“Kamu tega menghisap darah para petani miskin seperti kami! Dasar lintah!”
Tristan dilempari anggur busuk, oleh warga desanya sendiri. Truk pendingin miliknya sudah sampai di gerbang desa. Kerugian yang begitu besar akan didapatkan olehnya.
“Tapi kita sudah tanda tangan kontrak. Aku yang mengajari kalian untuk bertani anggur. Aku yang mengajari kalian bagaimana merubah lahan tandus menjadi gudang harta.”
“Persetan dengan kontrak!” Para warga desa merobek kontrak, merusak dan menjarah rumah Tristan.
Hanya karena provokasi dari tunangannya yang merupakan Putri kepala desa. Hanya karena provokasi dari bos anggur yang mengaku dari kota. Mereka tega mengkhianatinya.
Warga desa yang polos sudah tidak ada lagi. Mereka sudah serakah akan uang…
Wajahnya tersenyum, air matanya mengalir.”Gunung tandus milik warga desa sebelah. Akan aku rubah menjadi gunung harta. Saat itu jangan berlutut menyesal di hadapanku."
Warning! Nama tokoh, perusahaan maupun latar hanya fiktif, imajinasi penulis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Vivian
Hanya 50 bibit anggur ruby Roman yang berhasil didapatkannya dengan susah payah. Ini sudah direncanakannya dari setahun lalu, sebuah program yang sejatinya hendak diterapkannya di desa Makmur dulu.
Bibit anggur ini ditanam secara vegetatif. Dalam artian tidak menggunakan biji, tapi batang yang sudah ditumbuhi akar.
“Tapi serius…cuma 50 bibit, mana bisa menghasilkan. Kamu akan rugi besar. Karena membuat green house yang terlalu luas.” Tanya Vivian sama sekali tidak mengerti.
“Green house pertama aku akan membuatnya sebagai tempat penelitian dan pembibitan. Sedangkan green house kedua akan menjadi uji coba untuk penanaman ruby Roman kloter pertama. Butuh waktu untuk tanaman anggur tumbuh, benar-benar butuh kesabaran. Mungkin sekitar 2 atau 3 tahun, barulah kita akan bisa mengambil cabang, untuk dikembali ditanam secara vegetatif.” Pria yang menghela nafasnya, membayangkan bagaimana jika bibit-bibit anggur ini tumbuh menjadi tanaman dewasa.
“Dari tadi kamu mengatakan ruby Roman. Ruby Roman anakmu tersayang… harus ada pengatur suhu, juga ada banyak protokol untuk masuk ke tempat ini. Sebenarnya kenapa…?” Vivian bergelayut manja padanya, sama sekali tidak memberikan kesempatan bagi pria ini untuk lepas.
“Tanaman anggur Ruby Roman sensitif pada keadaan lingkungan dan hama. Tanaman ini belum memiliki akar-akar yang kokoh. Nanti setelah proses adaptasi, kita akan memindahkannya ke rumah kaca yang satunya. Untuk pengaturan suhu, itu hanya digunakan jika tanaman sudah berbuah nantinya. Sekarang hanya digunakan untuk di tempat pembibitan.” Penjelasan yang diucapkan oleh Tristan.Dengan tangannya sendiri, mencoba untuk mengeluarkan bibit tanaman dari wadahnya.
“Kamu benar-benar sangat menjaga dan menyayanginya ya?” Vivian menyipitkan matanya.
“Tentu saja, tanaman anggur bagaikan kamu memelihara kucing peliharaan. Kucing kampung adalah kucing yang terkuat, seperti varietas anggur lokal. Kemampuan adaptasinya memungkinkannya untuk melawan hama. Sedangkan anggur seperti red globe, juga sudah mudah beradaptasi. Tapi ruby Roman, tanaman ini seharusnya tumbuh di daerah Jepang. Itu pun tidak dapat tumbuh di semua daerah. Tapi aku memaksakannya membawanya ke sini. Jadi harus menjaganya dengan baik dan tidak boleh mati…” penjelasan singkat dari pria itu penuh senyuman.
Sedangkan Vivian tersenyum, pada akhirnya membantu Tristan, mengeluarkan bibit tanaman dari tempatnya. Menggunakan tangannya sendiri, melangkah membawanya ke media baru.
Tangan dokter yang begitu kotor akibat terkena tanah. Seharusnya wanita ini jijik dan steril bukan?
“Tanganmu kotor…” Tristan menunjuk ke arah tangan wanita itu.
“Tidak apa-apa, yang penting tidak ada pasien gawat darurat di saat-saat seperti ini. Lagi pula yang aku lakukan adalah hal yang baik menyelamatkan nyawa orang lain. Yang kamu lakukan hal yang lebih baik, mengangkat perekonomian desa. Sekaligus menyelamatkan perut mereka.” Vivian tersenyum kepadanya, membuat Tristan tertegun. Wanita ini begitu cantik, bahkan jauh lebih cantik dibandingkan dengan Junita.
Pria yang menelan ludahnya, jakunnya bergerak naik turun. Tapi dengan cepat perlahan menggeleng. Tidak boleh terpesona dengan wanita ini.
“Vivian…yang aku tidak mengerti kenapa kamu tidak tinggal di kota saja. Gaji sebagai dokter spesialis di sana tinggi. Kalau menjadi dokter Puskesmas seperti ini—” kalimat pria itu disela.
“Sekarang giliran aku yang bertanya padamu. Pengetahuanmu tentang tanaman anggur maupun minuman anggur begitu tinggi. Lalu kenapa kamu tidak bekerja di perusahaan wine yang ada di kota kabupaten?” Vivian mengangkat sebelah alisnya.
“I…itu karena…” Tristan terbata-bata, Bagaimana caranya menjelaskan bahwa pabrik itu merupakan miliknya. Lebih tepatnya dirinya memiliki saham terbesar.
“Karena orang tuamu kan? Kamu ingin tetap bekerja, tapi kamu juga ingin selalu dekat dengan mereka. Sama saja sepertiku, Aku ini seorang anak yatim piatu. Warga desa lumbung emas yang memberiku makan. Hingga aku tumbuh dewasa, mereka sering memberikan nasi dan sayuran yang dipetik di kebun. Mereka sudah seperti kedua orang tuaku. Jadi aku tidak mungkin membiarkan mereka tinggal di desa yang memiliki fasilitas kesehatan buruk.” Penjelasan yang diucapkan oleh wanita ini.
Perlahan Tristan tersenyum, wanita ini memiliki sisi lembut yang menarik.
“Tristan, Jadi bagaimana? Kamu akan tinggal di desa selamanya denganku kan? Jadilah pacarku. Desa ini sudah menjadi tempat kedua orang tuamu tinggal.” Wanita yang kembali melekat padanya, membuat dirinya tidak bisa berkata-kata.
“Tapi kalau kamu tidak mau juga tidak apa-apa. Aku tidak memaksa…aku mengerti gemerlap keindahan kota lebih menyilaukan. Sudah hampir jam praktekku. Aku pulang duluan.” Wanita yang hendak melangkah pergi.
Suara Tristan membuat langkahnya terhenti.”Tentang pacar…akan aku pertimbangkan.”
Vivian membulatkan matanya, menoleh ke arah Tristan. Kemudian berlari dengan cepat memeluknya.”Tristan sayang, Aku cinta kamu!”
idenya boleh juga tu
tapi pilihan nya kan kalian yg buat
nikmati lah keserakahan itu
Tunggu surat cerai dari ibukota yang akan dilayangkan oleh istri sah sang siluman babi 🤣
Otak & pikiranmu kelewat waras Juni, hingga melewati batas 🤣