendekati dua setengah meter. Tubuhnya bukan hanya tinggi, tapi kekar secara tidak wajar. Otot-otot bagai batu kali membengkak di balik rompi kulit sederhana yang nyaris terkoyak olehnya. Wajahnya persegi, dengan rahang kuat dan mata kecil yang tajam seperti dua butir biji besi. Rambutnya pendek dan kasar seperti sikat baja. Aura yang dipancarkannya padat, berat, dan... tenang. Soul Transformation akhir juga, tapi terasa berbeda, seperti gunung yang bisa bergerak.

Gor, yang biasanya sinis dan angkuh, tiba-tiba berubah. Dia berdiri sedikit lebih tegak, ekspresinya menjadi campuran rasa hormat dan sedikit ketakutan.

"Tuan Borong! Tidak, tidak ada masalah. Hanya diskusi dengan peserta baru tentang... jadwal pertandingan."

Borong. Nama itu mengingatkan pada sesuatu yang besar dan tak terbendung. Matanya yang kecil beralih dari Gor ke Xu Hao, menyapu tubuhnya yang lebih ramping dengan tatapan evaluatif yang cepat.

"Hei Feng. Pemenang gelanggang semalam," gumam Borong, suaranya membuat gelas-gelas kotor di meja bergetar. "Kau yang minta sepuluh pertandingan sehari?"

"Ya," jawab Xu Hao, tidak gentar menatap mata besi itu.

"Kenapa?"

"Untuk latihan. Dan untuk kristal."

Borong terdiam sejenak, lalu bibirnya yang tebal merekah menjadi sesuatu yang mirip senyuman, tapi terkesam lebih seperti retakan di batu.

"Latihan di bawah tekanan ekstrem. Bagus. Tapi Gor benar. Sepuluh pertandingan berturut-turut melawan lawan yang segar adalah bunuh diri. Tubuh butuh pemulihan, jiwa butuh konsolidasi."

Xu Hao tidak membantah. Dia menunggu.

"Tapi..." Borong melanjutkan, "kutawarkan sesuatu yang lebih baik. Kau bisa bertarung sebanyak yang kau mau, bahkan sepuluh, dua puluh, asal kau sanggup. Tapi dengan satu syarat."

"Syarat apa?"

"Capai lima puluh kemenangan berturut-turut. Tanpa kekalahan. Tanpa istirahat lebih dari satu jam di setiap pertandingan. Jika kau berhasil," Borong mencondongkan tubuh, bayangannya menelan Xu Hao sepenuhnya, "maka kau akan mendapat kesempatan untuk bertarung melawanku. Di arena utama."

Gor terkesiap. "Tuan Borong! Itu... dia baru saja..."

"Rekorku seribu pertandingan tanpa kekalahan," potong Borong, masih menatap Xu Hao. "Seribu. Aku sudah lama tidak menemukan lawan yang cukup menarik di tingkat Soul Transformation. Gelanggangmu semalam... menarik. Kau pintar, tangguh, dan punya sesuatu yang lain. Aku penasaran."

Suasana di ruangan itu berubah. Gor kini terlihat ragu, tapi juga bersemangat. Pertarungan antara juara tak terkalahkan seperti Borong dan pendatang baru yang ambisius seperti Hei Feng? Itu akan menjadi tontonan terbesar dalam setahun terakhir. Taruhan akan mengalir deras. Komisi untuk arena akan sangat besar.

Xu Hao menganalisa dengan cepat. Lima puluh kemenangan berturut-turut. Itu tantangan yang gila. Tapi jika berhasil, dia tidak hanya akan mendapatkan banyak kristal dari kemenangan itu sendiri, tapi juga kesempatan untuk bertarung melawan Borong. Dan mengalahkan Borong, juara tak terkalahkan, akan memberinya reputasi dan sumber daya yang jauh lebih besar. Itu juga akan menjadi ujian sejati bagi kemampuannya saat ini.

"Berapa lama waktu yang kau berikan untuk mencapai lima puluh kemenangan itu?" tanya Xu Hao.

"Tidak ada batas waktu. Tapi pertandingan harus berturut-turut. Kau bisa mulai hari ini, besok, kapan pun. Tapi kau jangan sampai kalah." Borong mengangkat alisnya yang tebal. "Kau butuh persiapan. Ambil tiga hari. Atau seminggu. Latih dirimu."

"Saya tidak butuh waktu lama," kata Xu Hao. "Saya mulai hari ini."

Borong mengangguk, seolah sudah menduga. "Baik. Gor. Siapkan lawan-lawan terbaik yang tersedia untuk level Soul Transformation. Jangan yang lemah. Dia butuh tekanan nyata."

Gor, yang kini melihat tumpukan kristal di depan matanya, mengangguk dengan cepat. "Siap, Tuan Borong! Akan kususun jadwalnya!"

Borong memberi isyarat pada Xu Hao untuk mengikutinya keluar dari ruangan. Mereka berjalan menyusuri koridor bawah tanah yang sepi, jauh dari keriuhan arena.

"Kau ambil risiko besar," kata Borong tiba-tiba, tanpa menoleh. "Lima puluh lawan tangguh berturut-turut dalam beberapa hari. Bahkan aku, di awal karirku, tidak melakukan itu. Kelelahan akan menumpuk. Luka kecil akan menjadi besar. Satu kesalahan kecil bisa fatal."

"Saya tahu."

"Lalu kenapa?"

"Karena saya tidak punya pilihan," jawab Xu Hao, jujur. "Saya perlu menjadi kuat. Cepat."

Borong berhenti, menoleh. Matanya yang kecil itu memandang dengan lebih dalam. "Semua orang di sini ingin menjadi kuat. Tapi kebanyakan hanya ingin kekuatan untuk kekuasaan atau kekayaan. Di matamu... aku melihat sesuatu yang lain. Seperti api yang membakar dari dalam. Api balas dendam?"

Xu Hao tidak menjawab.

Borong menghela napas, suara seperti angin melalui celah gunung. "Baiklah. Tidak perlu jawaban. Tapi ingat, di arena, niatmu tidak penting. Hanya kekuatan dan ketahanan. Pertarungan pertama akan dimulai dalam dua jam. Gunakan waktu itu untuk mempersiapkan jiwa, bukan tubuh."

Dia berbalik dan pergi, meninggalkan Xu Hao sendirian di koridor yang redup.

Dua jam kemudian, Xu Hao sudah berada di ruang tunggu peserta. Berita tentang tantangan lima puluh kemenangan telah menyebar seperti api. Penonton yang masuk ke tribun tampak lebih banyak dari biasanya, wajah-wajah mereka penuh antisipasi sadis. Mereka ingin melihat apakah pendatang baru ini bisa membuat sejarah, atau hanya akan menjadi mayat yang gagah berani.

Lawan pertamanya adalah seorang pria dengan dua pisau pendek, dikenal dengan julukan "Pisau Kilat". Soul Transformation akhir, terkenal dengan kecepatan dan serangan beruntunnya.

Pertarungan dimulai. Pisau Kilat menyerang dengan cepat, membentuk jejaring cahaya perak di sekitar Xu Hao. Xu Hao bergerak efisien, menghindar, menangkis dengan sarung tangan barunya. Dia tidak terburu-buru. Ini adalah pertandingan pertama dari lima puluh. Dia harus menghemat tenaga.

Setelah tiga menit mengamati pola lawan, Xu Hao melihat celah. Saat Pisau Kilat melompat untuk serangan menyilang, Xu Hao melesat ke bawah, pukulan kerasnya mendarat di rusuk lawan. Tulang retak terdengar. Pisau Kilat terjatuh, tidak bisa bangkit. Kemenangan pertama.

Lawan kedua, seorang wanita ahli racun dengan jarum-jarum energi. Xu Hao menggunakan sedikit manipulasi udara untuk membelokkan jarum-jarum itu, lalu menutup jarak dengan cepat dan melumpuhkannya dengan serangan titik.

Ketiga, seorang pria bertubuh besar dengan palu energi. Kekuatan mentah melawan efisiensi. Xu Hao menggunakan teknik mengalihkan, membuat pria itu kehilangan keseimbangan dan akhirnya menjatuhkan dirinya sendiri.

Pertandingan demi pertandingan berlalu. Xu Hao menang dengan berbagai cara: terkadang cepat dan langsung, terkadang lambat dan penuh perhitungan. Dia menghindari cedera serius, hanya menerima luka-luka kecil dan memar. Di antara pertandingan, dia hanya punya waktu paling banyak satu jam untuk beristirahat, makan pil penyembuhan dasar, dan memulihkan sedikit energi.

Hari pertama berakhir dengan dua belas kemenangan. Tubuhnya lelah, tapi jiwa tetap waspada. Dia kembali ke penginapan nya, bermeditasi dalam-dalam, memaksa tubuhnya beradaptasi dengan kelelahan yang tertumpuk.

Hari kedua. Lima belas pertandingan. Lawan-lawannya semakin sulit. Arena sengaja menyiapkan kultivator dengan gaya bertarung yang beragam untuk menguji dan melemahkannya. Seorang ilusionis hampir membuatnya kalah dengan tipuan indra, tapi pemahaman ruangnya yang mendasar membantunya melihat melalui ilusi. Seorang ahli tanah mencoba mengurungnya, tapi dia melompat keluar dengan kecepatan melampaui perkiraan lawan.

Di akhir hari kedua, total kemenangannya dua puluh tujuh. Luka mulai bertambah. Sebuah sayatan dalam di paha, beberapa tulang rusuk retak. Tapi semangatnya justru semakin membara. Setiap pertarungan memaksanya untuk lebih kreatif, lebih efisien, lebih menyatu dengan energi sekitar.

Hari ketiga. Xu Hao merasa tubuhnya seperti mesin yang dipaksa bekerja melampaui batas. Tapi Hukum Asal di dalam dirinya bekerja, memperbaiki kerusakan dengan lambat namun pasti. Fondasi Dao Awakening yang padat memberinya ketahanan jiwa yang luar biasa.

Pertandingan ketiga puluh. Lawannya adalah seorang mantan murid sekte pedang yang diusir. Pedangnya tajam dan berbahaya. Pertarungan sengit berlangsung selama sepuluh menit. Xu Hao akhirnya menang dengan mematahkan pedang lawan dengan pukulan terfokus yang dibungkus energi padat, tapi tangannya sendiri berdarah akibat terkena pecahan logam.

Pertandingan keempat puluh. Seorang tunawisma tua yang licik, menggunakan segala trik kotor. Xu Hao hampir terjebak dalam jebakan energi tersembunyi, tapi nalurinya yang terasah selama petualangan di dunia luar menyelamatkannya. Dia menang dengan membuat si tua itu terjatuh ke jebakannya sendiri.

Penonton semakin gila. Nama Hei Feng menggema di tribun. Taruhan untuknya mulai mengalir, meski odds-nya masih di bawah karena keraguan akan ketahanannya.

Sore hari ketiga. Pertandingan keempat puluh sembilan. Lawannya adalah seorang peserta yang juga sedang menanjak, dijuluki "Penghancur Tulang". Pria itu besar dan kejam, senang mematahkan tulang lawannya secara perlahan. Dia telah mengamati Xu Hao dan mengetahui kelelahannya.

Pertarungan ini brutal. Penghancur Tulang menyerang tanpa henti, memaksa Xu Hao bertahan. Beberapa pukulan mendarat, memperparah luka-lamanya. Xu Hao merasa energi hampir habis. Tapi di saat kritis, dia mengingat pamannya. Ingatan akan air mata dan penyesalan itu. Ingatan akan Raja Abadi yang harus dia hadapi.

Api di matanya menyala lagi. Dengan sisa tenaga, dia melancarkan serangan balik yang tak terduga. Bukan dengan kekuatan, tapi dengan presisi. Jari-jarinya menekan titik meridian di leher dan ketiak Penghancur Tulang. Pria besar itu tiba-tiba kejang, lalu jatuh. Kemenangan keempat puluh sembilan.

Xu Hao berdiri di arena, napas tersengal, tubuh penuh darah dan keringat. Sorak sorai penonton memekakkan telinga. Dia menatap ke arah lorong tempat Borong biasanya mengamati. Dia melihat sosok besar itu berdiri di sana, mengangguk pelan.

Tinggal satu lagi. Kemenangan kelima puluh.

Tapi Gor mengumumkan bahwa pertandingan kelima puluh akan ditunda sampai besok. "Dia butuh istirahat! Lihat dia! Besok, lawan terakhir, lalu jika menang, jadwal pertarungan melawan Tuan Borong akan diumumkan!"

Xu Hao, yang nyaris tidak bisa berdiri, tidak protes. Dia dibantu oleh petugas arena menuju ruang perawatan. Di sana, dia menolak bantuan penyembuhan eksternal yang mahal, hanya meminta air dan ruang tenang.

Malam itu, di pondokannya, Xu Hao duduk bersila di lantai, memaksakan tubuhnya yang babak belur untuk bermeditasi. Lima puluh kemenangan sudah di depan mata. Dan setelah itu, Borong. Juara tak terkalahkan.

Dia tahu, pertarungan melawan Borong bukan sekadar untuk reputasi atau kristal. Itu akan menjadi penanda. Apakah dirinya, dengan fondasi dan pengalamannya saat ini, sudah layak untuk melangkah lebih jauh, atau masih perlu berkubang lebih lama di arena kotor ini.

Dan di kedalaman jiwanya, sebuah tekad mengkristal: besok, kemenangan kelima puluh harus diraih. Dan setelah itu, apapun yang terjadi melawan Borong, dia akan mengambil pelajaran darinya. Karena setiap langkah, setiap pukulan, setiap tetes darah, membawanya lebih dekat pada tujuannya: pedang hitam itu, dunia di bawah laut, dan akhirnya, konfrontasi dengan raksasa bernama Klan Xu.

1
Sarip Hidayat
waaah jadi gitu
Dragon🐉 gate🐉
Mayan... dpt 2 jiwa lg...lanjuuuttt panen
Dragon🐉 gate🐉
lah, pantas paket gw gak Dateng",sejak kapan si Arif jd prajurit, ikut perang pula ?? 🤔 rif.. paket gw loe sangkutin di mana ?.. 😂
Dragon🐉 gate🐉: waduh... si Arif kang paket side jobnya ngeri,jd asasin🤣
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
Qingtian gege~/Kiss/🤣🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉
woooaaaahhh..... 😎 Kereeennn.... mana nasi tumpeng sm bubur merah putihnya 🍚🎂
Dragon🐉 gate🐉: sipp, jangan lupa sambel goreng ati,sm kering ikan teri,krupuk udang 1 toples gede😂
total 2 replies
Agus Rose
ok.
up up up
YAKARO: Terimakasih bro🙏
total 3 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor... kl boleh gw ada saran nama buat si kadal biru.. Lan Long( naga biru) / Lan se shandian long (naga petir biru) itu versi serius kl versi lawaknya Aoman de xiyi( kadal sombong)🤣
Dragon🐉 gate🐉: manttaaafff👍
total 2 replies
qwenqen
mantap👍👍👍💪💪💪💪💪
OldMan
neng ratu calon bini juga kahh🤣🤣🤣
Agus Rose
Di tunggu up nya lagi,seperti kemarin yg banyak.
OldMan
mantapp bangetttt ..daratan tengah ini apakah pulau jawa🤣🤣🤣
YAKARO: Mungkin🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
terjawab sudah ..👍
YAKARO: Mantap👍
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
loh... neng Sari nyasar kesini ternyata,pantesan di cariin di kios angkringan kok gak ada... Balik Neng, bahaya disini bukan tempatmu🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉: aaiih... ngeri🤣
total 6 replies
OldMan
mantaap thorrr 💪💪💪💪
Dragon🐉 gate🐉
sekilas.. knp Xu Hao gak bunuh Bai Feng pdhl mampu, tp mungkin ada bbrp alasan, 1 biar gak ngebuka samaran di dpn anbu ratu Du Yan, 2 setiap anggota Klan pasti punya 'GpS' kl mereka mati biasanya bakal ketahuan siapa yg membunuh mereka🤔
YAKARO: itu bener banget, malah kalau keliatan semuanya jadi agak hambar/Hammer/
total 3 replies
OldMan
mataappp Thor ..mulai banteiii
Dragon🐉 gate🐉
sial!! mari kita mulai Pestanya....
Dragon🐉 gate🐉: /Toasted/
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
yeeaayy... panen lagi kita,kali ini panen besar...😈
YAKARO: Gass srudukkk💪💪
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aroma Rivalitas yg kental dr Mo Xin...🤔
YAKARO: Mungkin saja🧐
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
kau pun sama woy😂
Dragon🐉 gate🐉: anti dia🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!